Anda di halaman 1dari 7

BAB 3 MANAJEMEN LABA : PENGAMATAN LEBIH CERMAT

masalah manajemen laba tidaklah baru, pasar modal telah menelannya sehingga perusahaan perusahaaan yang telah melakukan salah estimasi tidak akan pernah memberi maaf Felksibilitas akuntansi diperbolehkan agar dapat sejalan dengan inovasi usaha. Penyalahgunaan berupa manajeman laba sering terjadi bila orang mengekdploitasi fleksibelitas yang tersedia . Tipu daya dilakukan untuk mengaburkan gejolak keuangan yang terjadi Memenuhi harapan yang pasar modal telah menjadi kegiatan yang mengasyikan bag pra eksekutif dan direksi diseluruh dunia Karena itu mari kita terima bahwa manajeman laba bukan suatu yang buruk. Kenyataannya manajemen laba diharapkan dan dibutuhkan, baik didalam maupun diluar perusahaan .oleh para stakeholder dipasar modal

aba merupakan unsure yang terkuat terhadap kegiatan perusahaan dan keputusan yang dibuat oleh manajemennya. Keasyikan suatu perusahaan dalam memenuhi permintaan pasar mencerminkan bahwa sangat peduli terhadap resiko nilai perusahaan bila gagal, Menanggapi resiko tersebut , manajemen mungkin berpandangan bahwa tanggung jawab nya adalah melakukan apa saja yang memungkinkan dalam batasan tertetentu agar ramalan pasar modal oleh para analis dapat dipenuhi atau dilebihi atau melakukan manajemen laba Memenuhi harapan laba menurut pasar modal hanyalah satu dari sekian banyak sasaran manajemen laba yang dapat berdampak pada perilaku manajemen. Sasaran lainnya adalah demi keberhasilan IPO , diperlukan adanya tingkat laba minimum, dan dalam hal kontrak pinjaman diperlukan adanya batas minimal laba yang harus dipenuhi

Apa Yang Dimaksud Dengan Manajemen Laba ?

Manajemen laba adalah memanipulasi akuntansi dengan tujuan menciptakan kinerja perusahaan agar terkesan lebih baik dari yang sebenarnya Manajer dapat memilih kebijakan akuntansi dari sekumpulan aturan, wajar jika mengharapkan bahwa manajer akan memilih kebijakan yang dapat memaksimalkan kepentingan mereka / nilai pasar sahamnya.

Manajemen Laba : Kondisi Dan Imbalan Penting membedakan antara kondisi yang mendorong manajemen laba dengan imbalan yang mendasari dilakukannya manajemen laba, misalnya manajemen berdasarkan ramalan , kondisi yang kondusif terhadap manajemen laba berbeda dengan kondisi kondusif untuk melakukan laporan keuangan yang bermuatan kecurangan. Pada laporan keuangan bermuatan kecurangan , kondisi kondusif termasuk pengendalian internal yang lemah, manajemen yang tidak berpengalaman,, transaksi yang rumit, dan direksi yang lemah NO 1 2 KONDISI Laba disesuaikan dengan laba menurut ramalan konsesus di pasar Perusahaan sedang mempersiapkan IPO IMBALAN Untuk menghindar dari penurunan harga saham secara tajam Untuk menyajikan gambaran laba terbaik agar harga saham bisa dimaksimalkan Laba diatas tingkat minimal yag diminta Agar harga agar ada ditingkat antara agar menghasilkan kompensasi atau minimum dan maksimum supaya ada laba hampir melebihi angka maksimal imbalan jika lebih dari itu maka tidak ada kompensasi yang dihasilkan Perusahaan , apakah karena ukurannya Meminimalkan biaya politik sehubungan atau karena keanggotaan di industry dengan ukuran dan atau keanggotaan atau karena keduanya , merupakan industry dengan cara menghindari laba target potensial kegiatan politik yang yang dianggap terlalu besar buruk Perusahaan hampir melakukan Menghindari akibat buruk dari pelanggaran batasan keuangan yang pelanggaran, misal tingkat bunga diatur dalam kontrak penerimaan dinaikkan, jaminan diminta atau pinjaman atau kontrak pemberian utang pelunasan segera dilakukan Laba dibawah atau diatas angka laba Menghindari sentimen buruk pasar atas yang diyakini bisa berkesinambungan laba temporer yang diluar trend Gejolak naik/turunnyan laba dibuat Mengurangi gejolak laba agar nilai melalui serangkaian item non operasi saham tidak dipersepsi berisiko tinggi Terjadi pergantian manajemen puncak Melakukan penghapusan besar-besaran segera saat manajemen baru tiba , sehingga manejemen baru dapat disalahkan karena harus menanggung resikonya Kerugian besar terjadi akibat Membalik kelebihan angka akrual agar restrukturisasi dan biaya akuisisi yang tercapai laba diperiode belakangan pernah ditangguhkan di masa depan

Teknik Manajemen Laba Teknik umum yang digunakan hanyalah menggunakan fleksibelitas yang terdapat di GAAP, namun peyalahgunaan manajemen laba terjadi jika orang mengeksploitasi fleksibelitas. Manajemen laba yang masih ada dalam batasan GAAP, sifat dan cirinya sangat discretionary ( bergantung pada manajemen) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Mengubah metode depresiasi Mengubah umur harta Mengubah nilai sisa harta Menetapkan cadangan /penyisihan piutang tak tertagih Menetapkan cadangan /penyisihan kewajiban warranty Menentukan penilaian atas cadangan pajak ditangguhkan Menentukan adanya kerusakan harta dan kerugian Mengestimasikan tahap penyelesaian dari kontrak dengan metode prosentase penyelesaian 9. Mengestimasikan realisasi atas klaim kontrak 10. Mengestimasikan penghapusan atas investasi tertentu 11. Mengestimasikan biaya restrukturisasi yang ditangguhkan 12. Mempertimbangkan perlunya jumlah persediaan yang akan dihapus 13. Mengestimasikan kewajiban dampak lingkungan yang ditangguhkan 14. Membuat atau mengubah asumsi aktuaria pensiun 15. Menentukan atau mengubah umur amortisasi harta tak berwujud 16. Memutuskan umur kapitalisasi dari berbagai biaya seperti pengembangan urukan tanah, asvertensi tanggap langsung, dan pengembangan piranti lunak 17. Menentukan klasifikasi lindung nilai yang memadai untuk suatu derivative keuangan 18. Menetapkan apakah suatu investasi memperbolehkan tindakan mempengaruhi investee 19. Memutuskan apakah penurunan nilai suatu pasar investee bukanlah kontemporer

Manajemen Laba : Masuk dalam kegelapan Jika dibawa terlalu jauh, upaya mengatur laba akan berakibat salah saji atau penghitungan jumlah yang besar atau penghilangan penjelasan atas laporan keuangan. Tindakan ini dimaksudkan untuk menipu pengguna laporan keuangan , istilah ini dikenal dengan kejanggalan laporan keuangan atau akuntansi atau laporan keuangan bermuatan kecurangan Namun penetapan bahwa telah dilakukan kecurangan perlu dibuktikan denkgan jalan menunjuk orang yang telah mengambil keuntungan dari laporan keuangan yang menyesatkan Penyalahgunaan manajemen laba Contoh penyalahgunaan manajemen laba adalah Pengakuan Pengakuan penjualan - pendapatan premature - Pengakuan pendapatan fiktif

Menurut penelitian terakhir, separuh dari perusahaan yang melakukan laporan keuangan bermuatan kecurangan melakukan pengakuan pendapatan secara tidak wajar Pembebanan biaya Menilai terlalu rendah biaya, menimbulkan akibat yang sama seperti terlalu tinggi menilai harta aau terlalu rendah menilai utang Berikut ini contoh praktik manajeman laba yang merupakan penyalahgunaan Mengakui pendapatan / atas seluruh penjualan yang pengirimannya tidak sekaligus Mengakui pendapatan atas penjualan tanpa mengirim barang yang disimpan Periode tidak ditutup sehingga dapat terus membukukan penjualan Menilai terlalu rendah cadangan dan mengubah cadangan menjadi pendapatan Tidak membukukan pembatalan dan pengembalian penjualan Kapitalisasi biaya tidak benar, terutama biaya bunga Meniai terlalu rendah cadangan kerugian pinjaman dengan jalan salah mensajikan status pembayaran kreidt Menilai terlalu rendah persediaan akhir Menilai terlalu rendah diskon penjualan Mengakui pendapatan atas penjualan yang tidak jelas apakah produk yang dikirim sudah diterima oleh pelanggan

Bukti Dilakukannya Manajemen Laba Para investor, analis, auditor dan regulator harus tertarik menentukan ada/tidaknya praktik manajeman laba. Ada tidaknya manajemen laba sangat erat kaitannya dengan pertanyaan kenapa laba diatur ? Produk yang dibukukan sebagai terjual tidak tertagih maupun dikirim Tidak ada janji pasti dari pembeli untuk membeli produk Salinan faktur tagih dan tahan dibuang sehingga pelanggan tidak akan ditagih Menciptakan faktur, pesanan pembelian , dan dokumen pengiriman palsu untuk menutupi penjualan tertentu Pengakuan pendapatan atasproduk yang tidak dikirim Mengakui pendapatan dari penjualan yang tidak sah atau tidak ada Persediaan yang dilaporkan tidak semuanya ada Menilai lebih persediaan untuk mencapai laba yang diharapkam Memalsukan umur piutang Berbohong pada auditor mengenai persediaan dalam perjalanan

Bukti Adanya Manajemen Laba : Riset Akademis Riset akademis memberikan sebagian bukti adanya manajeman laba. Ketika buki SEC berdasarkan pada akumulasi dari kasus-kasus yang diperiksa , tekmasuk kesaksian, dokumen khusus, dan pada beberapa kasus , pengakuan dari manajemen perusahaan yang bersalah Studi akademis berasal dari analisis statistik atas sampel yang sangat banyak dan laporan keuangan yang dipublikasikan, selain itu studi bersandar pada model statistk yang kemampuannya menaemukan manajemen labas Bukti dari studi deskriptif Fokus pada pendorong-pendorong yang mungkin demi terciptanya laba khusus tertentu, termasuk didalamnya , selain yang lainnya hasrat untuk menghindari rugi dan penurunan labam juga hasrat memenuhi atau melebihi peramalan konsesus Bukti dari studi menggunakan model statistic Penelitian sebelumnya menggunakan model statistic untuk menguji hipotesis bahwa manajemen laba digunakan untuk memaksimalkan bonus atau kompensasi imbalan bagi para manajer . Bidang yang dipertimbangkan pada peneltian-penelitian berikut adalah mengivestigasik apakah manajemen laba digunakan untuk memaksimalkan hasil dari keduanya , IPO dan penawaran saham musiman untuk mencegah gejolak keuangan, dan memenuhi laba sesuai harapan penulis Maksimalisasi dengan bonus Pada penelitian healy mengenai kemungkinan bahwa manajemen laba dipraktekan di perusahaan karena ada kaitannya dengan bonus atau imbalan berdasarkan laba yang dilaporkan , asumsinya adalah manajer akan berupaya mengatur laba agar imbalan untuk mereka bisa diperbesar.berdasarkan laba yang dilaporkan Maksimalisasi Hasil dari Penawaran Saham Perdana Dalam kasus penawaran saham musiman , laba dan akrual yang menaikkan laba adalah luar biasa tinggi. Pada penelitian Shivakumar dinyatakan bahwa manajemen laba bukan diniatkan untuk menyesatkan investor namun merupakan repons rasional dari emiten untuk mengantisipasi perilaku pasar saat penawaran penjualan . Jadi nampaknya pasar mengharapkan perushaan agar mengatur laba menjadi lebih besar sebelum penawaran penjualan saham dilakukan , atau sesuai dengan pengamatan shivakumar, investor nampaknya secara rasional menduga adanya manajemen laba ini saat penawaran penjualana saham akibatnya investor mengurangi respon harga karena mengharapkan laba tidak terduga yang akan diumumkan setelah penawaran saham Juga ada bukti bahwa manajemen laba ditujukan untuk memaksimalkan hasil IPO . Penelitianoleh Friedlan menentukan bahwa perusahaan menaikkan laba pada periode sebelum IPO Pencegahan pelanggaran atas perjanjian pinjaman Pelanggaran atas perjanjian pinjaman dapat menimbulkan biaya bagi perusahaan dan membatasi fleksibelitas manajerialnya. Penelitian manajemen laba dan perjanjian pinjaman digokuskan pada sampel perusahaan yang mengalami pelanggaran

perjanjian. Temuan dari penelitian ini secara umum seuai dengan tindakan perusahaan yang mengatur laba agar menjadi lebih lebih besar sebelum atu selama pelanggaran perjanjian terjadi Memenuhi peramalan consensus analisis Penelitian terkini mendukung bahwa perushaan mengatur laba agar dapat memenuhi atau melebihi laba menurut peramalan konsesus analisis. Menurut penelitian Payne dan Robb yang telah menguji proposisi bahwa manajer akan mengubah laba agar jumlahnya menjadi sesuai dengan peramalan analisis tersebut . temuan penelitian ini diperkuat oleh Kaznik yang melaporkan bahwa ada bukti sesuai dengan prediksi bahwa manajer menggunakan accrual positif berdasarkan keputusan manajer untuk mengatur laba yang dilaporkan agar menjadi lebih besar, biila tidak maka laba akan jatuh dibawah angka yang diramalkan oleh manajemen

Apakah Manajemen Laba Baik Atau Buruk ? Menilai baik buruknya manajemen laba tergantung pada sifat langkah langkah manajemen laba yangdilakukan dan tujuan dari manajemen laba tersebut Langkah tersebut bisa berada dalam rentang mulai dari yang peling hati-hati yaitu menggunakan fleskeibelitas yang terdapat dalam batasan GAAP, menggunakan fleksibelitas yang hampir iluar batasan GAAP, sampai melanggar GAAP yaitu mebuat laporan keuangan beruatan kecurangan Ada yang berpendapat bahwa manajemen laba itu lebih baik, ada yang berpendapat bahwa manajemen laba adalah buruk, yang berpendapat baik adalah masyarakat akademis dengan asumsi bahwa laporan keuangan telah mengungkapkan seluruh manajemen laba yang dilakukan, biasayang investor dianggap sebagi kelompok yang akan menerima dampak dari manajemen laba Apakah manajemen laba diangggap baik atau buruk merupakan persoalan yang rumit . Motivasi , cara pandang, kondisi, dan metode, seluruhnya berperan dalam menentukan baik/buruknya suatu manajemen laba

Komentar Bab ini membahas keistimewaan utama dan praktik dari manajemen laba, terdapat beberapa catatan yang penting untuk diingat : Dapat kita pahami bersama bahwa Laporan keuangan selain merupakan media komunikasi antara pihak-pihak yang berkepentingan dengan perusahaan, juga merupakan sarana pertanggungjawaban yang menunjukkan kinerja manajemen dalam pengelolaan sumber daya perusahaan. Salah satu parameter penting dalam laporan keuangan yang digunakan untuk mengukur kinerja manajemen adalah laba, yang disajikan pada laporan laba rugi. Dengan demikian unsur laba akhirnya menjadi salah satu indikator utama untuk mengukur kinerja dan pertanggungjawaban manajemen. Informasi laba juga dapat dijadikan panduan dalam melakukan investasi yang membantu investor ataupun pihak lain dalam menilai earnings power (kemampuan menghasilkan laba) perusahaan di

masa yang akan datang. Selain itu, laba pada umumnya dipandang sebagai dasar untuk perpajakan, penentu dari kebijakan, pembayaran deviden, dan pengambilan keputusan. Adanya kecenderungan memperhatikan laba ini disadari oleh manajemen, khususnya manajer yang kinerjanya diukur berdasarkan informasi laba tersebut, sehingga mendorong munculnya earnings management (manajemen laba). Dalam hal praktik di lapangan manajemen laba berupaya menciptakan suatu kesan bahwa kinerja bisnis sangat baik,dimana manajemen menggunakan teknik yang berada di kisaran batasan paling tepi atau diluar batasan GAAP. Agar berhasil, seingkali manajemen laba dilakukan dengan sembunyi-sembunyi, sebagai contoh tidak mengungkapkan adanya laba non operasi atas penjualan investasi , manajemen dapat menaikkan laba dengan cara ini. Anggapan tentang baik atau buruknya manajemen laba masih menjadi perdebatan dan persoalan yang rumit. Menilai baik atau buruknya manajemen laba tergantung pada teknik yang digunakan dalam melakukan manajemen laba serta motivasi dan tujuan dilakukannya manajemen laba tersebut.