Anda di halaman 1dari 3

1. Usia kehamilan trimester I (0-3 bulan/ 1-13 minggu).

Dalam masa kehamilan trimester pertama terjadi pertumbuhan dan perkembangan pada sel telur yang telah dibuahi dan terbagi dalam 3 fase yaitu fase ovum, fase embrio dan fase janin. Fase ovum sejak proses pembuahan sampai proses implamasi pada dinding uterus, fase ini di tandai dengan proses pembelahan sel yang kemudian disebut dengan zigot. Fase ovum memerlukan waktu 10 14 hari setelah proses pembuahan. Fase embrio ditandai dengan pembentukan organ organ utama,Fase ini berlangsung 2 sampai 8 minggu. Fase janin berlangsung dari 8 minggu sampai tibanya waktu kelahiran, pada fase ini tidak ada lagi pembentukan melainkan proses pertumbuhan dan perkembangan. Pemeriksaan dokter atau bidan secara rutin pada periode kehamilan trimester II bertujuan untuk mengetahui riwayat kesehatan ibu yang sedang hamil, sehingga memungkinkan kehamilannya dapat diteruskan atau tidak. 2. Usia kehamilan trimester II (4-6 bulan / 14 26 minggu) Masa kehamilan trimester II merupakan suatu periode pertumbuhan yang cepat. Pada periode ini bunyi jantung janin sudah dapat didengar, gerakan janin jelas, panjang janin kurang lebih 30 cm dan beratnya kurang lebih 600 gr. Pada periode ini , dokter dan bidan biasanya mengadakan pemeriksaan terhadap berat dan tekanan darah, pemeriksaan urin, detak jantung baik ibu maupun janin serta kaki dan tangan untuk melihat adanya pembekakan (odema) dan gejaja gejala yang umum terjadi. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mengetahui kemungkinan timbulnya suatu penyakit yang membahayakan proses

pertumbuhan dan perkembangan janin pada akhir masa kehamilan.

3. Usia kehamilan trimester III (7-9 bulan/ 27 -40 minggu). Trimester III kehamilan adalah periode penyempurnaan bentuk dan organ organ tumbuh janin untuk siap dilahirkan. Berat janin pada usia kehamilan trimester ini mencapai 2,5 Kg. Semua fungsi organ organ tubuh yang mengatur kehidupan sudah berjalan dengan sempurna. Oleh karena adanya perubahan tersebut, pemeriksaan rutin lebih sering dilakukan biasanya 2 kali seminggu. Hal ini dimaksudkan untuk memantau lebih teliti setiap perkembangan dan pertumbuhan janin, kondisi fisik maupun psikis calon ibu, kemungkinan yang akan terjadi pada calon ibu maupun janin selama sisa proses kehamilan serta dalam menghadapi proses persalinan.( Helen Varney, 2000)

Yas INI SENG TAK KETIK TADI 1. Uterus Rahim atau uterus yang semula sebesar jempol atau beratnya 30 gam akan mengalami hipertrofi dan hiperplasia, sehingga menjadi seberat 1000 gram saat terakhir kehamilan. Otot rahim mengalami hiperplasia dan hipertrofi menjadi lebih besar , lunak dan dapat mengikuti perbesaran rahim karena petumbuhan rahim. Pada usia kehamilan 28 minggu tinggi fundus uteri sekitar tiga jari diatas pusat atau sepertiga jarak antara pusat dan prosesus xifoideus. Pada usia kehamilan 32 minggu, tinggi fundus uteri adalah setengah jarak prosesus xifoideus dan pusat. Pada usia kehamilan 36 minggu tinggi fundus uteri sekitar satu jari dibawah prosesus xifoideus, dan kepala bayi belum masuk pintu atas panggul. Pada usia kehamilan 40 minggu fundus uteri turun hingga setinggi tiga jari dibawah prosesus xifoideus,oleh karena itu kepala bayi sudah masuk pintu atas panggul.(Manuaba,2010:85) 2. Serviks Akibat bertambah aktivitas uterus selama kehamilan, serviks mengalami pematangan secara bertahap, dan kanal mengalami dilatasi. Secara teoritis, pembukaan serviks biasanya terjadi pada primigravida selama 2 minggu terakhir kehamilan, tapi biasanya tidak terjadi pada multigravida hingga persalinan dimulai. Namun demikian, secara klinis terdapat berbagai variasi tentang kondisi serviks pada persalinan (Llewellyn-Jones, 199) Pembukaan serviks merupakan mekanisme yang terjadi saat jaringan ikat serviks yang keras dan panjang secara progresif melunak dan memedek dari atas ke bawah. Serat otot yang melunak sejajar os serviks internal tertarik ke atas, masuk ke segmen bawah uterus, dan berada di sekitar bagian presentasi janin dan air ketuban. Kanal yang tadi berukuran kira-kira 2,5 cm menjadi orifisium dengan bagian tepinya setipis kertas. 3. Vagina Vagina dan vulva mengalami peningkatan pembuluh darah karena pengaruhestrogen sehingga tampak semakin berwarna merah dan kebiru biruan (tanda Chadwick). 4. Ovarium Dengan terjadinya kehamilan , indung telur mengandung corpus liteumgravidarum aka meneruskan fungsinya sampai terbentuknya plasenta dengan sempurna pada usia 16 minggu. Kejadian ini tidak lepas dari kemampuan vili korealis yang mengeluarkan hormon korionik gonadotropinyang mirip dengan hormon luteotropik hipofisis anterior. 5. Payudara

Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai persiapan memberikan ASI pada saat laktasi, perkembangan payudara tidak lepas dari pengaruh hormon saat kehamilan, yaitu estrogen , progesteron dan somatomamotrofin. Fungsi hormon mempersiapkan payudara untuk pemberian ASI dijabarkan sebagai berikut : a. Estrogen berfungsi Menimbulkan hipertrofi sistem saluran payudara. Menimbulkan penimbunan lemak, air dan garam sehingga payudara tampak makin membesar. Tekanan serat saraf akibat penimbunan lemak,air dan garam menyebabkan rasa sakit pada payudara. b. Progesteron berfungsi Mempersiapkan asinus sehingga dapat berfungsi Meningkatkan jumlah sel asinus.

c. Somatomamotrofin berfungsi Mempengaruhi sel asinus untuk membuat kasein,laktalbumin dan laktoglobulin. Penimbunan lemak disekitar alveolus payudara. Merangsang pengeluaran kolostrum pada kehamilan.