Anda di halaman 1dari 5

Listrik Prabayar PLN, Bagaimana Cara Pakai-nya???

Electricity for a better life

Cerita ini berawal dari journey bersilaturahmi ke rumah keluarga di daerah kabupaten Lumajang, provinsi Jawa Timur, sekalian jalan-jalan berdua sama istri tercinta. Lumayan kaget juga begitu tahu bahwa cukup banyak rumah yang meskipun posisi-nya berada di sebuah kecamatan yang lumayan jauh dari ibukota kabupaten ternyata sudah memiliki fasilitas kWh meter prabayar. Umumnya pelanggan yang memiliki kWh meter prabayar adalah mereka yang baru saja memanfaatkan kesempatan promosi tambah daya gratis yang akhir-akhir ini ramai disosialisasikan PT. PLN (Persero). Kabar terakhir tersiar bahwa masa promo tambah daya gratis ini berlanjut hingga akhir Desember 2011. Terbukti bahwa PT. PLN (Persero) di bawah pimpinan CEO Dahlan Iskan memang tidak main-main untuk memprabayarkan seluruh pelanggannya secara berangsur-angsur, meskipun letaknya ndeso atau puncak gunung sekalipun. Jujur saja, konsep listrik prabayar bukan merupakan suatu hal yang baru bagi saya, tetapi tidak dengan penggunaannya secara langsung, mencoba pegang kWh meter prabayar aja baru kemarin lusa, apalagi ngisi ulang. Kebetulan pada rumah yang saya tempati selama di Lumajang ini sebelumnya hanya menggunakan daya 900VA, kWh meter prabayar dipasang sekitar 2 bulan yang lalu (Juni 2011) ketika dilakukan penambahan daya menjadi 1300VA.

Pic 1. kWh meter prabayar 1300VA tipe DDSY23S buatan Shenzhen Star Instrument (China) yang sekarang nongkrong di depan rumah (click to enlarge)

Secara umum kWh Meter Prabayar tipe DDSY23S buatan Shenzhen Star Instrument (China) ini lumayan bagus penampilannya, fasilitas visual yang ada pun juga cukup lengkap mulai dari indikator sisa daya listrik, indikator kondisi abnormal, tegangan fasa (V), arus fasa (A), dan terdapat alarm yang berbunyi keras apabila terdapat masalah. Apabila terkait dengan masalah kualitas, sepertinya masih belum banyak yang mengerti bagaimana performa kWh meter ini, mengingat masih belum terlalu lama kWh meter ini dipasang, selama ini sih so far so good. Beralih pada penggunaan daya listrik, ketika pelanggan resmi menjadi pengguna kWh meter prabayar maka tiap pelanggan akan diberi sebuah semacam ID card yang disebut kartu "kendali listrik prabayar". Kartu berwarna putih hijau yang terbuat dari plastik mirip dengan kartu ATM ini berisi nomor pelanggan dan barcode yang nantinya dipergunakan untuk mempermudah pelanggan dalam melakukan pembelian daya listrik.

Pic 2. Tampak depan ID Card pelanggan listrik prabayar (click to enlarge)

Pic 3. Tampak belakang ID Card pelanggan listrik prabayar (click to enlarge)

Kredit daya listrik pada kWh meter prabayar PLN atau yang biasa kita sebut pulsa pada ponsel ini diberi nama Stroom. Pembelian Stroom dapat dilakukan melalui berbagai macam cara, berikut adalah lokasi-lokasi dimana kita dapat membeli Stroom. 1. Loket-loket PC, EDC, PPsms, dan Kantor Pos. 2. Payment Point Online Bank (PPOB) mitra; Bank Bukopin, BNI, BNI Syariah, Danamon Syariah, BRI, BRI Syariah, BPD Bali, BPD DIY, BPD Jateng, BJB, BII, BPRKS, OCBC NISP, Mandiri, dan Artha Graha. 3. Teller bank Bukopin. 4. SMS banking bank Bukopin. 5. ATM; Bukopin, BPRKS, OCBC NISP, BNI, Mandiri, BCA 6. Internet banking BPRKS 7. ADM BPRKS

Pic 4. Contoh struk pembelian "pulsa" listrik prabayar melalui Kantor Pos (click to enlarge)

Secara umum berbagai informasi mengenai penggunaan kWh meter prabayar ini telah dirangkum oleh PT. PLN (Persero) dalam suatu brosur yang cukup bagus dan informatif. Brosur tersebut menyediakan informasi yang cukup jelas dan akurat mengenai pengenalan listrik prabayar, petunjuk pengoperasian kWh meter, metode perawatan umum, keuntungan listrik prabayar, syarat dan ketentuan, hingga nomornomor telepon penting yang bisa dihubungi apabila terdapat masalah dengan kWh meter prabayar milik pelanggan.

Pic 5. Tampak sisi a brosur Kendali Listrik Prabayar PT. PLN (Persero) (click to enlarge)

Pic 6. Tampak sisi b brosur Kendali Listrik Prabayar PT. PLN (Persero) (click to enlarge)

Ke depan, selayaknya produk kWh meter buatan negeri tirai bambu itu diganti dengan produk serupa yang merupakan hasil karya putra-putri Indonesia. Tersiar kabar bahwa Pusat Elektronika Mikro Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerja sama dengan PT. Honoris Industri dan PT. Meysis Technology akan meluncurkan produk kWh meter hasil desain mereka pada ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke 66 pada 17 Agustus 2011. Produk yang mereka usung ini nantinya akan dijual pada kisaran harga Rp. 300.000,- sesuai dengan harga yang diregulasi PT. PLN (Persero). Semoga dengan inovasi ini PT. PLN (Persero) tidak lagi harus tergantung dengan produk luar negeri untuk dapat melayani pelanggan dan menjadi penopang kemajuan Indonesia. Bravo PT. PLN (Persero), Bravo Indonesia.