Anda di halaman 1dari 11

TUGAS RESUME PANDANGAN EKONOMI BAB 1 KESEIMBANGAN AD-AS

untuk memenuhi tugas mata kuliah

PENGANTAR TEORI MAKRO EKONOMI

Oleh : YULI MARIYA ULFA NIM : JURUSAN : EKONOMI SYARIAH

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM MIFTAHUL ULA NGLAWAK KERTOSONO NGANJUK


MARET 2012

Analisis AD-AS merupakan singkatan dari Aggregrate Demand atau permintaan agregat. Sedangkan AS adalah singkatan dari Aggregate Supply atau penawaran agregat. Perbedaan keduanya terjadi pengertian yang sedikit berbeda. Penawaran aggregate (AS) adalah penawaran barang dan jasa yang dilakukan oleh perusahaan dalam suatu Negara. Perbedaan lainnya adalah cirri dan pokok konsep tersebut. Dari perbedaan-perbedaan diatas, dapat disimpulkan bahwa Analisis AD-AS merupakan analisis keseimbangan pendapatan nasional yang melengkapi analisis keseimbangan pengeluaran agregat-penawaran agregat (Y = AE). Dalam analisis AD-AS diperhatikan bagaimana keseimbangan pendapatan nasional dicapai dalam keadaan hargaharga mengalami perubahan. Dalam analisis keseimbangan Y = AE efek perubahan harga tidak diperhatikan. Walaupun tidak dinyatakan secara eksplisit (dengan jelas), akan tetapi dapat disimpulkan bahwa analisis Y = AE memisalkan bahwa tingkat harga tidak berubah. KESEIMBANGAN AD-AS KEYNES DAN KLASIK

Pandangan Keynes

Pandangan Klasik

Penawaran Agregat Analisis AD-AS memperbaiki kelemahan yang di dapati dalam teori Klasik dan teori Keynes. Teori Klasik berpendapat dalam perekonomian tidak terdapat kekurangan permintaan agregat. Efek dari keyakinan ini selanjutnya mereka berpendapat (i)

perekonomian selalu mencapai kesempatan kerja penuh, (ii) kegiatan ekonomi dan pendapatan nasional ditentukan oleh jumlah dan kualitas factor factor roduksi yang tersedia dan tingkat teknologi yang digunakan, dan (iii) pertambahan uang dalam perekonomian akan menimbulkan inflasi. Pandangan Klasik yang dinyatakan dalam (2) dikritik oleh Keynes dalam bukunya: The General Theory of Employment, Interest and Money (diterbitkan tahun 1936).pandangan Keynes yang utama adalah: (i) dalam perekonomian pengeluaran agregat dan permintaan agregat (atau kedua-duanya juga dikenal sebagai permintaan efektif) adalah factor utama yang menentukan kegiatan ekonomi; dan permintaan/pengeluaran agregat ini tidak dapat mencapai tingkat output pada kesempatan kerja penuh, dan sebagai akibatnya pengangguran selalu berlaku, (ii) pertambahan uang akan mengembangkan kegiatan ekonomi dan meningkatkan pendapatan nasional dan kesempatan kerja, tetapi tidak mempengaruhi harga, dan (ii) pemerintah penting peranannya dalam mempengaruhi dalam kegiatan ekonomi yaitu dengan menjalankan kebijakan fiscal dan kebijakan moneter.

Dalam analisis AD-AS kelemahan teori Klasik dan Keynes diperbaiki. Teori Klasik pada dasarnya sangat menumpukan perhatian ke atas segi penawaran, manakala analisis Keynesian sangat menekankan kepada segi permintaan. Dalam analisis AD-AS kedua aspek ini yaitu segi permintaan dan penawaran diperhatikan dalam menentukan keseimbangan pendapatan nasional (atau dalam penentuan kegiatan ekonomi negara). Permintaan agregat AD menunjukan keseluruhan pengeluaran yang akan dilakukan dalam perekonomian pada berbagai tingkat harga. Manakala penawaran agregat AS menunjukkan pengeluaran barang dan jasa yang akan dilakukan perusahaan-perusahaan dalam suatu Negara pada berbagai tingkat harga. Tingkat kegiatan ekonomi, pendapatan nasional dan kesempatan kerja ditentukan pada tingkat harga dimana permintaan agregat (AD) sama dengan penawaran agregat (AS). Kurva permintaan agregat AD dibentuk oleh keseimbangan Y = AE yang berlaku pada tingkat harga yang berbeda. Dalam perekonomian pengeluaran agregat meliputi AE = C + 1 + G + (X - M). dengan demikian kurva AD dibentuk oleh nilai AE pada berbagai tingkat harga. Kurva AD menurun ke bawah, dari sisi kiri ke arah kanan dan berarti semakin rendah harga semakin besar permintaan agregat. Sifat yang demikian disebabkan oleh factor-faktor berikut (i) pendapatan riil dan konsumsi rumah tangga meningkatapabila harga turun, (ii) semakin stabil harga-harga, semakin rendah suku bunga dan menyebabkan investasi meningkat, dan (iii) harga yang semakin rendah akan menambah ekspor dan mengurangi impor.

TINGKAT HARGA, KSEIMBANGAN PENDAPATAN NASIONAL DAN KURVA AD

EFEK PERTAMBAHAN PENGELUARAN AGREGAT KE ATAS KURVA AD Perubahan-perubahan dalam komponen pengeluaran agregat yaitu C, I, G, X dan M akan menggeser kurva AD. Kurva AD akan bergeser ke kanan apabila C, I, G dan X (masingmasing atau gabungannya) bertambah, dan akan bergeser ke kiri apabila M bertambah. Kenaikan S dan T juga akan menggeser AD ke kiri. Dalam analisis AD-AS, kurva penawaran agregat AS berbentuk melengkung ke atas dari kiri ke kanan. Kurva AS seperti ini berbeda dengan yang selalu digambarkan berdasarkan teori Klasik (yaitu tegak lurus pada pendapatan nasional yang dicapai pada kesempatan kerja penuh) dan yang digambarkan berdasarkan teori Keynes (yaitu berbentuk huruf L yang dibalikkan arahnya). Bentuk kurva AS yang melengkung ke atas tersebut didasarkan kepada dua teori dalam analisis teori mikroekonomi (yaitu teori biaya produksi

dan teori pasaran tenaga kerja)dan hasil dari studi empirikal (yang diterangkan dengan menggunakan kurva Phillips). Seperti kurva AD, kurva penawaran agregat AS dapat mengalami perubahan. Kurva AS aka bergeser ke kiri (atau ke atas) apabila (i) harga barang mentah yang diimpor meningkat, (ii) nilai mata uang domestic merosot, (iii) pajak impor dan pajak lain bertambah, (iv) upah kerja meningkat, dan (v) biaya lain seperti tarif listrik dan air meningkat. Sebaliknya kurva AS dapat pula bereser ke kanan (ke bawah) apabila: (i) kemajuan teknologi berlaku, (ii) pajak pemerintah diturunkan, (iii) infrastruktur bertambah baik, dan (iv) administrasi pemerintah lebih efisien dan sangat membantu dan menggalakkan kegiatan swasta.

KURVA PENAWARAN AGREGAT AS

Hal ini akan berbeda apablia kurva penawaran agregat AS melengkung ke atas, dengan kata lain, semakin tinggi tingkat harga, semakin banyak pendapatan nasional riil yang ditawarkan perusahaan dalam perekonomian

BIAYA PRODUKSI DAN PENAWARAN TENAGA KERJA Penggambaran bentuk kurva lain adalah kurva Philips, yang dimana setiap titik dalam contoh tersebut menunjukkan hubungan antara tingkat pengangguran dan tingkat kenaikan upah nominal. (1998, 2002)

KURVA PHILIPS

Sedangkan bentuk kurva Philips bila digabungkan dengan penawaran agregat, dapat menunjukkan bentuk hubungan di antara tingkat upah dan tingkat kesempatan kerja yang sesuai dengan cirri kurva Philips, sehingga dapat diambil sebuah kesimpulan yang matang.

MENENTUKAN BENTUK KURVA PENAWARAN AGREGAT Sedangkan perpindahan kurva penawaran agreagt dari AS0 menjadi AS1 dapat disebabkan salah satu atau gabuingan factor-faktor yang digambarkan sebagai berikut

PERPINDAHAN KURVA AS

Keseimbangan pendapatan nasional yang dalam analisis AD-AS dinamakan juga sebagai keseimbangan makroekonomi, dicapai apabila kurva AD berpotongan dengan kurva AS. Keeimbangan ini dapat menentukan tingkat harga yang berlaku dalam perekonomian dan pendapatan nasional riil yang akan diwujudkan. Keseimbangan ini akan mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Secara analisis, perubahan keseimbanga itu dapat disebabkan oleh tiga factor, yaitu: perubahan AD saja, perubahan AS saja, dan perubahan serentak atau secara berturutan dalam AD dan AS.

KESEIMBANGAN MAKRO EKONOMI Tetapi apabila terjadi perubahan keseimbangan dalam kegiatan perekonomian efek dari perubahan AS, akan menimbulkan efek yang dapat digambarkan sebagai berikut :

EFEK PERUBAHAN KURVA AD ATAU KURVA AS

Jika terjadi perubahan kurva AD da AS secara serentak, maka dapat digambarkan sebagai berikut :

EFEK PERUBAHAN KURVA AD ATAU KURVA AS