Anda di halaman 1dari 19

Kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok ke arah tercapainya tujuan.

Sebuah proses yang akan membentuk seorang pemimpin dengan karakter dan watak jujur terhadap diri sendiri (integrity), bertanggungjawab yang tulus (compassion), pengetahuan (cognizance), keberanian bertindak sesuai dengan keyakinan (commitment), kepercayaan pada diri sendiri dan orang lain (confidence) dan kemampuan untuk meyakinkan orang lain (communication).

Sebuah proses yang akan membentuk seorang pengikut (follower) yang di dalam kepatuhannya kepada pemimpin, tetapi memiliki pemikiran kritis, inovatif dan jiwa independen.

Aksi dan pengaruh yang berbasis ke logika dan juga inspirasi. Pemimpin bukanlah sosok Commander Data dalam film Star Trek, yang selalu merespon permasalahan dengan prediksi logika dan data.

Tiap-tiap manusia memiliki sisi rasional dan emosional yang membawa implikasi terjadinya perbedaan pemikiran, feelings, pengharapan, mimpi, kebutuhan, ketakutan, ambisi dan tujuan. Maka konsekuensinya, seorang pemimpin dituntut untuk cerdik menggunakan pendekatan rasional dan emosional untuk mempengaruhi pengikut, tentu dengan bobot yang adil dan disesuaikan dengan keadaan.

1. Teori Karakter
Karakter disini diartikan karakter yang kecenderungannya menunjukan jiwa pemimpin sehingga memunculkan karisma dan membedakanya dengan orang bukan jiwa pemimpin. Enam (6) karakter yang berhasil diidentifikasi: a. Ambisi dan energi b. Hasrat untuk memimpin c. Kejujuran d. Integritas percaya diri e. Kecerdasan dan pengetahuan yang relevan dengan pekerjaanya. f. Memantau dirinya (dapat menyesuaikan diri dalam situasi yang berlainan).

2.

Teori Perilaku Perilaku spesifik membedakan pemimpin dan bukan pemimpin. Pada dasarnya teori ini mencoba mengungkap hubungan antara karakteristik pepimpin dan kefektifan kinerja kelompok yang dipimpinnya. Ada dua dimensi perilaku kepemimpinan yaitu: a) Pemimpin yang berorientasi karyawan (people oriented). Pemimpin yang menekankan hubungan pribadi, mereka berminat secara pribadi tehadap kebutuhan bawahan mereka dan memberikan perhatian pada kinerja karyawan. Lebih jauhnya tipe pemimpin ini sangat menghargai eksperimentasi, inovasi dan kinerja karyawan. b) Pemimpin yang berorientasi produksi (task oriented). Pemimpin yang menekankan aspek teknis atau tugas dari pekerjaan yang merupakan tujuan akhir. Penyelesaian tugas oleh bawahan menjadi yang utama dengan sedikit perhatian pada karyawan.

3. Teori Kemungkinan Teori kepemimpinan yang memasukan faktor situasi dalam konsepnya, jadi setiap organisasi pasti mempunyai kebutuhan gaya kepemimpinan yang berbeda, gaya yang satu belum tentu cocok untuk yang lain.

Teori Jalur Tujuan Teori ini mejelaskan bahwa perilaku seorang pemimpin dapat diterima dengan baik oleh bawahan sejauh mereka pandang sebagai suatu sumber dari atau kepuasan segera atau kepuasan masa depan. Teori ini menyatakan bahwa pemimpin itu luwes dapat menyesuaikan dengan setiap situasi yang berbeda. Pemimpin dapat memunculkan gaya direktif, partisipatif, supportif atau task oriented tergantung situasi karyawan.

Teori X dan Y Teori X dan Y adalah salah satu teori motivasi yang diperkenalkan oleh Douglas Mc Gregor untuk mengidentifikasi gaya kepemimpinan yang dipakai oleh seorang pemimpin dilihat dari pandangannya terhadap karyawan. Mc Gregor mencoba mengidentifikasi hal tersebut melalui perbedaan keyakinan pemimpin terhadap orang yang dipimpinnya. Mc Gregor mengklasifikasikan keyakinan pemimpin ke dalam dua jenis, yaitu Teori X dan Teori Y. Perbedaan mendasar kedua teori tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:

TEORI X
Orang malas Orang tidak punya ambisi Orang yang individualis Orang yang menentang perubahan Orang bodoh
Sumber: Bisnis jilid 1, Grifin:290

TEORI Y
Orang rajin Orang yang ambisius Orang yang tidak individualis Orang yang suka perubahan Orang pintar

Gaya kepemimpinan menjelaskan tentang bagaimana seseorang bertindak dalam konteks organisasi. Cara termudah untuk menggambarkan gaya kepemimpinan adalah dengan menggambarkan jenis organisasi atau situasi yang sesuai dengan gaya tertentu. 1. Birokratis 2. Permisif 3. Laissez Faire 4. Partisipatif 5. Otokratis 6. Demokratis

Birokratis Jenis kepemimpinan seperti ini adalah gaya yang patuh terhadap peraturan. Para pemimpin dengan gaya kepemimpinan birokratis menganggap bahwa segala kesulitan akan dapat diatasi jika setiap orang mematuhi peraturan. Suatu sistem adalah hal yang mutlak ada pada gaya kepemimpinan seperti ini. Jika dikaitkan dengan dunia bisnis, gaya kepemimpinan yang umumnya menggunakan cara kepemimpinan birokratis adalah para birokrat yang berada pada perusahaan negara.
Back

Permisif Pemimpin dengan gaya kepemimpinan permisif akan selalu berkeinginan untuk membuat setiap orang yang berada dalam kelompok puas. Gaya ini menganggap bahwa bila orang-orang merasa puas dengan diri mereka sendiri dan orang lain, maka dengan demikian organisasi akan berfungsi. Pemimpin yang permisif menginginkn agar setiap orang merasa senang dalam organisasi. Gaya kepemimpinan seperti ini akan mengurangi turnover karyawan.
Back

Laissez Faire Gaya kepemiminan seperti ini membiarkan segalanya berjalan dengan sendirinya. Pemimpin hanya terlibat pada kuantitas kecil di mana para bawahan secara aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi. Jarang sekali perusahaan yang menggunakan gaya kepemimpinan seperti ini. Jikalau ada umumnya gaya ini dipakai oleh pemimpin yang sering bepergian atau bertugas sementara. Gaya kepemimpinan ini cocok diberlakukan pada perusahaan konsultan atau auditor.
Back

Partisipatif Gaya ini dipakai untuk memotifasi bawahan melalui pelibatan dalam pengambilan keputusan. Pemimpin mengharapkan agar karyawan mampu bekerja sama dalam pencapaian tujuan. Gaya kepemimpinan seperti cocok dilakukan pada perusahaan dimana keputusan harus dilaksanakan bersama.
Back

Otokratis Gaya ini ditandai dengan kebergantingan pada yang berwenang dan menganggap bahwa bawahan hanya akan melakukan sesuatu jika diperintah. Gaya kepemimpinan seperti ini akan tampak seperti dictator. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang oleh si pemimpin yang otoriter tersebut, sedangkan para bawahan hanya melaksanakan tugas yang telah diberikan. Umumnya gaya kepemimpinan seperti ini dilaksanakan pada negara-negara yang menganut asas komunis.
Back

Demokratis Kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Jika ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim. Pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya Kepemimpinan dikatakan efektif jika mampu menumbuhkan dan memelihara serta mengembangkan usaha dan iklim kondusif di dalam kehidupan organisasional.
Back