Anda di halaman 1dari 71

PENGANTAR KARYA TULIS ILMIAH

A. Karangan Ilmu Pengetahuan Isi karangan ini adalah pembicaraan sesuatu hal dalam bidang pengetahuan dari dunia fisik, baik yang bersifat ilmiah rendah maupun yang bersifat ilmiah tinggi yang disebut juga karangan pengetahuan teknis yang menyangkut kehidupan sehari-hari.

Karangan ini sering juga disebut karangan ilmiah populer, ditujukan kepada masyarakat awam, sedangkan karangan pengetahuan tehnis, ditujukan kepada golongan tertentu. Karangan pengetahuan alam kodrat ini membicarakan hal-hal yang konkret, ditulis berdasarkan fakta umum, dan umumnya berfungsi sebagai pemberitahuan.

B. Karangan Kesusastraan Karangan kesusastraan walaupun ada juga yang berdasarkan fakta, baik fakta umum maupun fakta pribadi, tetapi karangankarangan ini lebih berpungsi sebagai ajakan dan hiburan daripada pemberitahuan.

Karangan dimaksudkan untuk menyentuh perasaan dan menggerakkan emosi, jadi lebih ditujukan kepada hati daripada pikiran. Oleh karena itu karangan kesusastraan (puisi, drama, fiksi) termasuk karangan non-ilmiah.

C. Karangan lain-lain Karangan jenis ini adalah karangan yang berisi antara lain tentang ramalan, rahasia alam gaib, perdukunan dan lain-lain yang tidak dimengerti oleh orang-orang biasa, dan menyangkut bidang para-psikologi. Karangan-karangan ini dapat disebut karangan ilmu gaib.

A. Karangan Ilmiah Karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta umum dan ditulis menurut metodelogi penulisan yang benar. Karangan ilmiah ditulis dengan bahasa yang konkret, gaya bahasanya formal, kata-katanya teknis dan didukung fakta yang dapat dibuktikan kebenarannya.

B. Karangan Non-Ilmiah Karangan non-ilmiah bervariasi topik dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum. Karangan non-ilmiah ditulis berdasarkan fakta pribadi, dan umumnya bersifat subyektif. Bahasanya bisa konkret atau abstrak, gaya bahasanya formal dan populer, walaupun kadang-kadang juga formal dan teknis.

C. Karangan tidak Ilmiah Karangan tidak ilmiah mungkin saja menyajikan fakta umum akan tetapi datanya diperoleh tidak melalui prosedur yang ilmiah, sehingga validitas data diragukan. Apalagi penulisannya juga tidak memenuhi ciri-ciri karangan ilmiah.

A. Karangan Asli Karangan asli dapat ditulis dengan bahasa ibu atau bahasa lain berdasar fakta yang telah diuji kebenarannya. Cara penuturannya dan gaya bahasanya mencerminkan jiwa dan kepribadian penulisnya. Gagasan-gagasan (ide) atau pendapatnya adalah asli, atau sebagian kecil saja yang diperoleh dari acuan.

B. Alih bahasa atau terjemahan


Karangan alih bahasa yaitu karangan menerjemahkan dari bahasa yang satu ke bahasa yang lain. Jenis karangan ini terbagi tiga : 1) Menerjemahkan secara langsung/menerjemahkan bentuk kata /menerjemahkan kulit, Contoh: Gone with the wind diterjemahkan Pergi dengan angin yang mestinya Hilang tiada berbekas, atau Green house diterjemahkan Rumah hijau yang mestinya Rumah kaca.

2) Menerjemahkan isinya, yaitu kata atau ungkapan diterjemahkan secara seimbang dalam hubungan yang wajar menurut struktur dan kaidah bahasa yang lain, contoh: For your eyes only diterjemahkan Hanya matamu yang melihatnya atau Engkaulah saksinya.
3) Menerjemahkan secara bebas. yaitu tidak terikat dengan kata demi kata, tetapi makna atau isi umumnya dialihkan ke bahasa lain dengan cara penuturan bebas.

C. Saduran Menyadur adalah mengubah suatu karangan dari bahasa yang satu ke bahasa yang lain atau dalam bahasa yang sama. Saduran berbeda dengan terjemahan. Penyaduran : Pengalih bahasaan secara bebas suatu wacana kedalam suatu bahasa sasaran dengan jalan menyingkat, mengubah tokoh-tokohnya , mengganti latar sosial budaya dsb. Penerjemahan : (translation) pengalihan amanat antar budaya dan atau antar bahasa dalam tataran gramatikal dan leksikal dengan maksud, efek, atau ujud yang sedapat mungkin tetap dipertahankan.

1. Alih bahasa (terjemahan) a) Terjemahan kulit Kata demi kata, sifatnya dekat dengan aslinya tetapi maknanya menjadi kabur. b). Terjemahan isi Penuturan berbeda, bentuk dan gagasan sama, sifatnya dekat dengan aslinya, maknanya jelas.

2. Saduran Dalam karangan saduran jelas tampak cara penuturan yang berbeda, bentuk berbeda, gagasan-gagasan sama, kejelasan makna tergantung kemampuan penyadur. Saduran itu berbeda dengan karangan aslinya. 3. Karangan asli Dalam karangan asli, baik cara penuturan dan gaya bahasanya mencerminkan kepribadian dan jiwa penulisnya, gagasan-gagasan asli, dan tiada duanya baik bentuk maupun cara penuturannya.

BAGIAN II MENULIS KARYA TULIS ILMIAH

Penulisan Karya Ilmiah meliputi :


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Mengenai ciri, Sifat dan bentuk karangan ilmiah, Metode ilmiah, Istilah-istilah dalam karya ilmiah, Memahami bagian dan unsur karangan ilmiah, Penuturan dalam karangan ilmiah, Bagaimana memulai suatu karangan ilmiah, Kesalahan pemakaian bahasa dalam karangan ilmiah Bagaimana menyajikan karya ilmiah.

Karya ilmiah (scientific paper) : laporan tertulis dan dipublikasikan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan seseorang/tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. Penelitian (Reseach) : a systemic attempt to provide answer to question Penelitian merupakan suatu usaha yang sistematis untuk menemukan jawaban ilmiah terhadap suatu masalah.

Peneliti dan Penulis


Peneliti : Orang yang mengerjakan perkara riset dengan sebaik-baik rupa ilmuan yang tidak mau alpa, lengah, apalagi keliru dan cacat menjaring data/fakta/bukti keilmuan risetnya. Ia memilih metode dan teknik riset, melahap teori, literatur, dan segala perkakas keilmiahan, yang dihitung tidak ada orang yang mencela/ mengejek tulisannya. Penulis : Orang yang duduk di depan mesin ketik (komputer atau lainnya), membayangkan apa yang akan dilaporkannya menjadi berkah bagi pembaca yang dituju, bahkan akan membuat tercengang khalayak yang membaca laporannya.

Manfaat penelitian :
1. Manfaat teoritis : Menolak atau mengukuhkan atau merevisi terhadap suatu keraguan teori. 2. Manfaat praktis : Memecahkan masalah-masalah praktis, seperti, Mengubah cara kerja yang lebih baik dan efisien.

Manusia selaku makhluk berakal selalu berusaha ingin tahu dan memahami alamnya, baik yang ada di dalam maupun di luar dirinya. Hasil pemahaman itu direkam dan disimpan di benaknya sehingga menjadi khazanah budaya yang kemudian disebut pengetahuan.

Pengetahuan manusia tentang alam itu berbeda-beda, baik kualitas maupun kuantitasnya karena disebabkan adanya perbedaan dalam cara memperolehnya. 1. Adanya yang melalui proses pengenalan sepintas atau alami (disebut pengetahuan), 2. Ada yang melalui proses pengenalan secara seksama dan menggunakan cara tertentu yang disebut metode ilmiah atau metode penelitian (inilah yang disebut ilmu).
Secara etimologi kata (pengetahuan dan ilmu) sama.

Metode ilmiah menggunakan dua pendekatan :


1. Pendekatan rasional Pendekatan rasional berupaya merumuskan kebenaran berdasarkan kajian data yang diperoleh dari berbagai rujukan (literatur). 2. Pendekatan empiris Pendekatan empiris berupaya merumuskan kebenaran berdasarkan fakta yang diperoleh dari lapangan atau hasil percobaan (laboratorium). Jadi, dapat dikatakan bahwa ilmu pengetahuan yang sistematis itu dapat diperoleh melalui pendekatan rasional dan empiris.

Metode Memperoleh Ilmu Pengetahuan :


1. Metode keteguhan (tenacity) 2. Metode otoritas 3. Metode apriori / intuisi 4. Metode tradisi 5. Metode coba-coba (trial and eror) 6. Metode metafisik/supranatural 7. Metode akal sehat (Metode ilmiah) Berdasarkan fakta, bebas dari prasangka, menggunakan prinsip-prinsip analisis, menggunakan hipotesis, menggunakan ukuran obyektif, menggunakan teknik kuantitatif.

Dalam proses berpikir ilmiah terdapat beberapa langkah seperti yang tertera di bawah ini (John Dewey, 1958 : 111).
1. Merasakan adanya suatu masalah yang memerlukan pemecahan. 2. Merumuskan dan membatasi masalah yang dirasakan itu. 3. Membuat hipotesis yaitu praduga (kesimpulan sementara). 4. Mengumpulkan data atau informasi yang berhubungan dengan masalah yang dirasakan itu. 5. Mengolah data untuk membuat kesimpulan. 6. Mengadakan generalisasi untuk sampai kepada dapat mencari implikasi dengan peristiwa-peristiwa lain dan kejadian-kejadian lain di waktu yang akan datang.

1.

2.
3. 4.

5.

6.

Lugas yaitu pembicaraan langsung pada persoalan tanpa basa-basi yang tak perlu. Logis, maksudnya segala keterangan yang disajikan memiliki dasar dan alasan yang masuk akal. Tuntas yaitu segi masalah dikupas secara mendalam. Sistematis yaitu uraian disusun menurut pola tertentu sehingga jelas urutan dan berkaitan antara unsur-unsur tulisan tersebut. Objektif yaitu segala keterangan yang dikemukakan menurut apa adanya sesuai dengan data dan fakta yang diperoleh. Cermat yaitu berupaya menghindari kesalahan dan kekeliruan betapapun kecilnya disegala bidang.

7. Bernas artinya meskipun uraian itu singkat, isinya padat. 8. Jelas artinya keterangan yang dikemukakan dapat mengungkapkan makna secara jernih sehingga mudah dipahami pembaca. 9. Tidak emosional artinya tanpa melibatkan perasaan haru, benci, kagum dan sebagainya. 10. Terbuka artinya tidak menutup kemungkinan adanya pendapat baru. 11. Kebenarannya dapat diuji, 12. Menggunakan bahasa ragam baku yang berciri khas keilmuan dan memperhatikan tata tulis yang lazim.

Orang menulis atau mengungkapkan gagasan keilmuannya dalam bentuk karangan ilmiah dengan tujuan yang berbedabeda. diantaranya : a. Diskusi : (seminar, simposium, debat) b. Berbagai penerbitan, c. Proses belajar mengajar, d. Program pengembangan ilmu dan penyelesaian suatu program studi di Perguruan Tinggi (PT).

Berdasarkan hal diatas karangan ilmiah dapat digolongkan dengan jenis sebagai berikut :
1. Artikel
Dalam arti khusus, artikel adalah karya tulis yang dimuat dalam media cetak, misalnya majalah, surat kabar, brosur. Penyajiannya secara populer, artinya analisis dan pemecahan masalah secara sederhana sehingga mudah dipahami berbagai kalangan dalam masyarakat.

Ada banyak ragam pengertian artikel. Menurut Sharon Scull (1987) artikel didefinisikan sebagai bentuk karangan yang berisi analisis suatu fenomena alam atau sosial dengan maksud untuk menjelaskan siapa, apa, kapan, dimana, bagaimana dan mengapa fenomena alam atau sosial tersebut terjadi. Suatu artikel kadang-kadang menawarkan suatu alternatif bagi pemecahan suatu masalah.

2. Makalah
Makalah berasal dari bahasa Arab alih-alih kata paper, kertas kerja. Makalah dibuat (1) untuk memenuhi tugas dalam mata pelajaran atau kuliah tertentu, (2) untuk dibahas dalam pertemuan ilmiah seminar, simposium, dan lokakarya. Makalah ilmiah berisi pembahasan suatu masalah yang perlu dibicarakan lebih lanjut dalam berbagai pertemuan ilmiah. Syarat utama suatu makalah selain mengupas suatu persoalan juga didukung oleh beberapa rujukan dan didasarkan hasil penelitian, baik lapangan maupun laboratorium atau hasil percobaan.

3. Laporan Bahasa : Laporan = report (inggris)= membawa/mengangkut re = kembali. Harfiah= jika seseorang mendapat suatu tugas maka orang tersebut harus kembali membawa hasil fakta atau data dari kegiatannya itu.

Laporan teknis adalah suatu bentuk karya tulis yang disusun untuk melaporkan hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan tertentu, baik yang sedang dilaksanakan maupun yang telah selesai dilaksanakan. Laporan teknis dapat disampaikan secara lisan dan tulisan.

Keuntungan laporan tertulis: 1) Mempunyai kadar keresmian yang lebih tinggi 2) Merupakan bukti nyata dari suatu pelaporan 3) Mempunyai kekuatan hukum yang lebih kuat 4) Dalam mengurangi kesalahpahaman komunikasi

Fungsi laporan : a. Mengatasi suatu masalah b. Mengambil suatu keputusan yang lebih efektif c. Mengetahui kemajuan dan perkembangan suatu masalah d. Menemukan teknik-teknik baru c. Mengadakan pengawasan dan perbaikan.

Ada tiga jenis/bentuk laporan yang dianggap penting disini yaitu laporan buku, laporan penelitian, dan laporan teknik.
a. Laporan buku Laporan buku biasanya untuk mengetahui tugas pelajaran atau mata kuliah tertentu. Maksudnya untuk mengetahui sejauh mana yang diberi tugas itu membaca dan memahami buku yang diwajibkan. Lebih jauh lagi untuk mengetahui sejauh mana kekritisan pembaca buku itu. Wujud laporan relatif sederhana dan sesuai dengan permintaan.

b. Laporan praktikum (penelitian) Kegiatan praktikum menjadi bagian penting dari program pendidikan. Hal ini disebabkan oleh pentingnya peranan kegiatan praktikum dalam mengembangkan kompetensi ahli sains. Praktikum menjadi wahana untuk: (1) Pemantapan pengetahuan teoretis yang telah dipelajari; (2) Pengembangan keterampilan menggunakan peralatanperalatan standar laboratorium sains; (3) Pembinaan sikap ilmiah dalam bekerja di laboratorium sains; dan (4) Pengembangan kemampuan menulis laporan kegiatan laboratorium.

Unsur-unsur penting Kompetensi seorang ilmuan : 1. Kombinasi antara pemahaman yang kuat aspek-aspek teoretis, 2. Kemampuan merancang eksperimen/penyelidikan untuk memecahkan masalah dengan mengaplikasikan pengetahuan teoretik tadi, 3. Keterampilan bekerja di laboratorium, 4. Kemampuan menulis laporan sehingga layak dipublikasi.

Laporan praktikum mesti memenuhi kriteria 1) Nalar (logic); 2) Kejelasan (clarity); 3) Presisi (precision).
Dalam kaitan ini kecermatan berbahasa dalam menulis laporan sangat penting peranannya, karena faktor ini dapat membuat suatu laporan memenuhi tiga kriteria tadi.

Fungsi laporan praktikum adalah wahana penyampaian pesan dari mahasiswa (communicator) kepada pembaca laporan itu (dosen dan mahasiswa lain) tentang: 1) Masalah apa yang diselidiki; 2) Pengetahuan teoretis apa yang dijadikan landasan bagi penetapan prosedur/metode penyelidikan: 3) Apa yang dilakukan untuk pengumpulan data informasi; 4) Data apa yang terkumpul dan temuan apa yang dihasilkan dari analisis data; 5) Pembahasan (diksusi) tentang hasil yang diperoleh, khususnya mengenai implikasi temuan ; 6) Kesimpulan apa yang dapat ditarik

Laporan praktikum harus terdiri dari Komponen-komponen : 1) Tujuan, yang memaparkan permasalahan apa yang akan diselidiki; 2) Teori, yang memaparkan konsep dan prinsip. 3) Alat dan bahan, yang merupakan paparan tentang jenis alat dan bahan yang dipakai, baik nama maupun ukuran. Apabila alat ukur elektronik tertentu dipergunakan, hendaknya disertakan merk dan nomor serinya. Bahan kimia perlu dilaporkan dengan konsentrasinya (bila larutan) dan kemurniannya (bila zat murni); 4) Prosedur percobaan, yang memaparkan tahapapannya.

(5) Hasil Percobaan, yang mengungkapkan data yang telah ditabulasi, Hasil analisis data, baik secara statistik maupun tidak, serta temuan-temuan penting percobaan sebagai hasil analisis data; 6) Pembahasan, yang mengungkapkan rasionalisasi (penjelasan yang masuk akal) terhadap berbagai temuan yang menarik, misalnya perbedaan antara prediksi teoreti dengan realita yang diamati; (7) Kesimpulan, sebagai pernyataan singkat yang mengungkapkan hasil penyelidikan secara menyeluruh.

4. Skripsi Karya tulis ini dibuat dalam rangka menyelesaikan program pendidikan S1. Di perguruan jenis tertentu digunakan istilah tugas akhir (TA). Selain itu, ada pula yang menyebutnya risalah.
Mulanya skripsi digunakan untuk karya tulis yang dibuat dalam rangka menyelesaikan program pendidikan serjana muda. Tesis untuk sarjana.

5. Tesis Tesis merupakan karya tulis dibuat untuk memenuhi syarat dalam menyelesaikan program pendidikan S2 (master). Dalam tesis sudah dituntut lebih banyak dari skripsi. Pengujian dalam tesis dititikberatkan pada syarat-syarat formil pendekatannya, segi materil, dan cakupannya lebih luas dan mendalam dari skripsi.
6. Disertasi Disertasi dibuat untuk menyelesaikan program pendidikan S3 (DR) atau (Ph.D)

7. Resensi Resensi adalah pertimbangan atau pembicaraan tentang buku, ulasan buku, membuat buku-buku baru terbit. Buku yang mempunyai resensi yang baik didalamnya terdapat suatu jawaban dari semua pertanyaan yang muncul dari si pembaca.
8. Monograf Monograf adalah tulisan (karangan, uraian) mengenai satu bagian dari suatu ilmu atau mengenai suatu masalah tertentu. Monograf ditulis dengan tujuan untuk memberikan keterangan kepada pembaca, agar pembaca dapat mengerti mengenai apa yang telah ditulis oleh penulis. Isi dari monograf harus saling berkaitan dari satu bab ke bab yang lain, monograf merupakan suatu karya ilmiah dan sasarannyapun ditujukan kepada orangorang yang mempunyai pemikiran keilmuan.

9. Referat Referat adalah kertas kerja yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah (seminar, konferensi).
10. Kabilitasi Kabilitasi adalah tulisan dibuat dengan tujuan memberikan informasi kepada publik, yang dilakukan pada acara tertentu. Terbit Minggu/satu bulan sekali dalam suatu pertemuan rutin. 11. Surat Pembaca Surat pembaca adalah tulisan yang dibuat oleh orang yang telah membaca suatu buku, majalah atau koran yang akan dikirimkan kepihak produksi/redaksi untuk memberikan respon mengenai suatu hal yang telah dibaca.

12. Proposal Proposal adalah suatu tulisan yang dikerjakan untuk mengajukan suatu permohonan kepada lembaga atau pimpinan mengenai suatu pekerjaan atau acara yang akan dilakukan di lembaga tersebut. Tujuannya untuk memberikan informasi mengenai hal apa saja yang akan dilakukan dalam suatu acara tersebut. Dan apabila disetujui, hal itu akan menjadi sebuah amanah yang harus diemban oleh si pembuat proposal tersebut.

Secara umum ada empat pola penyajian dalam menyusun karya tulis ilmiah. Pemakaian keempat pola itu ditentukan oleh maksud dan tujuan penulis tentang idenya mengenai suatu objek. Dapat pula dikatakan, salah satu pola digunakan bergantung pada dari sisi mana objek itu dibicarakan. Misalnya : Sebuah bangunan kuno bisa dibicarakan sejarahnya, kondisi fisiknya, pentingnya bangunan kuno itu dilestarikan, atau hanya sekedar diinformasikan bahwa disuatu daerah ada bangunan kuno sebagai peninggalan sejarah.

1) Kisahan (narasi) Uraian yang mengisahkan terjadinya sesuatu secara kronologis disebut kisahan. Ciri pola ini memiliki unsur subjek, tempat, waktu, proses dan kejadian. Contoh : Ketika itu Lara Santang (Syarifah Mudain), ibu Sunan Gunung Djati telah hamil Sembilan bulan. Ia pergi ke Mekah ditemani suaminya, Maulana Sultan Makhmud. Di kota ini, Syarifah Mudain melahirkan seorang putra yang diberi nama Syarif Hidayat oleh ayahnya. Hal ini terjadi tahun 1448, (menurut cerita Purwaka Caruban Nagari).

Secara sederhana, narasi dikenal sebagai cerita. Pada narasi terdapat peristiwa atau kejadian dalam satu urutan waktu. Di dalam kejadian itu ada pula tokoh yang menghadapi suatu konflik. Ketiga unsur berupa kejadian, tokoh, dan konflik merupakan unsur pokok sebuah narasi. Jika ketiga unsur itu bersatu, ketiga unsur itu disebut plot atau alur. Jadi, narasi adalah cerita yang dipaparkan berdasarkan plot atau alur. Narasi dapat berisi fakta atau fiksi Narasi yang berisi fakta disebut narasi ekspositoris, sedangkan narasi yang berisi fiksi disebut narasi sugestif. Contoh narasi ekspositoris adalah biografi, autobiografi, atau kisah pengalaman. Sedangkan contoh narasi sugestif adalah novel, cerpen, cerbung, ataupun cergam.

Pola narasi secara sederhana berbentuk susunan dengan urutan awal tengah akhir.Awal narasi biasanya berisi pengantar yaitu memperkenalkan suasana dan tokoh. Bagian awal harus dibuat menarik agar dapat mengikat pembaca. Bagian tengah merupakan bagian yang memunculkan suatu konflik. Konflik lalu diarahkan menuju klimaks cerita. Setelah konfik timbul dan mencapai klimaks, secara berangsur-angsur cerita akan mereda. Akhir cerita yang mereda ini memiliki cara pengungkapan bermacam-macam. Ada yang menceritakannya dengan panjang, ada yang singkat, ada pula yang berusaha menggantungkan akhir cerita dengan mempersilakan pembaca untuk menebaknya sendiri.

Langkah menyusun narasi (terutama yang berbentuk fiksi) cenderung dilakukan melalui proses kreatif, dimulai dengan mencari, menemukan, dan menggali ide. Oleh karena itu, cerita dirangkai dengan menggunakan "rumus" 5 W+1 H, yang dapat disingkat menjadi adik simba. 1. (What) Apa yang akan diceritakan, 2. (Where) Dimana seting/lokasi ceritanya, 3. (When) Kapan peristiwa-peristiwa berlangsung, 4. (Who) Siapa pelaku ceritanya, 5. (Why) Mengapa peristiwa-peristiwa itu terjadi, dan 6. (How) Bagaimana cerita itu dipaparkan.

Contoh Narasi Fakta (non fiksi):


Ir. Soekarno, Presiden Republik Indonesia pertama adalah seorang nasionalis. Ia memimpin PNI pada tahun 1928. Soekarno meng-habiskan waktunya di penjara dan di tempat pengasingan karena keberaniannya menentang penjajah. Soekarno mengucap-kan pidato tentang dasar-dasar Indonesia merdeka yang dinamakan Pancasila pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945. Soekarno bersama Mohammad Hatta sebagai wakil bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Ia ditangkap Belanda dan diasingkan ke Bengkulu pada tahun 1948. Soekarno dikembalikan ke Yogya dan dipulihkan kedudukannya sebagai Presiden RI pada tahun 1949. Jiwa kepemimpinan dan perjuangannya tidak pernah pupus. Soekarno bersama pemimpin-pemimpin negara lainnya menjadi juru bicara bagi negara-negara nonblok pada Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955. Hampir seluruh perjalanan hidupnya dihabiskan untuk berbakti dan berjuang.

Contoh Narasi Fiksi : Aku tersenyum sambil mengayunkan langkah. Angin dingin yang menerpa, membuat tulang-tulang di sekujur tubuhku bergemeretak. Kumasukkan kedua telapak tangan ke dalam saku jaket, mencoba memerangi rasa dingin yang terasa begitu menyiksa. Wangi kayu cadar yang terbakar di perapian menyambutku ketika Eriza membukakan pintu. Wangi yang kelak akan kurindui ketika aku telah kembali ke tanah air. Tapi wajah ayu di hadapanku, akankah kurindui juga? Ada yang berdegup keras di dalam dada, namun kuusahakan untuk menepiskannya. Jangan, Bowo, sergah hati kecilku, jangan biarkan hatimu terbagi. Ingatlah Ratri, dia tengah menunggu kepulanganmu dengan segenap cintanya.

2) Perian (deskripsi) Pola ini digunakan untuk mengambarkan suatu objek tentang ciri, sifat, karakter, keadaan umum dan sebagainya. Diharapkan pembaca memiliki gambaran yang jelas mengenai objek yang dibicarakan.
Contoh : Ikan yang busuk menampakkan tanda-tanda yang objektif. Kulitnya tidak cerah lagi, lender busuk dan mulai mengering. Matanya redup cekung dan kusam. Insangnya pucat dan daunnya lengket berbau. Sisiknya banyak yang lepas dan pudar. Dagingnya lembek dan tidak elastis.

Karangan ini berisi gambaran mengenai suatu hal/keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut. Karangan deskripsi memiliki ciri-ciri seperti: 1. menggambarkan atau melukiskan sesuatu, 2. penggambaran tersebut dilakukan sejelas-jelasnya dengan melibatkan kesan indera, 3. membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri.

Pola pengembangan paragraf deskripsi : 1. Paragraf Deskripsi Spasial, paragraf ini menggambarkan objek kusus ruangan, benda atau tempat. 2. Paragraf Deskripsi Subjektif, paragraf ini menggambarkan objek seperti tafsiran atau kesan perasaan penulis. 3. Paragraf Deskripsi Objektif, paragraf ini menggambarkan objek dengan apa adanya atau sebenarnya.

Langkah menyusun deskripsi : 1. Tentukan objek atau tema yang akan dideskripsikan 2. Tentukan tujuan 3. Mengumpulkan data dengan mengamati objek yang akan dideskripsikan 4. Menyusun data tersebut ke dalam urutan yang baik (menyusun kerangka karangan) 5. Menguraikan kerangka karangan menjadi dekripsi yang sesuai dengan tema yang ditentukan

Contoh topik untuk karangan deskripsi : 1. Keindahan Bukit Kintamani , 2. Suasa pelaksanaan Promosi Kompetensi Mahasiswa Kesehatan Tingkat Nasional, 3. Keadaan ruang praktik Keadaan daerah yang dilanda bencana

Contoh deskripsi berupa fakta:


Hampir semua pelosok Mentawai indah. Di empat kecamatan masih terdapat hutan yang masih perawan. Hutan ini menyimpan ratusan jenis flora dan fauna. Hutan Mentawai juga menyimpan anggrek aneka jenis dan fauna yang hanya terdapat di Mentawai. Siamang kerdil, lutung Mentawai dan beruk Simakobu adalah contoh primata yang menarik untuk bahan penelitian dan objek wisata.

Contoh deskripsi berupa fiksi :


Salju tipis melapis rumput, putih berkilau diseling warna jingga; bayang matahari senja yang memantul. Angin awal musim dingin bertiup menggigilkan, mempermainkan daundaun sisa musim gugur dan menderaikan bulu-bulu burung berwarna kuning kecoklatan yang sedang meloncat-loncat dari satu ranting ke ranting yang lain.

3) Bahasan (argumentasi)
Pola ini dimaksudkan untuk meyakinkan kebenaran suatu gagasan atau pendapat dengan mengemukakan berbagai alasan atau bukti. Pola ini merupakan ciri khas karangan ilmiah yang memang argumentatif. Contoh : Bangsa Indonesia harus menguasai iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) kalau mau tetap hidup. Tanpa penguasaan iptek, segala keputusan yang mempengaruhi nasib bangsa dan Negara akan makin diambil alih oleh Negara industri. Akibatnya secara berangsur-angsur kepribadian dan otonomi bangsa Indonesia akan digerogoti sampai menjadi korban bangkitnya neokolonialisme baru.

Karangan argumentasi bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/kesimpulan dengan data/fakta sebagai alasan/bukti. Dalam argumentasi pengarang mengharapkan pembenaran pendapatnya dari pembaca.
Adanya unsur opini dan data, juga fakta atau alasan sebagai penyokong opini tersebut.

Contoh tema/topik yang tepat untuk argumentasi :


Disiplin kunci sukses berwirausaha, Teknologi komunikasi harus segera dikuasai, Perguruan Tinggi Kesehatan sebagai aset bangsa yang potensial.

Contoh karangan argumentasi pada umumnya : Jiwa kepahlawanan harus senantiasa dipupuk dan dikembangkan karena dengan jiwa kepahlawanan. Pembangunan di negara kita dapat berjalan dengan sukses. Jiwa kepahlawanan akan berkembang menjadi nilai-nilai dan sifat kepribadian yang luhur, berjiwa besar, bertanggung jawab, berdedikasi, loyal, tangguh, dan cinta terhadap sesama. Semua sifat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan di berbagai bidang.

4) Paparan (eksposisi) Paparan adalah karya tulis yang maksudnya menjelaskan sesuatu yang bersifat memberikan informasi tentang suatu objek sehingga objek tersebut jelas secara gamblang.
Contoh : Akalnya adalah kekuatan manusia. Karena akal dalam nilai agama diberi kedudukan tinggi, sehingga akal mempunyai daya yang kuat, maka manusia bukanlah makhluk yang lemah. Ia punya kemampuan untuk memper-timbangkan baik-buruknya perbuatan, dapat menentukan kehendaknya, dan dapat mewujudkan apa yang dikehendakinya.

Karangan eksposisi berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik. Sebagai catatan, tidak jarang eksposisi ditemukan hanya berisi uraian tentang langkah/cara/proses kerja. Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses.

Langkah menyusun eksposisi:


1. Menentukan topik/tema 2. Menetapkan tujuan 3. Mengumpulkan data dari berbagai sumber 4. Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih 5. Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksposisi.

Contoh topik untuk eksposisi : 1. Manfaat kegiatan peraktek lapangan 2. Peranan majalah dinding di sekolah Sekolah kejuruan sebagai penghasil tenaga terampil.

Contoh karangan eksposisi pada umumnya :


Pada dasarnya pekerjaan akuntan mencakup dua bidang pokok, yaitu akuntansi dan auditing. Dalam bidang akuntasi, pekerjan akuntan berupa pengolahan data untuk menghasilkan informasi keuangan, juga perencanaan sistem informasi akuntansi yang digunakan untuk menghasilkan informasi keuangan. Dalam bidang auditing pekerjaan akuntan berupa pemeriksaan laporan keuangan secara objektif untuk menilai kewajaran informasi yang tercantum dalam laporan tersebut.

Contoh paparan proses yang juga merupakan bentuk eksposisi :


Cara mencangkok tanaman: 1. Siapkan pisau, tali rafia, tanah yang subur, dan sabut secukupnya. 2. Pilihlah ranting yang tegak, kekar, dan sehat dengan diameter kira-kira 1,5 sampai 2 cm. 3. Kulit ranting yang akan dicangkok dikerat dan dikelupas sampai bersih kira-kira sepanjang 10 cm.

SELESAI