Anda di halaman 1dari 31

I.

LATAR BELAKANG
Pada saat ini kota-kota di indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat, khususnya daerah pekanbaru yang sedang dalam proses pembangunannya. Hal ini dikarenakan berbagai bidang yang terlibat dari perkotaan mengalami perkembangan yang cukup pesat seperti bidang pendidikan, kependudukkan, ekonomi, perdagangan dan jasa. Dibidang kependudukkan yang perkembangannya juga pesat maka diharapkan adanya wadah yang dapat menunjang dan menampung penduduk atau tenaga kerja yang ada di Pekanbaru baik yang sifatnya menetap ataupun sementara. Maka dari itu wadah yang dibuat harus dapat memberikan rasa nyaman penghuninya selayaknya seperti hunian pada umumnya. Desain bangunan saat ini kian dinamis dan mulai mengacu pada isu lingkungan atau tema hijau. Sayangnya tema hijau yang sering membuat kebanyakan orang berpikir adalah sekedar menghijaukan bangunan secara keseluruhan, atau dengan kata lain sekedar memberi tambahan tanaman pada bangunan.Padahal tema hijau bukan terpaku pada fasade saja untuk menggambarkan tema hijau. Tapi pemakaian bahan bangunan yang ramah lingkungan dan desain yang menanggapi lingkungan adalah lebih penting. Sebagai sebuah hunian, apartemen tentunya harus dapat menciptakan kenyamanan bagi si penghuni. Kenyamanan akan tercipta apabila adanya perpaduan harmonis antara lingkungan buatan dengan alam. Dengan kebaradaan kawasan yang dekat dengan pusat kota, maka di perlukan suatu perencanaan yang baik dan efisien untuk menciptakan kawasan pemukiman yang mempunyai lingkungan sehat serta kenyamanan ( privacy ) bagi penghuninya. Terdapat istilah yang berpedoman dan cenderung berkarakter sesuai dengan lingkungan yaitu arsitektur hijau. Pengembangan kawasan pemukiman yang berorientasi pada penghijauan, penerapannya harus mempertimbangkan unsur-unsur lingkungan hijau seperti iklim, vegetasi, air, sirkulasi dan harus jelas terlihat pada rancangan bangunan yang bertujuan untuk mendukung dan menampung aktivitas pada penghuni, meningkatkan kualitas hijau.

I.2

MAKSUD DAN TUJUAN


I.2.1 MAKSUD KEGIATAN Dapat memenuhi fungsi apartemen kelas menengah dan mampu memenuhi fungsi sosial untuk masyarakat penghuni di luar tapak. Pemenuhan kebutuhan manusia seutuhnya baik kebutuhan dasar (fisik) maupun kebutuhan sosial (interaksi sesama manusia). Upaya penghematan energi dan pembangunan yang ekonomis dengan mengarah kepada green arsitektur.

(MASA REVISI) - APLIKASI ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN APARTEMEN KELAS MENENGAH

I.2.2

TUJUAN KEGIATAN Menyediakan suatu wadah untuk menampung aktivitas manusia penghuninya serta penyediaan segala fasilitas yang berkaitan dengan segala kebutuhan serta penyediaan sarana yang dibutuhkan sehari-hari. Dimana wadah hunian ini akan memenuhi konteks sebagai apartemen golongan menengah yang mampu melayani penghuninya secara lebih efisien dan ekonomis.

I.3

RUANG LINGKUP KEGIATAN


I.3.1 LINGKUP WILAYAH KEGIATAN Wilayah kegiatan terletak di kawasan kota Pekanbaru, yaitu Jl. Jendral Sudirman. Lokasinya cukup strategis, dimana bangunan diapit oleh dua jalan besar.

gambar 1.2 : site eksisting sumber : dok. penulis gambar 1.1 : site eksisting sumber : dok. penulis keterangan : kuning site oren perkantoran hijau pemukiman

I.3.2

LINGKUP KEGIATAN Lingkup kegiatan untuk pembangunan adalah berupa : Survei

Dilakukan untuk mengetahui situasi pada site, sehingga dapat dianalisa hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan pembangunan. Misalnya tentang potensi-potensi yang sudah ada pada site yang berkemungkinan untuk dikembangkan, atau juga ditambahkan. Analisa site

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal demi keberlangsungan kehidupan dibangunan, maka dari diperlukan data olahan berupa kemungkinan-kemungkinan yang bisa didapatkan untuk menuju arsitektur hijau. Analisa bangunan

Mengoptimal penggunaan lahan untuk bangunan, namun juga disesuaikan dengan situasi dan kondisi menurut potensi-potensi alam sekitarnya (MASA REVISI) - APLIKASI ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN APARTEMEN KELAS MENENGAH 2

Pengadaan sarana produksi. Pekerjaan lain yang diperlukan.

I.4

KELUARAN KEGIATAN
I.4.1 KELUARAN KUALITATIF Tema

Mengaplikasikan arsitektur hijau untuk apartemen kelas menengah. Kawasan

Kawasan pembangunan bangunan high rise building di Jalan Jendral Sudirman Pekanbaru. I.4.2 KELUARAN KUANTITATIF 1. DENAH Merupakan gambar yang menjelaskan organisasi maupun perletakan ruang-ruang pada bangunan perencanaan. TAMPAK Merupakan gambar yang menunjukkan sisi ekterior bangunan dari arah-arah tertentu. POTONGAN Merupakan gambar penjelasan potongan bangunan, untuk menunjukkan sisi yang ingin dilihat sisi terangnya. PERSPEKTIF Merupakan visualisasi bangunan dalam bentuk gambar melalui 1,2 ataupun 3 titik hilang, agar orang lain dapat membayangkan skala bangunan. DETAIL-DETAIL MAKET MODEL Media 3 dimensi dari bangunan maupun kawasan bangunan yang direncanakan.

2. 3.

4.

5. 6.

I.5

DASAR PENYUSUNAN KEGIATAN


1. Persyaratan Keselamatan 2. Pasal 17 tentang persyaratan keselamatan bangunan gedung Pasal 18 tentang persyaratan kemampuan struktur bangunan gedung Pasal 19 tentang pengamanan terhadap bahaya kebakaran Pasal 20 tentang pengamanan terhadap bahaya petir

Tor Desain Arsitektur V

I.6

SISTEMATIKA PENYUSUNAN
Sistematika pembahasan diuraikan sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Menjelaskan latar belakang, maksud dan tujuan serta bentuk keluaran kegiatan. (MASA REVISI) - APLIKASI ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN APARTEMEN KELAS MENENGAH 3

BAB II

STUDI LITERATUR Merupakan penelusuran literatur yang bersumber dari buku, media, pakar ataupun dari hasil penelitian orang lain yang bertujuan untuk menyusun dasar teori yang akan gunakan dalam penelitian.

BAB III GAMBARAN UMUM KAWASAN Menjelaskan tentang gambaran umum kawasan secara keseluruhan. BAB IV ANALISA PERENCANAAN Merupakan penjelasan tentang analisa-analisa terhadap objek maupun situasi pada kawasan rencana. BAB V KONSEP Merupakan gagasan ide yang akan digunakan pada bangunan dalam tujuan penyelesaian permasalahan berdasarkan hasil analisa perencanaan. BAB VI LAMPIRAN Pada bab ini, berisi hasil desain apartemen sesuai dengan kajian teori dan juga analisa site, pada lampiran gambar ini berisi denah, tampak, potongan, detail dll.

(MASA REVISI) - APLIKASI ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN APARTEMEN KELAS MENENGAH

II.1

PENGERTIAN II.1.1 APARTEMEN


Bangunan bertingkat yang dibangun dalam suatu lingkungan yang terbagi dalam bagianbagian yang distrukturkan secara fungsional dalam arah horisontal maupun vertikal dan merupakan satuan-satuan yang masing-masing dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah, terutama untuk tempat hunian, yang dilengkapi dengan bagian bersama, benda bersama dan tanah bersama. Suatu bangunan terdiri dari tiga unit atau lebih, rumah tinggal didalamnya merupakan suatu bentuk kehidupan bersama, dalam lingkungan tanah yang terbatas. Semua jenis hunian atau tempat tinggal (multiply family), kecuali sebuah rumah tinggal yang berdiri sendir bagi satu keluarga (single dwelling unit). Suatu bangunan yang dibagi dalam kamar-kamar atau kelompok kamar yang dipisahkan satu dengan lainnya dengan partisi, yang digunakan sebagai unit hunian. Suatu ruangan atau kumpulan ruang yang digunakan sebagai unit hunian atau rumah tinggal yang sifatnya dapat digunakan sebagai milik pribadi atau disewakan.

II.1.2

GOLONGAN MENENGAH
Batasan yang baku akan strata sosial masyarakat belum ada yang mutlak. Untuk gambaran secara umum ciri-ciri kelompok ini adalah : Berpenghasilan antara 10 - 30 juta pertahunnya. Memiliki jumlah keluarga/tanggungan 4 - 5 orang.

II.1.3

ARSITEKTUR HIJAU (GREEN ARCHITECTURE) Arsitektur Hijau adalah : Konsep desain yang mengutamakan perlunya hubungan antar bagian yang harus menunjukkan identitas dirinya sekaligus menunjukkan unity yang tidak dapat dicerai beraikan dengan keseluruhannya, artinya setiap bangunan masih merupakan bagian dari landskap alam walaupun ia merupakan suatu yang spesifik dalam tapaknya. Arsitektur Hijau adalah : Suatu arsitektur dimana suatu lingkungan buatan dibangun tetapi sebisa mungkin tidak mengubah kondisi asli/ alamiah dari tapak proyek tersebut. Rancangan yang responsif terhadap lingkungan. Dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya sesuai dengan gaya/cara hidup pemakainya dan harmonis dengan pengaruh yang ada pada masyarakat.

Kesimpulan mengenai Arsitektur Hijau adalah :

(MASA REVISI) - APLIKASI ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN APARTEMEN KELAS MENENGAH

Gerakan yang menggutamakan kelestarian alam dan lingkungan dengan pendekatan efisien energi untuk mencapai keselarasan antara manusia dan lingkungan. Dengan kata lain arsitektur hijau merupakan arsitektur ramah lingkungan.

II.2

SISTEM KEPEMILIKAN II.2.1 SEWA


Sewa adalah setiap hak yang timbul dalam nama atau bentuk apapun, bertujuan untuk memperoleh hak penggunaan suatu perumahan atau apartemen dengan membayar harga sewa secara periodik, biasanya perbulan. II.2.1.1 Jenis sewa Sewa biasa adalah penghuni membayar uang sewa kepada pemilik bangunan sesuai dengan perjanjian tanpa terikat batas waktu Sewa beli adalah uang sewa berfungsi sebagai angsuran pembelian, bila angsuran sudah memenuhi harga yang ditetapkan, maka bangunan menjadi milik penghuni. Sewa kontrak adalah penghuni membayar uang sewa secara periodik sesuai dengan persetujuan, apabila masa kontrak berakhir dapat diadakan perjanjian baru. Apartemen sewa adalah suatu bangunan yang terdiri dari beberapa unit hunian yang didalamnya terdapat kehidupan bersama, dapat dihuni dengan membayar sewa dalam batas waktu tertentu.

II.3

JENIS APARTEMEN II.3.1 BERDASAR KETINGGIAN


Low Rise Apartment : Ketinggian bangunan sampai dengan 6 lantai. Medium Rise Apartment : Ketinggian bangunan 6 s.d. 9 lantai. High Rise Apartment : Ketinggian bangunan sampai dengan 40 lantai.

II.3.2

BERDASAR PENCAPAIAN VERTIKAL


Elevated Apartment : Pencapaian melalui elevator atau lift dengan ketinggian lebih dari 4 lantai. Walk-up Apartment : Pencapaian melalui tangga, dengan ketinggian tidak lebih dari 4 lantai.

II.3.3

BERDASAR SISTEM KORIDOR


Single Loaded Corridor Double Loaded Corridor Center Loaded Coridor : Koridor satu sisi : Koridor dua sisi : Koridor terpusat

II.3.4

BERDASAR PENYUSUNAN LANTAI


Simplex Duplex : Unit hunian terdapat dalam satu lantai. : Unit hunian terdapat dalam dua lantai. 6

(MASA REVISI) - APLIKASI ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN APARTEMEN KELAS MENENGAH

Triplex

: Unit hunian terdapat dalam tiga lantai.

II.3.5

BERDASAR BENTUK MASSA


Bentuk Massa Slab : Massa bangunan memanjang dengan bentuk sirkulasi berupa koridor, biasanya menggunakan lebih dari satu sistem sirkulasi vertikal. Bentuk Massa Tower : Massa bangunan memusat dengan bentuk sirkulasi berupa hall atau ruang perantara. Bentuk Massa Varian : Penggabungan antara bentuk slab dan tower.

(MASA REVISI) - APLIKASI ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN APARTEMEN KELAS MENENGAH

III.1

SITE KAWASAN III.1.1 SITE


Luas kawasan rencana adalah 10.072,51 m2, dimana kawasan ini diapit oleh dua jalan besar sebagaimana terdapat pada gambar 3.1. Dibagian timur site merupakan jalan besar Jendral Sudirman Pekanbaru, dibagian utara berbatasan dengan taman makam pahlawan, sedangkan dibagian selatan merupakan pemukiman penduduk sekitar.

gambar 3.2 : penjelasan site dengan warna sumber : dok. penulis keterangan : kuning site oren perkantoran hijau pemukiman
gambar 3.1 : foto udara kawasan site sumber : google map

III.1.2 IKLIM
Kawasan perencanaan adalah tropis dengan suhu udara maksimum berkisar antara 34.1 C hingga 35.6 C, dan suhu minimum antara 20.2 C hingga 23.0 C.

(MASA REVISI) - APLIKASI ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN APARTEMEN KELAS MENENGAH

III.1.3 PERMUKAAN TANAH (KONTUR)


Permukaan tanah kawasan adalah datar, tidak ditemukan perbedaan tanah yang signifikan. Jadi, permukaan kawasan site adalah datar.

gambar 3.3 : kondisi tanah kawasan site sumber : dok. penulis

III.1.4 ASPEK PENUNJANG Site induk berada jauh dari jalan utama (Jl. Jendral Sudirman), hal ini dapat mengurangi polusi suara menuju site utama. Site berseberangan langsung ke jalan utama, sehingga ini dapat menjadikan pengaksesan ke kawasan site lebih mudah. Sebelah site merupakan kawasan makan pahlawan, ini juga merupakan keuntungan bagi site bangunan karena juga akan menghilangkan polusi suara. Jadi, dengan minimalnya polusi suaran yang ada di site akan menciptakan ketenangan bagi penghuni bangunan.

gambar 3.4 : zoning site kawasan sumber : dok. penulis

(MASA REVISI) - APLIKASI ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN APARTEMEN KELAS MENENGAH

III.2

PEKANBARU III.2.1 PENDUDUK


Jumlah penduduk provinsi Riau berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Riau tahun 2010 sebesar 5.543.031 jiwa. Kabupaten/Kota yang memiliki jumlah penduduk terbanyak adalah Kota Pekanbaru dengan jumlah penduduk 903.902 jiwa, sedangkan Kabupaten/Kota dengan jumlah penduduk terkecil adalah Kabupaten Kepulauan Meranti sebesar 176.371 jiwa. Sejak tahun 2010, Pekanbaru telah menjadi kota ketiga berpenduduk terbanyak di Pulau Sumatera, setelah Medan dan Palembang. Laju pertumbuhan ekonomi Pekanbaru yang cukup pesat, menjadi pendorong laju pertumbuhan penduduknya. III.2.2 EKONOMI MASYARAKAT Perekonomian nasional dalam beberapa tahun terakhir, tumbuh cukup signifikan. Bahkan, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia sempat tercatat dan masuk sebagai tiga negara terbesar pertumbuhan ekonominya pada 2009 atau pascakrisis keuangan global. Tak bisa dimungkiri, tingginya tingkat konsumsi masyarakat Indonesia menjadi penopang dari hantaman krisis ekonomi dunia saat itu. Konsumsi masyarakat diakui menjadi mesin pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional. Sehingga, efek atau dampak dari krisis finansial yang menghantam negara maju, tidak terlalu terasa di Indonesia. Permintaan dalam negeri yang kuat, terutama konsumsi masyarakat, menjadi faktor utama ketahanan ekonomi nasional. Tercatat, konsumsi masyarakat mengalami peningkatan sebesar 4,9 persen di 2009 dan 4,6 persen tahun lalu. Sementara itu, meski mengalami peningkatan, mesin penggerak pertumbuhan ekonomi lainnya, yakni investasi, ekspor-impor, dan konsumsi pemerintah, belum mampu memberikan kontribusi setinggi sektor konsumsi. Namun yang pasti, semakin kuatnya laju pertumbuhan ekonomi nasional, menciptakan kondisi yang lebih baik, terutama dalam hal kesejahteraan masyarakat. Pendapatan masyarakat Indonesia, turut terdongkrak naik dengan peningkatan aktivitas ekonomi di dalam negeri. Seiring dengan meningkatnya perekonomian, jumlah masyarakat golongan menengah turut meningkat. Badan Pusat Statistik (BPS) memang tidak memiliki data resmi mengenai jumlah penduduk Indonesia yang termasuk golongan kelas menengah dan pertambahannya setiap tahun. Tapi,berdasarkan data terbaru yang dirilis Bank Dunia disebutkan bahwa dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir atau terhitung 20032010, sekira 50 juta jiwa masyarakat yang awalnya berpenghasilan kategori rendah, naik kelas menjadi berpenghasilan menengah. (MASA REVISI) - APLIKASI ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN APARTEMEN KELAS MENENGAH 10

III.2.3 SARANA DAN PRASARANA Yang sudah ada hingga saat ini meliputi bagian pendidikan, kesehatan, pelayanan umum dan lainnya.

(MASA REVISI) - APLIKASI ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN APARTEMEN KELAS MENENGAH

11

IV.1

DATA DAN ANALISA BANGUNAN


Masyarakat Indonesia berpenghasilan menengah cepat atau lambat harus membiasakan diri mereka untuk tinggal di rumah susun vertikal mengingat situasi dan kondisinya mengharuskan demikian. Untuk menimbulkan rasa aman dan nyaman di lingkungan apartemen, maka harus dirancang susana lingkungan apartemen yang dapat membuat penghuni golongan menengah merasa aman, nyaman dan betah. IV.1.1 AKTIVITAS Aktivitas pemakai pemakai apartemen dapat digolongkan dalam dua kelompok yaitu : 1. Kelompok penghuni/penyewa apartemen. 2. Pengelola IV.1.1.1 Aktivitas Penghuni (penyewa apartemen) Aktivitas penghuni diuraikan berdasarkan kegiatan berbeda dari suami dan istri. 1. Aktivitas suami PAGI HARI : 6.00 - 7.00 Bangun, diteruskan olah-raga ringan, mandi, sarapan.Sarapan keluarga biasanya dilaksanakan di dapur. 7.30 - 8.30 Berangkat kerja

SIANG HARI : 12.00 - 13.00 Makan siang, pada umumnya dilakukan di luar rumah kecuali pada hari libur atau khusus. SORE HARI : 17.00 - 18.00 Pulang kantor, melakukan kegiatan fitness, di fitness centre atau istirahat di rumah sambil membaca koran/nonton TV. MALAM HARI : 18.00 - 19.00 Makan malam bersama keluarga di ruang makan, atau seminggu sekali makan malam di luar bersama keluarga, atau sering menjamu teman/relasi di rumah maupun di luar/di restaurant, biasanya jamuan didahului dengan minumminum.

(MASA REVISI) - APLIKASI ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN APARTEMEN KELAS MENENGAH

12

23.000 - 24.00 Waktu menjelang tidur digunakan untuk persiapan pekerjaan di kantor besok. 2. Aktivitas istri PAGI HARI : Bangun antara pukul 5.00 - 6.00 untuk menyiapkan sarapan pagi keluarga. SIANG HARI : Berolah raga bersama teman-teman, berbelanja, bekerja sambilan. MALAM HARI : Makan malam bersama keluarga, atau mengatur catering bila mengadakan jamuam makan malam dengan bantuan tenaga catering service. Acara bersama keluarga, santai di ruang keluarga sesudah makan malam bersama. IV.1.1.2 Aktivitas Pengelola. Penyelenggaraan operasional apartemen perlu ditunjang oleh pengelolaan yang efektif. Susunan dan tugas pengelola biasanya sebagai berikut : 1. Pimpinan dan Pengurus Administrasi : Tugasnya mengkoordinasikan berlangsungnya kegiatan kepegawaian, keuangan dan tata usaha dalam bangunan apartemen. 2. Penerangan / Resepsionis Bertugas menerima pesan, menerima pengaduan dan informasi dari penghuni apartemen. Menjadi perantara untuk menerima tamu penghuni. 3. Tenaga penunjang kegiatan. Memberikan pelayanan kesehatan, rekreasi dan kebutuhan sehari-hari. 4. Mekanikal dan Elektrikal Bertanggung-jawab atas pemeliharaan dan perbaikan dari seluruh unsur ME bangunan. 5. House Keeping. Bertanggung-jawab atas pengaturan kegiatan kerumahtanggaan seperti cleaning dan laundry. 6. Pelayanan kesehatan Melayani kebutuhan pelayanan kesehatan bagi para penghuni apartemen bila dibutuhkan. 7. Security (MASA REVISI) - APLIKASI ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN APARTEMEN KELAS MENENGAH 13

Bertanggung jawab atas keamanan penghuni bangunan.

IV.2

KEBUTUHAN RUANG
IV.2.1 STANDAR RUANG Pengelompokkan ruang-ruang yang dibutuhkan : 1. Ruang unit hunian. 2. Ruang pengelola dan service 3. Fasilitas penunjang IV.2.1.1 Ruang unit hunian. Ruang unit hunian berupa ruang yang digunakan untuk tempat tinggal penghuni apartemen dan terdiri dari ruang-ruang : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Ruang Tidur Utama Ruang Tidur tambahan (anak-anak, pembantu) R. makan R. Keluarga K. Mandi/WC Balkon Dapur/Pantry Gudang R. Jemur

IV.2.1.2 Ruang pengelola dan service 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. R. Manager Bagian Keuangan Bagian Administrasi Bagian Pemasaran Bagian personalia Ruang Rapat Ruang PABX dan Operator Toilet

IV.2.1.3 Fasilitas penunjang 1. 2. 3. 4. Kolam Renang Klinik Bersama Laundry Restoran

(MASA REVISI) - APLIKASI ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN APARTEMEN KELAS MENENGAH

14

IV.3

ANALISA LINGKUNGAN
IV.3.1 PERENCANAAN LINGKUNGAN KOTA Dalam perencanaan lingkungan ini tetap mengikuti ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh Pemda Pekanbaru, sehingga dapat menunjang program pembangunan kota secara menyeluruh. Yang mana proyeksi perencanaan bangunan ini disesuaikan terhadap proyeksi perencanaan di tahun-tahun mendatang, dimana dalam perencanaan yang dimaksudkanini telah tertata secara keseluruhan di mana daerah-daerah yang wilayahnya cukup luas dan lingkungannya yang telah dibagi-bagi untuk permukiman, ruang hijau, komersial, jalur lalu-lintas sesuai dengan perencanaan kota di kemudian hari. Dalam perencanaan lingkungan bangunan apartemen kelas menengah ini dimaksudkan bentuknya menyatu dengan lingkungannya, yaitu proyeksi dari lingkungannya yang telah ditata kembali sesuai dengan masterplan yang telah dibuat. Sehingga diharapkan akan adanya suatu kesinambungan saling mengisi dan melengkapi antara bangunan yang direncanakan dengan lingkungan sekitarnya. IV.3.2 KONSEP TERHADAP RUANG LUAR Ruang luar mempunyai peranan yang penting sehingga dapat dikatakan sebagai suatu wadah arsitektur tanpa atap. Ruang luar merupakan salah satu sarana yang menunjang aktivitas bagi penghuni, yaitu berupa: jalan-jalan, olah-raga, bermain, duduk-duduk dan sebagainya. Bentuk ruang luar akan terjadi berdasarkan pengaruh dari orientasi-orientasi terhadap tapak, lingkungan, bangunan-bangunan yang ada di sekeliling tapak. Sehingga ruang luar juga mempunyai pengaruh yang kuat terhadap persepsi pengamat. Dalam konsep perancangan ruang luar diharapkan adanya unsur-unsur yang menyatu dengan lingkungan sekitar sehingga bangunan yang dibangun disamping mempunyai ciri khas tersendiri juga memberikan sumbangan yang berarti bagi lingkungannya.

IV.4

SISTEM KELOMPOK KEGIATAN


Kebutuhan sosial pemakai berkaitan dengan sifat manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk individu. Di mana sebagai makhluk sosial manusia membutuhkan ruang sebagai sarana untuk berinteraksi dengan sesamanya, dan sebagai makhluk individe manusia membutuhkan ruang yang bersifat pribadi. Pengelompokkan kegiatan tersebut dapat ditentukan berdasarkan jenis kegiatan yang dilakukan dalam apartemen antara lain : IV.4.1 KELOMPOK KEGIATAN PRIBADI Privacy suatu rancangan merupakan tuntutan yang mendasar. Disamping itu privacy dapat mendatangkan rasa aman dan nyaman bagi penghuni. Kegiatan privacy biasanya dilakukan dalam ruang tidur, ruang kerja, toilet dan sebagainya dalam satu unit hunian.

(MASA REVISI) - APLIKASI ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN APARTEMEN KELAS MENENGAH

15

Privacy pada ruang tidur dan Kamar mandi / WC pada Denah Unit hunian

gambar 4.1 : ilustrasi ruang privacy sumber : dok. penulis

IV.4.2

KELOMPOK KEGIATAN BERSAMA Kegiatan bersama ini biasanya dilakukan oleh penghuni bersama-sama dengan penghuni yang lainnya baik disengaja maupun tidak. Dimana dalam kegiatan ini menimbulkan interaksi bagi sesama penghuni maupun masyarakat luar, dimana kegiatan ini biasanya terjadi pada ruang-ruang penunjang kegiatan dalam lingkungan hunian.

gambar 4.2 : ilustrasi ruang public / bersama sumber : dok. penulis

IV.4.3

KELOMPOK KEGIATAN PELAYANAN SERVICE Kegiatan pelayanan merupakan pelayanan penunjang/pelengkap dalam kehidupan sehari-hari dimana memberikan kemudahan-kemudahan bagi penghuni. Dimana kegiatan ini biasanya tidak dilakukan oleh staff pelayanan yang bertugas menjalankan kegiatan tersebut.

(MASA REVISI) - APLIKASI ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN APARTEMEN KELAS MENENGAH

16

IV.5

ZONING
Dalam perancangan apartemen ini pembagian zoning dilakukan sebagai berikut: IV.5.1 ZONING PUBLIK Merupakan daerah yang dipergunakan baik oleh penghuni, tamu maupun pengelola, daaerah ini antara lain meliputi: lobby, ruang serbaguna, pertokoan, minimarket, restaurant dan sebagainya. IV.5.2 ZONING SEMI PRIVAT Merupakan daerah yang dapat dikunjungi oleh orang-orang tertentu saja. IV.5.3 ZONING PRIVAT Merupakan area yang terpenting dan bersifat pribadi dan hanya digunakan oleh orang-orang berkepentingan saja. IV.5.3 ZONING SERVICE Merupakan tempat pelayanan apartemen, misalnya : dapur. laundry dan linen, ruang elektrikal dan mekanikal, lift service dsb.

Zoning Privat / Semi Privat Ruang Publik

Zoning Publik / Semi Publik

gambar 4.3 : ilustrasi penzoningan ruang sumber : dok. penulis

IV.6

PENCAPAIAN DAN SIRKULASI TAPAK


IV.6.1 KONSEP TATA RUANG LUAR Penataan ruang luar dapat digolongkan dua macam yaitu penataan ruang luar yang aktif (yang dapat berfungsi sebagai jalur sirkulasi, tempat parkir dsb) dan ruang luar yang pasif (taman-taman). Disamping penataan ruang sesuai dengan konsep perencanaan yang telah (MASA REVISI) - APLIKASI ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN APARTEMEN KELAS MENENGAH 17

dibahas pada sub bab terdahulu. Penataan Ruang luar perlu memikirkan keamanan dan kenyamanan bagi pemakai dan yang mana perencanaan ruangruang luar ini direncanakan bersamaan dengan pengolahan tata hijau tanaman dan pohon-pohonan yang juga berfungsi sebagai : 1. 2. 3. 4. Penyegar dan peneduh Filter bagi kebisingan dan polusi udara Mengurangi arus angin dan memberi kesan alamiah Sebagai pengarah

Pohon sebagai penyegar dan peneduh, mengurangi arus angin dan sebagai pengarah .

gambar 4.4 : pencapaian menuju tapak sumber : dok. penulis

IV.7

ANALISA BANGUNAN
IV.7.1 MASSA BANGUNAN Kriteria dasar pertimbangan pola massa bangunan adalah : 1. 2. 3. 4. 5. IV.7.2 Pertimbangan atas aktivitas yang membutuhkan fleksibilitas Pertimbangan sirkulasi dari pengunjung ke arah horizontal dan vertikal Pertimbangan atas aktivitas yang saling berkaitan Pertimbangan atas pengaruh lingkungan Pertimbangan atas peraturan setempat

ALTERNATIF POLA MASSA BANGUNAN Adapun analisa terhadap bentuk massa bangunan tunggal sculpture dapat diuraikan : 1. Slab Blok - Sirkulasi mudah dan efisien - Bentuk Sederhana namun ruang yang dihasilkan umumnya memanjang. - Sulit mendapat ruang yang besar.

(MASA REVISI) - APLIKASI ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN APARTEMEN KELAS MENENGAH

18

2. Finger Plan - Sirkulasi pencapaian cukup jauh namun informatif. - Bentuknya melebar cocok daerah kepadatan rendah. 3. Independent High and Low Block - Sirkulasi pencapaian cukup mudah dan singkat. - Bentuk bangunan merupakan tipe-tipe di atas dan lebih kompak. - Pengelompokkan kegiatan dan pengembangan mudah. - Pembentukkan ruang relatif mudah. - Mudah menjadi Vocal Point. 4. Tower on Podium - Sirkulasi pencapaian cukup mudah dan singkat - Bentuk memindahkan kegiatan pada podium dan tower. - Lahan yang diperlukan tidak luas. - Mudah membentuk ruang yang besar. - Mudah menjadi vocal point. Untuk gubahan Massa cenderung dipilih penggabungan antara tower dan podium dan independent high and low block, karena keterkaitan satu sama lain, kebutuhan ruang yang besar dan kesan menonjol yang diinginkan. IV.7.2 BENTUK BANGUNAN Sebagai unit hunian, pada apartment penghawaan dan dan pencahayaan alami perlu diperhatikan sebagai salah satu faktor perancangan. Sebab pertimbangan penghawaan dan pencahayaan alami ini mempengaruhi bentuk dari bangunan apartemen yang akan dibuat. Sebagai bangunan tinggi, maka hanya ruang-ruang yang berbatasan langsung dengan ruang luar saja yang mendapatkan penghawaan dan pencahayaan alami. Sementara itu, ruang yang membutuhkannya cukup banyak. Maka pemecahannya ialah dengan membuat banyak tekukan-tekukan pada layout bangunan. Dengan membuat tekukan-tekukan pada layout bangunan, maka permukaan yang berhubungan dengan ruang luar menjadi lebih banyak, sehingga ruang yang mendapat pencahayaan dan penghawaan alami lebih banyak.

Membuat tekukan merupakan alternative untuk mendapatkan cahaya alami lebih banyak pada bangunan

gambar 4.5 : alternative untuk menambah pencahayaan alami sumber : dok. penulis

(MASA REVISI) - APLIKASI ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN APARTEMEN KELAS MENENGAH

19

IV.8

SISTEM BANGUNAN
Penerapan sistem bangunan disini disesuaikan terhadap pelayanan bagi penghuni dalam apartemen kelas menengah sehingga diperlukan sistem sirkulasi yang singkat terutama untuk bangunan hunian. Sehinngga dapatlah diterapkan suatu sistim radial yang mana ruang pelayanan/sirkulasi berpusat pada inti, dan ruang kegiatan lain dihubungkan dengan suatu bentuk sirkulasi horisontal berupa lorong/koridor. Sistem ini akan menghasilkan bentuk bangunan tower yang cocok untuk bangunan hunian dimana setiap lantai berupa lantai tipikal dengan denah yang berlang pada hampir setiap lantainya. Sedangkan untuk bangunan penunjang dalam bangunan apartemen memerlukan luasan ruang yang berlainan sehingga menghasilkan suatu bentuk bangunan slab. Sehingga keseluruhan bangunan tersebut akan menghasilkan bentuk akhir : Tower on Podium dimana bentuk tower berupa bangunan yang berisi unit-unit hunian sedang pada podium berisi ruangruang kegiatan penunjang.

Koridor

Unit hunian

gambar 4.5 : alternative untuk menambah pencahayaan alami sumber : dok. penulis

IV.8.1

SISTEM STRUKTUR Dalam penentuan jenis struktur, dipertimbangkan terhadap halhal sebagai berikut: Keseimbangan, dalam proporsi Kestabilan, agar tahan terhadap gaya yang ditimbukan oleh gempa dan angin. Kekuatan, bagi struktur dalam memikul beban yang terjadi. Fungsional dan Ekonomis Estetika, Struktur merupakan suatu pengungkapan bentuk arsitektur yang serasi dan logis. Sedangkan pemilihan jenis struktur ditetapkan dengan menggunakan struktur portal balok dan kolom beton bertulang.

(MASA REVISI) - APLIKASI ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN APARTEMEN KELAS MENENGAH

20

Karena kemampuan dalam menghasilkan bukaan pada dinding maupun keluwesan dalam pembentukkan bentuk bangunan amat ditunjang oleh struktur ini. IV.8.2 BAHAN Bahan bangunan yang akan digunakan dipertimbangkan terhadap mutu/kualitas bahan, kemudahan pengerjaan, perawatan yang relatif mudah dan daya tahan bahan yang tinggi.

IV.9

UTILITAS
Utilitas bangunan terdiri dari : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Penerangan Penghawaan Sumber Daya/ Listrik Sanitasi Penanggulangan Kebakaran Sistem Komunikasi Penangkal petir Sistem Pembuangan Sampah.

Adapun keterangan di atas adalah sebagai berikut : IV.9.1 PENGHAWAAN Untuk mendapatkan suasana yang dapat dirasakan nyaman, maka suhu didalam ruangan sebaiknya berkisar antara 23 c - 25 c dengan kelembaban sekitar 45 hg- 55 hg. Mengingat faktor iklim Jakarta, maka tidak mungkin untuk menda[atkan keadaan yang nyaman tanpa mempergunakan alat pengatur udara, yaitu AC unit. yaitu dengan sistim AC sentral dan Package unit, sehingga penghawaan dalam apartemen ini dibantu dengan alat pengatur udara untuk mendapatkan kenyamanan yang diinginkan. IV.9.2 SUMBER DAYA / LISTRIK Berhubung letak tapak didalam kota, maka dapat dijangkau oleh jaringan listrik PLN dengan faktor-faktor keuntungan sebagai berikut : Praktis Tidak memerlukan perawatan khusus. Dengan mempertimbangkan terhadap faktor kenyamanan penghuni yang merupakan faktor utama dalam bangunan apartemen ini, maka kemungkingan terputusnya aliran dari PLN perlu diperhitungkan senhingga dicapai suatu cara penyelesaian sebagai berikut : Menggunakan generator set yang dapat menghasilkan aliran listrik secara kontinou dan memiliki kapasitas daya sebesar 100 % dari daya yang dihasilkan PLN. Automatic Main Panel, yang bekerja secara otomatis mengalihkan sumber daya kepada genrator set pada saat aliran listrik dari PLN terputus. Uninterrupted Power Supply yang langsung bekerja saat aliran PLN terputus dengan menggantikannya engan batterai. UPS ini berguna bagi kepentingan vital yang tidak boleh terganggu dalam keadaan apapun sekalipun aliran listrik terputus.

(MASA REVISI) - APLIKASI ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN APARTEMEN KELAS MENENGAH

21

IV.9.3

SANITASI Sanitasi terdiri dari dua bagian sebagai berikut : 1. Penyediaan air bersih Kebutuhan air bersih ini diperlukan untuk unit hunian serta keperluan penanggulangan kebakaran. Untuk keperluan-keperluan tersebut terdapat 2 sistem penyediaan air bersih, yaitu sebagai berikut : Sistem Down Feed distribution. Keuntungannya ialah distribusi merata. kerugiannya ialah terdapat reservoar di atap, beban pada atap. Sistem Up Feed distribution Keuntungannya tidak terdapat reservoar di atap. kerugiannya distribusi kurang merata dan banyak menggunakan listrik. 2. Sumber Air Bersih PAM, tetapi penyediaan air bersih melalui PAM masih kurang mencukupi yaitu hanya sekitar 60% dari total kebutuhan. Sumur Bor, merupakan pilihan sumber air bersih yang baik, dimana pelaksanaannya dapat diawasi dengan mematuhi syarat serta peraturan yang berlaku. Untuk penggunaan sistem penyediaan air secara down-feed, penggunaan reservoar air perlu diperhatikan sistem penghisapan serta dimensi pipa agar distribusi air dapat merata. Penampungan air untuk kebutuhan penanggulangan kebakaran, jumlahnya disesuaikan dengan syarat yang ditetapkan yaiut 100 m3 tiap bangunan, yang mana reservoarnya diletakkan pada atap bangunan. Kebutuhan akan air bersih : air dingin. air panas : sistem dengan tanki atau sistem tanpa tanki

IV.9.4

PENANGGULANGAN KEBAKARAN Bahaya kebakaran adalah bahaya yang ditimbulkan oleh adanya nyala api yang tidak terkendali sehingga dapat mengancam keselamatan jiwa manusia maupun harta benda. Pencegahan bahaya kebakaran merupakan segala usaha yang dilakukan agar tidak terjadi penyalaan api yang tidak terkendali. Ada beberapa macam sistem pemadam api, yaitu sebagai berikut : Penguraian : yaitu dengan memisahkan atau menjauhkan benda-benda yang mudah terbakar. Pendinginan : yaitu menyemprotkan air pada benda-benda yang terbakar dengan sprinkler air yang diletakkan merata pada ruang-ruang apartemen. Isolasi/Sistem lokalisasi : yaitu dengan cara menyemprotkan bahan kimia CO2. 22

(MASA REVISI) - APLIKASI ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN APARTEMEN KELAS MENENGAH

Blasting effect system : yaitu dengan cara memberikan tekanan yang tinggi, misalnya dengan jalan meledakkan bahan peledak.

Penanggulangan bahaya kebakaran dapat dilaksanakan melalui 2 cara, yaitu: 1. Pencegahan Aktif (Active fire protection) : Water Sprinkler Alat pemadam kimia portable Fire Hydrant dan House Rell. Gas System (CO2, Hakin 1211) Smoke Detector Thermal/Heat Detector 2. Elemen pencegahan pasif : Pintu keluar darurat/emergency Koridor dan jalan keluar Tangga kebakaran Lift Melengkapi jalur sirkulasi dengan Pressurization system IV.9.5 SISTEM KOMUNIKASI Sistem Komunikasi didalam bangunan apartemen terbagi 2, yaitu: 1. Untuk komunikasi keluar/extern. Setiap unit hunian memiliki satu sambungan keluar dengan fasilitas IDD (International Direct Dialing) untuk sambungan langsung secara internasional. 2. Komunikasi di dalam bangunan/intern. Setiap unit memiliki fasilitas intercom untuk dapat memantau tamu yang datang dari luas serta sistem sambungan telepon untuk berhubungan secara intern antar penghuni atau dengan reception, operator dll. IV.9.6 SISTEM PENGAWASAN Sistim pengawasan yang diterapkan meliputi pengawasan di dalam dan di luar bangunan. Di luar bangunan : Pengawasan ini meliputi pengawasan di dalam tapak. yakni dengan penempatan popos keamanan pada entrance, exit maupun pada ruang-ruang strategis lainnya. Pemisahan antara entrance parkir penghuni dengan pengunjung agar mencegah ha-hal yang tidak diinginkan. Di dalam bangunan :

(MASA REVISI) - APLIKASI ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN APARTEMEN KELAS MENENGAH

23

Dengan satpam pada ruang-ruang strategis. Dengan CCTV (Closed Circuit Television) pada tempat-tempat yang rawan. Seluruh pengawasan, baik di luar maupun di daam bangunan dipantau di ruang kontrol pusat. IV.9.7 PENANGKAL PETIR Instalasi penangkal petir ialah instalasi atau komponen-komponen dan peralatanperalatan yang secara keseluruhan berfungsi untuk menangkap petir dan menayalurkannya ke tanah sehingga semua bagian dari bangunan beserta isinya atau benda-benda yang dilindunginya terhindar dari bahaya sambaran petir. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam merencanakan sistem penangkal petir : Keamanan secara teknis. Penampang hantaran-hantaran pertanahan yang digunakan. Ketahanan mekanis. Ketahanan terhadap korosi. Bentuk dan ukuran bangunan yang dilindungi. Faktor ekonomis.

Jadi penangkal petir yang digunakan : Sistem konvensional, yaitu model Franklin Rod. IV.9.8 PEMBUANGAN SAMPAH Dua macam sistem pembuangan sampah dapat digunakan: 1. Melalui shaft sampah Dari tiap-tiap lantai terdapat shaft-shaft pembuangan sampah yang kemudian ditampung di penampungan utama di bagian bawah bangunan. Setelah dipadatkan lalu diangkut oleh truk sampah. 2. Ditampung Dimana sampah ditampung oleh masing-masing unit hunian untuk kemudian diangkut oleh petugas kebersihan.

IV.10

APLIKASI ARSITEKTUR HIJAU IV.10.1 ORIENTASI BANGUNAN Massa bangunan disesuaikan dengan orientasi lintas matahari, dengan tujuan agar setiap ruang pada unit hunian mendapatkan pencahayaan alami secara maksimal. IV.10.2 MATERIAL BAHAN IV.10.3 LINGKUNGAN HIJAU Melalui penanaman pohon-pohon dan tetap memikirkan keamanan dan kenyamanan bagi pemakai dan yang mana perencanaan ruangruang luar ini
(MASA REVISI) - APLIKASI ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN APARTEMEN KELAS MENENGAH 24

direncanakan bersamaan dengan pengolahan tata hijau tanaman dan pohon-pohonan yang juga berfungsi sebagai : 1. 2. 3. 4. Penyegar dan peneduh Filter bagi kebisingan dan polusi udara Mengurangi arus angin dan memberi kesan alamiah Sebagai pengarah

IV.10.4 HEMAT ENERGI Pembuatan tekukan pada denah unit hunian agar cahaya alami yang didapat lebih banyak ketika siang hari, hal ini dapat mengurangi penggunaan lampu sehingga dapat menghemat penggunaan energy pada bangunan. IV.10.5 ECCO ROOF Karena lahan perkotaan telah telanjur disesaki bangunan, maka sasaran perolehan sel-sel hijau daun beralih pada hamparan atap datar gedung-gedung yang justru lebih banyak dibanjiri cahaya matahari. Sebenarnya gerakan atap hijau telah muncul di Jepang sejak awal abad ke-20 melalui konsep eco-roof, tetapi sifat pengembangannya masih ekstensif.

gambar 3.3 : kondisi tanah kawasan site sumber : dok. penulis

Atap hijau jenis ini ditandai struktur atap beton konvensional dengan biaya dan perawatan taman relatif murah karena penghijauan atap hanya mengandalkan tanaman perdu dengan lapisan tanah tipis. Ketika Jepang semakin ketat menjaga lingkungan melalui pemberlakuan berbagai tolok ukur bangunan ramah lingkungan, para perancang mulai berpacu mencari solusi cerdas dalam memanfaatkan bidang datar atap bangunan. Salah satunya adalah intensifikasi taman atap, atau upaya
(MASA REVISI) - APLIKASI ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN APARTEMEN KELAS MENENGAH 25

memadukan sistem bangunan dengan sistem penghijauan atap sehingga dapat diciptakan taman melayang (sky garden). Berbeda dengan atap hijau ekstensif yang hanya menghasilkan taman pasif, atap hijau intensif dapat berperan sebagai taman aktif sebagaimana taman di darat. Manfaat atap hijau bukan hanya sebatas peningkatan nilai estetika dan penghematan energi, pengurangan gas rumah kaca, peningkatan kesehatan, pemanfaatan air hujan, serta penurunan insulasi panas, suara dan getaran, tetapi juga penyediaan wahana titik temu arsitektur dengan jaringan biotop lokal. Perannya sebagai "batu loncatan" menjembatani bangunan dengan habitat alam yang lebih luas seperti taman kota atau area hijau kota lainnya.

(MASA REVISI) - APLIKASI ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN APARTEMEN KELAS MENENGAH

26

(MASA REVISI) - APLIKASI ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN APARTEMEN KELAS MENENGAH

27

VI.1

SITE EXISTING

VI.2

ANALISA SITE

(MASA REVISI) - APLIKASI ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN APARTEMEN KELAS MENENGAH

28

VI.3

RENCANA TAPAK

VI.4

DENAH

(MASA REVISI) - APLIKASI ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN APARTEMEN KELAS MENENGAH

29

VI.5

TAMPAK

VI.6

POTONGAN

(MASA REVISI) - APLIKASI ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN APARTEMEN KELAS MENENGAH

30

VI.7

GAMBAR SITUASI DAN PERSPEKTIF

(MASA REVISI) - APLIKASI ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN APARTEMEN KELAS MENENGAH

31