Anda di halaman 1dari 4

EVIDENCE BASED PRACTICE Disusun oleh kelompok : IV/ B.I 1. Arniti 2. Hamidah 3. Reni Asmara 4. Titik Ambar 5.

Musrifah

I.

Apakah kompres hangat berpengaruh terhadap nyeri persalinan kala I pase aktif pada ibu primi para?

EVIDENCE 1. Penggunaan kompres hangat untuk area yang tegang dan nyeri dianggap meredakan nyeri dengan mengurangi spasme otot yang disebabkan oleh iskemia , yang merangsang nyeri dan menyebabkan vasodilatasi dan peningkatan aliran darah ke area tersebut Kompres hangat terutama membantu ketika wanita bersalin sedang mengalami nyeri punggung yang disebabkan oleh posisi posterior oksiput janin atau tegangan umum pada otot punggung (Walsh, 2007. hal 261). 2. memberikan rasa hangat untuk memenuhi kebutuhan rasa nyaman , mengurangi atau membebaskan nyeri, mengurangi atau mencegah spasme otot dan memberikan rasa hangat pada daerah tertentu (Hidayat.2008. Hal 225).

PERSIAPAN KOMPRES HANGAT 1. Persiapan Alat dan Bahan : a. Kantung karet berisi air hangat dengan suhu 45-50,5 oC b. Handuk goodmorning c. Air 500 cc d. Termometer air

2. Cara Kerja : (a) Cuci tangan (b) Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan (c) Ukur suhu air dengan menggunakan thermometer air (d) Isi kantung karet dengan air hangat dengan suhu 45-50,5 oC (e) Tutup kantung karet yang telah diisi air hangat kemudian dikeringkan (f) Bungkus / lapis kantung karet dengan kain. (g) Tempatkan kantung karet pada daerah punggung bagian bawah dengan posisi ibu miring kiri. (h) Angkat kantung karet tersebut setelah 20 menit, kemudian isi lagi kantung karet dengan air hangat lakukan kompres ulang jika ibu menginginkan (i) Mengkaji perubahan yang terjadi selama kompres dilakukan pada menit ke 20 (j) Cuci tangan (Hidayat Azis, 2008. Hal.2)

P : Nyeri lazim terjadi pada saat akan melahirkan dan nyeri itu akan hilang saat bayi sudah keluar. Untuk mengurangi rasa nyeri, bidan menganjurkan untuk mengatur pernafasan, mengalihkan perhatian dengan berdoa dan pada saat berbaring merubah posisi miring ke kanan dan ke kiri.

I : Tempatkan kantung karet pada daerah punggung bagian bawah dengan posisi ibu miring kiri. Angkat kantung karet tersebut setelah 20 menit, kemudian isi lagi kantung karet dengan air hangat lakukan kompres ulang jika ibu menginginkan . Mengkaji perubahan yang terjadi selama kompres dilakukan pada menit ke 20 .
C : Manpaat kompres hangat lebih bermanfaat dibandingkan menganjurkan untuk mengatur mengatur pernafasan, mengalihkan perhatian dan pada saat berbaring merubah posisi miring ke kanan dan ke kiri.

O : Dampak fisiologis dari kompres hangat terhadap nyeri persalinan kala I pase aktif pada ibu primi para adalah pelunakan jaringan fibrosa, membuat otot tubuh lebih rileks, menurunkan atau menghilangkan rasa nyeri, dan memperlancar pasokan aliran darah .

II.

Perbandingan pengukuran tekanan darah dengan menggunakan digital , air raksa pada posisi duduk dan berbaring.

Evidence 1. Ada beberapa factor yang mempengaruhi tekanan darah yaitu : 1) 2) 3) 4) Gaya Grafitasi Pengaruh latihan fisik terhadap denyut nadi dan tekanan darah. Pengruh kerja otot Suhu

2. Posisi yang paling baik untuk dilakukan tekanan darah adalah posisi berbaring , karena saat berbaring posisi jantung relative sejajar dengan bagian tubuh yang dilakukan pengukuran ( lengan kanan/kiri ) .Sehingga tekanan darah pada daerah tersebut mungkin tidak jauh berbeda dengan pompa jantung. Sedangkan pada saat posisi duduk jantung harus memompa ke atas ( lebih berat ) sehingga tekanan darah menjadi tidak stabil.

CARA KERJA : 1) Carilah terlebih dahulu pembuluh darah arteria brachialis (yang nanti letaknya dekat dengan lengan yang dibebat) dan dengarkan bunyi desakan darah yangada melalui stetoskop. 2) Lengan kid praktikan yang tidur terlentang dibebat sphygmomanometer, serta udara diisikandi dalam pembebat sehingga air raksa menunjukan angka 170 mmHg.
3) Keluarkan udara secara perlahan-lahan dari sphygmomanometer sambil tetapmendengarkan bunyi desakan udara melalui stetoskop 4) Catatlah tinggi permukaan air raksa tepat ketika bunyi desakan udara pertamakali menghilang sama sekali.

5) U l a n g i p e r c o b a a n i n i s e l a m a 3 k a l i u n t u k s e t i a p p r a k t i k a n d a n s e l a n j u t n y a diambil rerata

P : Pengukuran tekanan darah dengan menggunakan digital , air raksa pada posisi duduk

dan berbaring. I : Alat yang dipergunakan untuk mengukur tekanan darah disebut sphygmomanometer,
yangterbagi menjadi 2 jenis, yaitu manual dan digital. Prinsip kerja dari alat ini adalah dimanamanset dipasang mengikat mengelilingi lengan dan kemudian ditekan dengan tekanan di atastekanan arteri lengan (brachial) lalu secara perlahan tekanannya diturunkan. Darah selalu m e n g a l i r k e a r a h t u r u n n y a t e k a n a n yang berlaku di sepanjang pembuluh darah tersebut. C : Posisi yang paling baik untuk dilakukan tekanan darah adalah posisi berbaring di bandingkan dengan posisi duduk. O : saat berbaring posisi jantung relative sejajar dengan bagian tubuh yang dilakukan pengukuran ( lengan kanan/kiri ) .Sehingga tekanan darah pada daerah tersebut mungkin tidak jauh berbeda dengan pompa jantung. Sedangkan pada saat posisi duduk jantung harus memompa ke atas ( lebih berat ) sehingga tekanan darah menjadi tidak stabil.

Mengajarkan pasien dan keluarganya agar kondisi kateter dan kantung lebih rendah dari kandung kemih dan ingatkan pasien agar tidak berbaring di bawah selang kateter serta perawat melakukan higiene perinium 2 kali