Anda di halaman 1dari 17

BAB I.

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Sebelum kita mengetahui tentang Pemanfaatan Media dalam Komunikasi Kesehatan ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu mengenai komunikasi dan media. Komunikasi berasal dari bahasa latin communis, dalam bahasa inggris common, yang berarti sama. Berkomunikasi (to communicate) berarti kita berusaha menimbulkan persamaan (commonness) sikap dengan seseorang. Menurut Azwar (1996), komunikasi dapat diartikan sebagai bentuk pertukaran pikiran atau keterangan dalam rangka menciptakan rasa saling mengerti dan saling percaya demi terwujudnya hubungan baik antara individu dan orang lainnya. Dari pengertian tersebut, dapat disimpilkan bahwa komunikasi adalah suatu hubungan seseorang dengan orang lain untuk mencapai pengertian dan persamaan sikap. Menurut Azwar (1996), tujuan utama komunikasi adalah menimbulkan saling pengertian, bukan persetujuan.

I.2 Tujuan

1. Untuk memenuhi tugas Komunikasi Kesehatan. 2. Untuk mengetahui pengertian media. 3. Untuk mengetahui jenis-jenis media. 4. Untuk mengetahui pengaruh warna dalam desain media. 5. Untuk mengetahui manfaat-manfaat media dalam komunikasi kesehatan. 6. Untuk mengetahui tujuan media dalam komunikasi kesehatan.

BAB II. PEMBAHASAN

II.1 Pengertian Media

Media adalah alat yang digunakan oleh pendidik dalam menyampaikan bahan pendidikan atau akan pengajaran. Media pendidikan kesehatan disebut juga sebagai alat peraga karena berfungsi membantu dan memeragakan sesuatu dalam proses pendidikan atau pengajaran. Prinsip pembuatan alat peraga atau media bahwa pengetahuan yang ada pada seiap orang diterima atau ditangkap melalui pancaindra. Semakin banyak pancaindra yang digunakan, semakin banyak dan semakin jelas pula pengertian atau pengetahuan yang diperlukan oleh.hal ini menunjukkan bahwa keberadan alat peraga dimaksudkan mengarahkan indra sebanyak mungkin pada suatu objek hingga memudahkan pemahaman. Menurut penellitian para ahli, pancaindra yang paling banyak menyalurkan pengetahuan ke otak adalah mata ( kurang lebih 75% sampai 87% ), sedangkan 13% sampai 25% pngtahuan manusia diperoleh atau disalurkan melalui indra lainnya. (Maulana, 2009)

II.2 Jenis-jenis media II.2.1 Tiga jenis media menurut John Fiske John Fiske dalam bukunya Introduction to communication Studies (1982) membagi media dalam 3 kelompok utama: 1. Presentational media adalah tampilan wajah, suara atau komunikasi tubuh atau dalam kategori pesan maka media ini dimasukkan dalam pesan verbal dalam komunikasi tatap muka. 2. Representational media adalah media yang diciptakan oleh kreasi manusia, yang termasuk dalam kelompok ini tulisan, gambar, fotografi, komposisi

musik, arsitektur, pertamanan dll/ semua jenis media ini memiliki memilikmi estetika baik secara teknik maupun praktik. 3. Mechanical media adalah radio, televisi, video, film, surat kabar, dan majalah, telepon yang digunakan untuk memperkuat dua fungsi media diatas. Misalnya surat kabar merekam tampilan wajah atau memuat foto seseorang, televisi merekam wajah dan suara, dan video merekam suatu komposisi musik. (Liliweri,2009) II.2.2 Pembagian jenis-jenis media secara umum: a. Alat bantu lihat (visual aids). Alat bantu ini digunakan untuk membantu menstimulasi indra penglihatan pada saat proses pendidikan. Terdapat dua bentuk alat bantu lihat: 1. Alat yang diproyeksikan (misalnya, slide, overhead, projector/OHP, dan film strip). 2. Alat yang tidak diproyeksikan (misalnya, dua dimensi seperti gambar, peta, dan bagan. Termasuk alat bantu cetak atau tulis, misalnya, leaflet, poster, lembar balik, dan buklet. Termasuk tiga dimensi seperti bola dunia, dan boneka). b. Alat Bantu Dengar (audio aids). alat ini digunakan untuk menstimulasi indra pendengaran (misalnya, piringan hitam, radio, tape, dan CD). Alat bantu dengat dan lihat (audio visual aids) seperti, TV, Film, dan Video.

II.2.3 Pembagian alat peraga berdasarkan fungsinya: a. Media cetak 1. Buklet. Media untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan dalam bentuk buku, baik berupa tulisan maupun gambr. 2. Leaflet. Bentuk penyampain informasi atau pesan-pesan kesehatan melalui lembaran yang dilipat. Isi informasi dapa berupa kalimat, gambar, atau kombinasi.

3. Flyer (selebaran), bentuk seperti leaflet, tetapi tidak dilipat. 4. Flip chart (lembar balik), biasanya dalam bentuk buku, setiap lembar (halaman) berisi gambar yang diinformasikan dan lembar baliknya (belakangnya) berisi kalimat sebagai pesan atau informasi yang berkaitan dengan gambar tersebut. 5. Rubric atau tulisan-tulisan pada surat kabar atua majalah yang membahas suatu masalah kesehatan, atau hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan. 6. Poster. Bentuk media yang berisi pasan-pesan atau informasi kesehatan yang biasanya ditempel didindig, tempat-tempat umum, atau kendaraan umum. Biasanya bersifat pemberitahuan dan propaganda. 7. Foto yang megungkap informasi kesehatan.

b. Media Elektronik Jenis-jenis media elektronik yang dapat digunakan sebagai media pendidikan kesehatan, antara lain adalah sebagai berikut:Televise. Penyampaian pesan kesehatan melalui media televise dapat berbantuk sandiwara, sinetron, forum diskusi, pidato (cerama), TV spot, dan kuis atau cerdas cermat. 1. Radio. Bentuk penyampaian informasi diradio dapat berupa obrolan (Tanya jawab), konsultasi kesehatan, sandiwara radio, dan radio spot. 2. Video. Penyampaian informasi kesehatan melalui video. 3. Slide.slide dapat juga digunakan untuk menyampaikan informasi kesehatan. 4. Film Strip

c. Media papan Media papan yang dipasang ditempat-tampat umum dapat diisi pesanpesan atau informasi kesehatan. Media ini juga mencakup pesan-pesan

yang ditulis pada lembaran seng dan ditempel dikendaraan umum (bus dan taksi).

d. Media hiburan Penyampaian informasi kesehatan dapat dilakukan melalui media hiburan, baik diluar gedung (panggung terbuka) maupun dalam gedung, biasanya dalam bentuk dongeng, sosiodrama, kesenian tradisional, dan pameran.

II.2.4 Pembagian media berdasarkan pembuatan dan penggunaannya. 1. Media yang rumit (complicated), seperti film, film strip, dan slide. Dalam penggunaannya, alat peraga ini memerlukan listrik dan proyektor. 2. Media yang sederhana/mudah dibuat sendiri dengan bahan-bahan setempat yang mudah diperoleh seperti bambu, karton, kaleng bekas, dan kertas Koran. Ciri-ciri media sederhana adalah mudah dibuat, bahan-bahannya dapat di peroleh dari bahan-bahan lokal, mencerminkan kebiasaan, kehidupan dan kepercayaan setempat, di tulis (gambar) dengan sederhana, bahasa setempat dan mudah dimengerti oleh masyarakat, dan memenuhi kebutuhan petugas kesehatan dan masyarakat.

II.3 Pengaruh warna dalam desain media Suatu media atau alat peraga yang baik seharusnya mengandung keseimbangan antara berbagai faktor, terutama daya tarik sasaran, kejelasan petunjuk, dan kesesuaian dengan kondisi setempat. Salah satu faktor penting dalam mendesain media alat peraga kesehatan adalah warna. Warna berhubungan berat sevara psikologis, bahkan warna dapat mejadi obat berbagai jenis penyakit

Naenggolan mengungkapkan bahwa warna diyakini berpengaruh secara psikologis menyembuhkan penyakit seseorang, termasul stress. Itulah sebabnya pewarnaan dinding ruang kerja harus berbeda dengan ruang keluarga atau ruang makan misalnya. Demikian juga untuk ruangan-ruangan lain seperti untuk ruang makan, dipilih waran yang dapat meingkatkan nafsu makan, ruang kerja dirumah agar beta kerja, juga untuk ruang tidur agar dapat tidur pulas tentu sangat menyenangkan. Pengaruh warna terhadap aktivitas manusia antara lain: 1. Warna merah Warna merah merangsang vitalitas, mempertajam penglihatan, pendengaran, perasaan, dan menambah energi. Warna ini dapat menghangatkan tubuh, memperlancar peredaran darah, mengobati lumpuh, membersihkan tubuh dari lender-lendir yang menumpuk. Jadi, warna merah harus dikurangi terhadap orangorang yang emosional dan terlalu aktiv. Eksperimen pada tumbuhan, yang ditutup gelas berwarna merah akan lebih cepat tumbuh dibandingkan dengan warna lain, yang mendapat sinar matahari biasa. Oleh karena itu, warna merah sering disebut cahaya pemberi hidup. 2. Warna merah tua Warna ini diyakinidapat menolong penderita asma dan gagguan pada rongga hidung, menaikan tekanan darah, memperlancar peredaran darah, meringankan sakit waktu haid, menambah selera seks, dan merangsang emosi. 3. Warna jingga Warna jingga termasuk warna hangat sehingga dapat merangsang penyerapan da peredaran darah serta merangsang tubuh untuk memuntahkan makanan yang tidak dapat dicernah, membantu pekerjaan paru-paru, dan kelenjar gondok, meredakan batuk, membuat gas dari dalam perut, dan meredahkan bersin.

4.

Warna Kuning

Kuning mas dapat meredahkan perasaan depresi atau stress, merangsang selera makan, dan mengadakan pengasimilasian makan itu sendiri didalam tubuh. Disamping itu, warna ini dapat merangsang kerja jantung dan melancarkan peredaran darah, menolong fungsi hati dan empedu, serta dapat meragsang penglihatan dan pendengaran. Warna kuning dapat pula mengobati borok perut, mengenakan perut, serta membuang atau membereskan pebgapuran dari dalam tubuh. Sinar kuning dapat digunakan untuk mengobati infantile paralysis atau poliomyelitis. 5. Warna hijau Warna hijau dapat membantu mengatasi ketegangan dan menenangkan susunan saraf. Warna hijau dari daun yang mengandung klorofil hijau daun, mempunyai unsure pembersih tubuh ,merangsang kelenjar hipofisis (kelenjar hormone) agar dapat mengendalikan kelenjar-keenjar lain dengan baik. 6. Warna biru Warna biru adalah warna penenang, menghilangkan hati berdebar-debar, dan menghilangkan peradangan. Seperti warna hijau, warna biru juga bersifat terapeutik. 7. Warna biru hajiau (turguoise) Warna turguoise diyakini dapat melegakan kepenatan dalam belejar atau kelelahan saat berpikir. Warna ini juga dapat mengurangi rasa gatal, capek, keracunan, sulit tidur, dan sakit kepala.

8. Warna ungu

Warna ungu merupakan warna yang dapat membuat orang tidur nyenyak dan menurunkan emosi yang meluap-luap. Warna ini juga menurunkan tekanan darah tinggi, meredakan sakit gigi, meringankan sakit kepala, menurunkan demam, dan mengurangi keinginan seks. 9. Warna merah ungu ( magenta) Warna ini dapat menimbulkan keseimbangan emosi, menyelaraskan keadaan tubuh, dan menolong penderita jantung. 10. Warna nila Warna ini membantu mengatasi gangguan pernapasan, perdarahan, mengurangi pembengkakan, menekan rasa sakit, dan berfungsi sebagai obat penenang. 11. Warna hitam Warna hitam pekat diyakini dapat menimbulkan penyakit dan mempercepat ketuaan. (Maulana, 2009)

II.4 Manfaat media Media yang bisa digunakan dalam komunikasi kesehatan menurut kategori pemanfaatan media adalah: 1. Surat kabar a. Berita-berita tentang kesehatan b. Opini yang memuas pandangan ahli, public dalam bentuk pendapat maupun tulisan tentang kesehatan c. Iklan dari perusahaan farmasi atau alat-alat kesehatan d. Promosi kesehatan e. Kampanye kesehatan f. Pendidikan penerangan

g. Hiburan yang mendorong perubahan sikap dalam bidang kesehatan h. Dll. 2. Majalah a. Berita-berita tentang kesehatan b. Opini yang memuas pandangan ahli, public dalam bentuk pendapat maupun tulisan tentang kesehatan c. Iklan dari perusahaan farmasi atau alat-alat kesehatan d. Promosi kesehatan e. Kampanye kesehatan f. Pendidikan penerangan g. Hiburan yang mendorong perubahan sikap dalam bidang kesehatan h. Dll. 3. Pamflet a. Informasi singkat organisasi atau lembaga kesehatan b. Tentang alat-alat kesehatan dan obat serta pengobatan c. Mengenai layanan jasa kesehatan d. Tentang gejala suatu penyakit, pencegahan, dan cara pengobatan e. Tentang pendidikan dan latihan dalam bidang kesehatan; f. Dll. 4. Leaflet a. Informasi singkat organisasi atau lembaga kesehatan b. Tentang alat-alat kesehatan dan obat serta pengobatan c. Mengenai layanan jasa kesehatan d. Tentang gejala suatu penyakit, pencegahan, dan cara pengobatan e. Tentang pendidikan dan latihan dalam bidang kesehatan; f. Dll. 5. Brosur a. Informasi singkat organisasi atau lembaga kesehatan b. Tentang alat-alat kesehatan dan obat serta pengobatan c. Mengenai layanan jasa kesehatan

d. Tentang gejala suatu penyakit, pencegahan, dan cara pengobatan e. Tentang pendidikan dan latihan dalam bidang kesehatan; f. Dll. 6. Katalog Data dan informasi mengenai : a. RS b. Puskesmas c. Puskemas pembantu d. Klinik e. Praktek dokter, bidan, dll, nama dan alamat f. Apotik, toko obat, nama dan alamat g. Perusahaan obat-obatan h. Alamat pusat pendidikan dan pelatihan kesehatan i. POM, laboratorium j. Pusat layanan jasa kesehatan k. Alamat-alamat penting penyediaan sarana dan prasarana kesehatan l. Dll. 7. Direktori Data dan informasi mengenai : a. RS b. Puskesmas c. Puskemas pembantu d. Klinik e. Praktek dokter, bidan, dll, nama dan alamat f. Apotik, toko obat, nama dan alamat g. Perusahaan obat-obatan h. Alamat pusat pendidikan dan pelatihan kesehatan i. POM, laboratorium j. Pusat layanan jasa kesehatan k. Alamat-alamat penting penyediaan sarana dan prasarana kesehatan

l. Dll. 8. Undangan Penyampaian informasi dari sebuah lembaga, perorangan dll dalam rangka menghadiri pertemuan public yang perkaitan dengan pembicaraan, diskusi, seminar, lokakarya, symposim, dll yang berkaitan dengan kesehatan 9. Surat menyurat Penyampaian informasi dari sebuah lembaga, perorangan dll dalam rangka menghadiri pertemuan public yang perkaitan dengan pembicaraan, diskusi, seminar, lokakarya, symposim, dll yang berkaitan dengan kesehatan 10. Periklanan Membayar media massa cetak dan elektronik (ruang dan waktu) untuk menyebar luaskan informasi tentang prduk barang atau jasa kesehatan pada audiens. 11. Radio a. Berita-berita tentang kesehatan b. Opini yang memuas pandangan ahli, public dalam bentuk-bentuk pendapat maupun tulisan tentang kesehatan c. Iklan dari perusahaan farmasi atau alat-alat kesehatan d. Promosi kesehatan e. Kampanye kesehatan f. Pendidikan dan penerangan g. Hiburan yang mendorong perubahan sikap dalam bidang kesehatan h. Dll 12. Televisi a. Berita-berita tentang kesehatan b. Opini yang memuas pandangan ahli, public dalam bentuk-bentuk pendapat maupun tulisan tentang kesehatan c. Iklan dari perusahaan farmasi atau alat-alat kesehatan

d. Promosi kesehatan e. Kampanye kesehatan f. Pendidikan dan penerangan g. Hiburan yang mendorong perubahan sikap dalam bidang kesehatan h. Dll 13. Video a. Pesan atau informasi kesehatan yang mengarah ke sosialisasi program dalam bidang kesehatan, mengutamakan pendidikan dan penerangan serta kmunikasi kesehatan yang bersifat persuasive. Kadang-kadang diselipi dengan iklan layanan masyarakat atau iklan dari perusahaan obat atau alat-alat laboratorium dll. b. Promosi kesehatan c. Kampanye kesehatan d. Hiburan yang mendorong perubahan sikap dalam bidang kesehatan dll. e. Kadang-kadang dikemas dalam bentuk drama, ceritera-ceritera fiksi atau kenyataan alam masyarakat f. Dll 14. Film a. Pesan atau informasi kesehatan yang mengarah ke sosialisasi program dalam bidang kesehatan, mengutamakan pendidikan dan penerangan serta kmunikasi kesehatan yang bersifat persuasive. Kadang-kadang diselipi dengan iklan layanan masyarakat atau iklan dari perusahaan obat atau alat-alat laboratorium dll. b. Promosi kesehatan c. Kampanye kesehatan d. Hiburan yang mendorong perubahan sikap dalam bidang kesehatan dll. e. Kadang-kadang dikemas dalam bentuk drama, ceritera-ceritera fiksi atau kenyataan alam masyarakat

f. Dll 15. Website-internet Melakukan fungsi gabungan dari semua media , akses informasi dari public terhadap media lain, termasuk layanan jasa konsultasi (telematika) dll. 16. Annual reports a. Laporan berkemangan aneka ragam perkembangan dalam bdang kesehatan b. Laporan ilmu kedokteran c. Farmasi d. Alat-alat laboratorium kesehatan dll 17. Tradeshow booths a. Pertemuan atau eksibisi b. Pameran pedagang kesehatan c. Event ini dapat dilakukan dalam suatu pusat kegiatan d. Tetapi juga dapat dlakukan dalam bentuk anjang sama atau safari kesehatan 18. Email Melaksanakan funsi gabungan dari semua media, termasuk pelayanan jasa konsultasi dll 19. Presentasi dengan software powerpoint a. Memepersiapkan bahan-bahan cerama, diskusi, dialog, seminar dll dalam bidang kesehatan b. Memepersiapkan mdul penyuluhan atau bahan ajar dalam bidang kesehatan c. Dll. (Liliweri, 2009)

Secara rinci, manfaat media adalah sebagai berikut: 1. Menimbulkan minat sasaran.

2. Mencapai sasaran yang lebih banyak. 3. Membantu mengatasi banyak hambatan dalam pemahaman. 4. Merangsang sasaran untuk meneruskan pesan pada orang lain. 5. Memudahkan penyampaikan informasih. 6. Memudahkan penerima informasih oleh sasaran. 7. Menurut penelitian, organ yang paling banyak menyalurkan pengetahuan adalah mata.lebih kurang 75-87% pengetahuan manusia di peroleh atau disalurkan melalui mata, dan 13-25% lainnya tersalurkan melalui indra lain. oleh sebab itu, dalam aplikasi pembuatan media, disarankan lebih banyak menggunakan alat-alat visual karena akan mempermudah cara penyampaian dan penerimaan informasi oleh masyarakat. 8. Mendorong keinginan untuk mengetahui, mendalami, dan mendapat pengertian yang lebih baik. 9. Membantu menegakkan pengertian yang diperoleh, yaitu menegakkan pengetahuan yang telah diterima sehingga apa yang diterima lebih lama tersimpan dalam ingatan. (Maulana, 2009)

II.5 Tujuan media dalam komunikasi kesehatan 1. Menciptakan iklim bagi penerimaan dan perubahan nilai, sikap, dan perilaku. 2. Mengajarkan keterampilan mendengarkan, membaca, menulis hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan, dan lain-lain. 3. Pengganda sumber daya pengetahuan, kenikmatan dan anjuran tindakan kesehatan. 4. Membentuk pengalaman baru tergadap perilaku hidup sehat dari statis ke dinamis. 5. Meningkatkan aspirasi di bidang kesehatan. 6. Mengajarkan masyarakat menemukan norma dan etika penyebarluasan informasi di bidang kesehatan atau layanan komunikasi kesehatan.

7. Berpartisipasi dalam keputusan atas hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan. 8. Mengubah struktur kekuasaaan antara produsen dan konsumen di bidang kesehatan. 9. Menciptakan rasa kebanggaan/ kesetiaan terhadap produk dll. (Liliweri, 2009)

III. PENUTUP

III.1 Kesimpulan
1 . Media adalah alat yang digunakan oleh pendidik dalam menyampaikan bahan

pendidikan atau akan pengajaran.


2 . Media pendidikan kesehatan disebut juga sebagai alat peraga karena berfungsi

membantu dan memeragakan sesuatu dalam proses pendidikan atau pengajaran.


3 . Prinsip pembuatan alat peraga atau media bahwa pengetahuan yang ada pada

seiap orang diterima atau ditangkap melalui pancaindra 4. John Fiske dalam bukunya Introduction to communication Studies (1982) membagi media dalam 3 kelompok utama: a. Presentational media adalah tampilan wajah, suara atau komunikasi tubuh atau dalam kategori pesan maka media ini dimasukkan dalam pesan verbal dalam komunikasi tatap muka. b. Representational media adalah media yang diciptakan oleh kreasi manusia, yang termasuk dalam kelompok ini tulisan, gambar, fotografi, komposisi musik, arsitektur, pertamanan dll/ semua jenis media ini memiliki memilikmi estetika baik secara teknik maupun praktik.
c . Mechanical media adalah radio, televisi, video, film, surat kabar, dan

majalah, telepon yang digunakan untuk memperkuat dua fungsi media diatas. Misalnya surat kabar merekam tampilan wajah atau memuat foto seseorang, televisi merekam wajah dan suara, dan video merekam suatu komposisi musik.

5 . Pembagian jenis-jenis media secara umum adalah alat bantu lihat (visual aids)

dan alat Bantu Dengar (audio aids).


6.

III. Saran Untuk memudahkan pel a yanan kesehat an dalam memberikan i n f o r m a s i kesehatan kepada masyarakat maka diperlukanlah alat bantu. Untuk itu, diharapkankepada tenaga kesehatan agar dapat :1 . M e n g g u n a k a n media pendid ikan keseh atan yang ada .2 . M e m a k s i m a l k a n penggunaan media sebagai alat bantu dalam p e n d i d i k a n kesehatan