Anda di halaman 1dari 2

A. Sistem Pemerintahan di Berbagai Negara 1. Pengertian Pemerintahan a.

Dalam arti luas Pemerintahan adalah perbuatan memerintah yang dilakukan oleh badan legislatif, eksekutif, dan yudikatif di suatu negara dalam rangka mencapai tujuan penyelenggaraan negara. b. Dalam arti sempit Pemerintahan adalah perbuatan memerintah yang diakukan oleh badan eksekutif beserta jajarannya dalam rangka mencapai tujuan penyelenggaraan negara. 2. Bentuk Pemerintahan a. Bentuk pemerintahan klasik Dalam teori klasik, bentuk pemerintahan dapat dibedakan atas jumlah orang yang memerintah dan sifat pemerintahannya. Ajaran Plato 1) Aristokrasi 2) Timokrasi 3) Oligarki 4) Demokrasi 5) Tirani Ajaran Aristoteles 1) Monarki 2) Tirani 3) Aristokrasi 4) Oligarki 5) Politeia 6) Demokrasi Ajaran Polybios b. Bentuk pemerintahan monarki (kerajaan) Dalam praktik-praktik ketatanegaraan, bentuk pemerintahan monarki dan republik dapat dibedakan atas : 1) Monarki absolut 2) Monarki konstitusional 3) Monarki parlementer c. Bentuk pemerintahan republik 1) Republik absolut 2) Republik konstitusional 3) Republik parlementer 3. Sistem Pemerintahan a. Sistem pemerintahan parlmenter b. Sitem pemerintahan presidensial c. Sitem pemerintahan referendum d. Sistem parlemen satu kamar dan dua kamar 4. Sistem Pemerintahan di Berbagai Negara a. Sistem pemerintahan Amerika Serikat Sistem pemerintahan Amerika Serikat didasarkan atas konstitusi (UUD) tahun 1787. Namun, konstitusi tersebut telah mengalami beberapa kali amandemen. b. Sistem pemerintahan Inggris

Sistem pemerintahannya didasarkan pada konstitusi yang tidak tertulis (konvensi). Konstitusi Inggris tidak terkodifikasi dalam satu naskah tertulis, tetapi tersebar dalam berbagai peraturan, hukum, dan konvensi. c. Sistem pemerintahan Republik Rakyat Cina Dalam bidang politik, Cina menerapkan sistem komunis dengan kontrol yang ketat terhadap warganya. B. Pelaksanaan Sistem Pemerintahan Negara Indonesia Sistem Pemerintahan Negara Republik Indonesia menurut UUD 1945 : Menurut UUD 1945, sistem pemerintahan Negara Republik Indonesia tidak menganut sistem pemisahan kekuasaan murni sebagaimana yang diajarkan Montesquieu, akan tetapi menganut sistem pembagian kekuasaan.