Anda di halaman 1dari 12

Rhinitis Alergi

Guruh Ardhianto 201110401011027

Definisi
Rhinitis Alergi : Gangguan fungsi hidung yang terjadi setelah pajanan alergen melalui inflamasi mukosa hidung yang di perantarai IgE dengan gejala rhinore, obstruksi hidung, hidung gatal, bersin-bersin yang dapat sembuh spontan atau dengan pengobatan.

Etiologi
Genetik rhinitis alergi disebabkan oleh interaksi dari pasien yang secara genetik mempunyai potensi alergi dengan lingkungan.

Lingkungan alergen dapat merangsang respon imun yang mempunyai kecenderungan alergi

Patofisiologi
1. Sensitisasi 2. Reaksi alergi : Fase cepat Fase lambat

sensitisasi

Alergi Fase cepat

Reaksi Lambat
Faktor kemotaktik seperti IL5 menyebabkan infiltrasi eosinofil ke dalam mukosa hidung Teraktivasi dan menghasilkan mediator lain ECP, EDP, MBP, dan EPO Menimbulkan gejala Hipereaktivitas dan hiperesponsif hidung

Klasifikasi
1. 2. 3. Berdasarkan waktu Seasonal Allergic Rhinitis Parrenial Allergic Rhinitis Occupational Allergic Rhinitis Berdasarkan lama gejala Intermiten Persisten Berdasarkan berat gejala Ringan Sedang-Berat
9

DIAGNOSIS
ANAMNESIS: Hidung tersumbat, gatal pada hidung, bersin, rhinore, lama gejala, onset, riwayat penyakit, kondisi lingkungan atau pekerjaan. PEMERIKSAAN: Pada hidung dan kepala edema, warna kulit gelap di bawah mata, simetri external hidung, rhinoskopi mukosa hidung, konka edema, sekret encer dan banyak PENUNJANG: - Lab : Hitung eosinofil, IgE spesifik dengan RAST. - Sitologi nasal : Scratch test dan prick test
10

PENATALAKSANAAN
- Tahap terjadi kontak : menghindari alergen - Tahap penetrasi alergen : imunoterapi kompetitif - Tahapan ikatan Ag-IgE : antihistamin - Tahapan klinis pada target organ : dekongestan sistemik dan lokal.

11

WASSALAMUALAIKUM WR. WB.

12