Anda di halaman 1dari 30

(7 April 12 April 2011)

OLEH : AGUS HENDRA JAYA

2011

Cerita Perjalanan Study Tour

iii
DAFTAR ISI

Halaman Depan ....................................................................................................... i Daftar Isi ................................................................................................................. iii Foto-fotoku ............................................................................................................. iv

HARI 1 Terbang ke Jakarta ....................................................................................... 1 Tempat-Tempat yang Dikunjungi .................................................................. 4 HARI 2 Berkeliling Jakarta ......................................................................................... 5 Tempat-Tempat yang Dikunjungi .................................................................. 8 HARI 3 Di Kota Kembang .......................................................................................... 9 Tempat-Tempat yang Dikunjungi ................................................................. 12 HARI 4 Pelesir ke Kota Jogja .................................................................................. 13 Tempat-Tempat yang Dikunjungi ................................................................ 16 HARI 5 Pulang dari Jogja Menuju Denpasar ........................................................... 17 Tempat-Tempat yang Dikunjungi ................................................................ 20 HARI 6 Kembali ke Denpasar .................................................................................. 21

Rute yang Dilalui Selama Perjalanan Study Tour ................................................. 24

iv
FOTO FOTOKU

Cerita Perjalanan Study Tour

Cerita Perjalanan Study Tour

v
FOTO FOTOKU

Cerita Perjalanan Study Tour

TERBANG KE JAKARTA

Kamis, 7 April 2011 Pagi itu, sekitar pukul 02.30 WITA aku terbangun dari tidur. Hari itu aku bersiap-siap untuk bepergian jauh ke Jakarta, Bandung dan Jogja untuk mengikuti program study tour dari sekolah. Sebelum berangkat, aku terlebih dahulu sarapan untuk mengisi perutku yang kosong. Tidak lupa juga aku mengecek barang bawaanku serta berdoa supaya perjalananku berjalan lancar. Akhirnya, sekitar pukul 03.30 WITA aku berangkat ke Bandara Ngurah Rai dengan diantar bapakku. Di perjalanan aku merasakan udara dingin karena kebetulan sebelumnya turun hujan. Setelah 30 menit perjalanan, aku tiba juga di bandara. Aku duduk-duduk di tempat tunggu sembari menunggu jam keberangkatan pesawat pada pukul 06.00 WITA. Aku juga melihat para peserta rombongan datang silih berganti dengan diantar keluarga dan kerabatnya. Kebetulan juga aku mendapat jadwal keberangkatan yang pertama. Sebelum terbang, aku mengurus barang bawaan, identitas dan yang tak kalah pentingnya adalah boarding pass yang akan menentukan dimana aku duduk di pesawat. Setelah satu jam berlalu, akhirnya aku terbang ke Jakarta dengan menumpangi pesawat Garuda Indonesia. Dan hal ini adalah pertama kalinya aku naik pesawat terbang. Selama perjalanan, aku mematikan alat-alat komunikasi demi lancarnya perjalanan. Aku juga melihat awanawan yang berjejer di langit sembari menikmati makanan yang disajikan oleh pramugari. Setelah satu setengah jam perjalanan, akhirnya pesawat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng. Tentunya aku merasa senang karena dapat menginjakkan kaki di kota yang merupakan ibukota negara ini. Tak lupa aku memundurkan jamku menjadi satu jam lebih lambat karena waktu di Jakarta adalah satu jam lebih lambat dari Denpasar. Setelah bus datang, aku langsung naik beserta rombongan. Beruntung aku mendapat tempat duduk paling depan. Tanpa menunggu peserta dari penerbangan

Hari 1 (Kamis, 7 April 2011)

kedua, aku langsung berangkat menuju tujuan pertama, yaitu Garuda Indonesia Training Center. Selama perjalanan, aku diperkenalkan dengan seorang tour leader yang akan menemani hingga hari ketiga, yaitu di kota Bandung. Aku juga melihat jalan tol yang dibuat melayang yang tidak aku temukan di Denpasar dan juga gedung-gedung pencakar langit yang membuat aku terkagum-kagum. Setelah sekitar satu jam, akhirnya aku tiba juga di Garuda Indonesia Training Center. Di tempat ini aku dan peserta lainnya mengikuti seminar tentang maskapai penerbangan Garuda Indonesia hingga proses pendidikan hingga menjadi pilot yang profesional. Setelah selesai seminar, aku juga berkesempatan berkeliling untuk melihat pesawat yang dipakai pertama kalinya oleh maskapai ini hingga replika pesawat beserta properti-propertinya. Saat aku menaikinya, serasa aku naik pesawat untuk kedua kalinya dan menyempatkan untuk berfoto bersama. Juga aku mendapat pengetahuan mengenai prosedur penyelamatan pada saat pesawat mendarat darurat. Setelah puas menikmati apa saja yang ada di sana, sekitar pukul 11.00 WIB aku dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Monumen Nasional (Monas) di kawasan Jakarta Pusat. Selama perjalanan menuju Monas, aku melihat gedung-gedung pemerintahan pusat, kantor RRI, Istana Negara hingga gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Dan aku juga melihat angkutan umum yaitu busway yang sedang beroperasi mengangkut penumpang ke tempat tujuan. Akhirnya, setelah setengah jam perjalanan, aku dan rombongan tiba di Monas. Di tempat ini juga aku bertemu dengan peserta rombongan dari penerbangan kedua. Aku langsung mendapat nasi kotak dan memakannya sambil melihat tugu Monas dari kejauhan. Setelah makanan habis, aku dan peserta rombongan berduyun-duyun menuju areal Monas untuk melihat tugu lebih dekat. Dengan kereta wisata yang tersedia, aku dibawa menuju pintu masuk yang berupa jalan bawah tanah yang menghubungkan pintu masuk menuju dasar tugu Monas (selengkapnya baca laporan study tour). Di dalam tugu, aku melihat diorama-diorama yang mengingatkanku akan perjalanan bangsa Indonesia mulai dari masa penjajahan hingga sekarang ini. Namun karena pada saat itu sangat ramai, aku tidak dapat menuju puncak tugu ini karena kapsaitasnya yang terbatas. Tetapi, aku senang karena dapat berfoto-foto bersama peserta lainnya. Sekitar pukul 14.00 WIB aku harus naik bus untuk melanjutkan perjalanan.

Cerita Perjalanan Study Tour

Selama perjalanan, aku dapat merasakan macetnya jalanan ibu kota, terutama yang paling parah terjadi di Bundaran Hotel Indonesia dengan patung selamat datangnya. Aku juga melewati jalan Sudirman dan M.H Thamrin yang merupakan pusat perekonomian di kota Jakarta. Juga aku sempat melihat kediaman presiden Amerika Serikat Barack Obama semasa kecil dan kantor gubernur Jakarta. Setelah satu jam perjalanan, akhirnya aku tiba di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang terletak di kawasan Jakarta Timur. Di tempat ini aku melihat rumah-rumah daerah dari Sabang sampai Merauke dan juga tempat-tempat suci agama-agama di Indonesia. Tetapi pada kunjungan ini, aku masuk ke Keong Mas, sebuah ruangan teater yang berukuran besar untuk menonton video 3D mengenai kehidupan hewanhewan liar di benua Afrika. Selama menonton aku merasa seperti ikut terlibat di dalamnya. Setelah selesai menonton film, akhirnya aku melanjutkan perjalanan menuju Mangga Dua untuk makan malam. Selama perjalanan, aku juga merasakan macetnya jalanan karena saat itu merupakan jam pulang kerja.Dan juga aku melihat matahari yang akan tenggelam dari jalan tol. Setelah setengah jam, aku dan rombongan tiba juga di kawasan Mangga Dua yang merupakan pusat perbelanjaan di Jakarta Utara. Aku dan peserta rombongan makan-makan sepuasnya sampai perut terasa kenyang. Setelah makan malam, aku melanjutkan perjalanan menuju Hotel Jatra di kawasan Jakarta Barat. Selama perjalanan, aku melihat bangunan tua peninggalan masa pemerintahan Hindia Belanda (VOC). Setelah sampai di hotel, aku dan peserta rombongan langsung check in dan masuk kamar. Aku beserta empat teman lainnya langsung mandi secara bergiliran. Di hotel ini aku menghabiskan malam untuk beristirahat agar perjalanan besok aku menjadi semakin fit.............

__________________

Hari 1 (Kamis, 7 April 2011)

TEMPAT-TEMPAT YANG DIKUNJUNGI

3 Keterangan :

1 dan 2 : Garuda Indonesia Training Center 3 dan 4 : Monumen Nasional 5 : TMII (Keong Mas)

Cerita Perjalanan Study Tour

BERKELILING JAKARTA Jumat, 8 April 2011 Hari ini adalah hari terakhir aku berada di Jakarta. Sekitar pukul 04.15 WIB aku bangun dari tidur dan bersiap-siap untuk mandi. Dan aku juga menunggu teman-temanku selesai mandi. Pukul 07.00 WIB aku dan teman-teman keluar kamar dan langsung makan pagi untuk mengisi perut. Tujuan pertama untuk hari ini adalah belanja-belanja di Mangga Dua. Akhirnya sejam kemudian aku dan peserta rombongan berangkat menuju Mangga Dua. Selama perjalanan, aku melihat dari atas bus pemandangan kota tua Jakarta, museum Fatahilah hingga melihat keramaian stasiun kota Jakarta yang menjadi pusat dari semua perjalanan kereta api di seluruh Jawa. Setelah 45 menit perjalanan, akhirnya aku dan rombongan tiba di Mangga Dua. Karena kebetulan datangnya agak pagi, belum semua blok penjualan buka, bahkan ketika mencoba naik ke lantai atasnya, aku melihat suasana gelap. Meski demikian, aku masih dapat melihat pedagang yang baru menggelar dagangannya. Selama berkeliling, aku menyempatkan diri untuk berbelanja jam tangan yang aku perlukan selama perjalanan, kaos Jakarta dan sandal sebagai oleh-oleh, serta makanan kecil. Harga yang ditawarkan jauh lebih murah dari biasanya. Setelah puas berkeliling, aku beserta rombongan melanjutkan perjalanan menuju Ancol, sebuah pusat wisata pesisir di Jakarta Utara. Selama di perjalanan, aku melihat lalu-lalang kendaraan dan angkutan umum. Perjalanan ini memakan waktu sekitar 30 menit. Akhirnya sekitar pukul 10.30 WIB aku beserta rombongan tiba di Ancol. Kawasan ini dibagi atas beberapa tempat wisata. Tetapi kali ini yang dikunjungi hanya dua, yakni Gelanggang Samudera dan Dunia Fantasi. Di Gelanggang Samudera aku beserta rombongan menyempatkan diri untuk menyaksikan serunya pemutaran film 4 dimensi yang dapat ditonton di dalam

Hari 2 (Jumat, 8 April 2011)

bangunan berciri khas Mesir. Sebelum masuk, pengunjung dibagikan kacamata khusus untuk menonton. Hal ini merupakan kali pertama aku menyaksikannya. Selama menyaksikan film ini, aku merasakan serunya petualangan hewan-hewan. Juga aku merasakan seperti terlibat didalamnya serta film ini mendekati nyata. Setelah sekitar 45 menit, aku beserta rombongan menuju ke Dunia Fantasi dengan bus, karena kawasan Ancol ini terbilang sangat luas, belum juga termasuk daerah pantainya. Setelah sekitar 15 menit perjalanan, akhirnya rombongan sampai di Dunia Fantasi. Sebelum masuk, aku beserta rombongan diberikan voucher untuk makan siang yang dapat ditukar di dalam area ini. Dan beruntungnya aku dan rombongan diberikan waktu 4 jam untuk mencoba wahana tematis yang tersedia. Dan sebagian wahana ini menguji adrenalin, sehingga orang yang memiliki riwayat penyakit jantung serta tinggi badan kurang dari yang ditentukan tidak disarankan untuk menaiki wahana ini. Sebelum mencoba wahana tersebut, terlebih dahulu aku makan siang. Sesudahnya, aku langsung mencoba wahana pertama, yakni PontangPanting. Wahana ini bergerak berputar-putar, sehingga aku merasa seperti berputarputar di ketinggian. Setelah mencoba ini, aku langsung mencoba wahana yang bernama Halilintar. Wahana ini sama dengan roller coaster yang lintasannya melawan gaya gravitasi. Setelah menunggu antrean yang panjang, akhirnya aku dapat menaikinya. Aku berteriak histeris karena aku serasa berjalan di lintasan yang ekstrim. Tetapi rasa histeris itu hilang setelah selesai mencobanya. Tanpa ragu aku mencoba wahana lainnya. Kali ini adalah Ombang-Ombang. Wahana ini bergerak menyerupai ombak di laut, dimana semakin lama semakin meninggi. Selama mencoba, aku selalu berteriak dan karena saking lamanya, sampai-sampai aku merasakan pusing tujuh keliling. Untuk menghilangkan rasa pusing, aku lalu mencoba wahana yang tidak menguji adrenalin, yakni Bianglala. Wahana ini serupa dengan komidi putar, yang setiap bloknya dapat diisi 5-6 orang. Selama wahana ini diputar, aku dapat menikmati desiran angin, serta pemandangan indah dari pesisir utara Jakarta. Setelah pusingku hilang, aku mencoba wahana yang terbaru di Dunia Fantasi, yakni Hysteria. Wahana ini terdiri dari tower kembar yang sangat tinggi. Dari hal tersebut, untuk mencoba wahana ini diperlukan keberanian. Selama aku mencobanya, aku merasa jantungku terangkat, karena saat naik kecepatan lambat, tetapi saat turun secepat kilat. Hal itu berulang hingga 2 kali. Kebetulan waktu yang

Cerita Perjalanan Study Tour

tersisa tinggal sejam, aku dan teman-teman mencoba wahana Kora-Kora yang didesain seperti kapal laut yang berayun-ayun. Selama kapal berayun cepat, aku selalu berteriak, terutama saat maju dan mundur. Setelah puas mencoba wahana yang menegangkan, aku dan teman-teman menenangkan pikiran dengan berkeliling Istana Boneka. Sambil menaiki boat kecil yang berjalan perlahan, aku melihat sederetan boneka yang bergerak dan didesain sesuai dengan budaya daerah di Indonesia dan juga di seluruh dunia. Uniknya lagi, dari budaya yang satu ke budaya yang lainnya, musik yang terdengar berbeda. Hal ini yang membuat aku lebih mengenal budaya Indonesia dan dunia, walaupun hanya melalui boneka dan miniatur lainnya. Setelah lelah berkeliling wahana di Dunia Fantasi, aku dan rombongan makan malam di salah satu rumah makan yang berhadapan langsung dengan pantai Ancol. Selain mengisi perut, aku juga dapat menikmati indahnya pemandangan pantai saat matahari terbenam. Ini juga yang mengakhiri perjalananku di Jakarta. Selama perjalanan menuju hotel, aku ditunjuk menjadi narasumber dalam topik yang ada hubungannya dengan kegiatan di sekolah. Aku sangat senang dapat melepas lelah dan menghibur rombongan di bus. Aku juga merasa seperti artis dadakan, seperti Briptu Norman dengan lipsync lagu India Chaiyya-Chaiyya. Akhirnya, setelah pembicaraan yang berlangsung seru itu, aku dan rombongan kembali ke hotel. Aku dan teman-teman langsung menuju kamar untuk mandi dan istirahat, karena besok akan melanjutkan perjalanan menuju kota Bandung. Saking kerasannya di Jakarta, aku malah susah tidur dan kepanasan, dan ditambah dengan sempitnya kasur. Aku memutuskan untuk melepas baju dan tidur sendirian di lantai hingga besok paginya.......

________________

Hari 2 (Jumat, 8 April 2011)

TEMPAT-TEMPAT YANG DIKUNJUNGI

Keterangan : 1 : Mangga Dua

2 dan 3 : Gelanggang Samudera 4 5` 5 : Dunia Fantasi : Pantai Ancol

Cerita Perjalanan Study Tour

DI KOTA KEMBANG Sabtu, 9 April 2011 Hari ini aku melanjutkan perjalanan menuju kota Bandung. Sebelum meninggalkan hotel, aku dan teman-teman makan pagi di hotel. Aku juga sudah membawa barang bawaan untuk dibawa ke bus. Sekitar pukul 08.00 WIB aku beserta rombongan mulai meninggalkan hotel dan melanjutkan perjalanan ke kota Bandung. Dari kota Jakarta, kota Bandung dapat ditempuh dalam waktu sekitar 3 jam, yang dapat dilalui lewat jalan tol Cikampek dan Purbaleunyi (saling menyambung). Jalan tol ini melewati 6 kabupaten/kota diantaranya Bekasi, Karawang, Purwakarta, Bandung Barat, Bandung Kota dan berakhir di Cileunyi. Selama perjalanan, aku melihat dari kejauhan asrinya kebun teh dan eksotisnya rangkaian gunung yang saling berjejer, diantaranya Gunung Salak dan Gunung Tangkuban Perahu. Setelah hampir tiga jam, akhirnya rombongan masuk ke kota Bandung melalui gerbang tol Moh. Hatta. Dan tujuan pertama aku adalah kawasan Cibaduyut, sebuah daerah sentra pembuatan sepatu dan sandal kulit. Di salah satu toko, aku melihat jejeran sepatu dan sandal. Meskipun aku tertarik, tetapi aku tidak membelinya karena sudah banyak punya sepatu di rumah. Sebagai alternatifnya, aku akhirnya membeli beberapa kaos khas Bandung dan dodol Garut sebagai oleh-oleh. Setelah satu jam berkeliling, akhirnya aku beserta rombongan harus kembali ke bus untuk melanjutkan perjalanan. Sebelumnya, aku sempat membeli gorengan yang dicampur bumbu kacang untuk aku makan di bus. Sebelum berangkat, aku beserta rombongan dibagikan nasi kotak untuk makan siang selama perjalanan menuju tujuan berikutnya, yakni Saung Angklung Udjo. Selama makan siang di atas bus, aku dan teman-teman dijelaskan oleh tour leader mengenai rencana pembangunan Trans Studio di Kota Bandung dan diresmikan pada bulan Juni (sekarang sudah dibuka untuk umum).

10

Hari 3 (Sabtu, 9 April 2011)

Setelah setengah jam, akhirnya sekitar pukul 12.30 WIB aku dan rombongan tiba di Saung Angklung Udjo. Di tempat ini aku dapat melihat secara langsung pertunjukan kesenian khas Jawa Barat oleh para seniman, seperti wayang golek, tari topeng, pertunjukan angklung yang juga dipadukan dengan alat musik modern hingga ritual adat masyarakat Sunda. Dan pengalaman yang tidak aku lupakan, aku bersama rombongan lainnya memainkan musik khas Jawa Barat, yaitu angklung. Alat musik tersebut memang dimainkan secara massal, karena setiap angklung memiliki tangga nada yang berbeda-beda. Seorang dirigent menunjukkan gerakan tangan yang juga mewakili tangga nada, sehingga musik yang dimainkan menjadi berirama dan enak untuk didengar. Setelah memainkan beberapa lagu, pada akhirnya para rombongan diajak untuk berdansa bersama para seniman. Dari pertunjukan tersebut, aku jadi lebih mengenal kebudayaan Sunda. Sebelum melanjutkan perjalanan, aku bersama rombongan menyempatkan untuk melihat serta membeli souvenir dari tempat ini. Sekarang aku beserta rombongan melanjutkan perjalanan menuju tempat terakhir di kota Bandung, yakni kawasan Cihampelas. Selama perjalanan, aku melihat Gedung Sate yang merupakan ikon kota Bandung. Serta aku juga melewati jalan layang yang dinamakan Jembatan Pasoepati. Karena saat itu merupakan malam Minggu, jalanan mulai mengalami kemacetan, terutama saat memasuki jalan Cipaganti (bekas rumah-rumah warga Belanda di Indonesia). Aku juga

mendengarkan cerita mengenai ambulans berhantu yang memang populer (ambulansnya sekarang sudah disimpan di museum) dari tour leader. Setelah melewati kemacetan panjang, akhirnya aku beserta rombongan tiba di Cihampelas, yaitu sentra pembuatan celana jeans di kota Bandung. Sama seperti di Cibaduyut, aku hanya keluar masuk toko-toko hanya untuk melihat celana jeans bersama teman-teman. Hal itu disebabkan aku juga sudah memiliki banyak celana jeans di rumah. Selama berkeliling, aku melihat para pelancong dan pedagangpedagang yang menjajakan barang dagangannya. Serta kawasan tersebut memang macet pada akhir pekan. Setelah dua jam lamanya, aku bersama rombongan kembali naik bus untuk makan malam di salah satu rumah makan di Cileunyi. Selama perjalanan, aku

Cerita Perjalanan Study Tour

11

melewati jalan tol Pasteur yang merupakan jalur utama di kota Bandung dan juga melewati terusan jalan tol Purbaleunyi. Setelah 20 menit, akhirnya aku beserta rombongan tiba di rumah makan Sukahati. Di sana aku dan teman-teman makan malam sekaligus perpisahan dengan tour leader. Tak lupa aku menikmati masa-masa terakhir bersama tour leader. Tak lupa aku bersama teman-teman mengucapkan terima kasih dan memohon maaf jika ada kekeliruan. Setelah makan malam, aku dan teman-teman bersalaman dengan tour leader serta berpamitan. Setelah berpisah dengan tour leader, aku bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju Jogja. Lama perjalanan dari Bandung ke Jogja adalah sekitar 8 jam. Karena saking lamanya perjalanan, para rombongan disarankan untuk beristirahat di bus. Namun aku tidak terbiasa tidur di bus sehingga aku lebih memilih untuk tidak tidur. Selama perjalanan, aku beserta rombongan melewati jalur selatan dengan rute Garut-Tasikmalaya-Ciamis-Banjar (Jawa Barat). Di Tasikmalaya rombongan berhenti sejenak untuk beristirahat. Aku menyempatkan untuk buang air kecil dan meminum teh hangat, tentunya untuk menghilangkan rasa capek. Saat memasuki Jawa Tengah, rombongan melewati rute Cilacap-Banyumas-KebumenPurworejo dan akhirnya memasuki Jogja........

________________

12

Hari 3 (Sabtu, 9 April 2011)

TEMPAT-TEMPAT YANG DIKUNJUNGI

Keterangan : 1 dan 2 : Kawasan Cibaduyut 3 dan 4 : Saung Angklung Udjo 5 : Kawasan Cihampelas

Cerita Perjalanan Study Tour

13

PELESIR KE KOTA JOGJA Minggu, 10 April 2011 Akhirnya, setelah 8 jam perjalanan, akhirnya sekitar pukul 04.45 WIB aku tiba di Jogja. Sebelum menuju tujuan pertama di Keraton Jogja, aku beserta rombongan berhenti di sebuah SPBU di daerah Gamping, Sleman. Di sini aku menyempatkan diri untuk mandi sebelum makan pagi. Sesudah mandi, aku menuju rumah makan yang menjadi satu komplek dengan SPBU itu. Sambil makan pagi, aku melihat dari seberang jalan hamparan sawah yang menghijau dengan latar belakang Gunung Merapi. Setelah makan pagi, aku beserta rombongan menuju ke tujuan pertama, yaitu Keraton Jogja. Selama perjalanan, aku melihat asrinya kota Jogja dan ditambah lagi dengan beberapa warung angkringan yang menjadi ciri khas masyarakat Jawa. Setelah sekitar setengah jam, akhirnya rombongan tiba di Keraton Jogja. Keraton ini dahulunya merupakan kediaman raja-raja Jogja. Satu hal yang perlu diperhatikan, jika ingin memotret lingkungan keraton, sebaiknya membayar Rp1000,00 pada pintu masuk untuk mendapatkan tepas (label izin memotret). Selama mengelilingi lingkungan keraton, aku bersama rombongan ditemani oleh seorang pemandu yang berpakaian adat Jawa dengan pengikat kepala (blangkon). Pemandu inilah yang akan menjelaskan mengenai sejarah keraton Jogja hingga bagian-bagian dan fungsi bangunan keraton (selengkapnya baca laporan study tour). Di lingkungan keraton, aku dapat melihat benda-benda peninggalan raja Jogja yang pernah memerintah, mulai dari pada masa Sri Sultan HB I hingga Sri Sultan HB IX. Ditempat ini juga aku melihat motif-motif batik Jawa serta benda-benda pusaka milik kesultanan. Menurut pemandu, tidak semua bangunan keraton yang dapat dikunjungi wisatawan (bersifat rahasia). Setelah puas berkeliling, akhirnya aku ke ruang suvenir untuk melihat-lihat barang yang bersifat seni serta membeli yang aku sukai. Pada saat keluar area keraton, aku sempat kebingungan mencari pintu keluarnya. Bahkan ada seorang pembawa becak yang bertanya kepadaku. Setelah sekian lama mencarinya,

14

Hari 4 (Minggu, 10 April 2011)

akhirnya aku dapat menemukan pintu keluarnya. Aku sangat tercengang, ketika seseorang menggiring motornya keluar area keraton. Oh....rupanya di area keraton, pengendara motor harus menggiring kendaraannya dan tidak boleh dinaiki. Dan hal ini sudah dilakukan secara turun-temurun. Sebenarnya, menurut jadwal study tour, tujuan berikutnya ialah ke Candi Borobudur. Tetapi setelah mengetahui kabar bahwa akses jalan ke sana terputus, maka rencana ini dibatalkan dan digantikan dengan pergi ke Taman Pintar. Di taman pintar ini aku dan rombongan diberi waktu 1 jam untuk menikmati wahana yang tersedia. Di tempat ini aku melihat berbagai praktikum yang berhubungan dengan pelajaran di sekolah serta alat peraganya secara lengkap. Aku juga melihat proses penjernihan air, pengeboran minyak serta yang lainnya meskipun secara miniatur. Aku pun akhirnya tertarik dengan pedal sepeda yang jika dikayuh dapat menyalakan lampu. Setelah puas berkeliling, mumpung masih ada waktu, aku masuk menuju diorama-diorama. Di sini aku melihat foto-foto presiden RI yang pernah memerintah serta foto-foto raja-raja Jogja. Dan juga aku melihat tayangan mengenai sejarah Jogja serta miniatur tata ruang kota Jogja. Setelah puas mengelilingi taman pintar, aku melihat gong perdamaian nusantara dan prasasti-prasasti presiden RI beserta pidatonya. Setelahnya, aku kembali ke bus. Karena cuaca sangat panas, aku sampai merasa kepanasan dan berkeringat di dalam bus. Selanjutnya aku beserta rombongan berangkat menuju rumah makan untuk makan siang. Meskipun cuaca panas, aku tetap bersemangat untuk mengisi perut sampai kenyang. Setelah makan siang, aku beserta rombongan berangkat menuju hotel Musafira untuk beristirahat sembari menunggu waktu untuk pergi ke Malioboro. Setelah sampai di hotel, aku beserta teman-teman langsung pergi ke kamar untuk mandi serta beristirahat. Setelah mandi, aku merasakan badan lebih sejuk. Sebelum berangkat menuju Malioboro, aku beserta rombongan makan malam di hotel. Aku sangat menikmati makanan sampai-sampai teringat di rumah. Selanjutnya sekitar pukul 18.00 WIB rombongan berangkat menuju Malioboro, sebuah kompleks perbelanjaan yang terkenal di Jogja. Selama perjalanan, aku melihat pemandangan kota Jogja di waktu malam. Setelah tiba di Malioboro,

Cerita Perjalanan Study Tour

15

rombongan diberikan waktu 2 jam untuk mengelilingi jalan Malioboro. Karena di kawasan Malioboro selalu ramai, sangat disarankan untuk bergerombol dan tidak terpisah. Aku bersama teman-teman masuk dari toko satu ke toko lainnya untuk melihat kerajinan khas Jogja, seperti batik dan blangkon. Selama berkeliling, aku membeli kaos khas Jogja dan dompet dari batik sebagai oleh-oleh. Setelah 2 jam lelah berjalan, akhirnya aku bersama teman-teman kembali ke hotel untuk beristirahat. Setelah tiba di hotel sekitar pukul 20.30 WIB aku bersama teman-teman langsung ke kamar untuk beristirahat. Sebelum tidur, terlebih dahulu aku bercanda bersama teman-teman. Karena kasur di kamar sangat besar, aku bersama temanteman dapat tidur lebih leluasa dan nyenyak, tidak seperti dengan hotel di Jakarta. Aku menunggu saat-saat yang langka besok ketika melaksanakan kunjungan ke kampus Universitas Gadjah Mada.........

_________________

16

Hari 4 (Minggu, 10 April 2011)

TEMPAT-TEMPAT YANG DIKUNJUNGI

Keterangan : 1 dan 2 : Keraton Jogja 3 : Taman Pintar

4 dan 5 : Malioboro

Cerita Perjalanan Study Tour

17

PULANG DARI JOGJA MENUJU DENPASAR

Senin, 11 April 2011 Hari ini merupakan hari terakhir aku beserta rombongan di Jogja. Saking nyenyaknya tidur, aku sampai bangun agak kesiangan. Tetapi untungnya, aku tidak terlambat. Meski demikian, aku langsung mandi dan langsung mengganti pakaian dengan seragam sekolah, karena hari ini rombongan akan berangkat menuju kampus Universitas Gadjah Mada untuk melakukan kunjungan. Bahkan, aku yang duluan makan pagi dengan pakaian lengkap, sedangkan beberapa rombongan lainnya ada yang makan pagi di depan kamar masih dengan baju tidurnya. Setelah semua rombongan siap, akhirnya aku naik bus dan memulai perjalanan menuju Universitas Gadjah Mada. Setelah sekitar 20 menit perjalanan, akhirnya sekitar pukul 08.40 WIB rombongan tiba di halaman depan kampus UGM. Sebelum memasuki lingkungan kampus, aku bersama teman-teman menyempatkan untuk berfoto bersama sebagai kenang-kenangan. Saat masuk ke lingkungan kampus, aku melihat beberapa mahasiswa yang datang silih berganti untuk kuliah. Aku juga melihat beberapa gedung fakultas-fakultas yang ada. Sedianya, para rombongan diterima di auditorium besar, tetapi karena saat itu ada acara penting internal kampus, maka rombongan diterima di auditorium Fakultas Teknologi Pertanian. Di sana, para rombongan mengikuti seminar mengenai sejarah pembangunan kampus UGM, jumlah mahasiswanya hingga cara masuk/mendaftar di kampus ini dengan jalur SNMPTN. Sungguh informasi yang sangat berharga, mengingat tahun depan, aku beserta rombongan akan mengikuti tes SNMPTN ini. Dan ketika sesi pertanyaan dimulai, aku tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Aku bertanya mengenai mekanisme penerapan sistem kredit semester (SKS) pada proses perkuliahan. Setelah dijelaskan oleh narasumber, akhirnya aku memiliki semangat dan tekun untuk kuliah agar dapat tamat sesuai rencana.

18

Hari 5 (Senin, 11 April 2011)

Sebelum meninggalkan kampus, aku memotret guru-guru pendamping yang saling berdampingan. Dan selanjutnya rombongan kembali ke bus untuk

melanjutkan perjalanan menuju tujuan terakhir tour ini, yaitu Candi Prambanan. Sebelum berangkat, aku nekat mengganti pakaian di dalam bus dan akhirnya ditertawai oleh teman lainnya. Selama perjalanan, aku beserta rombongan singgah terlebih dahulu di salah satu pusat oleh-oleh khas Jogja. Hal ini juga tidak aku siasiakan untuk membeli oleh-oleh untuk keluarga di rumah. Aku membeli beberapa kotak bakpia pathok yang merupakan makanan yang terkenal di Jogja. Bukan hanya itu, aku juga membeli oleh-oleh lainnya, seperti yangko, rengginang, keripik pisang, dll. Setelah aku membayar di kasir, aku kembali ke bis dengan membawa tas besar berisi oleh-oleh. Setelah belanja oleh-oleh, aku juga sempat melihat bangunan Candi Kalasan dari kejauhan. Dan sebelum tiba di Candi Prambanan, rombongan berhenti di salah satu rumah makan di daerah Kalasan untuk makan siang. Kebetulan, salah satu menunya ialah sayur asem yang cocok dimakan saat cuaca sejuk. Aku merasakan tenggorokan kembali segar setelah meminum kuahnya. Setelah makan siang, akhirnya rombongan tiba di Candi Prambanan, yaitu candi bercorak Hindu yang dibangun pada masa kerajaan Mataram dibawah dinasti Sanjaya (selengkapnya baca laporan study tour). Sebelum masuk kompleks candi, aku menyempatkan diri untuk membeli buku panduan dengan harga Rp2.000,00 serta diberikan kartu sebagai tiket masuk. Setelah rombongan masuk ke areal candi, aku melihat megahnya bangunan candi peninggalan masa kerajaan Hindu. Saya tak lupa untuk berfoto bersama teman-teman serta guru pendamping untuk kenangkenangan. Selain candi-candi yang utuh, aku juga melihat deretan candi-candi kecil yang telah hancur membentuk tumpukan batu-batu. Setelah dua jam berkeliling areal candi, aku beserta rombongan kembali ke bus untuk melanjutkan perjalanan pulang menuju Dempasar. Dari Candi

Prambanan, kota Denpasar dapat ditempuh dalam waktu sehari semalam, termasuk berhenti sejenak untuk makan-makan. Tetapi rombongan satu bus harus berpisah dengan salah satu teman yang terlebih dahulu ke Denpasar dengan pesawat terbang dari Bandara Adi Sucipto, Jogja. Jalur/rute yang dilalui antara lain KlatenKartasura-Solo-Karanganyar-Sragen (Jawa Tengah). Saat bus melewati kota Solo,

Cerita Perjalanan Study Tour

19

aku melihat sebuah patung dengan membawa panah yang akan dilepas. Rupanya, patung itu merupakan salah satu ikon kota Solo, yaitu Manahan yang dikaitkan dengan stadion di kota tersebut, yaitu Stadion Manahan. Sedangkan di Karanganyar, bus terjebak kemacetan karena banjir dari hujan deras. Setelah memasuki Jawa Timur, rute yang dilalui yakni Ngawi-Caruban-Nganjuk-JombangMojokerto-Pasuruan-Probolinggo dan berhenti sejenak di Pasir Putih, Situbondo esok harinya. Di Caruban, rombongan berhenti sejenak di salah satu rumah makan untuk makan malam. Sesudah makan malam, aku beserta rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pasir Putih hingga besok pagi.........

_______________

20

Hari 5 (Senin, 11 April 2011)

TEMPAT-TEMPAT YANG DIKUNJUNGI

Keterangan : 1,2,3 : Universitas Gadjah Mada

4 dan 5 : Candi Prambanan

Cerita Perjalanan Study Tour

21

KEMBALI KE DENPASAR

Selasa, 12 April 2011 Selama perjalanan panjang ini, aku tidak tidur semalaman. Saat hampir tiba di Pasir Putih, aku menyempatkan diri untuk melihat pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) di Paiton, yang merupakan daerah perbatasan. Aku melihat cahaya lampu yang menambah indahnya pemandangan PLTGU Paiton. Aku juga melihat asap yang mengepul dari salah satu tabung yang merupakan hasil buangan dari pembangkit ini. Tidak lama kemudian sekitar pukul 04.30 WIB aku beserta rombongan berhenti di Pasir Putih, Situbondo. Karena waktu makan pagi masih lama, aku menyempatkan diri untuk mandi, karena selama seharian tidak mandi. Seusai mandi, aku bersama teman-teman duduk di pesisir pantai sambil melihat pantai Pasir Putih, yang merupakan perairan Selat Madura. Perlahan-lahan langin mulai terang dan aku langsung makan pagi sambil melihat perahu para nelayan yang sedang mencari ikan, yang juga menjadi menu makan pagi tersebut. Setelah puas melihat keindahan pantai Pasir Putih, aku beserta rombongan kembali ke bus untuk menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Dari Pasir Putih, waktu yang diperlukan adalah sekitar 3 jam. Selama perjalanan, aku melihat hijaunya sawah dengan latar belakang pegunungan Ijen serta indahnya

pemandangan pantai utara Jawa. Hal itu yang membuat rasa kangen terhadap rumah setelah 5 hari tidak bertemu dengan keluarga dan tetangga. Apalagi, saat menjelang masuk wilayah Banyuwangi, aku melihat rerimbunan hutan yang merupakan bagian dari Taman Nasional Baluran. Dan pada saat mendekati pelabuhan, aku melihat sebuah patung wanita yang menarikan tarian Gandrung, tarian khas Banyuwangi. Setelah 3 jam perjalanan, akhirnya aku beserta rombongan tiba di Pelabuhan Ketapang yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Bali. Sebelum naik ferry, aku beserta teman-teman mendengarkan nyanyian dari salah satu pemusik jalanan.

22
atas ferry.

Hari 6 (Selasa, 12 April 2011)

Aku sangat terkagum-kagum, bahkan aku juga menyerahkan uang Rp2.000,00 sebagai ucapan terima kasih. Aku juga membeli surat kabar yang akan aku baca di

Selama menyeberangi selat Bali, aku menikmati desiran angin laut yang sangat keras. Dan aku juga sempat diwawancarai oleh salah seorang teman di atas ferry. Selama diwawancarai, aku ditanya tentang perasaan setelah menikmati study tour ini serta hubungan pacar. Hal inilah yang mengundang tawa dari teman-teman beserta penumpang lainnya yang kebetulan menyaksikannya. Apalagi adegan ini juga direkam oleh salah satu temanku. Akhirnya setelah satu jam, aku beserta rombongan akhirnya tiba di Pelabuhan Gilimanuk yang berada di ujung barat Pulau Bali. Aku tidak lupa memajukan jam menjadi satu jam lebih cepat dari waktu Jawa, tentunya sesuai dengan waktu di Bali. Selanjutnya rombongan kembali ke bus dan melanjutkan perjalanan menuju Denpasar. Selama perjalanan, aku beserta rombongan berhenti sejenak di Pantai Soka, Tabanan untuk makan siang, yang sekaligus merupakan jatah makan yang terakhir kalinya pada study tour ini. Selama makan, aku ditemani dengan alunan musik khas Bali yang enak didengar, serasa aku seperti wisatawan yang baru ke Bali. Juga aku dapat melihat indahnya pemandangan pantai Soka. Setelah makan siang, akhirnya aku dan rombongan kembali naik bus untuk melanjutkan perjalanan. Rencananya rombongan tiba di sekolah pada pukul 16.00 WITA. Saat memasuki wilayah Badung, aku melihat langit mendung dan disusul hujan saat memasuki kota Denpasar. Akhirnya setelah 4 jam perjalanan, aku beserta rombongan tiba di sekolah. Setelah turun dari bus, aku melihat banyak mobil berjejer yang merupakan kendaraan untuk menjemput para rombongan menuju rumahnya masing-masing. Akhirnya, aku pulang ke rumah dengan ditemani ayahku. Setelah tiba di rumah, aku langsung memeluk badan ibuku yang setia menunggu aku pulang. Dan juga aku sudah melepas rasa kangen setelah 6 hari melakukan perjalanan jauh ke pulau Jawa. Aku juga membawa beberapa oleh-oleh yang siap aku bagikan kepada keluarga maupun tetangga.

Cerita Perjalanan Study Tour

23

Setelah 6 hari aku melaksanakan kegiatan study tour ini, aku mendapatkan banyak sekali pengalaman yang tak terlupakan bersama teman-teman, bahkan aku juga menambah wawasan mengenai kota Jakarta, Bandung dan Jogja. Meskipun aku pulang dengan disertai rasa lelah, aku mendapatkan pelajaran berharga tentang pentingnya rasa kebersamaan dan kemandirian yang akan aku ingat selalu dan tidak mungkin terulang di masa mendatang........

______________

RUTE YANG DILALUI SELAMA PERJALANAN STUDY TOUR (7 April 12 April 2011)