Anda di halaman 1dari 5

qwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwerty uiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasd fghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzx cvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmq wertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyui Nastiti Elwindari 0806399155 opasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfg Fisika FMIPA UI KKN UI 2011 hjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxc vbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmq

wertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyui opasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfg hjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxc vbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmq wertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyui opasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfg hjklzxcvbnmrtyuiopasdfghjklzxcvbn mqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwert yuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopas


PEMBANGUNAN KABUPATEN ALOR MELALUI TEKNOLOGI TEPAT GUNA

PEMBANGUNAN KABUPATEN ALOR MELALUI TEKNOLOGI TEPAT GUNA

Tanah airku Indonesia Negeri elok amatku cinta Tanah tumpah darahku yang mulia Yang kupuja sepanjang masa Dalam sejarah negeri ini, barangkali kita belum pernah mendengar, jika benda peninggalan atau benda-benda prasejarah mendapat tempat yang terhormat dari kelompok masyarakat disuatu daerah. Kalaupun mendengar, tidak lain berasal dari himpunan masyarakat Alor, suatu masyarakat yang terbentuk dalam klen/marga yang mengikuti garis keturunan ayah. Alor adalah sebuah kabupaten di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), terletak paling timur dalam gugusan kepulauan di sebelah utara wilayah NTT. Alor merupakan kabupaten yang terletak paling timur dalam gugusan kepulauan di wilayah NTT wilayah utara. Berbatasan dengan Propinsi Maluku, laut Sawu, laut Flores dan selat Ombai sebelah baratnya, Kabupaten ini memiliki beberapa pulau kecil, pulau pantar, Baranusa, Kambing, Buaya. Kabupaten ini terdiri dari tiga pulau besar, yakni pulau Alor, pulau Pantar, dan pulau Pura, dan sejumlah pulau kecil tidak berpenghuni ini, memiliki keunikan tersendiri sebagai satu kesatuan dari sebuah daerah Administratif. Luas kabupaten Alor 2864,6 km2 Keadaan alam pulau Alor agak berbeda dengan gugusan pulau Flores di Adonara dan Lembata yang subur dengan gunung berapi. Kecuali sebagian kecil wilayah sebur Alor Timur. Pemberlakuan UU Otonomi Daerah Nomor 22 dan 25 Tahun 1999 menuntut daerah untuk memiliki kemampuan dalam memberdayakan dan memanfaatkan potensi sumberdaya alam berbasis lokal bagi pembangunan daerahnya. Oleh karena itu daerah

Nastiti Elwindari 0806399155 Fisika FMIPA UI KKN UI 2011

sudah harus memiliki dan meningkatkan kemampuannya dalam penguasaan informasi dan teknologi agar dapat mengelola sumber daya yang dimiliki seoptimal mungkin. Sumber daya alam hingga kini masih menjadi andalan pemerintah daerah sebagai modal pembangunan di wilayahnya. Hal ini yang sama berlaku juga untuk kabupaten Alor. Kabupaten ini memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar, baik dibidang pertanian, perkebunan, kehutanan, maupun perikanan. Akan tetapi, sumberdaya yang melimpah tersebut belum diimbangi dengan kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang memadai. Oleh karenanya sumber daya alam yang tersedia belum dimanfaatkan secara maksimal dan optimal. Selain sumber daya manusia (SDM) yang memadai agar tercapainya optimasi sumberdaya lokal, maka diperlukan juga teknologi yang sesuai. Sayangnya, hal tersebut belum dimiliki oleh daerah. Dalam pembangunan, teknologi merupakan suatu sistem yang digunakan dalam transformasi sumber daya menjadi produk yang bernilai guna dan juga bernilai ekonomi. Selain itu juga memberikan cara dalam keberhasilan pembanguna sosial-ekonomi melalui pemanfaatan sumberdaya alam secara efisien. Akan tetapi dalam pengenalannya disuatu masyarakat, kesesuaian dengan sosial budaya sangatlah penting. Jika tidak sesuai dapat menciptakan peluang konflik dan penolakan terhadap teknologi yang dikenalkan. Selain itu, harus tetap mempertimbangkan kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, tujuan kegiatan pembangunan haruslah benar-benar diarahkan pada tujuan-tujuan yang berorientasi pada manusia. Pengenalan teknologi harus memberikan peluang untuk dapat disesuaikan dengan budaya. Selain itu, pelaksanaannya

memperhitungkan kemampuan dan keterbatasan manusia untuk menghadapi masalahmasalah yang timbul. Dengan demikian, diharapkan teknologi yang diterapkan tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan sekaligus memperkuat kemampuan sumber daya lokal.

Nastiti Elwindari 0806399155 Fisika FMIPA UI KKN UI 2011

Mengacu pada tujuan utama pembangunan nasional Indonesia yaitu mempercepat perbaikan kondisi ekonomi yang berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat dan seluruh potensi ekonomi, terutama usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi berbasis potensi lokal dan pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan strategi yang dinilai sesuai. Selain searah dengan tujuan pembangunan nasional, juga sejalan dengan kebijakan pembangunan nasional, juga sejalan dengan kebijakan pembangunan dimasing-masing wilayah. Kabupaten Alor memiliki tujuan pembangunan nasional yaitu Gerakan Kembali ke Desa dan Pertanian (Gerbadestan). Gerakan pembangunannya berorientasi pada peningkatan ekonomi masyarakat, pendidikan, kesehatan juga berupaya meningkatkan kualitas sumberdaya manusia melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dari segi topografi 64,25% dari luas wilayah kabupaten Alor merupakan pegunungan dan perbukitan dengan daerah kemiringan seluas 67,691 ha atau 23,63% dari luas wilayah. Kemiringan tanah 3 sampai 5% seluas 24,750,49 ha dari luas wilayah. Tanpa ditunjang dengan sarana transportasi yang memadai. Dengan begitu, menyebabkan masyarakat dan juga potensi alamnya yang tersebar di pegunungan dan perbukitan, akses terhadap informasi sangat minim. Oleh karena itu, informasi harga komoditas yang dihasilkan juga tidak sampai kemasyarakat. Akibatnya mudah sekali masyarakat yang dapat menikmati hasil panennya secara optimal. Selama ini, teknologi sering hanya dipandang dan dipahami dalam spektrum yang sempit, yaitu dihubungkan dengan kreasi dan aplikasi, seperti ilmu pengetahuandan penelitian keteknikan. Seharusnya teknologi dipandang dan dipahami dalam spektrum yang luas yang perlu diintegrasikan secara efektif, sehingga teknologi tersebut dapat diaplikasikan untuk kebutuhan hidup manusia. Aspek-aspek dalam pemilihan teknologi tepat guna (TTG) didasarkan pada spesifikasi produk atau jasa, pengetahuan teknologi katkan produdan manajemen, faktor insentif dan biaya, kemampuan staf dan adaptasi, spektrum dan kualitas keterampilan, serta rasio ketidaksesuaian manajemen dan infrastruktur lokal.
Nastiti Elwindari 0806399155 Fisika FMIPA UI KKN UI 2011

Oleh karena itu, teknologi, harus diartikan sebagai cara yang lebih baik dan lebih efisien untuk suatu kegiatan, sehingga dapat meningkatkan produktivitas daya serap masyarakat. Teknologi tidak berarti serba baru yang belum terdapat dilingkungan masyarakat setempat dan juga diharus bersifat tradisional. Teknologi yang berdaya guna dan tumbuh berkembang adalah teknologi yang dapat diserap dengan mudah oleh kebudayaan masyarakat sekaligus menciptakan nilai tambah sosial dan sebagainya. Dalam hal ini, teknologi bukanlah tujuan melainkan sekedar alat untuk mencapai pemenuhan kebutuhan manusia. Dengan begitu, pemanfaatan teknologi dalam konteks ini adalah sebagai alat untuk pemberdayaan masyarakat agar mampu mengoptimalisasi sumber daya alam yang tersedia di daerah. Implementasi TTG sebgai upaya pembangunan ekonomi masyarakat Kabupaten Alor diarahkan pada upaya-upaya: 1. Meningkatkan nilai komoditi lokal 2. Optimalisasi potensi unggulan daerah 3. Meningkatkan kesempatan peluang kerja 4. Mendorong tumbuh kembangnya unit-unit usaha berbasis sumber daya lokal 5. Mendorong masyarakat berpartisipasi aktif dalam kegiatan ekonomi. Melalui Implementasi TTG, pemanfaatan sumber daya lokal bisa dilakukan secara optimal, sehingga akan dapt meningkatkan nilai tambah komoditas lokal. Selain itu sentuhan TTG juga akan dapat meningkatkan ekonomi keluarga, baik bagi masyarakat petani maupun lokal, karena adanya peluang untuk membuka unit-unit usaha skala mikro, kecil menengah, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Untuk memacu dan mendorong agar masyarakat pedesaan ikut berperan aktif dalam kegiatan ekonomi, perlu dilakukan penerapan aktif dalam kegiatan ekonomi perlu dilakukan penerapan dan pemasyarakatan TTG ke daerah-daerah pedesaan, terutama yang merupakan sentra produksi. Melalui pertumbuhan dan pengembangan unit-unit usaha skala mikro, kecil dan menengah didaerah pedesaan, akan bisa memacu dan mendorong masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam kegiatan ekonomi. Sebab masyarakat pedesaan selalu membutuhkan bukti nyata dari hasil yag di terapkan, barulah akan meniru dengan sendirinya.
Nastiti Elwindari 0806399155 Fisika FMIPA UI KKN UI 2011