Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN HASIL DISKUSI PANCASILA PANCASILA Sebagai Sumber dari Segala Sumber Hukum

Oleh: KELOMPOK 7 Selia Fathana Miftakhatun Monik Wijayanti Desi Trilestari R. M. Angga. B Hafsah Riyanti Faisal Rahman Afrian Aziz Wisnu Septian Bondan Ardya B1J009041 B1J009128 B1J009039 B1J009036 B1J009032 B1J009020 B1J010227 B1J010235 B1J010199 B1J010157

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS BIOLOGI PURWOKERTO 2011

BAB 1 PENDAHULUAN Dalam sistem hukum Indonesia ada banyak sumber-sumber hukum yang dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan hukum, diantaranya adalah UndangUndang Dasar 1945. Tidak hanya itu, Pancasila sebagai dasar falsafah bangsa juga berperan penting dalam sistem hukum Indonesia. Baik Pancasila maupun UUD 1945, keduanya dijunjung tinggi dan menjadi dasar dalam hukum-hukum di Indonesia. Oleh karena itu, kita sebagai bangsa Indonesia harus lebih memahami bagaimana kedudukan Pancasila dan UUD 1945 dalam sistem hukum Indonesia. Serta bagaimana hubungan antara Pancasila dan UUD 1945 dalam sistem hukum di Negara kita ini. Mempelajari Pancasila sebagai dasar negara, ideologi, ajaran tentang nilainilai budaya dan pandangan hidup bangsa Indonesia adalah kewajiban moral seluruh warga negara Indonesia. Pancasila yang benar dan sah (otentik) adalah yang tercantum dalam alinea keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Hal itu ditegaskan melalui instruksi presiden RI no. 12 Tahun 1968. Penegasan tersebut diperlukan untuk menghindari tata urutan atau rumusan sistematik yang berbeda, yang dapat menimbulkan kerancuan pendapat tentang isi Pancasila yang benar dan sesungguhnya. Pendekatan yuridis-konstitusional diperlukan guna meningkatkan kesadaran akan peranan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum, dan karenanya mengikat seluruh bangsa dan negara Indonesia untuk melaksanakannya. Pelaksanaan Pancasila mengandaikan tumbuh dan berkembangnya pengertian, penghayatan dan pengamalannya dalam keseharian hidup kita secara individual maupun sosial selaku warga negara Indonesia.

BAB II.

PEMBAHASAN A. Kedudukan Pancasila Dalam Sistem Hukum Indonesia Pancasila sebagai dasar filsafat serta ideologi bangsa dan Negara Indonesia, bukan terbentuk secara mendadak serta bukan hanya di ciptakan oleh seseorang sebagaimana yang terjadi pada ideologi-ideologi lain di dunia, namun terbentuknya pancasila melalui proses yang cukup panjang dalam sejarah bangsa Indonesia. Di dalam Bab I dari Memorandum DPR-GR tertanggal 9 juni 1966 dikemukakan, bahwa pancasila merupakan sumber dari segala Sumber Tertib Hukum Republik Indonesia, serta Pasal 2 Undang-Undang No. 10 Tahun 2004 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan menyatakan Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum negara. Memorandum tersebut dapat dibaca bahwa maksud dari Sumber Tertib Hukum Indonesia ialah pandangan hidup, kesadaran dan cita-cita hukum serta cita-cita moral luhur yang meliputi suasana kejiwaan serta watak bangsa Indonesia, yang pada tanggal 18 Agustus 1945 telah di murnikan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, menjadi Dasar Negara Republik Indonesia, yakni Pancasila, sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD 1945. Dalam kedudukan ini, Pancasila merupakan sumber nilai dan sumber norma dalam setiap aspek penyelenggaraan Negara. Termasuk sebagai tertib hukum di Negara Republik Indonesia. Konsekuensinya seluruh peraturan perundang-undangan serta penjabarannya senantiasa berdasarkan nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila. Dalam konteks inilah maka Pancasila merupakan suatu asas kerohanian Negara. Sehingga merupakan suatu sumber nilai norma dan kaidah baik moral maupun hukum dalam Negara Republik Indonesia. Kedudukan Pancasila yang demikian ini justru mewujudkan fungsinya yang pokok sebagai dasar Negara Republik Indonesia. Manifestasinya dijabarkan dalam suatu peraturan perundang-undangan. Oleh karena itu Pancasila merupakan sumber hukum dasar Negara baik yang tertulis yaitu Undang-Undang Dasar Negara maupun hukum dasar tidak tertulis atau convensi.

Sebagai sumber dari segala sumber hukum atau sebagai sumber tertib hukum Indonesia maka Pancasila tercantum dalam ketentuan tertinggi yaitu pembukaan UUD 1945. Kemudian dijelamakan atau dijabarkan lebih lanjut dalam pokok-pokok pikiran. Yang meliputi suasana kebatinan dari UUD 1945, yang pada akhirnya di kongkritisasikan atau dijabarkan dalam pasal-pasal UUD 1945, serta hukum positif lainnya. Dalam kedudukan dan fungsi Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia, pada hakekatnya merupakan suatu dasar dan asas kerohanian dalam setiap aspek penyelenggaraan Negara termasuk dalam penyusunan tertib hukum Indonesia. Maka kedudukan Pancasila sebagaimana tercantum dalam pembukan UUD 1945 adalah sebagai sumber dari segala sumber hukum Indonesia. B. Kedudukan UUD 1945 Dalam Sistem Hukum Indonesia UUD 1945 sendiri, apabila berdasarkan pengertiannya. Dapat kita ketahui bahwa kedudukan UUD 1945 dalam sistem hukum di Indonesia merupakan peraturan perundangan yang tertinggi yang menjadi dasar dan sumber bagi peraturan perundangan dengan lainnya yang kemudian salah satu dikeluarkan oleh Negara itu. UUD bukanlah merupakan satu-satunya sumber hukum. Karena UUD ialah hukum dasar tertulis, sedangkan di samping UUD berlaku juga hukum dasar yang merupakan sumber hukum lain.

C. Hubungan Antara Pancasila dan UUD 1945 Dalam Sistem Hukum

Indonesia Negara Indonesia adalah Negara demokrasi yang berdasarkan atas hukum, oleh karena itu segala aspek pelaksanaan dan penyelenggaraan Negara di atur dalam suatu sistem peraturan perundang-undangan. Dalam pengertian inilah maka Negara dilaksanakan berdasarkan pada suatu konstitusi atau Undang-Undang Dasar Negara. Pembagian kekuasaan, lembaga-lembaga tinggi

Negara, hak dan kewajiban warga Negara, keadilan sosial dan lainnya di atur dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara. Hal inilah yang di maksud dengan pengertian Pancasila dalam konteks ketatanegaraan Republik Indonesia. Dalam pembahasan ini tidak dapat dilepaskan dengan eksistensi pembukaan UUD 1945 yang merupakan deklarasi bangsa dan Negara Indonesia, yang memuat Pancasila sebagai dasar Negara. Tujuan Negara serta bentuk Negara Indonesia. Oleh karena itu pembukaan UUD 1945 dalam konteks ketatanegaraan Republik Indonesia memiliki kedudukan yang sangat penting karena merupakan suatu Staasfundamentalnorm( pokok kaidah Negara yang fundamental) dan berada pada hirearkhi tertib hukum tertinggi di Negara Indonesia. Rumusan sila-sila Pancasilatedapat dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara 1945. Selanjutnya, pembukaan UUD 1945 mempnyai fungsi hubungan langsung yang bersifat kausal organis dengan batang tubuh UUD 1945. Karena isi dalam pembukaan dijabarkan dalam pasal-pasal UUD 1945. Maka pembukaan UUD 1945 yang memuat dasar filsafat Negara yakni Pancasila, dan Undang-Undang Dasar merupakan satu kesatuan bahkan meruapakn rangkain kesatuan nilai dan norma yang terpadu. Dengan dicantumkannya Pancasila secara formal di dalam pembukaan UUD 1945, yang kemudian dijabarkan dala pasal-pasal UUD 1945, maka Pancasila memperoleh kedudukan sebagai norma dasar hukum positif. Dengan demikian tata kehidupan bernegara tidak hanya bertopang pada asas-asas sosial, ekonomi, politik akan tetapi dalam perpaduannya dengan keseluruhan asas yang melekat padanya, yaitu perpaduan asas-asas cultural, religious, dan asas-asas kenegaraan yang unsurnya terdapat dalam Pancasila. Antar Pancasila dan UUD 1945 tidak ada keterpisahan. Karena pancasila yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 dijadikan sumber dalam penjelasan pasal-pasal UUD 1945. Dalam arti sumber-sumber dari mana membentuk Undang-Undang memperoleh bahan dalam membentuk UndangUndang, juga dalam arti sistem-sistem hukum, dari mana tumbuh hukum positif suatu Negara.

Undang-Undang Dasar menciptakan pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam pembukan dalam pasal-pasalnya. Yang mana dalam pembukaan UUD 1945 tersebut tercantum nilai-nilai Pancasila. Pokok-pokok ini mewujudkan cita-cita hukum (pechtsidee) yang menguasai hukum dasar Negara, baik hukum yang tertulis (undang-undang) maupun hukum yang tidak tertulis. Jadi, berdasarkan urut-urutan tertib hukum Indonesia pembukaan UUD 1945 yang merupakan bagian dari UUD 1945 adalah sebagai tertib hukum yang tertinggi, adapun tertib hukum Indonesia berdasarkan pada Pancasila, atau dengan kata lain Pancasila sebagai sumber tertib hukum Indonesia. Hal ini berarti secara material tertib hukum Indonesia dijabarkan dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Pancasila sebagai sumber tertib hukum Indonesia meliputi sumber nilai, sumber materi, sumber bentuk dan sifat. Sehingga, baik Pancasila maupun UUD 1945 keduanya saling terkait sebagai sumber hukum dalam sistem hukum Indonesia. Pancasila dengan nilainilai yang terkandung di dalamnya dijadikan sumber bagi UUD 1945 dalam pembentukan hukum di Indonesia. Menurut penjelasan UUD 1945, Negara Indonesia adalah negara hukum, negara hukum yang berdasarkan Pancasila. Pancasila sebagai dasar negara yang mencerminkan jiwa bangsa Indonesia harus menjiwai semua peraturan hukum dan pelaksanaannya dan menjadi suatu kewajiban bagi penyelanggaraan negara untuk menegakkan keadilan dan kebenaran berdasarkan Pancasila. Dalam negara terdapat suatu dasar fundamental atau pokok kaidah yang merupakan sumber hukum positif yang dalam ilmu hukum tata negara disebut Staats fundamental norm . Dalam negara Indonesia Staats fundamental norm tersebut intinya tidak lain adalah Pancasila . Maka Pancasila merupakan cita-cita hukum, kerangka berpikir, sumber nilai serta sumber arah penyusunan dan perubahan hukum postif di Indonesia. Dalam pengertian inilah maka Pancasila berfungsi sebagai paradigma hukum terutama dalam kaitannya dengan berbagai macam upaya perubahan hukum atau Pancasila harus merupakan paradigma dalam suatu pembaharuan hukum. Sebagai sumber dari segala sumber tertib hukum, Pancasila menempati kedudukan tertinggi dalam tata perundang-undangan negara Republik Indonesia.

Segala peraturan, undang-undang, hukum positif harus bersumber dan ditujukan demi terlaksananya (sekaligus pengamanan) Pancasila. Dapat dilihat dari Pasal 2 Undang-Undang No. 10 Tahun 2004 Tentang Pembentukan Peraturan PerundangUndangan menyatakan Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum negara. Oleh karena itu dalam reformasi hukum dewasa ini selain Pancasila sebagai paradigma pembaharuan hukum yang merupakan sumber norma dan sumber nilai, Pancasila juga dapat dipandang sebagai Cita-Cita Hukum yang berkedudukan sebagai Staats fundamental norm dalam negara Indonesia. Sebagai cita-cita hukum Pancasila dapat memenuhi fungsi Konstitutif maupun fungsi regulatif. Dengan fungsi Konstitutif-nya Pancasila menentukan dasar suatu tata hukum yang memberi arti dan makna bagi hukum itu sendiri sehingga tanpa dasar yang diberikan oleh Pancasila maka hukum akan kehilangan arti dan maknanya sebagai hukum itu sendiri. Demikian juga dengan fungsi Regulatif-nya Pancasila menentukan apakah suatu hukum positif itu sebagai produk yang adil atau tidak adil . Pancasila yang didalamnya terkandung nilai-nilai religius,nilai hukum kodrat,nilai hukum moral pada hakikatnya merupakan suatu sumber material hukum positif di Indonesia . Dengan demikian Pancasila menentukan isi dan bentuk peraturan perundang-undangan Indonesia . Pancasila sudah tercantum dalam paragraf terakhir pembukaan UUD yang berbunyi Negara Republik Indonesia berdasar kepada : 1. Ketuhanan Yang Maha Esa 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab 3. Persatuan Indonesia 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan 5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Selain itu, Pancasila telah tercantum secara konkrit dalam berbagai pasal UUD 1945 : Pertama, Ketuhanan yang Maha Esa sudah tercantum dalam Pasal 29 Ayat (1) yang berbunyi Negara berdasar atas Ketuhanan yang Maha Esa. Kedua, kemanusiaan yang adil dan beradab tercantum dalam Bab XA tentang hak asasi manusia.

Ketiga, persatuan Indonesia telah ditentukan dalam Pasal 1 Ayat (1) yang berbunyi Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan, dan juga dalam pasal-pasal yang mengatur tentang struktur pemerintahan Indonesia yang bersifat unitary (kesatuan) dan disentralisasi. Sifat ini dapat dilihat, antara lain, dalam Pasal 18 Ayat (5) dan Bab VII tentang DPR yang secara implicit memberikan wewenang seluas-luasnya kepada pemerintah pusat untuk menentukan mana yang merupakan urusan dan kewenangan pemerintah pusat dan mana diserahkan kepada daerah. Apalagi, kesatuan Indonesia dijamin dalam Pasal 37 Ayat (5) yang melarang dilakukannya perubahan mengenai kesatuan Indonesia.

Keempat, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan telah dijamin dalam Pasal 1 Ayat (2), dan Bab VII tentang DPR yang menyerahkan kewenangan pembuatan UndangUndang kepada DPR yang merupakan badan perwakilan.Namun, sila ini mungkin dapat dikatakan tidak sekuat dulu sejak MPR tidak lagi ditetapkan sebagai lembaga tertinggi negara.

Kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dijamin dalam Bab XA tentang hak asasi manusia, serta Bab XIV tentang perekonomian nasional dan kesejahteraan sosial. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa UUD 1945 tidak bertentangan

dengan Pancasila, bahkan Pancasila sudah tercantum secara implisit dalam UUD 1945. Bentuk pelaksanaan atau pengamalan Pancasila dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu : 1. Pelaksanaan obyektif adalah pelaksanaan yang dilakukan oleh penguasa negara yang berwenang dengan dara menjabarkan Pancasila ke dalam peraturan perundang-undangan. 2. Pelaksanaan subyektif adalah pelaksanaan yang harus dilakukan oleh setiap Waraga Negara Indonesia dan penduduk dengan dara mematuhi dan melaksanakan setiap peratyran perundangan yang ada .

BAB III KESIMPULAN Berdasarkan penjabaran diatas maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Pancasila dalam sistem hukum Indonesia mempunyai kedudukan sebagai sumber dari segala sumber hukum Indonesia dan juga pada hakekatnya merupakan suatu dasar dan asas kerohanian dalam setiap aspek penyelenggaraan Negara termasuk dalam penyusunan tertib hukum Indonesia. 2. UUD 1945 dalam sistem hukum Indonesia merupakan peraturan perundangan tertinggi yang menjadi sumber bagi peraturan perundangan dengan lainnya yang kemudian di keluarkan oleh Negara itu. 3. Hubungan antara pancasila dan UUD 1945 dalam sistem hukum Indonesia keduanya saling terkait sebagai sumber hukum dalm sistem hukum Indonesia. Pancasila dengan nilai-nilainya yang terkandung di dalamnya dijadikan sumber bagi UUD 1945 dalam pembentukan hukum di Indonesia.
4. Pancasila sebagai sumber dari segala sumber Hukum. atau sumber tertib

hukum bagi Negara Republik Indonesia. Sumber tertib hukum Republik Indonesia adalah pandangan hidup, kesadaran, cita-cita hukum serta citacita moral yang meliputi suasana kejiwaan serta watak Bangsa Indonesia. Cita-cita itu meliputi cita-cita mengenai kemerdekaan Individu, kemerdekaan Bangsa, perikemanusiaan, keadilan sosial dan perdamaian Nasional. Cita-cita politik mengenai sifat, bentuk dan tujuan negara. Citacita moral mengenai kehidupan kemasyarakatan dan keagamaan.