Anda di halaman 1dari 15

PSIKOLOGI LINGKUNGAN

Jika anda diminta untuk memilih tempat tinggal,

manakah yang anda pilih ? 1. Tinggal di kampung 2. Tinggal di perumahan yang heterogen 3. Tinggal di perumahan muslim Why ?

Psikologi Lingkungan
Hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan fisiknya,

baik yang buatan maupun yang alamiah (Bell dkk, 1996 dalam Sarwono, 2005) Hubungan timbal balik. Lingkungan fisik alamiah : contoh Lingkungan fisik buatan : contoh.
Psikologi lingkungan menjadi penting sejak berbagai lembaga,

baik lembaga pemerintah, LSM, dan organisasi internasional menyadari bahwa pada umumnya ancaman terhadap lingkungan (hutan gundul, berkurangnya sumber pangan, pencemaran lingkungan, punahnya berbagai jenis satwa dan tumbuhan) berawal dari perilaku manusia

Tugas Psikologi Lingkungan


Menjaga keseimbangan antara kebutuhan manusia

akan lingkungan dengan kebutuhan untuk memelihara lingkungan, misalnya : 1. Mengembangkan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui dampak perubahan lingkungan terhadap aspek psikologis manusia, seperti kesehatan mental, kinerja, dsb. Demikian juga dampak perilaku manusia terhadap lingkungan 2. Mempromosikan upaya pelestarian lingkungan, misalnya penghematan BBM, listrik, air, penggunaan produk alami, dsb

Beberapa contoh Teori dalam Psikologi Lingkungan (dalam Sarwono, 2005)


Perilaku manusia terhadap lingkungan dari tinjauan

psikoanalisa . Manusia gagal untuk mengungkapkan hubungan yang paling dasar antara diri dan lingkungannya. Hubungan yang paling dasar tersebut terpendam dalam ketidaksadaran manusia (Mishan, 1996) Teori behavior setting : manusia berperilaku sesuai dengan setting. Pada tempat yang sama, jika setting berbeda, maka perilaku manusia menjadi berbeda Psikologi gestalt dan lingkungan : Manusia adalah bagian dari keseluruhan lingkungan, sehingga psikologi lingkungan tidak dapat dilepaskan dari ilmu lingkungan (ekologi)

PROBLEM LINGKUNGAN
1. DENSITY (kepadatan); perbandingan luas tempat dengan jumlah penghuni orang, bangunan, kendaraan (teramati/objektif)
CROWDING (kesesakan) merasakan atau memandang kehadiran orang/objek lain mengganggu (subjektif) 2. NOISY (kebisingan); adanya suara yang tidak dikehendaki, diukur secara objektif berdasar intensitas suara (transportasi, kerja) penyebab: volume, predictable, controllable

3. WEATHER cuaca :temperatur udara yang cepat berubah iklim/musim: relatif tetap dalam waktu lama kelembaban : kandungan uap air dalam udara angin: udara yang bergerak
4. BAHAN KIMIA BERACUN tidak segera tampak (kasus minamata jepang) co2, pupuk, ozon, asap rokok, debu 5. BENCANA ALAM DAN TEKNOLOGI natural disaster: gempa bumi, banjir, tanah longsor technological catastrove: kecelakaan sebagai hasil kemajuan teknologi buatan manusia itu sendiri

6. TERITORY keluasan individual dalam batas-batas tertentu fisik : batas yang nampak simbolik : dipersepsikan sebagai batas PENGARUH SOSIAL PERILAKU AKIBAT KEPADATAN afiliasi (persahabatan) prososial (menolong) anti sosial

PROBLEM KEPADATAN PENDUDUK


1. kurangnya kerahasiaan 2. kesesakan 3. perasaan kurang berkuasa 4. lalu lintas 5. polusi 6. meningkatnya kemiskinan/kelaparan 7. penyakit menular 8. pemukiman kumuh 9. meningkatnya kriminalitas 10. agresivitas

PROBLEM KEBISINGAN Hasil-hasil penelitian : 1. LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL ketegangan dan perasaan ketidakpastian kurang interaksi informal (kriminalitas tinggi) 60 % usia 18-19 tahun mengalami penurunan pen dengaran akibat konser musik dan headphone 2. DI SEKOLAH defisiensi pada prestasi membaca dan kinerja tugas kognitif dalam percakapan di sekolah mengganggu komunikasi gagal memahami instruksi prestasi buruk mengganggu strategi pengolahan informasi mengganggu kinerja

Beberapa contoh topik kajian dalam psikologi lingkungan


Dampak kebisingan, kepadatan, temperatur, polusi

udara terhadap manusia Dampak desain pemukiman terhadap manusia Dampak perkembangan teknologi terhadap manusia Bencana dan manusia Pemanfaatan psikologi lingkungan untuk peningkatan kesehatan masyarakat, seperti kebiasaan merokok, mencegah AIDS, dan memberikan alternatif psikologi lingkungan terhadap program-program kesehatan yang selama ini hanya mengandalkan pendekatan medis

Topik psikologi lingkungan yang dpt dikaji di Indonesia


Aspek psikologis dari bencana
Perubahan perilaku dalam hubungannya dengan

perubahan teknologi Pemanfaatan lingkungan alam (hutan, air, sumber daya tak terbarukan) untuk industri dan hubungannya dengan perilaku manusia Desain kota (pasar, pemukiman, transportasi) dengan perilaku manusia

Hasil Penelitian

Hines, Hungerford dan Tomera (1986) melakukan meta

analisis terhadap penelitian-penelitian yang berkenaan dengan perilaku yang bertanggung jawab terhadap lingkungan, mendapatkan sejumlah variabel yang berasosiasi dengan perilaku yang dimaksud, yaitu pengetahuan tentang issues, pengetahuan tentang strategi tindakan, locus of control, sikap, komitmen verbal dan rasa tanggung jawab yang dimiliki seseorang. perilaku yang bertanggung jawab terhadap lingkungan selain ditentukan oleh faktor-faktor internal, juga tidak terlepas dari faktor situasional (faktor eksternal). Perilaku tidak terbentuk dengan sendirinya tapi terbentuk melalui proses pembelajaran. Sebagai contoh, untuk menyapu jalanan diperlukan keterampilan menyapu dan pengetahuan tentang kebersihan.

faktor-faktor situasional, seperti keadaan ekonomi,

tekanan sosial dan peluang yang tersedia, dapat menghambat atau memperkuat kemungkinan munculnya perilaku yang dimaksud. Perilaku bertanggungjawab merupakan hasil dari transaksi terusmenerus antara faktor internal individu dengan faktor situasional.

Anda mungkin juga menyukai