Anda di halaman 1dari 27

MAKALAH

RANCANGAN PERCOBAAN

Rancangan Bujursangkar










Oleh:

Indah Sari (08611004)
Alvia Sahriatiana (09611003)
Nita Nurulaini (09611013)



JURUSAN STATISTIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
YOGYAKARTA
2012
ABSTRAK
Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) merupakan rancangan yang mampu
mengatasi keheterogenan unit melalui dua arah, yaitu arah baris dan arah
kolom. Apabila dalam suatu percobaan respon yang muncul akibat dari dua
faktor atau lebih dan keterogenan unit percobaan perlu dikendalikan melalui
dua arah, maka percobaan yang dugunakan adalah percobaan faktorial dalam
RBSL. Dalam percobaan ini, banyaknya baris atau kolom sama dengan
banyaknya kombinasi perlakuan, dimana setiap baris atau kolom satu
kombinasi perlakuan hanya muncul satu kali. Asumsi yang harus dipenuhi
adalah galat berdisbrusi normal dan homogeny. Dalam rancangan bujur
sangkar terdapat 3 macam rancangan, yaitu rancangan bujur sangkar latin,
rancangan bujur sangkar graeco latin dan rancangan bujur sangkar youden.
Kata-kata kunci : rancangan bujur sangkar latin, baris, kolom, latin, graeco,
youden
A. LATAR BELAKANG
Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) merupakan rancangan yang
mampu mengatasi keheterogenan unit melalui dua arah, yaitu arah baris dan
arah kolom. Apabila dalam suatu percobaan respon yang muncul akibat dari
dua faktor atau lebih dan keterogenan unit percobaan perlu dikendalikan
melalui dua arah, maka percobaan yang dugunakan adalah percobaan faktorial
dalam RBSL. Dalam percobaan ini, banyaknya baris atau kolom sama dengan
banyaknya kombinasi perlakuan, dimana setiap baris atau kolom satu
kombinasi perlakuan hanya muncul satu kali. Asumsi yang harus dipenuhi
adalah galat berdisbrusi normal dan homogeny.
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas, dapat dirumuskan permasalahannya adalah sebagai
berikut :
- Apakah yang dimaksud dengan rancangan bujur sangkar latin, graeco, youden?
- Bagaimanakah bentuk implementasi atau penerapan rancangan bujur sangkar
latin, graeco, youden?
C. TUJUAN
Pembahasan pada makalah ini dilaksanakan dengan tujuan :
- mengetahui kegunaan rancangan percobaan bujur sangkar latin, graeco latin dan
youden
- mengetahui penerapan rancangan percobaan bujur sangkar latin, graeco latin dan
youden pada kasus nyata.
D. LANDASAN TEORI
D.1 PENDAHULUAN
Pada suatu percobaan atau penelitian, analisis hanya akan bersifat eksak
apabila semua asumsi, umumnya mengenai bentuk distribusi, dapat dipenuhi.
Tetapi terkadang pemenuhan asumsi tersebut sukar dilakukan, sehingga dalam
banyak hal sering bergantung pada kecakapan dalam pemilihan metode analisis
yang tepat, termasuk caracara perencanaan yang tepat untuk memperoleh data
yang diperlukan. Untuk memaksimalkan kegunaan data dalam suatu analisis,
dibutuhkan perencanaan ilmiah, yang lebih dikenal dengan rancangan
percobaan. Dalam rancangan percobaan memuat semua langkah lengkap yang
perlu diambil sebelum melakukan percobaan supaya data yang diperlukan
dapat diperoleh dan digunakan secara optimal. Hal ini nantinya akan membawa
kepada suatu analisis objektif serta dapat ditarik kesimpulan untuk persoalan
yang sedang dibahas. Dalam sebuah percobaan bila unit-unit percobaan relatif
heterogen, maka dibutuhkan suatu rancangan percobaan yang dapat
mengendalikan variasi yang terjadi pada percobaan tersebut. Untuk
menghilangkan dua jenis variasi digunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin
(RBSL) yaitu percobaan dengan cara melaksanakan pemblokan dua arah dan
apabila diinginkan untuk menghilangkan tiga variasi, maka digunakan
Rancangan Bujur Sangkar Graeco Latin (RBSGL). Dalam makalah ini akan
dijelaskan tentang RBSL dan RBSGL serta contoh aplikasi disertai dengan
penyelesaiannya.
D.2 DESAIN BUJURSANGKAR LATIN
Rancangan bujur sangkar latin merupakan suatu rancangan percobaan
dengan dua arah pengelompokan, yaitu baris dan kolom. Banyaknya perlakuan
sama dengan jumlah ulangan sehingga setiap baris dan kolom akan
mengnadung semua perlakuan. Pada rancangan ini, pengacakan dibatasi
dengan mengelompokkannya ke dalam baris dan juga kolom, sehingga setiap
baris dan kolomnya hanya akan mendapatkan satu perlakuan. Dalam sebuah
percobaan bila unit-unit percobaan relatif heterogen, maka dibutuhkansuatu
rancangan percobaan yang dapat mengendalikan variasi yang terjadi pada
percobaantersebut. Untuk menghilangkan dua jenis variasi digunakan
Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL). Jadi ada dua syarat penggunaan
RBSL yang harus dipenuhi antara lain:
1. Jumlah baris = Jumlah kolom = Jumlah Perlakuan. Idealnya digunakan
jika jumlah perlakuan 4 sampai 8. Jika jumlah perlakuan terlalu sedikit
maka ulangannya juga sedikit, akibatnya galat percobaan semakin besar.
Tetapi jika perlakuan terlalu banyak, maka langannnya juga banyak
sehingga memberatkan dalam biaya.
2. Tidak ada interaksi antara baris dan kolom dengan perlakuan yang diteliti.
Jika ada interaksi maka RBSL tidak dapat digunakan.
Keuntungan menggunakan rancangan ini dibandingkan dengan rancangan lain;
1. Mengurangi keragaman galat melalui penggunaan dua buah
pengelompokan.
2. Pengaruh perlakuan dapat dilakukan untuk percobaan berskala kecil.
3. Analisis relatif mudah.
4. Baris atau kolom dapat digunakan untuk meningkatkan cakupan dalam
pengambilan kesimpulan.
Kerugian menggunakan rancangan ini dibandingkan dengan rancangan lain;
1. Banyaknya perlakuan, baris dan kolom harus sama, sehingga semakin
banyak perlakuan maka satuan percobaan yang diperlukan juga semakin
banyak.
2. Apabila banyaknya kelompok bertambah besar galat percobaan per satuan
percobaan juga cenderung meningkat.
3. Pengacakan yang diperlukan sedikit lebih rumit daripada pengacakan
rancangan-rancangan sebelumnya.
4. Derajat bebas galatnya yang lebih kecil dibanding dengan rancangan lain
yang berukuran sama, akan menurunkan tingkat ketelitian, terutama
apabila jumlah perlakuannya berjumlah kecil.
5. Apabila ada data yang hilang, meskipun tidak terlalu banyak maka hasil
analisisnya diragukan karena perlakuan menjadi tidak seimbang.
6. Asumsi modelnya sangat mengikat, yaitu bahwa tidak ada interaksi antara
sembarang dua atau semua kriteria yaitu baris, kolom dan perlakuan.
[1]

Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) digunakan pada saat peniliti
ingin menyelidiki pengaruh perlakuan terhadap hasil percobaan dan hasil
percobaan tersebut juga dipengaruhi oleh dua sumber variasi lain, dimana
jumlah antara perlakuan dan kedua sumber variasi yang lain sama. Dengan
demikian RBSL bertujuan untuk menghilangkan dua jenis variasi dengan
melakukan pemblokan dua arah. Alasan disebut sebagai RBSL yaitu:
1. Bentuk rancangannya bujur sangkar dengan kata lain jumlah taraf
antara baris dan kolom sama dengan jumlah taraf perlakuan.
2. Perlakuan diberi nama sesuai dengan huruf latin seperti: A,B,C,,Z.
Dalam RBSL setiap perlakuan yang diwakili dengan huruf latin hanya
muncul tepat satu kali dalam tiap baris dan kolom.
[2]

D.2.1 Letak dan Pengacakan
Desain bujur sangkar merupakan desai khusus yang memungkinkan
untuk menilai pengaruh relative berbagai perlakuan apabila terhadap unit
eksperimen dilakukan batasan yang berbentuk pemblokan ganda. Dengan
adanya batasan pemblokan ganda ini, desain bujursangkar Latin dapat
dianggap sebagai perluasan daripada desain blok lengkap acak. desain ini
bersifat bahwa tiap perlakuan teradapat satu dan hanya satu kali dalam tiap
baris dan satu dan hanya satu kali dalam tiap kolom. Sedangkan pengacakan
dilakukan berdasarkakn dua buah pembatasan yakni menurut baris dan kolom.
Desain Bujursangkar Latin biasanya diberi ukuran bergantung pada bayaknya
perlakuan. Jika ada m buah perlakuan yang diteliti, maka terjadi DBSL m x m.
jelas bahwa untuk meneliti m buah perlakuan menggunakan DBSL ii
diperlukan m
2
unit eksperimen. Contoh DBSL 4 x 4:
Kolom


Baris
1 2 3 4
1 A B C D
2 B C D A
3 C D A B
4 D A B C
Tabel 1. Desain Bujursangkar Latin ukuran 4 x 4.
Dari DBSL standar ini, degan jalan menukar baris secara acak dan atau
menukaar kolom secara acak, dapat diturunkan DBSL yang lain. Untuk
memperoleh DBSL 4 x 4, diturunkan dari DBSL standar diatas misalnya,
menukarkan secara berturut-turut: baris 1 dan baris 2, diikuti kolom 2 dan
kolom 4, akhirnya baris 2 dan baris 3.
- Pengacakan Terhadap Baris




Tabel 2. Desain Bujursangkar Latin ukuran 4 x 4 dengan pengacakan
terhadap baris.

1 2 3 4
1 A B C D
2 B C D A
3 C D A B
4 D A B C
1 2 3 4
2 B C D A
3 C D A B
4 D A B C
1 A B C D
- Pengacakan Terhadap Kolom
[1]






Tabel 3. Desain Bujursangkar Latin ukuran 4 x 4 dengan pengacakan
terhadap kolom.
Model linear:
Y
ij(k)
= + |
i
+
j
+ t
k
+ c
ij(k)
Dengan:
i = 1, 2, 3, , m
j = 1, 2, 3, , m
k = 1, 2, 3, , m
Y
ijk
= hasil pengamatan yang dicatat dari perlakuan ke-k, yang
dipengaruhi oleh baris ke-i dan kolom ke-j.
= rata-rata keseluruhan.
|
i
= efek baris ke-i.

j
= efek kolom ke-j.
t
k
= efek perlakuan ke-k.
c
ijk
= efek unit ekperimen dalam baris ke-i dan kolom ke-j
untuk k perlakuan.
Model di atas diartikan bahwa besarnya hasil observasi yang dicatat dari
baris ke-i, kolom ke-k dan perlakuan ke-j dipengaruhi oleh rata-rata
keseluruhan, efek baris ke-i, efek perlakuan ke-j, efek kolom ke-k dan
besarnya sesatan random.
1 2 3 4
2 B C D A
3 C D A B
4 D A B C
1 A B C D
3 1 4 2
2 D B A C
3 A C B D
4 B D C A
1 C A D B
Asumsi:
|

= t

= 0
D.2.2 Menghitung Jumlah Kuadrat

= jumlah kuadrat-kuadrat (JK) semua nilai pengamatan =

ij(k)
2

; dengan dk = m
2
R
y
= jumlah kuadrat-kuadrat (JK) untuk rata-rata = J
2
/ m
2
; dengan dk =1
dan J =


B
y
=

R
y
; dengan dk = (m-1) dan J
io
= julmlah nilai pengamatan
dalam baris ke-i.
K
y
=

R
y
; dengan dk = (m-1) dan J
oj
= julmlah nilai pengamatan
dalam kolom ke-j.
P
y
=

R
y
; dengan dk = (m-1) dan J
k
= julmlah nilai pengamatan
untuk perlakuan ke-k.
E
y
= jumlah kuadrat-kuadrat (JK) kekeliruan eksperimen =

R
y
B
y

K
y
P
y
; dengan dk = (m-1)(m-2).
D.2.3 ANAVA untuk Desain Bujursangkar Latin

Sumber
variasi
Dk JK KT EKT F
Rata-rata 1 R
y
R

P/E
Baris m - 1 B
y
B

i
Kolom m - 1 K
y
K

j
Perlakuan m - 1 P
y
P

k
Kekeliruan (m-1)(m-2) E
y
E


Jumlah m
2



Tabel 4. ANAVA Desain Bujursangkar Latin
D.2.4 Analisis Statistik
Langkah-langkah analisis statistik
1. Menentukan hipotesis.
- Model efek tetap
H
0
: t
1
= t
2
= = t
m
(Semua perlakuan memberikan hasil yang sama
terhadap respon).
H
1
: ada salah satu k = 0 (paling sedikit ada satu perlakuan memberikan
hasil yang berbeda terhadap respon).
- Model efek acak
H
0
:
t
2
= 0( Tidak terdapat variabilitas diantara perlakuan)
H
1
:
t
2
= 0(Terdapat variabilitas diantara perlakuan).
Contoh Rancangan Bujursangkar Latin:
Misalkan keempat huruf A, B, C, D menyatakan varietas, baris
menyatakan 4 jenis pupuk,dan kolom menyatakan 4 tahun yang berbeda. Data
dalam tabel 1 adalah hasil keempat varietas gandum tersebut yang diukur
dalam kilogram per petak. Dengan menggunakan taraf nyata 0,05dan 0,01
ujilah hipotesis.


Jenis Pupuk
Tahun
1978 1979 1980 1981
t
1
A (70) B (75) C (68) D (81)
t
2
D (66) A (59) B (55) C(63)
t
3
C (59) D (66) A (39) B (42)
t
4
B (41) C (57) D (39) A (55)
Tabel 5. Hasil keempat varietas gandum tersebut
yang diukur dalam kilogram per petak.

Penyelesaian:


Jenis Pupuk
Tahun
Jumlah 1978 1979 1980 1981
t
1
A (70) B (75) C (68) D (81) 294
t
2
D (66) A (59) B (55) C(63) 243
t
3
C (59) D (66) A (39) B (42) 206
t
4
B (41) C (57) D (39) A (55) 192
Jumlah 236 257 201 241 935
Tabel 6. Hasil keempat varietas gandum tersebut
yang diukur dalam kilogram per petak.

Model Linear Rancangan Bujursangkar Latin:
Y
ij(k)
= + |
i
+
j
+ t
k
+ c
ij(k)
Dengan:
i = 1, 2, 3, 4
j = 1, 2, 3, 4
k = 1, 2, 3, 4
Y
ijkl
= hasil pengamatan varietas gandum ke-k dalam kilogram per
petak, yang dipengaruhi oleh jenis pupuk ke-i pada tahun
ke-j.
= rata-rata pengamatan seluruh varietas gandum.
|
i
= efek pupuk ke-i.

j
= efek tahun ke-j.
t
k
= efek varietas ke-k.
c
ijkl
= efek dari varietas gandum yang dipengaruhi oleh pupuk
ke-i dan tahun ke-j untuk k perlakuan.
Sumber
variasi
dk JK KT F
hitung
Rata-rata 1 54639.06

54639.06
2.01
Jenis pupuk 3 1557.188

519.062
Tahun 3 417.6875

139.229
Varietas 3 263.6875

87.895
Kekeliruan 6 261.375

43.562
Jumlah 16

57139
Tabel 7. ANAVA Desain Bujursangkar Latin 4 x 4.

Uji hipotesis dengan = 0.05
1. H
0
: t
1
= t
2
= t
3
= t
4
= 0(semua varietas gandum menghasilkan berat
yang sama)
H
1
: ada salah satu t
k
= 0(ada salah satu varietas gandum yang
menghasilkan berat yang berbeda )
2. = 0.05
3. Statistik uji
Tolak H
0
jika F
hitung
> F
tabel
F
tabel
= F
(3;6)
= 4.76
4. Keputusan
F
hitung
= 2.01< F
tabel
= 4.76 Gagal Tolak H
0
5. Kesimpulan
Dengan menggunkan tingkat kepercayaan 95% dapat disimpulkan bahwa
Gagal Tolak H
0
artinya bahwa tidak terdapat perbedaan berat hasil
gandum bila dipergunakan empat jenis pupuk tersebut.


Uji hipotesis dengan = 0.01
1. H
0
: t
1
= t
2
= t
3
= t
4
= 0(semua varietas gandum menghasilkan berat yang
sama)
H
1
: ada salah satu t
k
= 0(ada salah satu varietas gandum yang
menghasilkan berat yang berbeda).
2. = 0.01
3. Statistik uji
Tolak H
0
jika F
hitung
> F
tabel
F
tabel
= F
(3;6)
= 9.78
4. Keputusan
F
hitung
= 2.01< F
tabel
= 9.78 Gagal Tolak H
0
5. Kesimpulan
Dengan menggunkan tingkat kepercayaan 99% dapat disimpulkan bahwa
Gagal Tolak H
0
artinya bahwa tidak terdapat perbedaan berat hasil
gandum bila dipergunakan empat jenis pupuk tersebut.

D.3 RANCANGAN BUJUR SANGKAR GRAECO-LATIN
Rancangan bujur sangkar graeco latin adalah suatu
metode perancangan percobaan, yang dapat digunakan untuk mengendalikan
tiga sumber keragaman, yang merupakan gabungan dari dua rancangan bujur
sangkar yang saling ortogonal, dimana rancangan bujur sangkar yang satu
terdiri dari huruf latin sedangkan rancangan bujur sangkar yang lain terdiri
dari huruf yunani.
Rancangan bujur Sangkar Graeco-Latin (RBSGL) bertujuan
untuk menghilangkan tiga jenis variasi. RBSGL digunakan apabila ditemui
suatu keadaan dimana respon dipengaruhi oleh tigasumber variasi selain
perlakuan. Desain rancangan ini disebut rancangan bujur sangkar graeco latin
adalah :
- Terdapat 4 buah faktor yaitu faktor baris, kolom, huruf-huruf Latin dan huruf huruf
Greek.
- Keempat faktor mempunyai taraf yang sama.
- Setiap perlakuan hanya muncul sekali di setiap baris, kolom dan huruf
Greek.
[1]

Untuk permodelan linear akan dibahas sebagai berikut:
Y
ijk(l)
= +
i
+
j
+
k
+ w
l
+
ijk(l)
Dimana:
i = 1, 2, 3, ..., m
j = 1, 2, 3, ..., m
k =1, 2, 3, ..., m
l = 1, 2, 3, ..., m
Dengan asumsi

i
=

j
=

k
=

l
Dengan keterangan
Y
ijk(l)
= hasil pengamatan yang dicatat daari perlakuan ke-k, yang
dipengaruhi oleh baris ke-i, kolom ke-j dan greek ke-l
= rata-rata umum yang sebenarnya

i
= efek baris ke-i

j
= efek kolom ke-j

k
= efek perlakuan ke-k
w
l
= efek greek ke-l

ijk(l)
= efek unit eksperimen dalam baris ke i kolom ke j dan greek ke l
untuk perlakuan ke-k
Model di atas diartikan bahwa besarnya hasil observasi yang
dicatat dari baris ke-i, perlakuan ke-j, huruf Greek ke-k, dan kolom ke-l
dipengaruhi oleh rata-rata keseluruhan, efek baris ke-i, efek huruf Latin ke-j,
efek huruf Greek ke-k, efek kolom ke-l dan besarnya sesatan random.
Keempat faktor tidak boleh berinteraksi dikarenakan RBSGL adalah
percobaan faktor tunggal sehingga apabila ada interaksi dari keempat faktor
akan menjadi percobaan faktorial.
Keempat faktor tidak boleh berinteraksi dikarenakan RBSGL adalah
percobaan faktor tunggal sehingga apabila ada interaksi dari keempat faktor
akan menjadi percobaan faktorial.

Berikut ini tabel untuk contoh RBSGL dengan 4 taraf perlakuan
Baris Kolom
1 2 3 4
1 A
B
|
C

D


2 B

D
C
|
3 C
B

A
|
B

4 D
|
C

B

A


Tabel 8. Desain RBSGL 4 taraf perlakuan.
Contoh:
Seperti pada contoh penelitian dengan Rancangan Bujur Sangkar
Latin, tetapi di sini terdapat 4 perlakuan ransum dan 4 periode dengan
pengambilan cairan rumen pada sapi perah (PFH) jantan berfistula, yang
menghasilkan jumlah protozoa (x105 /mL), dilakukan pada jam-jam yang
berbeda setiap akhir periode yaitu , , , . Dengan pada jam pertama,
pada jam kedua, pada jam ketiga dan pada jam keempat.. Perlakuan yang
diberikan adalah
A. rumput gajah + konsetrat (dedak halus 23%, pollard 45%, bungkil kedelai
15%,bungkil kelapa 15%, mineral 2%).
B. rumput gajah + konsetrat (dedak halus 23%, pollard 45%, bungkil kedelai
15%,bungkil biji kapuk tanpa panas 15%, mineral 2%).
C. rumput gajah + konsetrat (dedak halus 23%, pollard 45%, bungkil biji
kapuk tanpa pemanasan 30%, mineral 2%).
D. rumput gajah + konsetrat (dedak halus 23%, pollard 45%, bungkil biji
kapuk dengan pemanasan oven 1460oC selama 30 menit 30%, mineral
2%).


Hasil penelitian dengan Rancangan Bujur Sangkar Graeco Latin sebagai berikut:
Sapi periode j
io

1 2 3 4
1 A =3,33 B = 2,82 C = 2,73 D = 2,80 11,68
2 B = 2,89 A = 2,18 D = 2,51 C = 3,17 10,75
3 C = 2,03 D = 2,02 A = 1,95 B = 2,82 8,82
4 D = 3,03 C = 2,06 B = 3,01 A = 3,12 11,22
J
oj
11,28 9,08 10,20 11,91 42,47
Tabel 9. Barang yang dihasilkan dari 4 perlakuan.
Model linear:
Y
ijk(l)
= +
i
+
j
+
k
+ w
l
+
ijk(l)
Dimana:
i = 1,2,3,4
j = 1,2,3,4
k = A,B,C,D
l = , , ,
Dengan asumsi:


Dengan keterangan
Y
ijk(l)
= hasil pengamatan yang dicatat daari perlakuan ke-k, yang
dipengaruhi oleh baris ke-i, kolom ke-j dan greek ke-l
= rata-rata umum yang sebenarnya

i
= efek baris ke-i

j
= efek kolom ke-j

k
= efek perlakuan ke-k
w
l
= efek greek ke-l

ijk(l)
= efek unit eksperimen dalam baris ke i kolom ke j dan greek ke
untuk perlakuan ke k
Sumber variansi db JK RK F
hit

Rata-rata 1 112,73 112,73
0,79
Perlakuan 3 1,19 0,4
Baris 3 1,16 0,39
Kolom 3 0,13 0,04
Greek 3 0,33 0,11
Sesatan 3 0,42 0,14
Total 16 115,96 -
Tabel 10. ANAVA RBSGL 4 perlakuan.
Uji hipotesis
1. H
0
: tidak terdapat pengaruh dari ketiga perlakuan terhadap jumlah
protozoa cairan rumen sapi perah PFH jantan.
H
1
: terdapat pengaruh dari ketiga perlakuan terhadap jumlah protozoa
cairan rumen sapi perah PFH jantan.
2. Tingkat signifikansi 5%
3. Daerah kritis
F
hitung
> F
tabel
tolak H
0
4. Statistik uji
F
tabel
= 199,5
5. Keputusan
0,79 < 199,5 gagal tolak H
0


6. Kesimpulan
Dengan menggunakan tingkat signifikansi 5% maka dapat ditarik
kesimpulan bahwa gagal tolak H
0
dengan artian tidak terdapat pengaruh dari
keempat perlakuan ransum terhadap jumlah protozoa cairan rumen sapi perah
PFH jantan. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi optimal rumen tetap terjaga
sehingga penggunaan bungkil biji kapuk dalam konsentrasi tidak
mengganggu fermentasi pakan yang optimal dalam rumen.

D.4 DESAIN BUJURSANGKAR YOUDEN
Dalam desain bujursangkar Latin banyak perlakuan sama dengan banyak
blok (baris) atau banyak kolom. Jika sekarang adanya perlakuan lebih bayak
bila dibandingkan dengan banyak blok (baris) atau banyak kolom, sedangkan
syarat-syarat lain untuk desain bujursangkar Latin masih dipenuhi, maka
diperoleh desain Bujursangkar Latin terlengkap atau sering pula dinamakan
desain bujursangkar youden. Jika kita ingin meneliti kapasitas empat buah
mesin dilakukan dalam empat hari sedangkan tiap hari tidak mungkin
diadakan lebih dari tiga waktu kerja (pagi, siang dan sore) maka untuk ini
desain bujursangkar Youden, misalnya dengan desain seperti dibawah ini.
Hari Waktu Kerja
Pagi Siang Sore
1 A B C
2 D A B
3 B C D
4 C D A
Tabel 11. Barang yang dihasilkan 4 mesin.
Model untuk desain bujursangkar Youden, diambil model linear dengan
persamaan:
Y
ijk
= +
i
+
j
+
k
+
ijk
Dimana :
= rata-rata keseluruhan

i
= efek blok (baris=hari) ke i; i = 1,2,3,4.

j
= efek blok (waktu kerja) ke j; j = 1,2,3,4.

k
= efek mesin ke k; k = 1,2,3,4.
c
ijkl
= sesatan random dengan
ijkl
~ DNI(0, o
2
).
Oleh karena desain bujursangkar Youden adalah desain tak lengkap,
maka analisisnya dilakukan seperti pada analisis desain blok terlengkap, maka
analisisnya desain blok terlengkap acak. RBSY merupakan gabungan dari
Rancangan Bujur Sangkar Latin dan Rancangan Acak Kelompok Tak
Lengkap Seimbang (RAKTLS). RBSY memiliki sifat keseimbangan dari
RAKTLS yaitu baris-baris yang berhubungan dengan kelompok dan perlakuan
terjadi tepat satu kali dalam tiap-tiap kolom atau baris. Gambaran Umum
Rancangan Bujur Sangkar Youden Pengelompokan dalam RBSY dilakukan
dalam dua arah, yaitu baris dan kolom. Dalam RBSY banyak perlakuan tidak
harus sama dengan banyak baris atau kolom. Banyaknya perlakuan harus lebih
banyak dari banyaknya baris atau banyaknya kolom. Setiap perlakuan terjadi
tepat satu kali dalam setiap baris dan kolom. Asumsi-asumsi yang harus
dipenuhi dalam penggunaan model RBSY adalah galat percobaan muncul
secara acak, berdistribusi normal dan bebas dengan nilai rata-rata nol dan
ragam s
2
, atau dinyatakan secara singkat sebagai berikut: ijh e ~ NID (0,s
2
).
Analisis Varians Rancangan Bujur Sangkar Youden Model Tetap
Sumber
Variansi
db Jumlah
Kuadrat
Kuadrat
Tengah
F
hitung
Perlakuan t-1 JKP KTP F = KTP /
KTG
Baris b-1 JKB KTB F = KTB /
KTG
Kolom k-1 JKK KTK F = KTK /
KTG
Galat (t-1)(b-1)(k-
1)
JKG KTG -
Total tb-1 JKT - -
Tabel 12. ANAVA rancangan bujur sangkar youden.

Contoh kasus :
Ada lima cara menanam tanaman yang ingin diteliti, apakah cara tanam
mempengaruhi hasil produksi tanaman? cara mana yang menghasilkan produksi
tanaman yang paling baik? Untuk percobaan tersedia lima lokasi akan tetapi di
setiap lokasi hanya tersedia empat petak tanah percobaan yang bisa digunakan.
Hasil percobaan dari tiap petak diperoleh data sebagai berikut:
Lokasi Petak Percobaan
1 2 3 4
1 A (12) B (10) C (12) D(9)
2 B (9) C (9) D (15) E (17)
3 C (7) D (13) E (14) A (18)
4 D (11) E (10) A (20) B (16)
5 E (13) A (16) B (18) C (9)
Tabel 13. Data tanaman dengan petak percobaan.
Akan dilakukan analisis terhadap data tersebut sebagai berikut :
A. Penyelesaian dengan cara manual :
Sumber Variansi db JK RK F
Perlakuan
(diperbaiki)
4 70,4 17,6 0,072
Blok 4 31,3 7,825
Posisi 3 85.5 28,5
Sesatan 8 3141 392,62
Total 19 3328
Tabel 14. ANAVA rancangan bujur sangkar youden.
Dari tabel anava di atas dapat dilakukan uji hipotesis untuk melihat apakah
kelima cara tanam mempengaruhi hasil produksi tanaman dan cara mana
yang menghasilkan lebih baik, yaitu sebagai berikut:
1. H
0
: Tidak terdapat pengaruh lima cara tanam terhadap hasil
produksi tanaman
H
1
: Terdapat pengaruh cara tanam terhadap hasil produksi
tanaman.
2. = 0.05
H
0
ditolak jika F
hitung
> F
0,05;4;8
= 3,84
3. Statistik uji
Didapat F
hitung
= 0,072
4. Kesimpulan
Karena F
hitung
= 0,072 < F 0,05;4;8= 3,84 , maka gagal tolak H
0

yang artinya tidak terdapat pengaruh cara tanam terhadap hasil
produksi tanaman.


















DAFTAR PUSTAKA
anonim.2010.Rancangan Bujursangkar Latin.

Kirbani.2007.Rancangan Bujursangkar Latin dan Rancangan Bujursangkar
Graeco-Latin.

Sudjana..Desain dan Analisis Eksperimen/Sudjna.Ed.4.Bandung : Tarsito, 1995.
https://3421395065183244636-a-1802744773732722657-ssites.googlegroups.com
http://www.scribd.com/fullscreen/21745620
http://notesofika.files.wordpress.com/2010/06/5-ed_rbsl.pdf
http://abdulsyahid-forum.blogspot.com/2009/04/rancangan-bujur-sangkar-latin-
rbsl.html
http://eprints.undip.ac.id/7753/1/pdf1.pdf
[1] http://www.scribd.com/doc/44706525/Rancangan-Bujur-Sangkar-Latin
https://smartstat.wordpress.com/tag/rancangan-bujur-sangkar-latin/
http://ilmutanah.unpad.ac.id/download/73-perancangan-percobaan/111-
rancangan-bujur-sangkar-latin-rbsl.html
http://www.smartstat.info/slide/rancangan-percobaan/slide-rancangan-bujur-
sangkar-latin.html
[2] http://keyyasha.files.wordpress.com/2008/01/design_experiment.pdf






LAMPIRAN
Hasil Perhitungan studi kasus desain bujur sangkar latin:

ij(k)
2
= (70)
2
+ (66)
2
+ .. + (55)
2
= 57139
R
y
= J
2
/ m
2
=

= 54639.06
B
y
=

R
y
=

- 54639.06= 1557.188
K
y
=

R
y
=

- 54639.06 = 417.6875
Jumlah hasil pengamatan:
J
A
= 70 + 59 + 39 + 55 = 223
J
B
= 41 + 75 + 55 +42 = 213
J
C
= 59 + 57 + 68 + 63 = 247
J
D
= 66 + 66 + 39 + 81 = 252
Sehingga:
P
y
=

R
y
=

- 54639.06 = 263.6875
E
y
=

R
y
B
y
K
y
P
y

= 57139 - 54639.06 - 1557.188 - 417.6875 - 263.6875 = 261.375
Hasil Perhitungan studi kasus desain bujur sangkar graeco latin:
Perhitungan:
Y
2
=

Y
ijkl
2

= (3,33
2
+ 2,82
2
+ 2,73
2
+ .... + 3,12
2
) = 115,96
R
y
= J
2
/m
2

= 42,47
2
/ 4
2
= 112,73
B
y
=

j
2
io
/m - R
y

= ([11,68
2
+ 10,75
2
+ 8,82
2
+ 11,22
2
]/4) - 112,73 = 1,19
K
y
=

j
2
oj
/m - R
y

= ([11,28
2
+ 9,08
2
+ 10,20
2
+ 11,91
2
]/4) - 112,73
= 1,16
Untuk menghitung P
y
maka harus mengetahui nilai
J
A
= 10,58 J
B
= 11,54
J
C
= 9,99 J
D
= 10,36
P
y
=

j
2
i
/m - R
y

= ([10,58
2
+ 11,54
2
+ 9,99
2
+ 10,36
2
]/4) - 112,7 = 0,33
Untuk menghitung P
y
maka harus mengetahui nilai
J

= 10,72 J

= 10,97 J

= 10,76 J

= 10,02
P
y
=

j
2
i
/m - R
y

= ([10,72
2
+ 10,97
2
+ 10,76
2
+ 10,02
2
]/4) - 112,73 = 0,13
E
y
= Y
2
- R
y
- B
y
- K
y
- P
y
- T
y

= 115,96 - 112,73 - 1,19 - 1,16 - 0,33 - 0,13 = 0,42
Hasil Perhitungan studi kasus desain bujur sangkar youden:
Lokasi Petak Percobaan TOTAL
1 2 3 4
1 A (12) B (10) C (12) D(9) 43
2 B (9) C (9) D (15) E (17) 50
3 C (7) D (13) E (14) A (18) 52
4 D (11) E (10) A (20) B (16) 57
5 E (13) A (16) B (18) C (9) 56
TOTAL 52 58 79 69 258

Dari data , diperoleh,
N = 20 ; b = a = 5 ; k = r = 4 ; dan l = 3
Jumlah perlakuan A = 66
Jumlah perlakuan B = 53
Jumlah peralkuan C = 37
Jumlah perlakuan D = 48
Jumlah perlakuan E = 54
JKTotal =


= 3328,2
JKBlok =


(43)
2
+ (50)
2
++ (56)
2
= - 3328,2
5
= 3359,5 - 3328,2
= 31,3
JKPosisi =


(52)
2
+ (58)
2
+ (79)
2
+ (69)
2
= - 3328,2
5
= 3414 - 3328,2 = 85,5
Untuk j = 1 ( perlakuan A )
Q1 = 4 (66) - ( 43+52+57+56)
= 264 - 208 = 56
Untuk j = 2 ( perlakuan B )
Q2 = 4 (53) - ( 43+50+57+56 )
= 212 - 206 = 6
Untuk j = 3 ( perlakuan C )
Q3 =4 (37) - ( 43+50+52+56 )
= 148 - 201 = -53
Untuk j = 4 ( perlakuan D )
Q4 = 4 (48) - ( 43+50+52+57 )
= 192 - 202 = -10
Untuk j = 5 ( perlakuan E )
Q5 = 4 (54) - ( 50+52+57+56 )
= 216 - 215 = 1
JKPerlakuan =


4 {(56)
2
+ (6)
2
+ (-53)
2
+ (-10)
2
+ (1)
2
}
=
(3)(5)
= 70,4
JKSesatan = JKTotal - JKPerlakuan - JKBlok - JKPosisi
= 3328,2 - 70,4 - 31,3 85,5 = 3141



















Ucapan Terima Kasih


Assalamualaikum Wr.Wb
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya
sehingga makalah rancangan percobaan bujur sangkar latin untuk pemenuhan mata kuliah
Rancangan Percobaan dapat diselesaikan. Tidak lupa shalawat serta salam kepada Nabi
Muhammad SAW atas suri tauladan dan petuah-petuahnya kepada kita.
Makalah ini tidak akan terselesaikan tanpa adanya bimbingan, arahan serta
tuntunan semua pihak. Maka, dalam kesempatan ini penyusun mengucapkan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang tersebut dibawah ini :
1. Allah SWT yang telah memberikan kesehatan dan hidayah kepada saya sehingga
dapat menyelesaikan laporan ini.
2. Nabi Muhammad SAW yang telah memberikan pencerahan kepada umat manusia
dan menjadi suri tauladan yang baik.
3. Bapak Edy Widodo, M.Si, selaku dosen mata kulaih Rancangan Percobaan dalam hal
ini atas arahan dan bimbingannya.
4. Ayahanda serta Ibunda tercinta sebagai orang tua kami yang senantiasa mendoakan.
5. Semua pihak yang telah membantu penyusun hingga akhirnya makalah ini dapat
terselesaikan yang tidak dapat penyusun sebutkan satu per satu.
Penyusun menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, maka dari itu
penyusun mengharapkan saran dan kritik dari teman-teman yang sekiranya dapat
membuat laporan ini lebih sempurna. Akhir kata penyusun berharap semoga makalah ini
dapat bermanfaan bagi semua pihak yang berkepentingan.
Wassalamualaikum Wr.Wb

Yogyakarta, 6 Januari 2012


Penyusun