Anda di halaman 1dari 5

PENETAPAN KADAR NATRIUM KARBONAT

Hari & Tanggal: Rabu, 28 Maret 2012 Tujuan Prinsip : menetapkan kadar Na2CO3 dan NaHCO3 dalam campuran karbonat. : Prinsip umum dari titrasi adalah larutan yang akan diteliti (analit) direaksikan secara bertahap dengan cara menambahkan larutan titran yang telah diketahui konsentrasinya hingga titik ekivalen. Volum titran yang bereaksi diukur, persamaan reaksi yang terjadi telah diketahui sebelumnya, maka jumlah analit yang bereaksi dapat dihitung. Untuk membantu mengamati titik akhir titrasi asam basa, dapat digunakan indikator tertentu yang berupa asam atau basa lemah yang memiliki zat warna yang berbeda dalam bentuk asam atau basa dan mempunyai nilai pKa di sekitar titik ekivalensi dari reaksi titrasi yang diamati. Faktor faktor yang harus diperhatikan untuk keberhasilan titrasi antara lain ketelitian pembuatan larutan, kebersihan dan kualitas alat-alat yang digunakan. : Pada penetapan ini mula-mula dipergunakan PP sebagai penunjuk. Dititar sampai warna merah baru hilang, lalu ditambahkan MO dan dititar terus. Pada penitaran dengan PP soda dititar menjadi bikarbonat. Na2CO3 + HCl NaHCO3 + NaCl Pada penitaran dengan MO bikarbonat yang asli serta yang baru terbentuk dititar. NaHCO3 + HCl NaCl + CO2 + H2O Phenolpthalein berperan sebagai indicator untuk tahap pertama dalam titrasi dan methyl orange untuk tahap kedua. Titrasi NaOH selesai pada titik akhir PP dan hanya diperlukan satu atau dua tetes penambahan titran untuk mencapai titik akhir MO. Natrium hidroksida umumnya terkontaminasi dengan Natrium karbonat dan Natrium bikarbonat sering ditemukan bersama. Kita bias saja menganalisis campuran senyawa-senyawa ini dengan titrasi menggunakan asas standar dengan menggunakan 2 indikator yang disebutkan di atas.

Dasar Teori

Alat dan Bahan -

: Statif Corong Aquades Pipet Volume Indikator PP dan MO HCl 0,1124 N Gelas Ukur

Labu ukur 100ml Labu Enlemeyer 250ml Gelas Kimia Buret Teflon Pipet Pasteur Kertas Timbang Kertas Saring Sampel A dan B

Cara Kerja : 1. Siapkan alat dan bahan. Bilas peralatan gelas terlebih dahulu. 2. Timbang sampel A 0,7 gram dengan kertas timbang. Di timbang menggunakan neraca analitik. 3. Masukkan sampel A pada labu ukur yang bercorong. Semprotkan aquades pada corong, larutkan sampel. Homogenkan. 4. Ambil sampel yang telah di larutkan. Ambil larutan sampel A menggunakan pipet volume 25 ml. 5. Masukkan pada labu enlemeyer 250 ml. Tambah aquades 25ml dengan gelas ukur. 6. Tetesi PP 3 tetes. Titrasi dengan HCl. Catat volume awal dan akhir. Perubahan dari pink ke tidak berwarna. 7. Tetesi 3 tetes MO. Lalu titrasi lagi dengan mencatat volume awal dan volume akhir. Perubahan warna dari kuning ke orange. 8. Setelah mengalami perubahan warna, panaskan menggunakan kompor listrik hingga mendidih. Jika warna orange berubah menjadi kuning kembali maka titrasi kembali. (catatan: titrasi kembali biasanya hanya menambah HCl sangat sedikit).

Hasil dan Pembahasan: gram sampel A = (berat sampel B+kertas timbang)-sisa sampel = 1, 1824 0, 4481 = 0, 7343 gram

Titrasi menggunakan PP (Sampel A) Titrasi I Titrasi II Titrasi III V1: 4, 53 V1: 13, 17 V1: 6, 63 V2: 9, 67 V2: 17, 93 V2: 11, 67 V v2-v1= 5. 14ml V v2-v1 = 4, 76ml V v2-v1 = 5, 04ml Titrasi menggunakan MO (sampel A) V1: 9, 77 V1: 11, 63 V1: 11, 77 V2: 26, 57 V2: 28, 17 V2: 28, 09 V v2-v1 = 16, 8ml V v2-v1 = 16, 54ml V v2-v1 = 16, 32ml Setelah di panaskan, mengalami perubahan warna dari orange ke kuning. Maka di titrasi kembali. V1: 9, 73 V1: 10, 53 V1: 44, 43 V2: 10, 13 V2: 10, 57 V2: 44, 53 V v2-v1 = 0.4ml V v2-v1 = 0. 04ml V v2-v1 = 0. 10ml

Penghitungan Kadar: - Sampel A Titrasi 1 : V1 = 5, 14 ml V2 = 22, 34 ml Titrasi 2 : V1 = 4, 76 ml V2 = 21, 34 ml Titrasi 3 : V1 = 5, 04 ml V2 = 21, 46 ml

Titrasi 1 % Na2CO3

% NaHCO3
( )

Titrasi 2 % Na2CO3

% NaHCO3
( )

% Titrasi 3 % Na2CO3

% NaHCO3
( )

% Rata-Rata Kadar 1. Rata-Rata Kadar Na2CO3 =( %+ %+ 3 = 8, 0802 %

%)

2. Rata-Rata Kadar NaHCO3 =( %+ %+ 3 = 15, 1123% -

%)

Selisih Kadar 1. Na2CO3 a. Titrasi 1 = |kadartitrasi 1 - kadarrata-rata| = % - 8, 0802 % = 0,2597% b. Titrasi 2 = |kadartitrasi 2 - kadarrata-rata| = % -8, 0802 % =0,3569 % c. Titrasi 3 = |kadartitrasi 3 - kadarrata-rata| = % - 8, 0802 % = 0,0974% d. Rata-rata selisih = 0,2597% +0,3569 % + 0,0974% 3 = 0,238% 2. NaHCO3 a. Titrasi 1 = |kadartitrasi 1 - kadarrata-rata| = % -15, 1123 % = 0,3943% b. Titrasi 2 = |kadartitrasi 2 - kadarrata-rata| = % -15, 1123 % = 0,0858% c. Titrasi 3 = |kadartitrasi 3 - kadarrata-rata| = % - 15, 1123 %

= 0,48% d. Rata-rata selisih = 0,3943% +0,0858 % + 0,48% 3 = 0, 3200% b. BTR (Bagian Tiap ribu) 1. Na2CO3 = Rata-Rata selisih x 1000 Rata-rata kadar = 0,238 x 1000 8, 0802 = 29,45

2. NaHCO3

= Rata-Rata selisih x 1000 Rata-rata kadar = 0, 3200 x 1000 15, 1123 = 21, 17

Kesimpulan

Sampel A a. Kadar Na2CO3 adalah 8, 0802 % b. Kadar NaHCO3 adalah 15, 1123 % c. BTR Na2CO3 adalah 29,45 d. BTR NaHCO3 adalah 21,17 Pembahasan : 1. Perubahan warna pada titrasi dengan PP adalah dari pink menjadi tak berwarna. 2. Perubahan warna pada titrasi selanjutnya yang ditambah MO dari kuning menjadi orange. 3. Setelah di panaskan hingga mendidih, ternyata yang sebelumnya berwarna orange berubah menjadi kuning kembali. Dan lakukan titrasi untuk mendapatkan hasil titrasi yang sesungguhnya. Daftar Pustaka : Day, R.A, Underwood, A.L.1981. Analisa Kimia Kuantitatif. Jakarta : Penerbit Erlangga

Yogyakarta, 2 April 2012 Penguji Praktikan

Sujono, SKM, M.Sc.

Safitri Nur Rahmi