Anda di halaman 1dari 17

PALEONTOLOGI UMUM

DASAR-DASAR FILOSOFI PALEONTOLOGI BIOLOGI


Biokimia PALEONTOLOGI

Biofisika

Geologi

KIMIA

Kimia Fisika

FISIKA

PEMFOSILAN
I. PENGERTIAN FOSIL
1. 2. 3. 4. 5. Definisi fosil Proses terjadinya Syarat-syarat terjadinya fosil Asal-usul fosil Keterdapatan fosil

II. JENIS-JENIS PEMFOSILAN III.KEGUNAAN FOSIL

I.
1.

PENGERTIAN FOSIL

2.

3.

4.

5.

Definisi Fosil Fosil adalah sisa, jejak kehidupan purba yang terawetkan secara alamiah, berumur lebih tua dari Holosen (10.000 tyl). Fosil dari kata fodere, yang berarti menggali, yang berarti sesuatu yang terpendam. Fosilisasi Semua proses yang melibatkan penimbunan hewan atau tumbuhan dalam sedimen yang terakumulasi serta mengalami pengawetan, baik seluruh atau sebagian maupun jejak-jejaknya. Syarat-syarat terjadinya fosil 1. Organisme segera terhindar dari perusakan 2. Organisme harus segera tertutupi oleh material pelindung 3. Organisme memiliki bagian tubuh yang resisten Asal-usul fosil 1. Biocoenoses (Moebius, 1877) 2. Thanathocoenoses Displaced fossils Reworked fossils Infiltred fossils Infaunal, epifaunal, dan semi infaunal Keterdapatan fosil 1. Pada batuan sedimen 2. Pada batuan metamorf 3. Pada batuan beku

II. JENIS-JENIS PEMFOSILAN


1. Fosil yang tidak termineralisasi 2. Fosil yang termineralisasi 3. Pemfosilan yang lain Ad. 1. a. Fosil yang tidak terubah: gigi ikan hiu, mammoth (gajah purba), serangga,. Terjadi bisa karena salju, amber, kondisi kering dengan kelembaban sangat kecil, salinitas tinggi dan aspal. b. Destilasi: Proses pemfosilan, dimana kandungan gas dan air pada organisme, menguap dan meninggalkan residu carbon. Ad.2. Adalah penambahan, pengurangan atau penggantian seluruh atau sebagian zat-zat penyusunnya. a. Replacement b. Histometabasis c. Permineralisasi Ad 3. a. Impression 1. Eksternal mold 2. Internal mold 3. Cast b. Fosil jejak 1. Burrow, tracks, trail, footprint 2. Coprolith 3. Gastrolith

FOSIL YANG TERMINERALISASIKAN


1) REPLACEMENT Adalah penggantian total dari material penyusun rumah organisme dengan mineral-mineral asing, misal: kalsit, aragonite, phospat, silica dll. 2) HISTOMETABASIS Adalah penggantian total tiap-tiap molekul dari jaringan tumbuh-tumbuhan oleh mineral-mineral asing yang meresap kedalam jasad tumbuhtumbuhan ketika jasad tersebut telah terpendam dalam tanah. 3) PERMINERALISASI Adalah proses pengisian oleh mineral-mineral asing kedalam tiap-tiap lubang kecil (pori-pori) yang terdapat pada kulit kerang.

KEGUNAAN MEMPELAJARI FOSIL


I. FOSIL SEBAGAI INDIKATOR LINGKUNGAN PENGENDAPAN A. SALINITAS B. KEDALAMAN C. KEJERNIHAN D. TEMPERATUR AIR LAUT G. MAKANAN ORGANISME H. ASAL PENYUSUNNYA II. FOSIL SEBAGAI INDIKATOR PALEOGEOGRAFI III. FOSIL SEBAGAI INDIKATOR UMUR GEOLOGI IV. FOSIL SEBAGAI INDIKATOR PROSES SEJARAH GEOLOGI V. FOSIL SEBAGAI INDIKATOR EVOLUSI DAN MIGRASI VI. FOSIL SEBAGAI INDIKATOR TEKTONIK VII. FOSIL SEBAGAI INDIKATOR IKLIM VIII. FOSIL SEBAGAI SUMBER ENERGI DAN BERHARGA

PENENTUAN UMUR BATUAN


A. RELATIF : fosil B. MUTLAK : penarikan umur/radiometric dating Ada gas, dengan anggapan sistem tertutup Umur bumi lebih tua daripada yang telah diketahui. Peredaran Bumi konstant. dengan Cessium. Siklus adalah dasar waktu, dengan asumsi bahwa waktu adalah konstant. BERAPA UMUR? Bumi Batuan tertua : 5 Milyard tahun : 3 3,5 Milyard tahun Kerak Kontinen : 3,7 Milyard tahun Kerak Bulan : 3,5 4,2 Milyard tahun Bulan termuda : 3,8 Milyard tahun Fosil tertua (alga) : 3 3,5 Milyard tahun Fosil binatang pertama : 1 Milyard tahun

UNSUR-UNSUR KOMPONEN ORGANISME


C, O, H, N, Fe, S, Natrium, Chloride
C, H, O, N dan Al.

lazim

TERBANYAK+Mg, Ca, Si, I, Mn, Fl, Co,

Unsur minor antara lain: As, Ba, Bo, Co, Li, Ni, Ca, Sr, dan Zn.

KOMPOSISI BAGIAN KERAS ORGANISME


1. Karbonat (CaCO3) Contoh: Foraminifera (Protozoa), Koral (Coelenterata), Brachiopoda dan Moluska, Echinodermata, algae merah, algae hijau, halimeda. Beberapa pada: Sponge (Porifera), Hydrozoa (Coelenterata). Kalsium karbonat/gampingan dibagi menjadi: a. Aragonit (CaCo3). Bentuk kristal orthorombik, tidak stabil. Cenderung berubah oleh proses pelarutan atau rekristalisasi menjadi mineral kalsit. b. Kalsit (CaCO3). Bentuk kristal Hexagonal, lebih stabil dibanding orthorombik, permukaan cangkang kompak, tapi bagian dalam sangat porus. Contoh; Brachiopoda, Pelechypoda cangkang terluar kalsit, bagian dalam aragonit, itulah sebabnya mengapa cangkang brachiopoda lebih resisten daripada pelecypoda (molusca).. Contoh lain: Foraminifera, koral (Coelenterata), Sponge (Porifera), Bryozoa, Echinodermata. Fosfat Gampingan Contoh: Lingula (Brachiopoda) dan Vertebrata (hapir 40%) Silika (SiO2) Adalah kuarsa, mineral paling stabil berwarna amorf/glass dan isotropik, yaitu menyerap cahaya dan panas di setiap arah, namun mudah larut di dalam larutan basa kuat. Umumnya terdapat pada Radiolaria (Protozoa), Silicispongia (Porifera), Diatomae, ekor kuda (Equistum). Chitin (C15H26N2O10) Umumnya terdapat pada foraminifera, Ceratospongia (Sponsa), Leptoniae (Hydrozoa), Graptozoa. Chitin tahan terhadap larutan asam dan basa. Selulosa (C6H10O5) Thallophyta disusun oleh komponen ini.

2.
3.

4.

5.

Source: The Earth. Life Nature Library. 1970

FRAIL BLUE BONES are the mineralimprageated remains of a cat-sized, tree-climbing carnivore called Uimaeyon, which roamed the forests of Wyoming some 55 million years ago.

FILMY LEAF IMPAINT. From a platanus tree of the Miocene period, closery resembles the leaf of a modern syeamore. The colors come from minerals that infiltrated the leafs cells.
It is astonishing that fossilsexist at all. Living tissue, even bone, is extremely perishable and, unless quickly buried in some soft material that later basemen rock-hard, will decay and disappear. Often where a scientist excavates a skeleton or a piece of wood, he finds that minerals have seeped into the bells, petrifying them to solid rock. More rarely, only an imprint or a mold of the living things is found. The internal organs of the insert below decayed long ago, but its mold retains in perfect detail the carbonized outer skeleton.

The Imprints of Vanished life


Until about 1750, fossils were widely regarded as the remains of familiar plants and animals drowned in the Biblical food. With the development of the theories of evolution, scientisis looked more closely and recognized the traces of fantastis vanished life forms, andestral to modern living things but quite unlike them many ways.

Gambar serangga Perm yang Primitif , Dunbaria, dan bentuk warna yang jelas pada sayapnya. Panjang genus ini kira-kira 15 inci.

Gambar Ampibi Labirinthodont pada jaman Perm yang khas. Kryops. Pada lapisan Perm bawah d Texas, panjangnya kira-kira 5 feet. (Model oleh Dwight Franklin).

Gambar fosil kayu hasil dari proses replacement

Gambar dari fosil Echinodermata

Gambar fosil tanaman

Gambar Mold dari bintang laut

Gambar Cast

Fosil ikan hasil dari proses karbonasi

Gambar Fosil tumbuh-tumbuhan hasil dari proses karbonasi

Gambar fosil semut

Gambar fosil insekta

Figure. Interrelationships of life habitats with the marine ecosystem

Figure. Schematic representation of trace fossils characteristic of the Glossifungites ichnofacies (Modified after Frey and Pemberton, 1984).