ASKEP GANGGUAN KOGNITIF

info download, 27 April, 2009

GANGGUAN KOGNITIF I. Definisi : Kognitif adalah : Kemampuan berpikir dan memberikan rasional, termasuk proses mengingat, menilai, orientasi, persepsi dan memperhatikan ( Stuart and Sundeen, 1987. Hal.612). Gangguan kognitif erat kaitannya dengan fungsi otak, karena kemampuan pasien untuk berpikir akan dipengaruhi oleh keadaan otak .

II. Fungsi Otak : 1. Lobus Frontalis Pada bagian lobus ini berfungsi untuk : - Prose belajar - Abstraksi - Alasan 2. Lobus Temporal Secara umum berfungsi untuk : - Diskriminasi bunyi - Prilaku verbal - Bicara 3. Lobus Parietal Berfungsi untuk : - Diskriminasi waktu - Fungsi somatik - Fungsi motorik 4. Lobus Oksipitalis Berfungsi untuk : - Diskriminasi visual - Diskriminasi beberapa asfek memori 5. Sisitim Limbik Hal ini akan berpengaruh pada fungsi : - Perhatian - Flight of idea - Memori

Gangguan pada lobus frontalis .Regresi 2. sesuai dengan daerah yang terganggu yaitu : 1. maka seseorang akan mengalami gejala yang berbeda.Daya ingat Secara umum apabila terjadi gangguan pada otak.Memori ..Amnesia .GGK . tapi secara umum akan terjadi disorientasi 4. . Gangguan pada sistim limbik akan menimbulkan gejala yang bervariasi all : . Neurobiologi • Penyakit Alzheimer’s • Gangguan metabolik : .Gangguan pengiriman nutrisi . Faktor Predisposisi Penyebab : .Hilang rasa sosial dan mora .Ganggua peredaran darah a.Kemampuan memecahkan masalah berkurang .Gangguan fungsi susunan saraf pusat .Gangguan daya ingat .Demensia 3.Dll PENGKAJIAN 1. Penuaan • Kumulatif degeneratif jaringan otak ? penuaan • Racun dalam jaringan otak • Kimia toksik/logam berat ? Respon kognitif maladaptif b.Penyakit lever kronik.Impilsif . Gangguan pada lobus parietalis dan oksipitalis akan ditemukan gejala gejala yang hampir sama. Gangguan pada lobus temporalis akan ditemukan gejala sbb : .Disorientasi . akan ditemukan gejala-gejala sbb : .

Genetik : Penyakit otak degeneratif herediter ( Huntington’s Chorea) 2.Hipopituitarisme c. Gangguan metabolisme Malfungsi endokrin : Underproduct / Overproduct Hormon . Infeksi .Syphilis .Hipertiroidisme .Histotoksik hipoksia .Trauma e.Hipotiroidisme .Hipoksemia hipopoksik .Aids Dement Comp d.Stimulasi berlebih Lingkungan yang stimulusai berkurang / atau lebih ? Halusinasi Penerangan dan aktifitas di ICU yang konstan ? Bingung . Stressor Presipitasi a. Hipoksia : . Racun.Iskemia hipoksik ? Suplai darah ke otak menurun/berkurang b.Anemia hipoksik .Gagal ginjal . Perubahan Struktur .. Stimulasi Sensori .Malnutrisi • Anorexia nervosa • Bulimia nervosa c.Devisit vitamin .Stimulasi sensori berkurang .Tumor .Hipoglikemia .

Biasanya singkat/ < 1 bulan . infeksi.Biasanya perlahan .Perilaku sosial tidak .Perhatian menurun . trauma.Disorientasi .Biasanya tiba-tiba .Fluktuasi tingkat kesadaran .Paling banyak dijumpai pada usia > 65 th . Racun. tumor atropi jaringan otak . berpikir abstrak. penilaian.Delusi Halusinasi 3. Perilaku Delirum adalah : Suatu keadaan proses pikir yang terganggu.biasanya lama dan progressif .Agitasi . ditandai dengan: Gangguan perhatian.Hilang daya ingat . Karakteristik Delirium dan demensia Delirium Demensia Onset Lama Stressor perilaku .Racun. defisit vitamin.Hipertensi. hipertermia . pikiran dan orientasi Demensia : Suatu keadaan respon kognitif maladaptif yang ditandai dengan hilangnya kemampuan intelektual/ kerusakan memori.Gelisah .Kerusakan penilaian . anemia. hipotensi. memori.

Mekanisme koping : .hal 556 ) Contoh diagnosa lengkap dalam proses keperawatan : Gangguan proses pikir berhubungan dengan gangguan otak ditandai dengan : .Pasien . makan.Halusinasi . pengecapan.Keluarga .Denial . Diagnosa Keperawatan Menurut Nanda : • Anxietas • Komunikasi.Interpretasi lingkungan yang tidak akurat .Ilusi . toilet ) • Perubahan sensori/perseptual ( penglihatan. pendengaran.Dipengaruhi pengalaman masa lalu .Afek labil sesuai .Teman B.Afek labil .Agitasi 4.Kurang memori saat ini . perabaan. berpakaian.Intelektualisasi 5. kerusakan verbal • Resiko tinggi terhadap cedera • Sindrom defisit perawatan diri ( mandi. 1995.Sumber Koping : .Regresi . berhias./kebersihan diri.Rasionalisasi .Gelisah . dan penghidu) • Gangguan pola tidur • Perubahan proses pikir ( Stuart and Sundeen.Pikiran tidak teratur -Gangguan penilaian dan pengambilan keputusan ..

Jika pasien sangat gelisah perlu : Pengikatan untuk menjaga therapi. Kebutuhan Fisiologis .Disorientasi yang ditandai dengan perilaku agitasi Kerusakan komunikasi verbal berhubungan dengan : . Implementasi : Intervensi Delirium : a.Konfabulasi Resiko tinggi terhadap cedera berhubungan dengan : .Ketakutan .Prioritas : menjaga keselamatan hidup . Perencanaaan : Identifikasi hasil : Pasien dapat mencapai fungsi kognitif yang optimal Prioritas : Menjaga keselamatan hidup Pemenuhan kebutuhan bio-psiko-sosial Libatkan keluarga Pendidikan kesehatan mental Usaha perawatan : Memfungsikan pasien seoptimal mungkin sesuai kemempuan pasien D.Kehilangan memori saat ini .Kerusakan kognitif .Kerusakan kemampuan memberikan rasional .Konfabulasi C. tapi sedapat mungkin harus dipertimbangkan dan jangan ditinggal sendiri .Kebutuhan dasar dengan mengutamakan nutrisi dan cairan ..Gangguan tidur : • Kolaborasi pemberian obat tidur • Gosok punggung • Beri susu hangat • Berbicara lembut • Libatkan keluarga • Temani menjelang tidur • Buat jadwal tetap untuk bangun dan tidur • Hindari tidur diluar jam tidur • Mandi sore dengan air hanngat .

sandal . b.Mulai saat pasien bertanya tentang yang terjadi pada keadaan sebelumnya . waktu).Lindungi pasien dan orang lain dari perilaku merusak diri .dll) • Tempatkan alat-alat yang membantu orientasi massa • Ikutkan dalam tyherapi aktifitas kelompok dengan program orientasi realita (orang.Sederhana . Halusinasi . kalender dalam ruangan • Lakukan kunjungan sesering mungkin • Orientasikan pada situasi linkumngan • Beri nama/ petunjuk/ tanda yang jelas pada ruangan/ kamar • Orientasikan pasien pada barang milik pribadinya ( kamar.Perawatan 1 – 1 dengan pengawasan yang ketat . tempat.Maksimalkan rasa aman . pakaian.Orientasikan pada realita . Komunikasi .Sikap yang tegas dari pemberi/ pelayanan perawatan (konsisten) c.Singkat dan beri pilihan terbatas d.Ruangan : • Hindari dari benda-benda berbahaya • Barang-barang seminimal mungkin .Disorientasi : • Ruangan yang terang • Buat jam. dll • Lakukan methode relaksasi seperti : napas dalam .Seharusnya perawat harus harus tahu sebelumnya tentang : • Masalah pasien • Stressor • Pengobatan • Rencana perawatan . tempat tidur. Pendidikan kesehatan .Pesan jelas .• Hindari minum yang dapat mencegah tidur seperti : kopi. photo kleuarga. lemari.Dukungan dan peran serta keluarga .

Kontak personal dan fisik sesring mungkin . pendengaran yang baik • Jangan terdesak • Jangan memaksa .Tanamkan kesadaran : • Mengapa pasien dirawat • Memberikan percaya diri • Berhubungan dengan orang lain • Tanggap situasi lingkungan dengan menggunakan panca indera • Inyteraksi personal .Komunikasi verbal • Jelas • Ringkas • Tidak terburu buru .K .Libatkan anggota keluarga agar dapat melanjutkan perawatan dirumah dengan baik sesuai rencana yang telah ditentukan Intervensi pada Demensia a.Topik percakapan dipilih oleh pasien .Libatkan dalam kegiatan T.Tujuan : Membentuk pasien berfungsi dilingkungannya . besar. Komunikasi .A.• Usaha pencegahan • Rencana perawatan dirumah .Beri petunjuk lisan dan tertulis .Perhatikan penerangan terutama dimalam hari .Identifikasi proses pulang b.Membina hubungan saling percaya • Umpan balik yang positif • Tentramkan hati • Ulangi kontrak • Respek.Tulis nama petugas pada kamar pasien jelas. Orientasi .Penjelasan diulang beberapa kali . sehingga dapat dibaca pasien .Topik buat spesipik .Orientasikan pada situasi lingkungan .

Summary .didorong melakukan sesuatu yang tidak biasa dan tidak jelas . yang diprogramkan melalui : • Puskesmas • Pos-pos pelayanan kesehatan dirumahsakit f. misalnya berolahraga . karena keadaan yang sensitif g.Pelan dan diplomatis dalam menghadapi persepsi yang salah .Gunakan tehnik klarifikasi ..Perlu bantuan dalam merawat 24 jam dirumah.beri pilihan .Waktu cukup untuk pasien .Saat agitasi : • Tetap senyum • Tujukkan sikap bersahabat • Empati e.Siapkan keluarga untuk menerima keadaan pasien .Bantu mencari koping baru yang posistf d. Farmakologi .Hangat .Tergantung penyebab gangguan.beri penjelasan .Siapkan fasilitas dalam berinteraksi dengan dimasyarakat .penyaluran energi : • Perawatan mandiri • Menggunakan kekuatan dan kemampuan dengan tepat.Pada orang tua harus hati-hati. Keluarga dan masyarakat . Kurangi agitasi ? .Perhatian c. Wandering .Empati .Koping yang selama dipakai ini yang positif positif dimaksimalkan dan yang negatif diminimalkan . spt : • Penyakit Alzheimer’s .Pertanyaan tertutup . Pengaturan koping .

Therapeutik Milieu . Meningkatkan simpati 4.Mulai percakapan dengan menyebut nama anda dan panggil nama pasien .Latihan dan terafi kognitif • Latihan daya ingat • Memelihara inteligensia . Meningktkan percaya diri 3.Penataan barang pribadi jangan dirubah . Gangguan daya ingat : .Kelompok pendukung dan konseling • Ekspres filling • Pemecahan masalah yang dilakukan dengan cara : 1.Psychotherapi .Stimulasi kognitif ? Melakukan aktifitas yang berfungsi untuk perbaikan kognitif misalnya diskusi kelompok • Dukung perasaan aman • Situasi yang tenang • Rancangai fisik konsisten • Struktur yang teratur • Fokus pada kekuatan dan kemampuan • Minimalkan perilaku destruktif i. Meningkatkan harga diri 2.Lakukan progran orientasi . Meningkatkan empati j.Life review therafi Untuk menyelesaikan masalah yang melibatkan individu dan kelompok dengan saling menceritakan riswayat hidup .Hindarkan konfrontasi atas pernyataan pasien yang salah .Therapi relaksasi • Untuk mengurangi ketegangan dan stres • Deep Breathing • Konsentrasi . Intervensi interpersonal .Perilaku yang harus diperhatikan oleh pemberi perawatan h.

Teman dekat .Masukkan dalam kelompok aktifitas .A.H dan Bostrom.Ajarkan BAB dan BAK pada tempatnya l. and Sundeen S. Pendidikan Kesehtan Keluarga . C. And Sundeen S. And Sundeen S. (1992). 2nd. Davis Company.Dorong berhubungan dengan orang lain .J (1987). N. St. Psychiatric Mental Health Nursing : Concept of Care .S. Schueke. Petunjuk Komunikasi dengan Pasien Demensia .louis : Mosby year book Stuart. (1991). St. H. California : Addison . Depresi dan Demensia. Perbandingan Delirium.Buat jadwal kontak sosial secara teratur DAFTAR PUSTAKA Fortinash.J (1995).St. Louis Mosby year Book Towsend. P. Louis Mosby Year book Stuart.R .Louis : Mosby year book Keltner. C. dan Holloday. Gw. Wilson. M.Buat jadwal mandi dengan teratur .M. Philadelphia.Ajarkan cara berpakaian • Buat langkah berpakaian yang rutin • Hindarkan kancing dan resleting • Beri instruksi yang sederhana • Lakukan berulang-ulang • Tetap perhatikan privacy . and Kneils. Gangguan perawatan diri : . Psychiatric Nursing .Mulai kotak dengan keluarga . Psychiatric nursing care plan.Ajarkan cara mandi secara bertahap : • Peralatan mandi • Langkah-langkah mandi • Perhatikan privacy . St. Isolaso sosial .J (1995).Tempatkan pakaian yang kemungkinan mudah dijangkau pasien .L. Gw.St. Psychiatric nursing :a psycho terapeutic management approach. Louis : Mosby year book Stuart.C (1993).k. L. CE (1991). Gw.

com/2009/04/askep-gangguankognitif_27. http://akperppnisolojateng.blogspot.Sumber Artikel dari.html#ixzz1rEPj3tND .

Alasan 2. 1987. Gangguan pada sistim limbik akan menimbulkan gejala yang bervariasi antara lain :  Gangguan daya ingat  Memori  Disorientasi Pengkajian a. Sisitim Limbik  Perhatian  Flight of idea  Memori  Daya ingat Secara umum apabila terjadi gangguan pada otak. Lobus Frontalis  Pada bagian lobus ini berfungsi untuk : Proses belajar : Abstraksi. Lobus Temporal  Diskriminasi bunyi  Perilaku verbal  Berbicara 3. (Stuart and Sundeen. akan ditemukan gejala-gejala sbb :  Kemampuan memecahkan masalah berkurang  Hilang rasa sosial dan moral  Impilsif  Regres 2. orientasi. tapi secara umum akan terjadi disorientasi 4. Faktor Predisposisi  Gangguan fungsi susunan saraf pusat  Gangguan pengiriman nutrisi  Gangguan peredaran darah . Gangguan kognitif erat kaitannya dengan fungsi otak. termasuk proses mengingat. Fungsi Otak 1. Gangguan pada lobus temporalis akan ditemukan gejala sbb :  Amnesia  Dimensia 3. Lobus Parietal  Diskriminasi waktu  Fungsi somatic  Fungsi motorik 4. Lobus Oksipitalis  Diskriminasi visual  Diskriminasi beberapa aspek memori 5. persepsi dan memperhatikan. Gangguan pada lobus frontalis . Gangguan pada lobus parietalis dan oksipitalis akan ditemukan gejala gejala yang hampir sama.ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN GANGGUAN KOGNITIF Pengertian Kognitif adalah : Kemampuan berpikir dan memberikan rasional.612). menilai. maka seseorang akan mengalami gejala yang berbeda. karena kemampuan pasien untuk berpikir akan dipengaruhi oleh keadaan otak . Hal. sesuai dengan daerah yang terganggu yaitu : 1.

Faktor Presipitasi  Hipoksia  Anemia hipoksik  Histotoksik hipoksia  Hipoksemia hipopoksik  Iskemia hipoksik Suplai darah ke otak menurun/berkurang 1. infeksi. memori. Infeksi  Gagal ginjal  Syphilis  Aids Dement Comp 3. Perilaku Delirum adalah : Suatu keadaan proses pikir yang terganggu. tumor atropi jaringan otak  Hilang daya ingat  Kerusakan penilaian  Perhatian menurun  Perilaku sosial tidak  Ilusi  Halusinasi  Pikiran tidak teratur  Gangguan penilaian dan pengambilan keputusan . Stimulasi Sensori  Stimulasi sensori berkurang  Stimulasi berlebih c. Racun. pikiran dan orientasi Demensia : Suatu keadaan respon kognitif maladaptif yang ditandai dengan hilangnya kemampuan intelektual/ kerusakan memori. penilaian. Perubahan Struktur  Tumor  Trauma 4. berpikir abstrak. trauma. deficit vitamin. Gangguan metabolisme Malfungsi endokrin : Underproduct / Overproduct Hormon  Hipotiroidisme  Hipertiroidisme  Hipoglikemia  Hipopituitarisme 2. ditandai dengan: Gangguan perhatian. Karakteristik Delirium dan demensia  Biasanya tiba-tiba  Biasanya singkat/ < 1 bulan  Racun.  Fluktuasi tingkat kesadaran  Disorientasi  Gelisah  Agitasi  Biasanya perlahan  Biasanya lama dan progressif  Paling banyak dijumpai pada usia & gt. Racun. 65 th  Hipertensi.b. anemia. hipotensi.

kerusakan verbal  Resiko tinggi terhadap cedera  Sindrom defisit perawatan diri ( mandi. Gangguan proses pikir berhubungan dengan gangguan otak ditandai dengan :  Interpretasi lingkungan yang tidak akurat  Kurang memori saat ini  Kerusakan kemampuan memberikan rasional  Konfabulasi b. Afek labil  Sesuai  Agitasi d. pendengaran. Mekanisme koping  Dipengaruhi pengalaman masa lalu  Regresi  Rasionalisasi  Denial  Intelektualisasi e. Sumber Koping  Pasien  Keluarga  Teman Diagnosa Keperawatan  Anxietas  Komunikasi. berhias.  perabaan. Kerusakan komunikasi verbal berhubungan dengan :  Kerusakan kognitif  Kehilangan memori saat ini  Konfabulasi Intervensi Keperawatan a. berpakaian. Intervensi Delirium : a. pengecapan./kebersihan diri. dan penghidu)  Gangguan pola tidur  Perubahan proses pikir ( Stuart and Sundeen. 1995. Identifikasi hasil :  Pasien dapat mencapai fungsi kognitif yang optimal b. Prioritas :  Menjaga keselamatan hidup  Pemenuhan kebutuhan bio-psiko-sosial  Libatkan keluarga  Pendidikan kesehatan mental c. Resiko tinggi terhadap cedera berhubungan dengan :  Ketakutan  Disorientasi yang ditandai dengan perilaku agitasi c. makan. Kebutuhan Fisiologis  Prioritas : menjaga keselamatan hidup  Kebutuhan dasar dengan mengutamakan nutrisi dan cairan . Usaha perawatan :  Memfungsikan pasien seoptimal mungkin sesuai kemampuan pasien Implementasi Keperawatan 1.hal 556 ) a. toileting  Perubahan sensori/perseptual ( penglihatan.

Intervensi Demensia : a. c. tapi sedapat mungkin harus dipertimbangkan dan jangan ditinggal sendiri Gangguan tidur : Kolaborasi pemberian obat tidur. Libatkan keluarga. Barang-barang seminimal mungkin  Perawatan 1 – 1 dengan pengawasan yang ketat  Orientasikan pada realita  Dukungan dan peran serta keluarga  Maksimalkan rasa aman  Sikap yang tegas dari pemberi/ pelayanan perawatan (konsisten) d. Disorientasi :  Ruangan yang terang  Buat jam.dll)  Tempatkan alat-alat yang membantu orientasi massa  Ikutkan dalam therapi aktifitas kelompok dengan program orientasi realita (orang. Halusinasi  Lindungi pasien dan orang lain dari perilaku merusak diri  Ruangan : Hindari dari benda-benda berbahaya. Usaha pencegahan. photo keluarga.Jika pasien sangat gelisah perlu : Pengikatan untuk menjaga therapi. Tanggap situasi lingkungan dengan menggunakan panca indera. Hindari minum yang dapat mencegah tidur seperti : kopi. Hindari tidur diluar jam tidur. Berbicara lembut. sehingga dapat dibaca pasien  Orientasikan pada situasi lingkungan  Perhatikan penerangan terutama dimalam hari  Kontak personal dan fisik sesring mungkin  Libatkan dalam kegiatan T. Orientasi  Tujuan : Membentuk pasien berfungsi dilingkungannya  Tulis nama petugas pada kamar pasien jelas. lemari.A. Gosok punggung. Pengobatan. Rencana perawatan. Buat jadwal tetap untuk bangun dan tidur. pakaian. Memberikan percaya diri.K  Tanamkan kesadaran : Mengapa pasien dirawat. Berhubungan dengan orang lain. Beri susu hangat. besar. Stressor. tempat tidur. Interaksi personal  Identifikasi proses pulang     . waktu). Mandi sore dengan air hangat. Temani menjelang tidur. Lakukan methode relaksasi seperti : napas dalam b. Komunikasi  Pesan jelas  Sederhana  Singkat dan beri pilihan terbatas e. dll. sandal . Pendidikan kesehatan  Mulai saat pasien bertanya tentang yang terjadi pada keadaan  sebelumnya  Seharusnya perawat harus harus tahu sebelumnya tentang : Masalah pasien. kalender dalam ruangan  Lakukan kunjungan sesering mungkin  Orientasikan pada situasi lingkungan  Beri nama/ petunjuk/ tanda yang jelas pada ruangan/ kamar  Orientasikan pasien pada barang milik pribadinya ( kamar. Rencana perawatan dirumah  Penjelasan diulang beberapa kali  Beri petunjuk lisan dan tertulis  Libatkan anggota keluarga agar dapat melanjutkan perawatan dirumah dengan baik sesuai rencana yang telah ditentukan 2. tempat.

seperti : Penyakit Alzheimer’s  Pada orang tua harus hati-hati. Jangan memaksa  Komunikasi verbal : Jelas. Tunjukkan sikap bersahabat. Komunikasi  Membina hubungan saling percaya : Umpan balik yang positif. Tidak terburu buru  Topik percakapan dipilih oleh pasien  Topik buat spesipik  Waktu cukup untuk pasien  Pertanyaan tertutup  Pelan dan diplomatis dalam menghadapi persepsi yang salah  Empati  Gunakan tehnik klarifikasi  Summary  Hangat  Perhatian c. Tentramkan hati. Gangguan daya ingat  Mulai percakapan dengan menyebut nama anda dan panggil nama pasien  Hindarkan konfrontasi atas pernyataan pasien yang salah  Penataan barang pribadi jangan dirubah  Lakukan program orientasi Daftar Pustaka . Pengaturan koping  Koping yang selama dipakai ini yang positif positif dimaksimalkan dan yang negatif diminimalkan  Bantu mencari koping baru yang posistf d. Ulangi kontrak. Farmakologi  Tergantung penyebab gangguan. Pospos pelayanan kesehatan dirumah sakit f. Menggunakan kekuatan dan kemampuan dengan tepat. Empati e. Keluarga dan masyarakat  Siapkan keluarga untuk menerima keadaan pasien  Siapkan fasilitas dalam berinteraksi dengan dimasyarakat  Perlu bantuan dalam merawat 24 jam dirumah.b. karena keadaan yang sensitive g. Wandering  Perilaku yang harus diperhatikan oleh pemberi perawatan h. pendengaran yang baik. Jangan terdesak. Therapeutik Milieu  Stimulasi kognitif i. misalnya berolahraga  Saat agitasi : Tetap senyum. yang diprogramkan melalui : Puskesmas. Kurangi agitasi  Didorong melakukan sesuatu yang tidak biasa dan tidak jelas  Beri penjelasan  Beri pilihan  Penyaluran energi : Perawatan mandiri. Ringkas. Intervensi interpersonal  Psychotherapi  Life review therafi  Untuk menyelesaikan masalah yang melibatkan individu dan kelompok dengan saling menceritakan riwayat hidup latihan dan terafi kognitif  Therapi relaksasi  Kelompok pendukung dan konseling j. Respek.

Philadelphia. Louis Mosby Year book 5. Psychiatric Mental Health Nursing : Concept of Care . Louis : Mosby year book 3. Psychiatric nursing :a psycho therapeutic management approach. Stuart.A. M. St. St. dan Holloday. Gw.L. Davis Company. P. And Sundeen S.com/2010/04/asuhan-keperawatan-pasiendengan_9689.blogspot.M. H.1. Stuart.St.S. Louis Mosby year Book 6. CE (1991).H dan Bostrom. And Sundeen S. Gw.St. Gw. Keltner.C (1993). Depresi dan Demensia. and Sundeen S. St. 7. N. California : Addison http://yoedhasflyingdutchman. Stuart. Wilson. Pendidikan Kesehtan Keluarga . 2nd. Psychiatric Nursing . Petunjuk Komunikasi dengan Pasien Demensia. C.louis : Mosby year book 4.Louis : Mosby year book 2.J (1995). and Kneils.J (1995).J (1987). Psychiatric nursing care plan. (1992).html . Perbandingan Delirium.R . Schueke. C. Fortinash. L. (1991). Towsend.