ASKEP GANGGUAN KOGNITIF

info download, 27 April, 2009

GANGGUAN KOGNITIF I. Definisi : Kognitif adalah : Kemampuan berpikir dan memberikan rasional, termasuk proses mengingat, menilai, orientasi, persepsi dan memperhatikan ( Stuart and Sundeen, 1987. Hal.612). Gangguan kognitif erat kaitannya dengan fungsi otak, karena kemampuan pasien untuk berpikir akan dipengaruhi oleh keadaan otak .

II. Fungsi Otak : 1. Lobus Frontalis Pada bagian lobus ini berfungsi untuk : - Prose belajar - Abstraksi - Alasan 2. Lobus Temporal Secara umum berfungsi untuk : - Diskriminasi bunyi - Prilaku verbal - Bicara 3. Lobus Parietal Berfungsi untuk : - Diskriminasi waktu - Fungsi somatik - Fungsi motorik 4. Lobus Oksipitalis Berfungsi untuk : - Diskriminasi visual - Diskriminasi beberapa asfek memori 5. Sisitim Limbik Hal ini akan berpengaruh pada fungsi : - Perhatian - Flight of idea - Memori

sesuai dengan daerah yang terganggu yaitu : 1.Ganggua peredaran darah a.Memori . . Neurobiologi • Penyakit Alzheimer’s • Gangguan metabolik : . tapi secara umum akan terjadi disorientasi 4.Hilang rasa sosial dan mora .Amnesia . Faktor Predisposisi Penyebab : .Gangguan daya ingat .Gangguan pengiriman nutrisi . akan ditemukan gejala-gejala sbb : .Regresi 2.Demensia 3. maka seseorang akan mengalami gejala yang berbeda. Penuaan • Kumulatif degeneratif jaringan otak ? penuaan • Racun dalam jaringan otak • Kimia toksik/logam berat ? Respon kognitif maladaptif b.Dll PENGKAJIAN 1.Gangguan fungsi susunan saraf pusat .GGK .Daya ingat Secara umum apabila terjadi gangguan pada otak. Gangguan pada lobus frontalis .Disorientasi ..Impilsif . Gangguan pada lobus temporalis akan ditemukan gejala sbb : . Gangguan pada lobus parietalis dan oksipitalis akan ditemukan gejala gejala yang hampir sama. Gangguan pada sistim limbik akan menimbulkan gejala yang bervariasi all : .Penyakit lever kronik.Kemampuan memecahkan masalah berkurang .

Aids Dement Comp d.Stimulasi sensori berkurang .Hipertiroidisme .Hipotiroidisme .Syphilis .Histotoksik hipoksia .Stimulasi berlebih Lingkungan yang stimulusai berkurang / atau lebih ? Halusinasi Penerangan dan aktifitas di ICU yang konstan ? Bingung .Trauma e.Gagal ginjal . Stressor Presipitasi a.Devisit vitamin .Tumor . Infeksi . Perubahan Struktur . Hipoksia : .Iskemia hipoksik ? Suplai darah ke otak menurun/berkurang b..Anemia hipoksik .Hipoglikemia .Hipopituitarisme c.Hipoksemia hipopoksik . Stimulasi Sensori . Racun. Genetik : Penyakit otak degeneratif herediter ( Huntington’s Chorea) 2. Gangguan metabolisme Malfungsi endokrin : Underproduct / Overproduct Hormon .Malnutrisi • Anorexia nervosa • Bulimia nervosa c.

Hilang daya ingat . berpikir abstrak.Perhatian menurun .biasanya lama dan progressif . hipertermia . tumor atropi jaringan otak . pikiran dan orientasi Demensia : Suatu keadaan respon kognitif maladaptif yang ditandai dengan hilangnya kemampuan intelektual/ kerusakan memori.Gelisah .Agitasi .Biasanya perlahan .Disorientasi . trauma.Biasanya tiba-tiba .Biasanya singkat/ < 1 bulan . infeksi.Delusi Halusinasi 3. penilaian. Karakteristik Delirium dan demensia Delirium Demensia Onset Lama Stressor perilaku .Fluktuasi tingkat kesadaran . memori. ditandai dengan: Gangguan perhatian.Racun. defisit vitamin. Perilaku Delirum adalah : Suatu keadaan proses pikir yang terganggu. anemia.Kerusakan penilaian .Perilaku sosial tidak .Paling banyak dijumpai pada usia > 65 th .Hipertensi. hipotensi. Racun.

Pasien .hal 556 ) Contoh diagnosa lengkap dalam proses keperawatan : Gangguan proses pikir berhubungan dengan gangguan otak ditandai dengan : . Diagnosa Keperawatan Menurut Nanda : • Anxietas • Komunikasi.Rasionalisasi .Sumber Koping : .Kurang memori saat ini .Afek labil .Interpretasi lingkungan yang tidak akurat .Keluarga . makan.Agitasi 4..Regresi . pendengaran./kebersihan diri.Halusinasi .Pikiran tidak teratur -Gangguan penilaian dan pengambilan keputusan .Denial . kerusakan verbal • Resiko tinggi terhadap cedera • Sindrom defisit perawatan diri ( mandi.Afek labil sesuai . Mekanisme koping : .Intelektualisasi 5. 1995. dan penghidu) • Gangguan pola tidur • Perubahan proses pikir ( Stuart and Sundeen.Ilusi .Teman B. berpakaian. perabaan.Dipengaruhi pengalaman masa lalu . pengecapan. berhias.Gelisah . toilet ) • Perubahan sensori/perseptual ( penglihatan.

.Gangguan tidur : • Kolaborasi pemberian obat tidur • Gosok punggung • Beri susu hangat • Berbicara lembut • Libatkan keluarga • Temani menjelang tidur • Buat jadwal tetap untuk bangun dan tidur • Hindari tidur diluar jam tidur • Mandi sore dengan air hanngat . Implementasi : Intervensi Delirium : a.Jika pasien sangat gelisah perlu : Pengikatan untuk menjaga therapi.Konfabulasi C. Kebutuhan Fisiologis . Perencanaaan : Identifikasi hasil : Pasien dapat mencapai fungsi kognitif yang optimal Prioritas : Menjaga keselamatan hidup Pemenuhan kebutuhan bio-psiko-sosial Libatkan keluarga Pendidikan kesehatan mental Usaha perawatan : Memfungsikan pasien seoptimal mungkin sesuai kemempuan pasien D.Prioritas : menjaga keselamatan hidup .Disorientasi yang ditandai dengan perilaku agitasi Kerusakan komunikasi verbal berhubungan dengan : .Kehilangan memori saat ini .Kebutuhan dasar dengan mengutamakan nutrisi dan cairan .Kerusakan kognitif . tapi sedapat mungkin harus dipertimbangkan dan jangan ditinggal sendiri .Kerusakan kemampuan memberikan rasional .Ketakutan .Konfabulasi Resiko tinggi terhadap cedera berhubungan dengan : .

sandal .Lindungi pasien dan orang lain dari perilaku merusak diri .Ruangan : • Hindari dari benda-benda berbahaya • Barang-barang seminimal mungkin . pakaian. photo kleuarga. Pendidikan kesehatan . tempat tidur.Mulai saat pasien bertanya tentang yang terjadi pada keadaan sebelumnya .Perawatan 1 – 1 dengan pengawasan yang ketat .dll) • Tempatkan alat-alat yang membantu orientasi massa • Ikutkan dalam tyherapi aktifitas kelompok dengan program orientasi realita (orang. Komunikasi .Sikap yang tegas dari pemberi/ pelayanan perawatan (konsisten) c.Orientasikan pada realita .Pesan jelas . waktu). tempat. lemari.Sederhana .Seharusnya perawat harus harus tahu sebelumnya tentang : • Masalah pasien • Stressor • Pengobatan • Rencana perawatan .• Hindari minum yang dapat mencegah tidur seperti : kopi. Halusinasi . b.Singkat dan beri pilihan terbatas d.Disorientasi : • Ruangan yang terang • Buat jam. kalender dalam ruangan • Lakukan kunjungan sesering mungkin • Orientasikan pada situasi linkumngan • Beri nama/ petunjuk/ tanda yang jelas pada ruangan/ kamar • Orientasikan pasien pada barang milik pribadinya ( kamar. dll • Lakukan methode relaksasi seperti : napas dalam .Maksimalkan rasa aman .Dukungan dan peran serta keluarga .

besar.Orientasikan pada situasi lingkungan .Libatkan anggota keluarga agar dapat melanjutkan perawatan dirumah dengan baik sesuai rencana yang telah ditentukan Intervensi pada Demensia a. pendengaran yang baik • Jangan terdesak • Jangan memaksa . Komunikasi .K . Orientasi .Kontak personal dan fisik sesring mungkin .• Usaha pencegahan • Rencana perawatan dirumah . sehingga dapat dibaca pasien .Topik percakapan dipilih oleh pasien .Tujuan : Membentuk pasien berfungsi dilingkungannya .Perhatikan penerangan terutama dimalam hari .Beri petunjuk lisan dan tertulis .A.Tanamkan kesadaran : • Mengapa pasien dirawat • Memberikan percaya diri • Berhubungan dengan orang lain • Tanggap situasi lingkungan dengan menggunakan panca indera • Inyteraksi personal .Topik buat spesipik .Identifikasi proses pulang b.Libatkan dalam kegiatan T.Tulis nama petugas pada kamar pasien jelas.Penjelasan diulang beberapa kali .Membina hubungan saling percaya • Umpan balik yang positif • Tentramkan hati • Ulangi kontrak • Respek.Komunikasi verbal • Jelas • Ringkas • Tidak terburu buru .

Siapkan fasilitas dalam berinteraksi dengan dimasyarakat .Gunakan tehnik klarifikasi . Kurangi agitasi ? . Pengaturan koping .. spt : • Penyakit Alzheimer’s .didorong melakukan sesuatu yang tidak biasa dan tidak jelas . Wandering . yang diprogramkan melalui : • Puskesmas • Pos-pos pelayanan kesehatan dirumahsakit f.Pada orang tua harus hati-hati.Bantu mencari koping baru yang posistf d.beri penjelasan .Perhatian c.Summary . Keluarga dan masyarakat .Saat agitasi : • Tetap senyum • Tujukkan sikap bersahabat • Empati e.Hangat .Waktu cukup untuk pasien . karena keadaan yang sensitif g. misalnya berolahraga .Siapkan keluarga untuk menerima keadaan pasien .Pelan dan diplomatis dalam menghadapi persepsi yang salah .Empati . Farmakologi .Perlu bantuan dalam merawat 24 jam dirumah.Koping yang selama dipakai ini yang positif positif dimaksimalkan dan yang negatif diminimalkan .Tergantung penyebab gangguan.Pertanyaan tertutup .beri pilihan .penyaluran energi : • Perawatan mandiri • Menggunakan kekuatan dan kemampuan dengan tepat.

Therapeutik Milieu . Meningkatkan harga diri 2. Meningkatkan empati j. Gangguan daya ingat : .Penataan barang pribadi jangan dirubah .Psychotherapi . Meningktkan percaya diri 3.Life review therafi Untuk menyelesaikan masalah yang melibatkan individu dan kelompok dengan saling menceritakan riswayat hidup .Lakukan progran orientasi .Perilaku yang harus diperhatikan oleh pemberi perawatan h.Therapi relaksasi • Untuk mengurangi ketegangan dan stres • Deep Breathing • Konsentrasi . Intervensi interpersonal .Mulai percakapan dengan menyebut nama anda dan panggil nama pasien .Stimulasi kognitif ? Melakukan aktifitas yang berfungsi untuk perbaikan kognitif misalnya diskusi kelompok • Dukung perasaan aman • Situasi yang tenang • Rancangai fisik konsisten • Struktur yang teratur • Fokus pada kekuatan dan kemampuan • Minimalkan perilaku destruktif i.Kelompok pendukung dan konseling • Ekspres filling • Pemecahan masalah yang dilakukan dengan cara : 1.Latihan dan terafi kognitif • Latihan daya ingat • Memelihara inteligensia . Meningkatkan simpati 4.Hindarkan konfrontasi atas pernyataan pasien yang salah .

louis : Mosby year book Stuart. Psychiatric nursing care plan.S. Psychiatric Mental Health Nursing : Concept of Care . And Sundeen S.H dan Bostrom. Gw.Ajarkan BAB dan BAK pada tempatnya l. Gangguan perawatan diri : .Teman dekat . 2nd. Wilson. Pendidikan Kesehtan Keluarga .Mulai kotak dengan keluarga . dan Holloday. CE (1991). St.J (1987). and Kneils.J (1995).Masukkan dalam kelompok aktifitas . L. C. Petunjuk Komunikasi dengan Pasien Demensia . Isolaso sosial . H.A. Perbandingan Delirium. St. Gw.Tempatkan pakaian yang kemungkinan mudah dijangkau pasien .k.Dorong berhubungan dengan orang lain . P. Louis Mosby Year book Stuart. Gw. Davis Company. and Sundeen S. Psychiatric nursing :a psycho terapeutic management approach.L.St.Buat jadwal mandi dengan teratur . Depresi dan Demensia.Ajarkan cara mandi secara bertahap : • Peralatan mandi • Langkah-langkah mandi • Perhatikan privacy . Louis : Mosby year book Stuart. (1992). Louis Mosby year Book Towsend. And Sundeen S. Schueke. California : Addison .R .Ajarkan cara berpakaian • Buat langkah berpakaian yang rutin • Hindarkan kancing dan resleting • Beri instruksi yang sederhana • Lakukan berulang-ulang • Tetap perhatikan privacy .M.C (1993). Psychiatric Nursing . St.Buat jadwal kontak sosial secara teratur DAFTAR PUSTAKA Fortinash.St. (1991). Philadelphia. N.Louis : Mosby year book Keltner. M. C.J (1995).

html#ixzz1rEPj3tND .com/2009/04/askep-gangguankognitif_27.blogspot. http://akperppnisolojateng.Sumber Artikel dari.

Gangguan pada lobus frontalis . maka seseorang akan mengalami gejala yang berbeda.612). Gangguan pada lobus parietalis dan oksipitalis akan ditemukan gejala gejala yang hampir sama. Lobus Parietal  Diskriminasi waktu  Fungsi somatic  Fungsi motorik 4. orientasi. termasuk proses mengingat. Hal. Alasan 2. Faktor Predisposisi  Gangguan fungsi susunan saraf pusat  Gangguan pengiriman nutrisi  Gangguan peredaran darah .ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN GANGGUAN KOGNITIF Pengertian Kognitif adalah : Kemampuan berpikir dan memberikan rasional. Gangguan kognitif erat kaitannya dengan fungsi otak. (Stuart and Sundeen. Sisitim Limbik  Perhatian  Flight of idea  Memori  Daya ingat Secara umum apabila terjadi gangguan pada otak. Lobus Oksipitalis  Diskriminasi visual  Diskriminasi beberapa aspek memori 5. 1987. Gangguan pada lobus temporalis akan ditemukan gejala sbb :  Amnesia  Dimensia 3. tapi secara umum akan terjadi disorientasi 4. karena kemampuan pasien untuk berpikir akan dipengaruhi oleh keadaan otak . Gangguan pada sistim limbik akan menimbulkan gejala yang bervariasi antara lain :  Gangguan daya ingat  Memori  Disorientasi Pengkajian a. menilai. Lobus Temporal  Diskriminasi bunyi  Perilaku verbal  Berbicara 3. akan ditemukan gejala-gejala sbb :  Kemampuan memecahkan masalah berkurang  Hilang rasa sosial dan moral  Impilsif  Regres 2. sesuai dengan daerah yang terganggu yaitu : 1. Lobus Frontalis  Pada bagian lobus ini berfungsi untuk : Proses belajar : Abstraksi. persepsi dan memperhatikan. Fungsi Otak 1.

memori. anemia. Stimulasi Sensori  Stimulasi sensori berkurang  Stimulasi berlebih c. deficit vitamin. trauma. Infeksi  Gagal ginjal  Syphilis  Aids Dement Comp 3. Perilaku Delirum adalah : Suatu keadaan proses pikir yang terganggu. pikiran dan orientasi Demensia : Suatu keadaan respon kognitif maladaptif yang ditandai dengan hilangnya kemampuan intelektual/ kerusakan memori. Racun. Gangguan metabolisme Malfungsi endokrin : Underproduct / Overproduct Hormon  Hipotiroidisme  Hipertiroidisme  Hipoglikemia  Hipopituitarisme 2. Perubahan Struktur  Tumor  Trauma 4. Faktor Presipitasi  Hipoksia  Anemia hipoksik  Histotoksik hipoksia  Hipoksemia hipopoksik  Iskemia hipoksik Suplai darah ke otak menurun/berkurang 1. infeksi. ditandai dengan: Gangguan perhatian. tumor atropi jaringan otak  Hilang daya ingat  Kerusakan penilaian  Perhatian menurun  Perilaku sosial tidak  Ilusi  Halusinasi  Pikiran tidak teratur  Gangguan penilaian dan pengambilan keputusan .b. 65 th  Hipertensi. Karakteristik Delirium dan demensia  Biasanya tiba-tiba  Biasanya singkat/ < 1 bulan  Racun. berpikir abstrak. hipotensi. penilaian. Racun.  Fluktuasi tingkat kesadaran  Disorientasi  Gelisah  Agitasi  Biasanya perlahan  Biasanya lama dan progressif  Paling banyak dijumpai pada usia & gt.

/kebersihan diri. pengecapan. berpakaian. Mekanisme koping  Dipengaruhi pengalaman masa lalu  Regresi  Rasionalisasi  Denial  Intelektualisasi e. Identifikasi hasil :  Pasien dapat mencapai fungsi kognitif yang optimal b. pendengaran.hal 556 ) a. Usaha perawatan :  Memfungsikan pasien seoptimal mungkin sesuai kemampuan pasien Implementasi Keperawatan 1. Afek labil  Sesuai  Agitasi d. Kebutuhan Fisiologis  Prioritas : menjaga keselamatan hidup  Kebutuhan dasar dengan mengutamakan nutrisi dan cairan . makan. 1995. Kerusakan komunikasi verbal berhubungan dengan :  Kerusakan kognitif  Kehilangan memori saat ini  Konfabulasi Intervensi Keperawatan a.  perabaan. Gangguan proses pikir berhubungan dengan gangguan otak ditandai dengan :  Interpretasi lingkungan yang tidak akurat  Kurang memori saat ini  Kerusakan kemampuan memberikan rasional  Konfabulasi b. Prioritas :  Menjaga keselamatan hidup  Pemenuhan kebutuhan bio-psiko-sosial  Libatkan keluarga  Pendidikan kesehatan mental c. berhias. dan penghidu)  Gangguan pola tidur  Perubahan proses pikir ( Stuart and Sundeen. Resiko tinggi terhadap cedera berhubungan dengan :  Ketakutan  Disorientasi yang ditandai dengan perilaku agitasi c. toileting  Perubahan sensori/perseptual ( penglihatan. kerusakan verbal  Resiko tinggi terhadap cedera  Sindrom defisit perawatan diri ( mandi. Intervensi Delirium : a. Sumber Koping  Pasien  Keluarga  Teman Diagnosa Keperawatan  Anxietas  Komunikasi.

kalender dalam ruangan  Lakukan kunjungan sesering mungkin  Orientasikan pada situasi lingkungan  Beri nama/ petunjuk/ tanda yang jelas pada ruangan/ kamar  Orientasikan pasien pada barang milik pribadinya ( kamar. Rencana perawatan dirumah  Penjelasan diulang beberapa kali  Beri petunjuk lisan dan tertulis  Libatkan anggota keluarga agar dapat melanjutkan perawatan dirumah dengan baik sesuai rencana yang telah ditentukan 2. sehingga dapat dibaca pasien  Orientasikan pada situasi lingkungan  Perhatikan penerangan terutama dimalam hari  Kontak personal dan fisik sesring mungkin  Libatkan dalam kegiatan T. Buat jadwal tetap untuk bangun dan tidur. Barang-barang seminimal mungkin  Perawatan 1 – 1 dengan pengawasan yang ketat  Orientasikan pada realita  Dukungan dan peran serta keluarga  Maksimalkan rasa aman  Sikap yang tegas dari pemberi/ pelayanan perawatan (konsisten) d. Usaha pencegahan. waktu). Orientasi  Tujuan : Membentuk pasien berfungsi dilingkungannya  Tulis nama petugas pada kamar pasien jelas. tempat tidur. Gosok punggung. Hindari tidur diluar jam tidur. Memberikan percaya diri. Rencana perawatan. lemari. tapi sedapat mungkin harus dipertimbangkan dan jangan ditinggal sendiri Gangguan tidur : Kolaborasi pemberian obat tidur. Lakukan methode relaksasi seperti : napas dalam b.Jika pasien sangat gelisah perlu : Pengikatan untuk menjaga therapi. Pendidikan kesehatan  Mulai saat pasien bertanya tentang yang terjadi pada keadaan  sebelumnya  Seharusnya perawat harus harus tahu sebelumnya tentang : Masalah pasien. Mandi sore dengan air hangat. Interaksi personal  Identifikasi proses pulang     . Halusinasi  Lindungi pasien dan orang lain dari perilaku merusak diri  Ruangan : Hindari dari benda-benda berbahaya. c. Komunikasi  Pesan jelas  Sederhana  Singkat dan beri pilihan terbatas e.A. Stressor. Libatkan keluarga. tempat. Temani menjelang tidur. Tanggap situasi lingkungan dengan menggunakan panca indera. Berbicara lembut. Beri susu hangat. photo keluarga. Hindari minum yang dapat mencegah tidur seperti : kopi. Pengobatan. pakaian. Berhubungan dengan orang lain. Intervensi Demensia : a.dll)  Tempatkan alat-alat yang membantu orientasi massa  Ikutkan dalam therapi aktifitas kelompok dengan program orientasi realita (orang. Disorientasi :  Ruangan yang terang  Buat jam. dll. besar. sandal .K  Tanamkan kesadaran : Mengapa pasien dirawat.

Respek. Komunikasi  Membina hubungan saling percaya : Umpan balik yang positif. Kurangi agitasi  Didorong melakukan sesuatu yang tidak biasa dan tidak jelas  Beri penjelasan  Beri pilihan  Penyaluran energi : Perawatan mandiri. Menggunakan kekuatan dan kemampuan dengan tepat. Wandering  Perilaku yang harus diperhatikan oleh pemberi perawatan h. Empati e. Farmakologi  Tergantung penyebab gangguan. Jangan memaksa  Komunikasi verbal : Jelas. Jangan terdesak. Tentramkan hati. Pengaturan koping  Koping yang selama dipakai ini yang positif positif dimaksimalkan dan yang negatif diminimalkan  Bantu mencari koping baru yang posistf d. Tunjukkan sikap bersahabat. misalnya berolahraga  Saat agitasi : Tetap senyum. Gangguan daya ingat  Mulai percakapan dengan menyebut nama anda dan panggil nama pasien  Hindarkan konfrontasi atas pernyataan pasien yang salah  Penataan barang pribadi jangan dirubah  Lakukan program orientasi Daftar Pustaka . Pospos pelayanan kesehatan dirumah sakit f. Keluarga dan masyarakat  Siapkan keluarga untuk menerima keadaan pasien  Siapkan fasilitas dalam berinteraksi dengan dimasyarakat  Perlu bantuan dalam merawat 24 jam dirumah. Ringkas.b. Intervensi interpersonal  Psychotherapi  Life review therafi  Untuk menyelesaikan masalah yang melibatkan individu dan kelompok dengan saling menceritakan riwayat hidup latihan dan terafi kognitif  Therapi relaksasi  Kelompok pendukung dan konseling j. yang diprogramkan melalui : Puskesmas. Ulangi kontrak. seperti : Penyakit Alzheimer’s  Pada orang tua harus hati-hati. Tidak terburu buru  Topik percakapan dipilih oleh pasien  Topik buat spesipik  Waktu cukup untuk pasien  Pertanyaan tertutup  Pelan dan diplomatis dalam menghadapi persepsi yang salah  Empati  Gunakan tehnik klarifikasi  Summary  Hangat  Perhatian c. karena keadaan yang sensitive g. Therapeutik Milieu  Stimulasi kognitif i. pendengaran yang baik.

J (1995).St. Louis Mosby year Book 6. California : Addison http://yoedhasflyingdutchman. N. St.L. H. Pendidikan Kesehtan Keluarga . Stuart. L. Stuart.C (1993). Stuart.html . and Kneils. Psychiatric Mental Health Nursing : Concept of Care . Perbandingan Delirium. 2nd. Schueke. Psychiatric nursing care plan.S. CE (1991). Psychiatric nursing :a psycho therapeutic management approach.M. Gw. Davis Company. C. And Sundeen S. 7. And Sundeen S. Towsend. C.com/2010/04/asuhan-keperawatan-pasiendengan_9689.1. Depresi dan Demensia. dan Holloday. (1992).J (1987). (1991).blogspot. Keltner.A.louis : Mosby year book 4.St. Wilson.H dan Bostrom. St. Petunjuk Komunikasi dengan Pasien Demensia.Philadelphia. and Sundeen S. P. Gw. Louis Mosby Year book 5.R .J (1995). Louis : Mosby year book 3. Fortinash. St. Psychiatric Nursing . Gw. M.Louis : Mosby year book 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful