P. 1
Kondisi Perekonomian Indonesia

Kondisi Perekonomian Indonesia

|Views: 775|Likes:
Dipublikasikan oleh Indra Rukmana

More info:

Published by: Indra Rukmana on Apr 08, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/18/2013

pdf

text

original

Kondisi Perekonomian Indonesia

Kabinet Indonesia Bersatu

Personalia Kelompok Dachlia Dessi Fiyya Indra Rukmana Nurul Hilaliyah .

angka kemiskinan mencapai 24. Pada tahun 1998. Selengkapnya. Pada tahun 2006. pada tahun 2008 naik menjadi 69.7 persen. Pada SBY tampil sebagai Presiden. misalnya. Pemerintah berhasil melunasi seluruh utang kita sebesar 7.1 persen. dua tahun setelah memimpin Indonesia. pada tahun 1998 minus 13.1 persen. Dan pada 2008 tinggal 15.1 miliar dolar AS.4 persen dari total penduduk Indonesia. Utang kepada Dana Moneter Internasional (IMF) dipangkas habis pada masa pemerintahan SBY.8 miliar dolar AS. tahun 2004. Cadangan devisa yang semula 33. lihat data-data laju pembangunan Indonesia 10 tahun terakhir berikut. pada tahun 1998.4 persen.8 miliar dolar AS. Dan tahun 2008 diproyeksikan sebesar 6.2 persen.1 persen. pembangunan di Indonesia mengalami kemajuan signifikan. Hal ini bias kita lihat. . pertumbuhan ekonomi naik pesat menjadi 5. utang Indonesia kepada IMF sebesar 9. Pertumbuhan ekonomi. tingkat kemiskinan ini turun menjadi 16.Pendahuluan Dalam 10 tahun terakhir (1998-2008). Data-data ini berasal dari BPS. Tingkat kemiskinan juga terus berkurang. Pada masa awal Presiden SBY.

.

2.1. Hutang luar negeri Bab II Mikro 2. Pertumbuhan Perekonomian Rakyat Bab III Penutup 3. Export-import 1.1.Daftar Isi Pendahuluan Daftar Isi Bab I Makro 1. Kesimpulan .4. Investor 1. Pengangguran 2.3.2.1. Pertumbuhan perbankan 1.

1.Bab I Kondisi Ekonomi Makro Indonesia Bersatu 1. Didirikannya PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Implementation of Remote Trading System. • Penerapan Remote Trading System. Implementation of a Business Contingency Plan procedure. Launching of Stock Option. Privatization of the Jakarta Stock Exchange. switching from a manual system to the Jakarta Automated Trading System (JATS). beralih dari sistem manual menjadi menggunakan Jakarta Automated Trading System (JATS). • Swastanisasi Bursa Efek Jakarta. 8 Year 1995 on the Capital Market as a legal basis for implementation of the Capital Market in Indonesia. Putting in place the Disaster Recovery Center ISO 9001:2000. Berdirinya BES. • Bursa Paralel Indonesia bergabung ke dalam BES. Expedited settlement from T+4 to T+3. Penerapan Scripless Trading System dimulai (proses selesai pada bulan Agustus 2002). • Perubahan penyelesaian transaksi dari T+4 ke T+3. Implementation of Scripless Trading System (the process completed in August 2002). . Establishment of the SSX. Share Trading at the IDX entered the era of automation. Di Indonesia. • BAPEPAM menjadi Badan Pengawas Pasar Modal. Founding of the Indonesian Clearing and Guarantee Corporation (KPEI). Peluncuran Kontrak Opsi Saham. Investor Tingkat perekonomian suatu Negara salah satunya bias kita ukur dengan jumlah dan besarnya investor pada Negara tersebut. Pengoperasian fasilitas Disaster Recovery Center Sertifikasi ISO 9001:2000. Reactivation of the Capital Market in Indonesia. Berikut data rangkuman dari BEI dari tahun 1977 sd 2010: Diaktifkannya kembali Pasar Modal di Indonesia. Didirikannya PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI). 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal sebagai landasan hukum penyelenggaraan Pasar Modal Indonesia. October Package 1988. The merger of Indonesia Parallel Exchange into SSX. Paket Oktober 1988. BAPEPAM was put in place as the Capital Market Supervisory Agency. • Diberlakukannya Undang-Undang Republik Indonesia No. • Perdagangan saham di BEJ memasuki era otomasi. The enactment of the Law of the Republic of Indonesia No. Founding of the Indonesian Central Securities Depository (KSEI). permasalahan mengenai stabilitas dan keamanan Negara akhir-akhir ini sering bermunculan yang menyebabkannya para investor asing maupun investor domestik pun lari ke Negara lain yang berimbas pada pemasukan Negara semakin berkurang. Implementasi prosedur Business Contingency Plan.

786. Listing and Financial Management.E.id Meskipun perekonomian nasional dibayangi laju inflasi dimana Indeks Harga Konsumen (IHK) tahun 2010 tercatat 6. Jakarta Composite Index (JCI) posted a new record of 3.786.1%. IDX Trading Suspension (8-10 October 2008). yaitu 3. namun hal ini mampu diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi. • Sertifikasi ISO 9001:2000 untuk fungsi Perdagangan. Pada 2010.Penggabungan Bursa Efek Surabaya (BES) ke dalam Bursa Efek Jakarta (BEJ) menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI). • Penghargaan “The Best Stock Exchange of the Year 2009 in S.991 per dolar AS. • Penghentian sementara perdagangan di BEI (8-10 Oktober 2008). ISO 9001:2008 Certification.35% dibandingkan dengan kurs Rupiah akhir tahun 2009 yang berada di posisi Rp9.bei.E. Grafik peningkatan BEI dari tahun 1992 sd 2010 Sumber grafik: http//www. Consolidation of the Surabaya Stock Exchange (SSX) into Jakarta Stock Exchange (JSX) to become the Indonesia Stock Exchange (IDX).A” dari Alpha Southeast Asia Magazine. Pencatatan dan Manajemen Keuangan. kurs Rupiah pada akhir tahun 2010 mencapai Rp8. atau terapresiasi sebesar 4. Implementation of JATS-NextG. “The Best Stock Exchange of the Year 2010 in S. • Penghargaan “The Best Stock Exchange of the Year 2010 in S. • Sertifikasi ISO 9001:2008.go. 2010.A” organized by Alpha Southeast Asia Magazine.96%. lebih tinggi dari tahun sebelumnya sebesar 2.400 per dolar AS.6%. • IHSG menyentuh rekor level baru.E. “The Best Stock Exchange of the Year 2009 in S. Sedangkan dari sisi nilai tukar.A” dari Alpha Southeast Asia Magazine.097 pada tanggal 9 Desember 2010. • Penerapan JATS-NextG.E.78%.097 on December 9. .A” organized by Alpha Southeast Asia Magazine. ISO 9001:2000 Certification for the functions of Trading. lebih tinggi dibandingkan tahun 2009 yang mencapai 4. pertumbuhan ekonomi mencapai 6.

Penurunan ekspor kayu lapis bahkan sudah terjadi sejak sebelum terjadinya krisis.7 miliar pada tahun 1998 menurun menjadi sekitar US$ 3. Ekspor tekstil lainnya yang mencapai US$ 4.9 miliar.Kondisi fundamental ekonomi yang kuat dan stabil menjadi salah satu faktor dominan terhadap pencapaian kinerja pasar modal secara keseluruhan dan BEI khususnya. Ekspor Hasil Industri Ekspor kayu lapis masih terus menunjukkan penurunan.98 triliun per 31 Desember 2010.2 miliar pada tahun 2002.2. pada tahun 2002 menurun menjadi sekitar US$ 2. Kondisi yang sama juga terjadi pada instrumen surat utang baik surat utang Negara maupun surat utang korporasi. Bahkan. . Oleh sebab itu.1 miliar tahun 2002.7 miliar terus menurun dan pada tahun 2002 hanya mencapai US$ 3. Sedangkan ekspor alat-alat listrik yang pada tahun 2000 mencapai US$ 3. 1. Keseluruhan faktor pendukung di atas juga mendorong tumbuhnya kepercayaan investor baik investor domestic maupun investor asing untuk tetap menginvestasikan uangnya di Pasar Modal Indonesia.7 miliar. akan tetapi Pemerintah sanggup menanganinya dengan baik.29 triliun di akhir 2009 menjadi Rp20.87% dari Rp13. Ekspor pakaian jadi yang pada tahun 2000 mencapai US$ 4.2 miliar. Pemerintah mampu menjaga stabilitas social dan politik sehingga menciptakan rasa nyaman dan aman bagi pelaku pasar. bisa dipahami jika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) BEI selama 2010 mencatat kenaikan tertinggi di kawasan Asia Pasifik setelah Bursa Efek Colombo (Srilanka). Export Import a. Disamping itu. Ekspor bahan makanan olahan mengalami sedikit peningkatan yaitu dari US$ 0. Hal ini turut bisa dilihat pada kinerja keuangan Perusahaan Tercatat di BEI dimana mayoritas mampu meningkatkan kinerjanya dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun ekspor untuk kertas dan bahan kertas lainnya dan bahan kimia cenderung untuk stabil. antusiasme investor asing untuk investasi di Pasar Modal Indonesia masih sangat besar yang tercermin dari meningkatnya nilai investasi bersih (net buying) investor asing sebesar 57. Meskipun ada dinamika masyarakat di bidang sosial dan politik.8 miliar pada tahun 1997 menjadi US$ 1.

menurun pada tahun 1998 dan tahun 1999.0 juta ton.0% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2002. Pada tahun 2002 ekspor hasil pertambangan mencapai US$ 3. Pada tahun 2002 ekspor hasil pertanian hanya mencapai US$ 2. yaitu sebesar US$ 3. Salah satu penyebab penurunan harga ekspor rata-rata hasil industri tersebut diantaranya adalah meningkatnya suplai dunia dari negara-negara pesaing. Pada tahun-tahun selanjutnya volume ekspor hasil industri berfluktuasi dalam rentang yang tidak terlalu besar.1 miliar. dapat disimpulkan telah terjadi penurunan tingkat harga ekspor rata-rata yang cukup besar dalam 5 tahun terakhir ini (lebih dari 25%). ekspor hasil pertambangan menunjukkan peningkatan. Ekspor Hasil Pertanian Setelah mencapai puncaknya pada tahun 1998.Apabila diamati volume ekspor industri setelah krisis jauh lebih tinggi dibandingkan dengan volume ekspor industri sebelum krisis. EKSPOR HASIL PERTAMBANGAN (DI LUAR MIGAS) Ekspor hasil pertambangan (di luar migas) yang pada tahun 1997 mencapai US$ 3. 2001. nilai ekspor hasil pertanian berfluktuasi dengan kecenderungan menurun. Pada tahun-tahun berikutnya volume ekspor hasil pertanian ini berflluktuasi. 2. 2000. ekspor hasil pertanian yang pada tahun 1997 berjumlah 1.5%. Dalam tahun 2000 dan sesudahnya. 2. Sampai dengan 10 bulan pertama tahun 2003.4%.6 juta ton.6 miliar. c.7 miliar. yaitu berturut-turut 2. melampaui nilai ekspor sebelum krisis. Dilihat dari volumenya.8 juta ton kemudian meningkat tajam pada tahun 1998 mencapai 47. dan tahun 2002.4 juta ton.9 ton untuk tahun-tahun 1999.2 juta ton dan 1.5 juta ton.0%. sedangkan penerimaan ekspor non-migas hanya meningkat sebesar 3. Namun peningkatannya terutama didorong oleh ekspor migas yang naik sekitar 16.2 juta ton. Dengan demikian volume ekspor hasil industri dari tahun 1997 hingga tahun 2002 naik sebesar 34. Peningkatan .7 miliar. Pada tahun 2002 volume ekspor sektor industri mencapai 45. nilai ekspor meningkat sekitar 6.4% dengan kenaikan volume ekspor hasil industri sekitar 34. b. Dengan membandingkan nilai ekspor hasil industri pada kurun waktu tersebut yang meningkat sekitar 10.5%.8 juta ton justru meningkat pada tahun 1998 yaitu mencapai 3. Dalam tahun 2003 nilai total ekspor (migas dan non-migas) mengalami peningkatan yang relatif tinggi. Pada tahun 1997 volume ekspor industri hanya mencapai 33.

Dibandingkan dengan pertumbuhan ekspor non-migas pada masa sebelum krisis yang mencapai lebih dari 15% per tahun. Berbagai permasalahan yang menghambat peningkatan ekspor non-migas harus dapat dihapuskan. pasar komoditi ekspor nasional hanya mengarah pada pasar-pasar tradisional seperti Amerika Serikat. nilai tukar rupiah cenderung menguat.5%. yaitu menurunnya . Ini mengindikasikan bahwa berbagai bahan baku/penolong yang digunakan untuk mengolah komoditi ekspor masih berasal dari impor sehingga akan menekan surplus neraca transaksi berjalan dan mempengaruhi cadangan devisa. Pergeseran terjadi sejak tahun 2002 dengan RRC sebagai negara tujuan ekspor keempat Indonesia menggantikan Malaysia. kinerja ekspor non-migas harus dapat ditingkatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. 1. Kecenderungan menguatnya nilai tukar rupiah juga terlihat dari membaiknya indikator resiko jangka pendek.6%. ketergantungan akan impor ini harus dapat dikurangi dengan memanfaatkan bahan baku/penolong dari dalam negeri.ekspor non-migas ini sebagian merupakan sumbangan dari sektor pertambangan (di luar migas) yang meningkat sebesar 15. Selama ini. Adapun penerimaan ekspor hasil industri hanya meningkat sebesar 2.5% dibandingkan dengan akhir tahun 2002. Dengan dinamika kawasan Asia yang tumbuh paling tinggi sejak dekade 70an. dan ekspor hasil pertanian menurun sebesar 1. diversifikasi produk. Dalam tahun 2004.-/US$ menguat sekitar 4. pertumbuhan ini masih sangat jauh dari yang diharapkan. dan perluasan pasar ekspor. Pada bulan November 2003 nilai tukar rupiah mencapai Rp 8.6%. Pertumbuhan Perbankan Selama 11 bulan pertama tahun 2003. ekspor masih belum dapat diandalkan sebagai sumber penggerak pertumbuhan ekonomi. Stabilitas neraca transaksi berjalan dan ketersediaan devisa ini menjadi penting pada tahun 2004 dan sesudahnya dengan keinginan untuk mengurangi utang luar negeri dan ketatnya persaingan untuk menarik PMA. Selain itu perkembangan impor menunjukkan pola pergerakan yang sama dengan ekspor. Disamping itu untuk meningkatkan kinerja ekspor non-migas perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kualitas komoditi. Jepang. Untuk itu. Dengan pertumbuhan sebesar ini. Namun harus direncanakan secara strategis dan mulai diupayakan. pasar komoditi ekspor Indonesia perlu mengarah pada pasar regional di kawasan Asia.3.537. Upaya untuk mengurangi ketergantungan impor ini memang membutuhkan waktu yang cukup panjang. dan Singapura sebagai negara tujuan ekspor terbesar.

45%. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) meningkat menjadi 617.82% menjadi 16.07% pada bulan September 2003. Sedangkan laju inflasi setahun (akhir November 2003 terhadap akhir November 2002) menurun menjadi 5.6%.02% pada akhir tahun 2002 menjadi 8. Kecenderungan menurunnya laju inflasi selama 11 bulan pertama tahun 2003 memberikan ruang yang lebih luas bagi penurunan tingkat bunga.8% dibandingkan akhir tahun 2002. Meningkatnya kinerja pasar saham dalam negeri didorong oleh berbagai sentimen positif seperti membaiknya kinerja pasar saham internasional.33%.48% pada akhir bulan Oktober 2003. nilai kapitalisasi pasar juga meningkat menjadi Rp 411. kinerja pasar modal juga meningkat.tingkat premi swap 3 dan 6 bulan hingga masing-masing menjadi 7. pertumbuhan uang primer relatif terkendali dengan rata-rata tertimbang sekitar 9.55% dan 12. sedangkan suku bunga kredit investasi menurun dari 17.1 atau naik sekitar 45.48%.08%. divestasi Bank Niaga.05% dan 7. IPO Bank Mandiri. Pada bulan November 2003.1 triliun atau naik 12. Dalam periode yang sama.7 triliun atau naik 53.53% pada periode yang sama. lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu sebesar 10. divestasi Bank Danamon. rencana divestasi Bank Lippo dan BII.10% pada bulan Oktober 2003 dibandingkan dengan akhir tahun 2002 yang masing-masing mencapai 12. Sejalan dengan menguatnya nilai tukar rupiah. posisi uang primer mencapai Rp 140.9% dibandingkan akhir tahun 2002. Dengan menguatnya nilai tukar rupiah dan terkendalinya pertumbuhan uang primer.3% dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya. selama 11 bulan pertama tahun 2003 laju inflasi menurun menjadi 4. Menurunnya suku bunga kredit ini mendorong penyaluran kredit kepada masyarakat.25% pada akhir tahun 2002 menjadi 16. Pada akhir September 2003 jumlah kredit yang disalurkan meningkat . Penurunan suku bunga ini kemudian diikuti oleh penurunan suku bunga kredit perbankan. serta rencana IPO Bank BRI.72%. Sampai akhir Oktober 2003. Rata-rata tertimbang suku bunga kredit modal kerja menurun dari 18. jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar 8. Secara bertahap suku bunga rata-rata tertimbang SBI 1 bulan menurun dari 13. Pada akhir bulan Oktober 2003.

6% pada akhir bulan September 2003 dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2002 yaitu sekitar 10.6%). 1. spread antara suku bunga pinjaman dan simpanan masih tetap tinggi.3% dari total kredit. Hingga akhir bulan Agustus 2003 rasio kecukupan modal (CAR) perbankan nasional mencapai 22.1%. penyaluran kredit relatif lebih banyak dalam bentuk kredit konsumsi. peranan kredit konsumsi hanya sekitar 10.5%.7 triliun atau naik 20. pada akhir September 2003 meningkat menjadi 23. Pada bulan Agustus 2003.0% menjadi 22.4.menjadi Rp 411.1%. relatif sama dibandingkan dengan akhir tahun 2002. Rasio kredit macet yang ditunjukkan dengan tingkat NPL terhadap total kredit membaik dan mencapai 6. Walaupun meningkat. Sedangkan peranan kredit investasi menurun dari 24.9%. LDR mencapai 41.0% dari total kredit pada kurun waktu yang sama.7%. Apabila pada akhir tahun 1996. Hutang luar negeri .7% dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya. jauh lebih rendah dibandingkan pencapaian sebelum krisis (sekitar 70 – 80%). Selisih antara suku bunga kredit modal kerja dengan suku bunga deposito 3 bulan pada bulan September 2003 mencapai sekitar 7. Disamping itu. lebih tinggi dari bulan Desember tahun 2002 (sekitar 4. Lebih lanjut rasio penyaluran dana masyarakat terhadap penghimpunan dana pihak ketiga (loan to deposit ratio – LDR) masih relatif rendah.

Bagaimanapun. dengan melihat data grafik di atas menunjukan pertumbuhan ekonomi makro yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.Grafik utang Pemerintah Grafik utang pemerintah terhadap IMF Hutang Indonesia kepada pihak asing dan juga PBB semakin menunjukan kemajuan yang sangatadrastis dimulai dari tahun 2005. . Hal ini bisa kita simpulkan bahwa semakin besar pengeluaran pemerintah maka semakin besar pula pemasukan yang didapat oleh pemerintah.

Sedangkan angkatan kerja yang termasuk dalam kategori pengangguran terbuka berjumlah 9.03% dibandingkan tahun sebelumnya. Tingkat Pengangguran Data dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) sampai dengan bulan Agustus 2002 menunjukkan jumlah angkatan kerja Indonesia mencapai 100.5 juta orang (37. meningkat dibandingkan tahun 2001 yang berjumlah 2.1 juta orang (9. Angka pengangguran terbuka tahun 2003 diperkirakan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya disebabkan oleh penciptaan lapangan kerja masih relatif kecil dan cenderung tidak meningkat.19 tahun).0 juta orang (8.8%) laki-laki dan 37.7 juta orang (58.8 juta orang dari pengangguran terbuka merupakan penganggur usia muda (15 .3 juta orang (62. Jumlah penganggur terbuka diperkirakan terus meningkat pada tahun 2004.1% ) naik dari tahun sebelumnya yang mencapai 8.0 juta orang (55.1 juta orang (41. Oleh karena itu perlu kiranya pemerintah melakukan upaya-upaya cermat guna mengurangi penganggur terbuka terutama yang pada tahun 2004.7%.Bab II Kondisi Ekonomi Mikro Indonesia Bersatu 2.3 juta orang.2%) berada di perkotaan. Sebanyak 2. perekonomian .1%). dengan komposisi 63. Selain itu dalam tahun 2003. Sejumlah 4.1.8%) pengangguran terbuka berada di pedesaan dan 5.9% dan peningkatan angkatan kerja sebesar lebih dari 2 juta orang.2%) berada di pedesaan dan 42.9 juta orang).8%) berada di perkotaan. Dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2002 sekitar 3. sekitar 58. Sepanjang tahun 2003. maka jumlah pengangguran terbuka diperkirakan meningkat menjadi 10.8 juta orang atau naik 1. atau penciptaan lapangan kerja hanya mencapai sekitar 200 ribu tenaga kerja per 1% pertumbuhan ekonomi. Dari keseluruhan angkatan kerja tersebut. Dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi tahun 2003 yang hanya mencapai 3.1 juta orang (44.8 juta orang (dibanding peningkatan angkatan kerja tahun 2002 yang sebesar 1. kondisi ketenagakerjaan masih belum mengalami perbaikan yang berarti.2%) perempuan. masalah TKI kembali timbul dengan banyaknya permasalahan yang terjadi pada TKI yang bekerja di luar negeri yang memerlukan pembenahan agar tidak terus berlanjut.1 juta orang. tingkat penyerapan angkatan kerja hanya mencapai sekitar 0.

Yang mana hal ini berimbas pada kebutuhan perusahaan-perusahan terhadap tenaga kerja. . Sehingga dengan di tunjang oleh perkembangan sector perekonomian makro yang semakin meningkat dan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja perusahaan.nasional akan menghadapi dua peristiwa penting yaitu pelaksanaan pemilihan umum yang diharapkan berlangsung secara demokratis. serta diawalinya program pembangunan tanpa kerjasama dengan IMF. aman. Grafik pertumbuhan pengangguran tahun 1998-2008 Penguatan perekonomian pada sector investasi menyebabkan banyaknya industry-industri besar memadati Negara Indonesia. dan tertib. tingkat pengangguran pun semakin memperlihatkan pennurunan yang signifikan.

Pertumbuhan perekonomian pun dipastikan akan ikut meningkat seiring dengan perkembangan perekonomian makro di Indonesia. Grafik pertumbuhan perekonomian mikro Indonesia Pada data di atas menunjukan bahwa pada tahun 2000 pertumbuhan perekonomian mikro meningkat secara signifikan.2. Pertumbuhan Perekonomian Rakyat Dengan kondisi lapangan pekerjaan yang semakin tahun semakin membutuhkan tenaga kerja.2. serta ditunjang dengan mudahnya para pengusaha mendapatkan permodalan dari perbankan. . namun peningkatan pada tahun 2000 tidak melebihi kenaikan perekonomian dari tahun 2002 sd tahun 2008.

menurunnya laju inflasi dan suku bunga. serta meningkatnya cadangan devisa.Bab III PENUTUP 3. tantangan pokok yang dihadapi oleh perekonomian Indonesia terbilang masih cukup besar. Ditambah dengan permasalahan yang akan dihadapi oleh Indonesia pada perekonomian makro antar Negara dengan perdagangan bebas internasionalnya. Tujuan peningkatan perekonomian masih jauh dari kata puas dan maksimal. Tantangan yang harus di lalui masih begitu banyak untuk mencapai tujuan kata maksimal. .1. Kesimpulan Meskipun secara umum stabilitas moneter dalam keseluruhan perekonomian Indonesia masih tetap terkendali. Peningkatan perekonomian yang diraih pada saat ini seyogyanya bisa jadi acuan bagi para pemegang pemerintahan dan masarakat Indonesia untuk bersatu membangun perekonomian Indonesia. tercermin dari relatif stabilnya rupiah dengan kecenderungan menguat.

go.bappenas.Daftar Pustaka http://www.antarnews.bei.id http://www.id http://www.com .go.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->