Anda di halaman 1dari 4

Thursday, October 27, 2011

Membaca Foto Toraks (X-Ray)

Source: http://typo.zib.de/vis-long_projects/x-ray-3d/x-ray-3d.html Foto Toraks PA (kiri) dan Lateral (kanan) Syarat foto normal (kelayakan foto): 1. Identitas foto dan marker kiri/kanan ada 2. Kualitas foto baik 3. Simetris 4. Semua bagian terlihat 5. Tidak ada artefak 6. Tidak goyang (inspirasi maksimal dan tahan napas) 7. Waktu pemotretan singkat

Modified from: http://motherhealth.info/2011/03/normal-chest-xray-criteria.html Langkah-langkah membaca foto toraks: 1. Identitas foto dan marker 2. Baca klinis 3. Kualitas foto, dapat dilihat dari: - kV (tegangan) kV dikatakan cukup jika corpus vertebra yang terlihat adalah dari T1-T3. Di bawah itu, corpus semakin tidak terlihat. - mAs (kuat arus) dikatakan cukup jika saat meletakkan jari di balik foto yang berwarna hitam, jari masih terlihat. 4. Baca foto: a. Simetris/Tidak simetris Tarik garis khayal sepanjang processus spinosus toraks kemudian tarik garis ke ujung medial

clavicula. Bila sama antara yang kiri dan kanan, dikatakan simetris. Jika asimetris, akan sulit untuk menilai pembesaran jantung. b. Cek inspirasi maksimal Minimal terlihat intercostal space 5 maksimum terdapat pada puncak diafragma c. Trakea Harus terlihat dan harus di tengah (berwarna lusen [hitam] berisi udara) Lihat apakah ada pendorongan atau tidak d. Jantung Lihat besar, bentuk, posisi jantung. Apakah ada pembesaran atau tidak. Hitung cardiothoracic jantung untuk melihat adanya pembesaran. Caranya:

Source: http://www.indmedica.com/journals.php?journalid=12&issueid=141&articleid=1872&action=art icle Cardiothoracic ratio (CTR) = (CR + CL)/TD x 100% Normal jika <50% Jika > 50%, jantung membesar. Ekspertise (laporan penemuan): Cor tidak membesar. e. Baca sinuses Sinus costophrenicus normalnya bersudut tajam. Dapat tumpul pada kelainan seperti pada efusi pleura, emfisema. Sinus cardiophrenicus normalnya tajam (terlihat pada foto lateral) f. Baca diafragma Normalnya yang kanan lebih tinggi dari yang kiri. (Perbedaan tinggi normal: 2-2.5 cm) Jika bedanya >3cm: abnormal. Letak diafrgma meninggi ini dapat ditemukan misalnya pada hepatomegali, asites. Ekspertise sinuses dan diafragma: Sinuses dan diafragma normal. g. Baca pulmo Hillus (tempat keluar masuknya pembuluh darah bronkus dan pembuluh limfatik) normalnya

yang kiri lebih tinggi dari kanan (beda 1 kosta). Biasanya 0.6-1.5 cm. Corakan bronkovaskular normalnya terlihat pada: Kanan: </= 2/3 medial paru (tarik 2 garis khayal vertikal yang membagi paru menjadi 3) Kiri: </= 1/3 medial paru. Corak dapat bertambah atau tidak tampak jika ada kelainan. Lihat apakah ada bercak atau penampakan abnormal lainnya. Jika terdapat di parenkim, sebutkan lokasinya di lapang paru sebelah mana. Jika terdapat di pleura, sebutkan lokasi di hemitoraks sebelah mana. Lapang paru terbagi atas: 1) Apeks dari puncak paru sampai batas atas klavikula 2) Lapang atas dari batas bawah klavikula sampai dengan batas atas costae II anterior 3) Lapang tengah dari batas bawah costae II anterior sampai dengan batas atas costae IV anterior 4) Lapang bawah dari batas bawah costae IV anterior sampai dengan batas atas diafragma h. Skeletal Apakah ada fraktur atau dislokasi i. Soft tissue (jaringan lunak) Contoh ekspertise foto toraks normal: - Cor tidak membesar - Sinuses dan diafragma normal - Pulmo: Hilli normal Corakan bronkovaskular normal Tidak tampak bercak lunak - Kesan: Tidak tampak kardiomegali Tidak tampak TB paru aktif Sumber: Kumpulan Kasus dan Ekspertise Radiologi Catatan kuliah dan bimbingan