Anda di halaman 1dari 3

Pengatuh ph terhadap pertumbuhan kecambah biji kacang hijau.

Dalam proses perkecambahan suatu tanaman ada dua faktor yang mempengaruhi faktor internal dan faktor eksternal. Kedua faktor tersebut saling mempengaruhi satu sama lain hal ini akan mempengaruhi proses dan perkecambahan kecambah. Seperti pengaruh cahaya matahari terhadap ektivitas hormon auksin yang berpengaruh terhadap

perkecambahan hal ini menunjukkan bahwa da pengaruh dari kedua faktor terhadap pertumbuhan dari kecambah. Berdasarkan percobaan yang kami lakukan kami mengamati bahwa pertumbuhan pada pH 6 lebih cepat hal ini dikarenakan adanya pengaruh lain selain dari pH lingkungan itu sendiri. Seperti pengaruh lain seperti keadaan lingkungan sekitar yang mempengaruhi pertumbuhan dari kecambah itu sendiri, hal ini mengakibatkan cepatnya pertumbuhan dari kecambah dapa pH 6. Cahaya matahari juga mempengaruhi dari cepatnya pertumbuhan dari kecambah pada lingkungan dengan pH 6, hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan dari kecambah pada pH 5 dan ph 7 yang kurang maksimal karena pada saat percobaan kedua kecambah terkena cahaya matahari yang berlebih sehingga mengakibatkan perkecambahan kurang maksimal sehingga mempengaruhi dari faktor internal dari kecambah yaitu hormon, khususnya hormon auksin yang berperan dalam proses perkecambahan. Hormon aukain yang berperan dalam proses perkecambahan dapat terhambat apabila terkena sinar matahari hal. Hormon auksin diproduksi di bagian koleoptil ujung tunas lalu diangkut oleh jaringan pembuluh angkut menuju tunas, selanjutnya tunas akan tumbuh menjadi tunas bagian akar, batang dan daun. Hormon auksin sangat peka terhadap panas atau sinar karena dapat merusak hormon auksin itu sendiri dan akhirnya mengakibatkan pertumbuhan dari kecambah kacang hijau terhambat. Tidak hanya itu cepatnya perumbuhan kecambah biji kacang hijau juga disebabkan oleh biji kacang hijau cocok tumbuh pada lingkungan dengan pH 6 sehingga pertumbuhan kecambah dapat tumbuh dengan maksimal hal ini ditunjukkan dengan cepatnya pertumbuhan kecambah pada lingkungan ini. Disisi lain pertumbuhan yang cepat tidak dibarengi dengan kualitas tanaman yang baik dilihat dari struktur dari batang, daun, dan akar yang mengalami kerusakan. Pada batang dilihat dari diameternya batang cenderung lebih kecil dari tanaman pada pH 7 kerena kecilnya diamaeter menyebabkan penyokong pada batang kurang maksimal sehingga tumbuhan menjadi lemah dan batang kurang kuat sebagai penyokong. Pengaruh pH terhadap lemahnya batang yaitu jaringan pada batang sangat rentan terhadap lingkungan yang memiliki pH cenderung asam karena hal ini dapat mengakibatkan

jaringan penyokong pada batang. Penyerapan nutrisi oleh akar dan diteruskan oleh batang, penyerapan ini akan mengakibatkan pertumbuhan jaringan pada batang akan terhambat khususnya pada jaringan penyokong. Karena terhambatnya pertumbuhan jaringan penyokong oleh penyerapan nutrisis yang bersifat asam maka akan kan mempengaruhi keat atau tidaknya batang pada suatu tanaman, sehingga mengakibatkan lemahnya batang pada kecambah yang tumbuh di pH 6. Lemahnya batang sebagai penyokong pada kecambah di pH 6 disebabkan karena lingkungan yang ber pH 6 menyebabkan sel-sel pada batang tidak berkembang secara maksimal sehingga batang kurang menghasilkan sel penyokong, sehingga batang lemah dan fungsi batang sebagai penyokong kutang efektir. Pada daun pertumbuhannya juga terhambat dengan ditunjukkan oleh bentuk daun yang keriput dan dan warna kuning agak kehijauan sehingga peroses pertumbuhan daun terhambat tidak hanya itu warna daun dari kecambah pada lingkungan ini kurang baik karena warna daun dari kecambah tidak. Pada dasarnya media yang mempunyai pH 6-7 merupakan pH yang paling baik, karena pada pH 6-7 keadaan biologis dan penyediaan unsur hara umumnya berada pada tingkat terbanyak. Keadaan biologis dan penyediaan unsur hara yang banyak ini

mengakibatkan perkecambahan kacang hijau berlangsung optimal, setelah pada kacang hijau ini mengalami pembongkaran cadangan makanan dalam bijinya untuk pertumbuhan , maka kacang hijau memasuki fase perkembangan vegetatif. Untuk fase ini perkecambahannya diperlukan unsur hara yang lebih banyak, sehingga pertumbuhan tanaman berlangsung baik. pH 6-7 termasuk pH netral, pH ini lebih baik dari pH lain (masam dan alkalis), karena pada pH masam unsur seperti Posfor tidak dapat diserap tanaman karena diikat (fiksasi) oleh Al, padahal unsur P sangat penting bagi perkecambahan. Sedangkan pada pH alkalis unsur P juga tidak dapat diserap karena diikat oleh Ca. Perkecambahan biji kacang hijau antara kelompok satu dengan yang lain tidak

seragam. Ketidakseragaman ini terjadi karena adanya perbedaan pH. Molekul-molekul air dipecah menjadi ion hidrogen (H+ ) dan ion hidroksil (OH-). Selain itu kualitas biji jkacang hijau dan kebersihan dari alat serta media tanam juga mempengaruhi perkecambahan biji. Tanaman kacang hijau toleran terhadap kadar garam tinggi yang memiliki kadar dekstrosa, gula total, dan pati lebih tinggi dari pada biji kacang hijau yang peka (Bintoro, 1988). Garam yang larut dalam air akan meningkatkan tekanan osmotik larutan. Makin tinggi tekanan osmotik larutan makin kuat air terikat oleh partikel larutan. Hal ini berakibat pada benih yang berada pada tanaman yang mengandung garam tinggi sehingga sulit untuk menyerap air, dan perkecambahan bijinya akan terhambat (Pramono, 1993).

Faktor lain yang dapat mempengaruhi perkecambahan biji yaitu hama dan penyakit. Syarat utama pada proses perkecambahan biji adalah tersedianya air yang cukup. Oleh karena itu air merupakan faktor yang paling mendukung proses perkecambahan biji.