Anda di halaman 1dari 12

BAB 1 PENDAHULUAN A.

Latar belakang Fisiologi tumbuhan adalah ilmu mengenai peristiwa alamiah yang terdapat dalam tubuh tumbuhan hidup. Fisiologi tumbuhan merupakan ilmu yang berhubungan dengan proses, fungsi, dan respon tumbuhan terhadap perubahan lingkungan, serta pertumbuhan dan perkembangan akibat adanya respon tersebut. Proses yang dimaksud dalam pengertian di atas adalah urutan kejadian-kejadian alamiah yang kontinyu. Contoh proses yang terjadi di dalam tubuh tumbuhan hidup : fotosintesis, respirasi, absorpsi ion, translokasi enzim, pembungaan, pembentukan biji, dan lain-lain. Fungsi yang dimaksud dalam pengertian diatas adalah aktivitas alamiah dari sebuah benda, apakah termasuk senyawa kimia, sel, jaringan organ, dan lain-lain. Respon yang dimaksud dalam pengertian diatas adalah kegiatan tumbuhan yang diakibatkan adanya proses dan fungsi yang berlangsung di dalam tubuh tumbuhan hidup dan dipengaruhi oleh faktor lingkungan sekitar. Secara umum yang dimaksud dengan penguapan adalah suatu proses pergerakan molekul-molekul zat cair dari permukaan zat cair tersebut ke udara bebas. Hilangnya air dari tubuh tumbuhan sebagian besar melalui permukaan daun disebut sebagai transpirasi.( Gardner, dkk., 1991 ). Pada umumnya transpirasi ini terjadi melalui daun akan tetapi dapat juga melalui permukaan tubuh yang lainnya seperti batang. Oleh karena itu dikenal 3 jenis transpirasi, yaitu transpirasi melalui stomata, melalui kutikula, dan melalui lentisel. Walaupun demikian, bahasan transpirasi ini biasanya bibatasi pada masalah-masalah transpirasi melalui daun, karena sebagian besar hilangnya molekul-molekul air ini lewat permukaan daun tumbuhan. Mengingat akan pentingnya pemahaman tentang proses transpirasi, maka diadakanlah praktikum ini dengan tujuan untuk mengetahui kecepatan transpirasi dan untuk mengetahui jumlah air yang yang diuapkan / satuan luas daun dalam waktu tertentu.(Ashari 1995). Penyerapan air dari dalam tanah ke bagian atas tumbuhan memiliki arti bahwa tanaman tersebut harus melawan gaya gravitasi bumi yang selalu mengakibatkan benda jatuh ke bawah. Akan tetapi, tanaman berhasil melakukan hal itu. Kuncinya ialah tanaman-tanaman ini menggunakan tekanan akar, tenaga kapilari, dan juga tarikan transpirasi. Namun pada tanaman-tanaman yang sangat tinggi, yang berperan paling penting adalah tarikan transpirasi. Dalam proses ini, ketika air menguap dari sel mesofil, maka cairan dalam sel mesofil akan menjadi semakin jenuh. Sel-sel ini akan menarik air melalu osmosis dari sel-sel yang berada lebih dalam di daun. Sel-sel ini pada akhirnya akan menarik air yang diperlukan dari jaringan xylem yang merupakan kolom berkelanjutan dari akar ke daun. Oleh karena itu, air kemudian

dapat terus dibawa dari akar ke daun melawan arah gaya gravitasi, sehingga proses ini terus menerus berlanjut. Proses penguapan air dari sel mesofil daun biasa kita sebut dengan proses transpirasi. Oleh itu, pengambilan air dengan cara ini biasa kita sebut dengan proses tarikan transpirasi dan selama akar terus menerus menyerap air dari dalam tanah dan transpirasi terus terjadi, air akan terus dapat diangkut ke bagian atas sebuah tanaman. ( Tjitrosoepomo, 1998 ). B.Tujuan Penulisan Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tanaman, Stomata memainkan peran utama dalam melakukan proses transpirasi. Stomata memiliki dua sel penjaga yang bertanggung jawab untuk membuka dan menutup mereka. Laju transpirasi berbanding lurus dengan pembukaan dan jumlah stomata. Pada siang hari, stomata terbuka. Saat matahari tidak hadir pada malam hari, sel-sel tetap dekat pada saat itu bagian dari waktu. Rilis stomata air di atmosfer, yang kemudian dipecah menjadi oksigen dan hidrogen. Sebagai imbalannya, atmosfer memberikan karbon-dioksida ke pabrik untuk menyelesaikan prosesnya fotosintesis.

C. Manfaat Penulisan Kita bisa lebih memahami dan mengetahui proses laju nya transipirasi, dan salah satu sarat materi perkuliahan Mata kuliah Fisiologi Tumbuhan, yang di buat dalam bentuk makalah dan kemudian di prentasikan yang di bahas bersama-sama di depan kelas. Di bawah bimbingan dosen yang mengajar. Makalah ini juga bermanfaat bagi semua mahasiswa untuk bisa lebih mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tanaman, dan masalah transipirasi.

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tanaman : 1. Genetik 2. Iklim = Air, cahaya, suhu, C02. 3. Organisme = hama, penyakit, gulma. 4. Kondisi Tanah = secara fisika, kimia, biologi. 5. Proses fisiologis = pertumbuhan Ciri-ciri dan kelakuan tumbuhan 1. Pada dasarnya tidak dapat bergerak. 2. Autotrof karbon, melangsungkan metabolisme karbon. 3. Kebutuhan hara mineral tergantung dari suplai tanah. 4. Mempunyai alat-alat proteksi kehilangan air 5. Mempunyai alat-alat transpor air. 6. Dinding sel yang kaku merupakan sistem pendukung struktural. 7. Pola aktivitas tubuhan sejalan dengan pola perubahan iklim. 8. Mempunyai alat-alat proteksi khusus terhadap angin, kekeringan, dingin, panas dan sinar yang berlebihan. 9. Struktur dan alat reproduksi berlangsungnya reproduksi. 10. Mekanisme fisiologi dan biokimiawi yang kompleks menunjang sistem kontrol dan regulasi pada tumbuhan. 11. Evolusi dan adaptasi terjadi pada proses-proses fisiologi dan biokimiawi selain melalui perubahan anatomi dan morfologi 12. Tidak mempunyai sistem syaraf, komunikasi antar bagian berlangsung secara biokimiawi. Sejarah perkembangan ilmu fisiologi tumbuhan Mulai berkembang pada abad ke 17 dan 18 : kemajuan dalam ilmu fisika dan kimia Pertengahan abad ke 19 : cabang ilmu yang berdiri sendiri dengan terbitnya "history of botany" oleh Sachs (1860), disusul "Lecturers on the physiology of plants" oleh Sachs (1887) dan "Physiology of Plants" oleh Pfeffer (1887). Pertengahan abad ke-20 : jurnal khusus yang memuat hasil-hasil penelitian, seperti "Plant Physiology" (mulai 1925) dan "Annual Peview of Plant Physiology" (1950). yang sangat khusus, untuk mendukung

Peran Tumbuhan-Tanaman Sumber pangan = Gandum, semangka, dll. Sandang = Pakaian Papan = kayu untuk membuat bangunan. Obat dan kosmetik Bahan industri = getah pohon karet dibuat ban. Keindahan dan Rekreasi

BAB II PEMBAHASAN A.Pengertian transipirasi Pengertian dari transpirasi adalah Peristiwa perubahan air menjadi uap, yang naik ke udara melalui jaringan hidup tumbuh-tumbuhan, yaitu yang biasa melalui stomata daun, lentisel dan cuticula. Besarnya transpirasi tergantung dari jenis tumbuhan, suhu, kelembaban, kecepatan angin, tekanan udara dan sinar matahari. Selain itu ada yang menyebutkan transpirasi adalah evaporasi air dari tumbuhan termasuk gerakan air melalui seluruh kesatuan tanah-tumbuhan-atmosfer.

Faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi transpirasi adalah : Cahaya Suhu Defisit tekanan uap air Ketersediaan air Tanaman bertanggung jawab untuk 10% yang hadir uap air di atmosfer? Sebuah pohon oak transpires rata sekitar 40.000 galon air dalam setahun. Hal ini karena proses transpirasi. Transpirasi adalah proses emisi air dari pabrik dengan bantuan bukaan kecil yang dikenal sebagai stomata. Stomata adalah lubang kecil atau pori-pori yang hadir di bagian udara dari tanaman seperti pada daun, batang, bunga, dll Tapi daun merupakan bagian utama dari stomata. Transpirasi pada tanaman adalah salah satu fungsi yang paling penting.( Alex 1293) Berikut adalah langkah-langkah yang akan membantu Anda memahami proses lengkap. * Tanaman mengambil air, nutrisi tanaman dan mineral esensial terlarut dari tanah dengan bantuan akar melalui proses osmosis. * Karena tekanan air rendah di atas daun dan bagian tanaman, air perjalanan dari akar ke

bagian atas melalui xilem. * Air dan mineral lain mendapatkan dicampur dengan CO2 dan klorofil dalam daun dan menyiapkan makanan dengan bantuan sinar matahari. * Di sini, proses Transpirasi dimulai. Ketika air mencapai daun, itu dibawa ke permukaan daun dengan bantuan stomata. Stomata membantu dalam pertukaran gas, yaitu, mereka mengambil CO2 dan memberikan O2 di atmosfer.

Peran stomata dalam Proses Transpirasi Stomata memainkan peran utama dalam melakukan proses transpirasi. Stomata memiliki dua sel penjaga yang bertanggung jawab untuk membuka dan menutup mereka. Laju transpirasi berbanding lurus dengan pembukaan dan jumlah stomata. Pada siang hari, stomata terbuka. Saat matahari tidak hadir pada malam hari, sel-sel tetap dekat pada saat itu bagian dari waktu. Rilis stomata air di atmosfer, yang kemudian dipecah menjadi oksigen dan hidrogen. Sebagai imbalannya, atmosfer memberikan karbon-dioksida ke pabrik untuk menyelesaikan prosesnya fotosintesis. Jumlah stomata dapat bervariasi pada tanaman yang berbeda. Dalam xerophytes jumlah stomata akan kurang dibandingkan dengan tanaman lainnya. Hal ini akan mengurangi kehilangan air dan membantu tanaman untuk bertahan hidup dalam kondisi buruk. Pabrik ini juga dapat menutup daun-daunnya jika ada sinar matahari berlebih, untuk menyimpan air dari transpirasi. Semua kegiatan ini membentuk bagian dari biologi tanaman.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Transpirasi Setelah memahami apa yang transpirasi, mari kita cari tahu faktor-faktor yang mempengaruhi transpirasi. Ada faktor lingkungan dan internal banyak yang mempengaruhi laju transpirasi. Berikut adalah beberapa dari mereka. * Suhu yang tinggi dapat menyebabkan pembukaan stomata dan karenanya, meningkatkan transpirasi tersebut. * Dalam prosedur normal, tanaman mendapat air dari tanah. Jika tanaman tidak mendapatkan air dari tanah, stomata tetap tertutup. * Tingkat kelembaban berbanding terbalik dengan tingkat transpirasi. Itu berarti ketika kelembaban udara meningkat, transpirasi menurun. * Cahaya meningkatkan suhu yang pada gilirannya, meningkatkan transpirasi. * Transpirasi meningkat dengan angin tapi hasilnya tinggi angin di penutupan stomata yang mengurangi transpirasi.

* Daun struktur, jenis stomata, akar dan rasio menembak, dll, juga dapat mempengaruhi tingkat transpirasi.

Pentingnya Transpirasi Transpirasi adalah proses yang sangat penting tidak hanya untuk tanaman tetapi juga untuk lingkungan. Berikut adalah beberapa peran penting transpirasi. * Transpirasi membantu dalam proses fotosintesis dan pertukaran gas * Transpirasi dalam siklus air memainkan peran yang sangat besar sebagai sekitar 10% dari total air yang hadir di atmosfer adalah karena proses transpirasi. * Ini membantu dalam menjaga tingkat CO2 dan O2.

Kelebihan pemotongan pohon telah mengakibatkan ketidakseimbangan dalam siklus alam dan telah menyebabkan pemanasan global. Jadi, untuk menyelamatkan lingkungan kita dan kehidupan, kita perlu menanam pohon dan membantu mereka berkembang. Tumbuhan merupakan mahluk hidup yang bagi kita tidak terlihat seperti sebuah mahluk hidup karena ia tidak dapat bergerak. Mereka memang tidak memiliki alat gerak seperti kaki dan tangan yang terdapat pada hewan dan manusia, tetapi organ-organ mereka sangatlah kompleks untuk dipelajari. Ada beberapa tumbuhan yang sudah sepenuhnya berkembang menjadi tumbuhan lengkap yang memiliki daun, akar, batang, bunga dan buah. Ada juga tumbuh-tumbuhan yang tidak memiliki beberapa organ-organ tersebut. Namun, di setiap tumbuhan tersebut pasti ada jaringan pengangkutan terpenting yang terdiri dari xylem dan juga floem. Berikut ini, saya akan memaparkan betapa pentingnya mereka bagi proses kehidupan sebuah tanaman dan juga bagaimana mereka berperan untuk mengambil air dari dalam tanah dan kemudian menyebarkannya ke seluruh bagian tanaman agar semua organ tanaman dapat berkembang secara maksimal. Pertama sekali, jaringan xylem memiliki dua fungsi dalam tanaman. Fungsi pertama adalah untuk mengangkut air dan juga mineral-mineral dari dalam tanah ke batang dan juga daun-daun. Fungsi kedua xylem adalah untuk menyangga tanaman itu sendiri sehingga ia tidak mudah jatuh atau roboh. Xylem sebenarnya berbentuk kolom-kolom panjang yang bagian tengahnya kosong. Kolom berbentuk tabung ini terdapat dari akar tanaman sampai ke daun-daun tanaman walaupun mereka sangatlah tipis. Oleh karena itu, xylem dan floem hanya dapat diteliti melalu mikroskop. Bagian tengah kolom ini merupakan bagian yang berkelanjutan dan tidak pernah putus walaupun tanaman itu memiliki banyak cabang. Untuk menguatkan xylem, di dinding kolom-kolom ini terdapat zat bernama lignin. Tabung-tabung

xylem yang kosong dan berkelanjutan ini memudahkan tugas xylem untuk mengangkut air dan juga mineral-mineral sehingga tidak ada dari mereka yang tersangkut pada bagian-bagian sel tertentu (protoplasm). Selain itu, kehadiran lignin juga menguatkan tanaman agar ia tidak mudah roboh dan dapat berdiri tegak. Jaringan kedua yang berperan penting dalam proses pengangkutan dalam tanaman ialah floem. Floem mengangkut gula sukrosa dan juga asam amino dari organ-organ tumbuhan yang berwarna hijau, terutama sekali daun, ke bagian-bagian lain dalam tumbuhan. Berbeda dari xylem, floem memiliki sel-sel yang bernama sieve tube sel, dan transportasi gula sukrosa dan asam amino dapat dilakukan melalui difusi dan juga aktif transport dari sel ke sel dalam floem. Oleh karena itu, makanan-makanan ini dapat menjangkau organ-organ tanaman dalam waktu yang sangat singkat agar mereka bisa melakukan respirasi dan berkembang. Penyerapan air dari dalam tanah ke bagian atas tumbuhan memiliki arti bahwa tanaman tersebut harus melawan gaya gravitasi bumi yang selalu mengakibatkan benda jatuh ke bawah. Akan tetapi, tanaman berhasil melakukan hal itu. Kuncinya ialah tanaman-tanaman ini menggunakan tekanan akar, tenaga kapilari, dan juga tarikan transpirasi. Namun pada tanaman-tanaman yang sangat tinggi, yang berperan paling penting adalah tarikan transpirasi. Dalam proses ini, ketika air menguap dari sel mesofil, maka cairan dalam sel mesofil akan menjadi semakin jenuh. Sel-sel ini akan menarik air melalu osmosis dari sel-sel yang berada lebih dalam di daun. Sel-sel ini pada akhirnya akan menarik air yang diperlukan dari jaringan xylem yang merupakan kolom berkelanjutan dari akar ke daun. Oleh karena itu, air kemudian dapat terus dibawa dari akar ke daun melawan arah gaya gravitasi, sehingga proses ini terus menerus berlanjut. Proses penguapan air dari sel mesofil daun biasa kita sebut dengan proses transpirasi. Oleh itu, pengambilan air dengan cara ini biasa kita sebut dengan proses tarikan transpirasi dan selama akar terus menerus menyerap air dari dalam tanah dan transpirasi terus terjadi, air akan terus dapat diangkut ke bagian atas sebuah tanaman Proses transpirasi ini selain mengakibatkan penarikan air melawan gaya gravitasi bumi, juga dapat mendinginkan tanaman yang terus menerus berada di bawah sinar matahari. Mereka tidak akan mudah mati karena terbakar oleh teriknya panas matahari karena melalui proses transpirasi, terjadi penguapan air dan penguapan akan membantu menurunkan suhu tanaman. Selain itu, melalui proses transpirasi, tanaman juga akan terus mendapatkan air yang cukup untuk melakukan fotosintesis agar keberlangsungan hidup tanaman dapat terus terjamin.

TINJAUAN PUSTAKA

Kegiatan transpirasi dipengaruhi oleh banyak faktor baik faktor dalam maupun faktor luar. Yang terhitung sebagaio faktor dalam adalah besar kecilnya daun, tebal tipisnya daun, berlapis lilin atau tidaknya stomata. Hala-hal ini semua mempengaruhi kegiatan trasnpirasi pada tumbuhan ( Gardner, dkk., 1991 ). Kegiatan transpirasi secara langsung oleh tanaman dipandang lansung sebagai pertukan karbon dan dalam hal ini transpirasi sangat penting untuk pertumbuhan tanaman yang sedaang tumbuh menentukan banyak air jauh lebih banyak daripada jumlah terhadap tanaman itu sendiri kecepatan hilangnya air tergantung sebagian besar pada suhu kelembapan relatif dengan gerakan udara ( Ashari, 1995). Pengangkutan garam-garam mineral dari akar ke daun terutama oleh xylem dan secepatnya mempengaruhi oleh kegiatan transpirasi. Transpirasi pada hakikatnya sama dengan penguapan, akan tetapi istilah penguapan tidak digunakan pada makhluk hidup. Sebenarnya seluruh bagian tanaman mengadakan transpirasi karena dengan adanya transpirasi terjadi hilangnya molekul sebagian besar adalah lewat daun hal ini disebabkan luasnya permukaan daun dan karena daun-daun itu lebih terkena udara dari pada bagian lain dari suatu tanaman ( Darmawan dan Barasjah, 1982). Stomata akan membuka jika tekanan turgor kedua sel penjaga meningkat. Peningkatan tekanan turgor oleh sel penjaga disebabkan oleh masuknya air kedalam sel penjaga tersebut. Pergerakan air antar sel akan selalu dari sel yang mempunyai potensi air lebih tinggike sel engan potensi lebih rendah. Tinggi rendahnya potensi air sel tergantung pada jumlah bahan yang terlarut dari cairan tesebut, semakin banyak bahan yang terlarut maka potensi yang terjadi pada sel semakin rendah ( Heddy, 1990 ). Faktor-faktor yang mempengaruhi laju transpirasi antara lain : 1. Faktor-faktor internal yang mempengaruhi mekanisme membuka dan menutupnya stomata 2. Kelembaban udara sekitar 3. Suhu udara 4. Suhu daun tanaman ( Lakitan, 2007 ). Angin dapat pula mempengaruhi laju transpirasi jika udara yang bergerak melewati permukaan daun tersebut lebih kering (kelembaban nisbihnya rendah) dari udara sekitar tumbuhan tersebut ( Gardner, dkk., 1991 ). Kerapatan uap air diudara tergantung dengan resisitensi stomata dan kelembaban nisbih dan juga suku udara tersebut, untuk perhitungan laju transpirasi. Kelembaban nisbih didalam rongga substomata dianggap 100%. Jika kerapatan uap air didalam rongga substomata sepenuhnya tergantung pada suhu ( Tjitrosoepomo, 1998 ). Daya hantar secara langsung dipengaruhi oleh besarnya bukaan stomata. Semakin besar bukaan stomata maka daya hantarnya akan semakin tinggi. Pada beberapa tulisan digunakan beberap istilah resistensi stomata. Dalam hubungan ini daya hantar stomata berbanding dengan resistensi stomata ( Cambpell, 2003 ).

DAFTAR PUSTAKA

http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/2231532-pengertiantranspirasi/http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/2231532-pengertiantranspirasi/#ixzz1pElJ9fUkDAFTAR PUSTAKA Ashari, S. 1995. Hortikultura Aspek Budidaya. UI Press. Jakarta. Cambpell, N. A. 2003. Biologi Edisi Kelima Jilid II. Erlangga. Jakarta. Darmawan, J dan Bharsjah, J. 1982. Dasar-Dasar Ilmu Fisiologi Tanaman. Dwijoseputro, D. 1983. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. PT. gramedia. Jakarta. Filter A. H. dan R. K. M. Hay. 1991. Fisiologi Lingkungan Tanaman. Yogyakarta. UGM Press.

Gardner, F. P., R. B. Pearce dan R. L. Mitchell. 1991. Fisiologi Tanamaman Budidaya. UIPress. Jakarta.. Guritno, B. dan Sitompul, S. M. 1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman. Yogyakarta. Heddy, S. 1990. Biologi Pertanian. Rajawali Press. Jakarta. UGM Press.

Saran Sebaiknya pada saat percobaan laju tarnspirasi, digunakan tanaman pacar air ( Balsamina Imaptient ) yang masih muda dan berbatang hijau.

Latar Belakang Transpirasi dapat dikatakan proses kehilangan air dalam bentuk uap dari jaringan tumbuhan melalui stomata kemungkinan kehilangan air dari jaringan tanaman melalui kegiatan tanamn yang dapat terjadi, tetapi porsi kehilangan tersebut sangat kecil dibandingkan dengan yang oleh stomata oleh sebab itu dalam perhitunganya besarnya jumlah air yang hilang dari jarinagn tanaman umumnya difokuskan untuk air yang hilang melalui stomata. Proses transpirasi berlangsung selama tumbuhan hidup ( Guritno dan Sitompul, 1995 ).

Pengangkutan garam mineral dari akar ke daun terutama lewat xilem dan kecepatanya dipengaruhi oleh kecepatan transpirasi. Transpirasi itu pada hakikatnya sama dengan penguapan akan tetapi istilah penguapan tidak digunakan pada makhluk hidup. Transpirasi tidak melalui kutikula, stomata, dan inti sel sebenarnya seluruh bagian tanaman mengadakan transpirasi akan tetapi biasanya yang dibicarakan transpirasi lewat daun tersebut. Faktorfaktor internal yang mempengaruhi laju transpirasi adalah : 1. Membuka dan menutupnya stomata 2. Suhu daun 3. Suhu daun tanaman Angin dapat pula mempengaruhi laju transpirasi jika udara melewati permukaan daun tersebut lebih kering dari udara tumbuhan sekitar tersebut (Filter dan Ross, 1982 ). Transpirasi menguntungkan tanaman, transpirasi dikatakan menguntungkan bagi tanaman untuk beberapa alasan yaitu : 1. Dapat menumbuhkan tanaman penghisapan dan pengangkutan serta meningkatkan hormon 2. Mempengaruhi tanaman difusi secara langsung tidak langsung memperlancar difusi sel 3. Mempengaruhi absorbsi air dan mineral oleh akar 4. Berperan penting dalam transportasi zat hara dari suatu bagian tanamn kebagian tanamn lainya 5. Mempengaruhi evaporasi dalam sejumlah air 6. Memepertahankan kesetabilan suhu daun 7. Berkaitran dengfan membuka dan menutupnya stomata yang secara tidak langsung tidak mempengaruhi teranspirasi dan respirasi ( Lakitan, 2007 ). Pengetahuan mengenai hubungan air dengan iklim, air dan tanah telah banyak diperoleh selain dari penelitian juga dari pengamatan peradaban kuno. Umpanya di Israel dan afrika Utara. Masih banyak yang harus kita lakukan dalam bidang pemanfaatan dan pengawetan air oleh tumbuhan agar Bumi dapat memenuhi penduduknya yang berkembang dengan pesat ( Dwidjoseputro, 1983 )