Anda di halaman 1dari 11

Power amplifier 5.

1 CH terbagi menjadi 6 kanal power mono yang bisa digunakan untuk: 2 power Front Stereo untuk (speaker depan), 2 power Rear Stereo (speaker belakang), 1 power mono untuk center (speaker tengah), dengan masing-masing power berkekuatan 30watt RMS (bukan PMPO), Jadi Total penguatan untuk front, rear, center sebesar 150 watt, Jadi Total daya yang dihasilkan adalah 5X30 watt = 150watt RMS. Khusus untuk power front, center, surround ini kita menggunakan ic yang power yang sdh terkenal dengan low noise-nya yaitu IC TDA 2030 ST , yang dapat menggetarkan speaker 4-6 8 ohm dengan daya 30-60watt .Khusus untuk power subwoofer diberi penguatan daya sebesar 100 watt RMS, dengan menggunakan transistor power pasangan yang sangat umum dipasaran, sehingga memudahkan anda dalam mengganti transistor ini, transistor tersebut adalah TIP 2955 dengan pasangannya TIP 30555. Dan power ini sanggup mengetar speaker 8-10 8 ohm 80100watt.

Jadi total keseluruhan dari kit power amplifier 5.1ch ini adalah 250 watt RMS

Power amplifier surround 5.1 CH cocok jika diumpankan dengan pre amplifier Surround Processing DTS Pro Logic 5.1 yang juga telah disediakan oleh Audiooke.com, dengan 5.1 CH Surround Power Amplifier Anda tidak perlu membuat amplifier per kanal baik stereo maupun mono untuk kebutuhan Surround Processing DTS Pro Logic 5.1, sehingga amplifier menjadi kompak dan menghemat ruangan.

Komponen dari power 5.1 CH Surround Power Amplifier semuanya berkualitas, antara lain menggunakan Transistor power yang sdh dijelaskan sebelumnya. Dan khusus untuk rangkaian catu daya/ power supplynya, menggunakan rangkaian catu daya/power supply secara terpisahpisah. Untuk power supply dari power amplifier front, center, surround penggunaan dioda penyearah dengan arus sebesar 3 Amper yang mampu bekerja pada travo sampai 3 Amper, dan sepasang kapasitor catu daya sebesar 2.200/25v micro farad yang menjamn amplifier tidak kedodoran, input tegangan dari trafo catu daya tersebut adalah maksimum AC 15v ct (center tap). Sedangkan rangkaian catu daya/power supply untuk power subwoofernya menggunakan dioda penyearah 3Ampere, dengan sepasang Capasitor 4.700/35v . dengan input tegangan dari trafo catu daya maksimum sebesar AC 22v ct. Power supply/ catu daya ini kami pisahkan agar mendapatkan daya yang maximum untuk masing-masing power baik power untuk sub woofer, maupun power untuk front ,center, surround.

Selain itu rangkaian power supply yang dipasang terpisah ini membebaskan power amplifier 5.1ch dari dengung dan gangguan power supply lainnya, Baiknya lagi dapat , mengefisienkan pengguanan daya power amplifier . contohnya ; jika anda mau mencoba power untuk subwoofer aja anda tinggal pakai/ menghubungkan trafo anda hanya untuk power sub woofer aja, begitupun sebaliknya. Dan keuntungan lainnya adalah jika ada kerusakan pada power supply / rangkaian power amplifier yang satu, dan yang lainya tidak berpengaruh.

Power amplifier 5.1ch ini sudah dilengkapi dengan pendingin dari plat alumunium yang cukup memadai (meskipun tetap disarankan untuk menggunakan fan/kipas untuk mempercepat proses pendinginan).

Ringkasan fitur power amplifier 5.1 ch adalah sebagai berikut:

* Daya keluaran subwoofer 100 Watt RMS * Daya keluaran satelite 5 X 30 Watt RMS * Disertai rangkaian catu daya AC 15 V CT dan 22 V CT * Masing-masing input masukkan disediakan input secara terpisah * Heatsink penyerap panas sangat memadai * Penataan PCB dan heatsink yang kompak membuat rangkaian bisa langsung dipasang pada box-nya

Jika Anda telah mempunyai DVD yang mendukung 5.1 Surround maka Anda tinggal menghubungkan terminal output DVD yang terdiri dari front stereo, rear stereo, center mono dan subwoofer mono ke masing-masing terminal input yang ada pada 5.1 CH Surround Power Amplifier tanpa menambah rangkaian lain. ( tetapi tdk berlaku untuk semua player DVD, yang mempunyai fasilitas audio out front,center, surround,subwoofer.)

***NB: Diperlukan tambahan untuk pemasangan potensio input dari power amplifier 5.1ch , yaitu 2 potensio stereo 50-100k ohm untuk input front dan surround, 2 potensio mono 10-20k ohm.. Pemasangan potensio seperti diagram berikut ini.

begini om, kalo kita bicara subwoofer main 4ohm, berarti asumsinya subwoofer nya single coil alias terminal +/- nya cuma sepasang - walaupun bisa juga sub double coil tapi kita mainin sebelah aja - tapi hal ini sangat tidak direkomendasikan oleh pabrikan. di lain pihak, kalo bicara soal sub main 8ohm berarti sub itu punya 2 coil (double coil) dengan keadaan coil disambung secara seri [(+)coil I dihubungkan ke (-)coil II, sedangkan sisa terminal lainnya dihubungkan ke amplifier]. alternatif konfigurasi dari subwoofer double coil adalah disambung secara paralel [2terminal (+) subwoofer dihubungkan dengan kabel menuju ke amplifier, demikian juga dengan 2 terminal (-) subwoofer dihubungkan ke amplifier], konfigurasi paralel menghasilkan hambatan sebesar 2ohm (berlaku untuk subwoofer dengan 2 coil 4ohm). sekarang kita bicara soal pengaruh hambatan terhadap output amplifier (kita bicara amplifier karena kita sedang membahas subwoofer yang hampir mutlak memerlukan amplifier untuk bisa bersuara walaupun sekarang head unit pioneer sudah mampu mendrive subwoofer langsung tanpa perantara amplifier external): pada dasarnya amplifier mobil dirancang untuk bekerja normal membunyikan speaker/subwoofer dengan hambatan 4ohm. walaupun kebanyakan amplifier jaman sekarang tetap stabil mendrive speaker/subwoofer dengan hambatan 2ohm, bahkan 1ohm. yang membedakan antara 8,4,2,1 adalah output watt yang dihasilkan oleh ampli tersebut. ambil contoh, power X 4channel punya rated power(yg tertera di kardus) sebesar 100watt di 4ohm. artinya tiap kanal dari ampli tsb bisa menelurkan output power hingga 100 watt bila dibebani speaker yg berhambatan 4ohm. kalo kita tukar speakernya dengan yg berhambatan 2 ohm, maka output yg dihasilkan oleh ampli X menjadi hampir 2kali lipat atau setara 200 watt (ini bukan angka mutlak dan hanya bersifat hitungan teori, keadaan riil di lapangan sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, internal/external). contoh 2, ampli y monoblok, punya rated power 200 watts pada 2 ohm, di kardus tertulis mampu menghandle driver hingga 1ohm. artinya, kalo diumpankan ke sub dengan hambatan 1 ohm, ampli y akan menelurkan +/- 400 watts ke driver tsb (sekali lagi hitungan ini cuma teori belaka). contoh 3, power z 2 channel, punya rated power 50 watt per channel at 4ohm, 100 watt per channel at

2 ohm, 100 watts di 4ohm BRIDGED, artinya power akan menelurkan 400 watt ke driver/rangkaian driver yang dihubungkan ke ampli z secara bridge. kalo kita punya sub dengan 2 koil 4ohm, maka kita bisa menghubungkan sub kita ke ampli z dengan 2 pilihan konfig, yaitu seri ato paralel, kalo kita pilih paralel, berarti sub kita berhambatan 2ohm, jangan menghubungkan sub 2ohm secara bridge ke power z, karena power z akan mengalami overloaded yg berujung protection. hubungkan sub 2ohm ke salah satu dari 2 kanal power z. berarti kita akan mendapatkan 100 watts. alternatif kedua adalah menghubungkan coil secara seri, kita akan mendapat sub 8ohm. sub 8 ohm bisa dihubungkan ke power z secara bridged (dapat 50 watts aja tapi power jadi lebih dingin, karena kerja lebih ringan) ataupun ke satu channel aja. berdasar penjabaran diatas, anda pasti sudah bisa memilih konfigurasi mana yg lebih cocok buat audio mobil anda. singkat cerita, pahami dulu spek subwoofer dan power anda, lakukan hitungan sederhana, dan tetapkan pilihan sesuai dengan kemauan anda. saya kasih rumus simpel nya: ohm = multiplier = watt (varies between amplifier) 4 = X = 100 2 = 2X = 200 1 = 4X = 400 8 = 0.5X = 50 satu hal yg perlu diperhatikan: perhatikan spek ampli anda, sampai di hambatan berapakah ampli anda bisa bekerja dengan stabil (kebanyakan ampli 4ch&2ch bekerja dengan baik sampe 2ohm, beberapa ampli monoblok bekerja hingga 1ohm). jangan overtorture/overloading ampli anda.

Antara Amplifier dengan Power Amplifier memang beda tipis sehingga orang sering salah kaprah dalam penyebutannya. Power Amplifier adalah unit yg didalamnya tidak ada Pre Amp nya, sedangkan yg umum orang pakai adalah Amplifier yg ada Pre Amp nya (tone control dsb). Bahkan ada Power Ampli yg tidak ber volume control, semua diatur dari inputnya yg telah melalui Pre Amp ( ber-Volume, Bass, Treable, Equalizer dsb) Mengenai Power nya sendiri (Daya Keluaran/ Power Output), tidak diukur dari tegangan yg keluar. Melainkan adalah hasil design pada saat pembuatan nya. Sekali lagi adalah hasil design, apakah memakai lampu tabung type apa, berapa buah, atau memakai transistor jengkol type apa, berapa buah atau memakai MOSFET dsb dsb. Jadi kalau anda membeli Ampli/ PA, harus nya di sertai data, atau di bodynya sudah ada keterangan, berapa Power Outputnya, berapa Impedance nya, kemudian menyiapkan speakernya yg sesuai dengan keluaran tsb. Tidak pernah ada yg menyebutkan sekian volt tegangannya, atau untuk speaker sekian inchi.

Trafo didalam Ampli/PA adalah trafo untuk power supply (Sebut saja sebagai Adaptornyalah, atau klo di dalam CPU di sebut sebagai PSU (Power Supply Unit)) Tidak bisa menjadi ukuran Output Power dari sebuah PA. Demikian semoga bermanfaat.

Amplifier ata saya sering menyebutnya Power Amplifier menggunakan Trafo jenis Stepdown sebagai sumber tenaganya. Kalo saya sendiri mengukur besarnya daya outputnya dengan melihat Daya yang dikeluarkan oleh Trafo Tadi. Bila Transformatornya/Trafo Berdaya Kurang dari 5A/Amper maka Loud speaker berdiameter 8' sampai 12" saya kira sudah cukup dengan ekpidensi daya atau apalah namanya saya lupa, pada speaker kurang lebih 300-500watt. Ekpidensi atau daya yang biasanya tertera pada maghnet tersebut adalah daya Keluarnya Suara dalam satuan watt tapi jelas berbeda dengan Satuan Daya Listrik PLN. Moga bermanfaat Sobat

Bila Anda mencoba menyesuaikan output power amplifier dengan speakers untuk tujuan sound system lapangan, kompetisi atau sejenisnya tentunya anda tidak ingin amplifier anda hanya memberikan daya di bawah kemampuan speaker, karena jika itu terjadi berarti anda merugi dan saya yakin sound system anda akan kalah bersaing di luar sana, tetapi resikonya jika daya amplifier anda melebihi kemampuanya speaker tentu spekar akan terbakar. nah... bagaiman cara menyesuaikannya??...agar speaker bekerja maximal tanpa merusaknya. Daya "Watt" yang terlampir di speaker adalah deskripsi dari kekuatan maximal yang masih mampu di tangani tanpa merusaknya, berguna untuk mengetahui kemampuan speaker dan kemudian menyesuaiakan output power amplifier yang anda miliki, Anda dapat menghitung "watt" speaker menggunakan Hukum Ohm, yang menggambarkan hubungan antara volt, ampare dan watt. Selain daya "Watt", pada speaker menengah ke atas biasanya juga di lampirkan data RMS , untuk pembahasan lebih jeuh mengenai hal ini akan saya posting di kemudian hari.

Impedansi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari

Grafik dari impedansi kompleks Impedansi listrik, atau lebih sering disebut impedansi, menjelaskan ukuran penolakan terhadap arus bolak-balik sinusoid. Impedansi listrik memperluas konsep resistansi listrik ke sirkuit AC, menjelaskan tidak hanya amplitudo relatif dari tegangan dan arus, tetapi juga fase relatif. Impedansi adalah kuantitas kompleks yang dinotasikan dengan dan istilah impedansi kompleks mungkin dapat dipertukarkan. Bentuk kutub secara praktis menunjukkan baik karakteristik magnitudo dan fase,

dimana magnitudo menunjukkan perbandingan amplitudo perbedaan tegangan terhadap amplitudo arus, memberikan perbedaan fase antara tegangan dan arus, sedangkan adalah bilangan imajiner. Dalam koordinat Kartesius,

dimana bagian nyata dari impedansi adalah resistansi dan bagian imajiner adalah reaktansi . Secara dimensi, impedansi sama dengan resistansi; dan satuan SI adalah ohm. Istilah impedansi digunakan pertama kaki oleh Oliver Heaviside pada Juli 1886.[1][2] Arthur Kennelly adalah yang pertama kali menunjukkan impedansi dengan bilangan kompleks pada 1893[3]. Kebalikan dari impedansi adalah admitansi.

Daftar isi
[sembunyikan]

1 Hukum Ohm 2 Tegangan dan arus kompleks o 2.1 Validitas perwakilan kompleks

o 2.2 Fasor 3 Referensi 4 Lihat pula 5 Pranala luar

[sunting] Hukum Ohm

Sebuah catu AC mengenakan tegangan membentangi beban Artikel utama untuk bagian ini adalah: Hukum Ohm

menggerakkan arus

Maksud dari impedansi listrik dapat dimengerti dengan mensubtitusikan ke hukum Ohm[4][5].

Magnitudo impedansi berperan seperti resistansi, memberikan penurunan tegangan membentangi impedansi untuk arus yang diberikan . Faktor fase menjelaskan bahwa arus tertinggal dari tegangan dengan fase (pada domain waktu, isyarat arus digeser kiri isyarat tegangan)[6]. kesebelah

Karena impedansi memperluas hukum Ohm untuk mencakup sirkuit AC, hasil dari analisis sirkuit DC seperti pembagian tegangan, pembagian arus, teorema Thevenin dan teorema Norton, dapat juga diperluas ke sirkuit AC dengan mengganti resistansi dengan impedansi.

[sunting] Tegangan dan arus kompleks

Secara umum impedansi pada sirkuit dapat digambar dengan simbol yang sama dengan resistor (US ANSI atau DIN Euro) atau dengan kotak berlabel Untuk mempermudah perhitungan, gelombang tegangan dan arus sinusoidal biasanya digambarkan sebagai fungsi nilai-kompleks dari waktu diartikan sebagai dan [7][8].

Impedansi didefinisikan sebagai perbandingan harga tersebut.

Disubstitusika ke hukum Ohm, sehingga:

Magnitudo persamaan tersebut adalah hukum Ohm biasa untuk amplitudo tegangan dan arus, sedangkan persamaan kedua menunjukkan hubungan fase.

[sunting] Validitas perwakilan kompleks


Perwakilan ini menggunakan eksponensial kompleks dapat dibuktikan dengan rumus Euler:

Yaitu fungsi sinusoid harga-nyata (yang mana mungkin mewakili bentuk gelombang arus atau tegangan) mungkin dipecah menjadi dua rumus harga-kompleks. Dengan prinsip superposisi, perilaku sinusoid pada sisi kiri dapat dianalisis dengan menganalisis dua istilah kompleks pada sisi kanan. Karena simetris, analisis hanya diperlukan untuk salah satu sisi, hasilnya akan sama untuk yang lain.

Dengan kata lain, diambil bagian nyata dari hasil tersebut.

[sunting] Fasor
Fasor adalah bilangan kompleks yang tetap, biasanya dinyatakan dalam bentuk eksponensial, mewakili amplitudo kompleks (magnitudo dan fase) dari fungsi sinusoid dari waktu. Fasor digunakan oleh ahli elektronik untuk mempermudah perhitungan yang melibatkan sinusoid, dimana persamaan diferensial dapat diubah ke aljabar. Impedansi dari unsur sirkuit dapat didefinisikan sebagai perbandingan tegangan fasor yang membentangi unsur dengan arus fasor yang mengaliri unsur, seperti yang ditetapkan oleh amplitudo relatif serta fase dari tegangan dan arus. Ini identik dengan definisi dari hukum Ohm diatas, mengakui bahwa faktor saling meniadakan.

Impedansi Impedansi itu hambatan, nah hambatan itu ada beberapa macam: 1. Resistif : hambatan pada Resistor 2. Induktif: hambatan pada Induktor / kumparan 3. Kapasitif: hambatan pada kapasitor.

Speaker atau Headphone itu biasanya memakai kumparan yang disebut Voice Coil. Karena kumparan ini diletakkan pada medan magnet, jika diberi arus listrik dia akan bergerak sesuai dengan arusnya. Arus listrik AC (arus bolak balik) jika melewati speaker akan mengalami hambatan, ini yang disebut Impedans. Impedans ini sebenarnya tergantung frekuensinya, tetapi biasanya diambil rata2nya, pada daerah frekuensi efektifnya. Daya pada speaker/headphone itu sebesar tegangan kuadratnya dibagi impedansnya: P=V/Z P = daya (watt) V = tegangan (volt) Z = impedans (ohm) Besar Impedansi Speaker , Amplifier dan Headphone Speaker dengan impedansi tertentu tidak mempengaruhi soal kualitas secara keseluruhan, baik 8 ohm, 4 ohm, maupun 16 ohm. Untuk amplifier solid state, pada umumnya dirancang dapat menangani speaker dengan impedansi 4 8 ohm. Semakin kecil impedansinya, semakin besar daya amplifier yang dihasilkan, tapi tentunya dalam batasan impedansi minimal yang disarankan, misalnya 4 ohm. Akibat Headphone dirangkai Seri dan Paralel Hubungan daya dengan Arus dan Hambatan : P =V . I P = (I . R) . I P = I2 . R Prinsip dasar impedansi adalah Apabila resistansi beban sama dengan resistansi internal sumber maka tranfer daya adalah maksimum. Jika headphone dengan resistansi sama dirangkai paralel, maka resistansi akan menjadi setengahnya.Akibatnya daya yang dihasilkan menjadi setengahnya pula atau P1>P2 sehingga suara yang dihasilkan menjadi lebih kecil Jika headphone dengan resistansi sama dirangkai seri, maka resistansi akan menjadi lebih besar sehingga

daya yang dihasilkan juga menjadi lebih besar (2 kali lipat). P1<P2 maka suara yang yang dihasilkan menjadi lebih besar, namun dapat terjadi efek kualitas suara tertentu.

Mengenal Impedansi Speaker

Speaker dengan impedansi tertentu tidak mempengaruhi soal kualitas secara keseluruhan, baik 8 ohm, 4 ohm, maupun 16 ohm. Untuk amplifier solid state, pada umumnya dirancang dapat menangani speaker dengan impedansi 4 8 ohm. Semakin kecil impedansinya, semakin besar daya amplifier yang dihasilkan, tapi tentunya dalam batasan impedansi minimal yang disarankan, misalnya 4 ohm. Jangan dipaksakan untuk meng-handle speaker yang diparalel menjadi 2 ohm. Sedangkan untuk amplifier tabung, memang dirancang hanya menangani impedansi yang disarankan. Misalnya untuk speaker dengan impedansi 8 ohm, maka harus matching dengan amplifiernya yang juga memiliki impedansi keluaran sebesar 8 ohm. Jika ingin digunakan speaker 4 ohm, amplifiernya juga harus di-switch pada jalur keluaran 4 ohm (kebanyakan amplifier tabung memiliki fasilitas tersebut). Speaker bawaan audio yang dirancang di bawah 8 ohm berfungsi untuk meningkatkan efisiensi amplifier agar mendapatkan hasil yang lebih besar.