MAKALAH SISTEM DEMOKRASI

disusun oleh:! 1.Candra Aprilian. P.A(13) 2.Endro Zatmiko(15) 3.Hendra Arganata(18) 4.Rahmad Cokro W.(26)

SMK BHINA TUNAS BHAKTI JUWANA TAHUN PELAJARAN 2011/2012

di Eropa Timur sering disebut lustrasi . Orde Lama atau Orde Baru.dilakukan terhadap orang-orang yang terkait dengan Partai Komunis Indonesia. Sanksi nonkriminal diberlakukan dengan pengucilan politik melalui pembuatan aturan administratif. MPR secara resmi melantik Soeharto untuk masa jabatan 5 tahun sebagai presiden. Pengadilan digelar dan sebagian dari mereka yang terlibat "dibuang" ke Pulau Buru. Instrumen penelitian khusus diterapkan untuk menyeleksi kekuatan lama ikut dalam gerbong Orde Baru. 1988. 1993. Soeharto menarik garis yang sangat tegas. dan menjadi anggota PBB kembali pada tanggal 28 September 1966. KTP ditandai ET (eks tapol). dan 1998. Orde Baru menggantikan Orde Lama yang merujuk kepada era pemerintahan Soekarno. 1983. dan dia kemudian dilantik kembali secara berturut-turut pada tahun 1973. Politik Presiden Soeharto memulai "Orde Baru" dalam dunia politik Indonesia dan secara dramatis mengubah kebijakan luar negeri dan dalam negeri dari jalan yang ditempuh Soekarno pada akhir masa jabatannya. ekonomi Indonesia berkembang pesat meskipun hal ini terjadi bersamaan dengan praktik korupsi yang merajalela di negara ini. Pengucilan politik . Selain itu. Salah satu kebijakan pertama yang dilakukannya adalah mendaftarkan Indonesia menjadi anggota PBB lagi. 1978.SISTEM DEMOKRASI PADA MASA ORDE BARU Orde baru adalah sebutan bagi masa pemerintahan Presiden Soeharto di Indonesia. Indonesia pada tanggal 19 September 1966 mengumumkan bahwa Indonesia "bermaksud untuk melanjutkan kerjasama dengan PBB dan melanjutkan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan PBB". Pada tahap awal. Orde Baru berlangsung dari tahun 1966 hingga 1998. Orde Baru hadir dengan semangat "koreksi total" atas penyimpangan yang dilakukan oleh Soekarno pada masa Orde Lama. kesenjangan antara rakyat yang kaya dan miskin juga semakin melebar. . Masa Jabatan Presiden Suharto Pada 1968. tepat 16 tahun setelah Indonesia diterima pertama kalinya. Sanksi kriminal dilakukan dengan menggelar Mahkamah Militer Luar Biasa untuk mengadili pihak yang dikonstruksikan Soeharto sebagai pemberontak. Dalam jangka waktu tersebut.

dan lembaga pemikir serta dukungan kapital internasional. perayaan hari raya Imlek. Harian ini dikelola dan diawasi oleh militer Indonesia dalam hal ini adalah ABRI meski beberapa orang Tionghoa Indonesia bekerja juga di sana. Pemerintah Orde Baru berdalih bahwa warga Tionghoa yang populasinya ketika itu mencapai kurang lebih 5 juta dari keseluruhan rakyat Indonesia dikhawatirkan akan menyebarkan pengaruh komunisme di Tanah Air. . kenyataan berkata bahwa kebanyakan dari mereka berprofesi sebagai pedagang. Eksploitasi sumber daya Selama masa pemerintahannya. Kesenian barongsai secara terbuka. Sejak tahun 1967. Sebagian lagi memilih untuk menghindari dunia politik karena khawatir akan keselamatan dirinya. khususnya mereka yang dekat dengan Cendana. Soeharto siap dengan konsep pembangunan yang diadopsi dari seminar Seskoad II 1966 dan konsep akselerasi pembangunan II yang diusung Ali Moertopo. Soeharto mampu menciptakan sistem politik dengan tingkat kestabilan politik yang tinggi. Soeharto merestrukturisasi politik dan ekonomi dengan dwitujuan. Anggotanya bahkan seringkali dipilih dari kalangan militer. bisa tercapainya stabilitas politik pada satu sisi dan pertumbuhan ekonomi di pihak lain. warga keturunan dianggap sebagai warga negara asing di Indonesia dan kedudukannya berada di bawah warga pribumi. Padahal. DPR dan MPR tidak berfungsi secara efektif. Satu-satunya surat kabar berbahasa Mandarin yang diizinkan terbit adalah Harian Indonesia yang sebagian artikelnya ditulis dalam bahasa Indonesia. Dengan ditopang kekuatan Golkar. dan pengeksploitasian sumber daya alam secara besar-besaran menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar namun tidak merata di Indonesia. jumlah orang yang kelaparan dikurangi dengan besar pada tahun 1970-an dan 1980-an. dan pemakaian Bahasa Mandarin dilarang. Orang Tionghoa dijauhkan dari kehidupan politik praktis. meski kemudian hal ini diperjuangkan oleh komunitas Tionghoa Indonesia terutama dari komunitas pengobatan Tionghoa tradisional karena pelarangan sama sekali akan berdampak pada resep obat yang mereka buat yang hanya bisa ditulis dengan bahasa Mandarin. Akibatnya agama Konghucu kehilangan pengakuan pemerintah. kebijakan-kebijakan ini. yang tentu bertolak belakang dengan apa yang diajarkan oleh komunisme. yang sangat mengharamkan perdagangan dilakukan[rujukan?]. Warga Tionghoa Warga keturunan Tionghoa juga dilarang berekspresi. Mereka pergi hingga ke Mahkamah Agung dan akhirnya Jaksa Agung Indonesia waktu itu memberi izin dengan catatan bahwa Tionghoa Indonesia berjanji tidak menghimpun kekuatan untuk memberontak dan menggulingkan pemerintahan Indonesia. Pembagian PAD juga kurang adil karena 70% dari PAD tiap provinsi tiap tahunnya harus disetor kepada Jakarta.Orde Baru memilih perbaikan dan perkembangan ekonomi sebagai tujuan utamanya dan menempuh kebijakannya melalui struktur administratif yang didominasi militer. Hal ini mengakibatkan aspirasi rakyat sering kurang didengar oleh pusat. Agama tradisional Tionghoa dilarang. Contohnya. yang secara tidak langsung juga menghapus hak-hak asasi mereka. TNI. sehingga melebarkan jurang pembangunan antara pusat dan daerah.

Timor Timur.565            Sukses transmigrasi Sukses KB Sukses memerangi buta huruf Sukses swasembada pangan Pengangguran minimum Sukses REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun) Sukses Gerakan Wajib Belajar Sukses Gerakan Nasional Orang-Tua Asuh Sukses keamanan dalam negeri Investor asing mau menanamkan modal di Indonesia Sukses menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta produk dalam negeri Kekurangan Sistem Pemerintahan Orde Baru    Semaraknya korupsi. Namun dampak negatif yang tidak diperhitungkan dari program ini adalah terjadinya marjinalisasi terhadap penduduk setempat dan kecemburuan terhadap penduduk pendatang yang banyak mendapatkan bantuan pemerintah. terutama di Aceh dan Papua . Bali dan Madura ke luar Jawa. meskipun tidak semua transmigran itu orang Jawa.  Kelebihan sistem Pemerintahan Orde Baru  Perkembangan GDP per kapita Indonesia yang pada tahun 1968 hanya AS$70 dan pada 1996 telah mencapai lebih dari AS$1. juga diperkuat oleh ketidaksukaan terhadap para transmigran. Muncul tuduhan bahwa program transmigrasi sama dengan jawanisasi yang sentimen anti-Jawa di berbagai daerah. terutama ke Kalimantan. Salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah adalah meningkatkan transmigrasi dari daerah yang padat penduduknya seperti Jawa. Setiap hari media massa seperti radio dan televisi mendengungkan slogan "persatuan dan kesatuan bangsa".[1] Sementara itu gejolak di Papua yang dipicu oleh rasa diperlakukan tidak adil dalam pembagian keuntungan pengelolaan sumber alamnya. Sulawesi. Pada awal Era Reformasi konflik laten ini meledak menjadi terbuka antara lain dalam bentuk konflik Ambon dan konflik Madura-Dayak di Kalimantan. dan Irian Jaya. nepotisme Pembangunan Indonesia yang tidak merata dan timbulnya kesenjangan pembangunan antara pusat dan daerah. sebagian disebabkan karena kekayaan daerah sebagian besar disedot ke pusat Munculnya rasa ketidakpuasan di sejumlah daerah karena kesenjangan pembangunan. kolusi.Konflik Perpecahan Pasca Orde Baru Di masa Orde Baru pemerintah sangat mengutamakan persatuan bangsa Indonesia.

Pelaku ekonomi yang dominan adalah lebih dari 70% aset kekayaaan negara dipegang oleh swasta Krisis finansial Asia Pada pertengahan 1997. Soeharto kemudian memilih sang Wakil Presiden. Hal ini tak lepas dari peran Habibie yang berhasil meletakkan pondasi baru yang terbukti lebih kokoh dan kuat menghadapi perubahan zaman. . diwarnai oleh banyak koran dan majalah yang dibredel Penggunaan kekerasan untuk menciptakan keamanan. gas dan komoditas ekspor lainnya yang semakin jatuh. pasca-Orde Baru Mundurnya Soeharto dari jabatannya pada tahun 1998 dapat dikatakan sebagai tanda akhirnya Orde Baru. dan perpindahan modal dipercepat. tiga bulan setelah MPR melantiknya untuk masa bakti ketujuh. inflasi meningkat tajam. Para demonstran. B. disertai kemarau terburuk dalam 50 tahun terakhir dan harga minyak.          Kecemburuan antara penduduk setempat dengan para transmigran yang memperoleh tunjangan pemerintah yang cukup besar pada tahun-tahun pertamanya Bertambahnya kesenjangan sosial (perbedaan pendapatan yang tidak merata bagi si kaya dan si miskin) Pelanggaran HAM kepada masyarakat non pribumi (terutama masyarakat Tionghoa) Kritik dibungkam dan oposisi diharamkan Kebebasan pers sangat terbatas. Habibie. Di tengah gejolak kemarahan massa yang meluas. yang awalnya dipimpin para mahasiswa. untuk kemudian digantikan "Era Reformasi". Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998. Oleh karena itu Era Reformasi atau Orde Reformasi sering disebut sebagai "Era Pasca Orde Baru". J. Meski diliputi oleh kerusuhan etnis dan lepasnya Timor Timur. Rupiah jatuh. hal ini kesalahan paling fatal Orde Baru karena tanpa birokrasi yang efektif negara pasti hancur. Masih adanya tokoh-tokoh penting pada masa Orde Baru di jajaran pemerintahan pada masa Reformasi ini sering membuat beberapa orang mengatakan bahwa Orde Baru masih belum berakhir. Indonesia diserang krisis keuangan dan ekonomi Asia (untuk lebih jelas lihat: Krisis finansial Asia). transformasi dari Orde Baru ke Era Reformasi berjalan relatif lancar dibandingkan negara lain seperti Uni Soviet dan Yugoslavia. Menurunnya kualitas tentara karena level elit terlalu sibuk berpolitik sehingga kurang memperhatikan kesejahteraan anak buah. untuk menjadi presiden ketiga Indonesia. antara lain dengan program "Penembakan Misterius" Tidak ada rencana suksesi (penurunan kekuasaan ke pemerintah/presiden selanjutnya) Menurunnya kualitas birokrasi Indonesia yang terjangkit penyakit Asal Bapak Senang. meminta pengunduran diri Soeharto.