Anda di halaman 1dari 19

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Puskesmas Puskesmas merupakan suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok. Wilayah kerja puskesmas meliputi satu kecamatan atau sebagian dari kecamatan. Faktor kepadatan penduduk, luas daerah, keadaan geografi dan keadaan infrastruktur lainnya merupakan bahan pertimbangan dalam menentukan wilayah kerja puskesmas. Sasaran penduduk yang dilayani oleh sebuah puskesmas rata-rata 30.000. penduduk. Untuk perluasan jangkauan pelayanan kesehatan maka puskesmas perlu ditunjang dengan unit pelayanan kesehatan yang lebih sederhana yaitu Puskesmas Pembantu dan Puskesmas Keliling. Pelayanan kesehatan yang diberikan di Puskesmas adalah pelayanan kesehatan yang meliputi pelayanan pengobatan (kuratif), upaya pencegahan (preventif), peningkatan kesehatan (promotif) dan pemullihan kesehatan (rehabilitatif) yang ditujukan kepada semua penduduk dan tidak dibedakan jenis kelamin dan golongan umur, sejak pembuahan dalam kandungan sampai tutup usia.

2.1.1 Fungsi Puskesmas. Berikut ini adalah beberapa fungsi puskesmas : 1. Sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya. 2. Membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat. 3. Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya. 7

2.1.2 Kegiatan Pokok Berikut ini beberapa kegiatan pokok di puskesmas: 1. Mempersiapkan pengadaan obat di puskesmas. 2. Mengatur penyimpanan obat dan alat kesehatan di puskesmas 3. Mengatur administrasi obat di puskesmas 4. Meracik obat-obatan untuk diberikan kepada penderita sesuai perintah dokter. 5. Membuat zat reagens untuk laboratorium. 6. Mengatur distribusi obat sederhana untuk UKS dan KIA/KB. 7. Menyediakan obat untuk Puskesmas Keliling dan Puskesmas Pembantu.

2.2

Rekam Medis Menurut PERMENKES No: 269/MENKES/PER/III/2008 yang dimaksud

rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen antara lain identitas pasien, hasil pemeriksaan, pengobatan yang telah diberikan, serta tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Catatan merupakan tulisantulisan yang dibuat oleh dokter atau dokter gigi mengenai tindakan-tindakan yang dilakukan kepada pasien dalam rangka palayanan kesehatan. Bentuk rekam medis dalam berupa manual yaitu tertulis lengkap dan jelas dan dalam bentuk elektronik sesuai ketentuan. Rekam medis terdiri dari catatan-catatan data pasien yang dilakukan dalam pelayanan kesehatan. Catatan-catatan tersebut sangat penting untuk pelayanan bagi pasien karena dengan data yang lengkap dapat memberikan informasi dalam menentukan keputusan baik pengobatan, penanganan, tindakan medis dan lainnya. Dokter atau dokter gigi diwajibkan membuat rekam medis sesuai aturan yang berlaku. Menurut PERMENKES No: 269/MENKES/PER/III/2008 data-data yang harus dimasukkan dalam rekam medis untuk pasien yang diperiksa di unit rawat jalan adalah sekurang-kurangnya antara lain :

Identitas Pasien Tanggal dan waktu Anamnesis (sekurang-kurangnya keluhan, riwayat penyakit) Hasil Pemeriksaan fisik dan penunjang medis Diagnosis Rencana penatalaksanaan Pengobatan dan atau tindakan Pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien Untuk kasus gigi dan dilengkapi dengan odontogram klinik Persetujuan tindakan bila perlu

2.2.1 Manfaat Rekam Medis Rekam medis merupakan catatan-catatan dari identitas, pemeriksaan, diagnosis, pengobatan, perawatan dan tindakan medis yang diberikan pada pasien untuk mengatasi penyakit yang dideritanya. Rekam medis memiliki beberapa manfaat baik bagi dokter, pasien maupun rumah sakit, puskesmas ataupun klinik antara lain: Dapat digunakan sebagai acuan dokter dan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan baik dalam menentukan diagnosis, memberikan pengobatan, tindakan medis dan pelayanan selanjutnya bagi pasien Rekam medis yang baik, benar, lengkap dan jelas dapat meningkatkan pelayanan kesehatan bagi pasien Rekam medis yang baik, benar, lengkap dapat memberikan kemudahan bagi dokter dan tenaga kesehatan dalam menangani suatu penyakit Rekam medis yang baik, benar, lengkap dapat memberikan perlindungan bagi dokter dan tenaga kesehatan dalam ketika terjadi kasus-kasus tertentu (hukum)

10

Rekam medis dapat menjadi informasi tentang perkembangan penyakit, pengobatan, tindakan medis terutama untuk perkembangan ilmu pengetahuan dalam pengajaran dan penelitian

Rekam medis juga dapat digunakan untuk menentukan jumlah biaya yang harus dibayar oleh pasien dalam pelayanan kesehatan. Dengan rekam medis dapat ditentukan angka statistik kasus penyakit, angka kematian, angka kelahiran dan hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan

Rekam medis juga dapat digunakan dalam pembuktian masalah hukum atau merupakan alat bukti untuk menyelesaikan kasus hukum misalnya malpraktek, atau pelanggaran lainnya.

Sebagian fungsi rekam medis telah disampaikan. Karena begitu pentingnya rekam medis maka diharapkan dokter, dokter gigi dan tenaga kesehatan dapat melakukan peraturan-peraturan dalam pembuatan rekam medis dalam pelayanan kesehatan.

2.3

Model Entity Relationship Model Entity Relationship adalah suatu penyajian data dengan menggunakan

memanfaatkan sejumlah perangkat konseptual menjadi sebuah diagram data yang umum disebut sebagai Diagram Entity Relationship yang memiliki dua komponen pembentuk utama yaitu entity (entitas) dan relation (relasi), kedua komponen ini dideskripsikan lebih jauh melalui sejumlah atribut Komponen yang terdapat di dalam Model Entity Relationship yaitu:

Entitas Entitas merupakan objek yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain. Entity set adalah kumpulan dari entity yang sejenis yang dapat berupa : Obyek secara fisik : Rumah, Kendaraan, Peralatan Obyek secara konsep : Pekerjaan , Perusahaan, Rencana Simbol dari entitas ini biasanya digambarkan dengan persegi panjang.

11

Gambar 2.1 Simbol Entitas Relasi Relationship adalah hubungan yang terjadi antara satu atau lebih entity. Relationship set adalah kumpulan relationship yang sejenis.

Gambar 2.2 Simbol Relasi Atribut Atribut adalah karakteristik dari entity atau relationship, yang

menyediakan penjelasan detail tentang entity atau relationship tersebut. Nilai Atribut merupakan suatu data aktual atau informasi yang disimpan pada suatu atribut di dalam suatu entity atau relationship.

Gambar 2.3 Simbol Atribut Jenis-jenis atribut : Key : Atribut yang digunakan untuk menentukan suatu entity secara unik. Atribut Simple : Atribut yang bernilai tunggal. Atribut Multivalue : Atribut yang memiliki sekelompok nilai untuk setiap entitas

12

Gambar 2.4 Contoh Atribut Multivalue

Atribut Composite : Suatu atribut yang terdiri dari beberapa atribut yang lebih kecil yang mempunyai arti tertentu.

Gambar 2.5 Contoh Atribut Composite

Atribut Derivatif : Suatu atribut yang dihasilkan dari atribut yang lain.

Gambar 2.6 Contoh Atribut Derivatif

2.3.1 Derajat dari relationship Menjelaskan jumlah entity yang berpartisipasi dalam suatu relationship Unary Degree (Derajat Satu)

Gambar 2.7 Contoh Unary Degree (Derajat Satu)

13

Binary Degree (Derajat Dua)

Gambar 2.8 Contoh Binary Degree (Derajat Dua) Gambar 2.8 Contoh Binary Degree (Derajat Dua)

Ternary Degree (Derajat Tiga)

Gambar 2.9 Contoh Ternary Degree (Derajat Tiga)

2.3.2 Cardinality Ratio Cardinality Ratio menjelaskan batasan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang lain. Ada tiga jenis cardinality ratio, yaitu : One to one Relationship (1 : 1) Hubungan antara dua file, file pertama dengan file kedua adalah satu berbanding satu.

Gambar 2.10 Contoh One to One Relationship

One to Many Relationship / Many to One Relationship (1: M / M : 1) Hubungan antara file pertama dengan file kedua adalah satu

berbanding banyak atau hubungan file pertama dengan file kedua adalah banyak berbanding satu.

14

Gambar 2.11 Contoh Many to One Relationship

Many to Many Relationship (M : N) Hubungan antara file pertama dengan file kedua adalah banyak

berbanding banyak.

Gambar 2.12 Contoh Many to Many Relationship

2.3.3 Participation Constraint Menjelaskan apakah keberadaan suatu entity tergantung pada

hubungannya dengan entity lain . Terdapat 2 macam Participation Constraint :

Total Participation Keberadaan suatu entity tergantung pada hubungannya dengan entity lain.

Gambar 2.13 Contoh Total Participation

Partial Participation Keberadaan suatu entity tidak tergantung pada hubungannya dengan entity lain.

Gambar 2.14 Contoh Partial Participation

15

Weak Entity Weak Entity adalah suatu Entity dimana keberadaan dari entity tersebut tergantung dari keberadaan entity lain. Entity yang merupakan induknya disebut Identifying Owner dan relationshipnya disebut Identifying Relationship. Weak Entity selalu mempunyai Total Participation constraint dengan Identifying Owner.

Gambar 2.15 Contoh Weak Entity

2.4

Normalisasi Normalisasi adalah suatu teknik untuk mengatur atau menyusun data

kebentuk yang paling sederhana dan fleksibel atau untuk mengorganisasikan data ke dalam table untuk memenuhi kebutuhan pemakai di dalam organisasi. Metode normalisasi adalah suatu proses perancangan database untuk mendapatkan bentuk normal. Jika suatu relasi berada dalam bentuk normal, maka ia juga termasuk dalam bentuk normal tersebut didalamnya atau dibawahnya. Tujuan normalisasi yaitu untuk menghilangkan kerangkapan data, mengurangi kompleksitas dan mempermudah modifikasi data. Suatu relasi dikatakan sudah berada pada bentuk normalisasi tertentu bila memenuhi beberapa batasan tertentu pada tingkat tersebut. Tingkat normalisasi yang lebih tinggi dianggap lebih baik dari tingkat dibawahnya.

16

2.4.1 Proses Normalisasi Data diuraikan dalam bentuk tabel, selanjutnya dianalisis berdasarkan persyaratan tertentu ke beberapa tingkat. Apabila tabel yang diuji belum memenuhi persyaratan tertentu, maka table tersebut perlu dipecah menjadi beberapa tabel yang lebih sederhana sampai memenuhi bentuk yang optimal. Tahapan dari proses normalisasi adalah sebagai berikut : a. Bentuk Tidak Normal, yaitu menghilangkan perulangan group b. Bentuk Normal Pertama (1NF) yaitu menghilangkan ketergantungan sebagian c. Bentuk Normal Kedua (2NF) yaitu menghilangkan ketergantungan transitif d. Bentuk Normal Ketiga (3NF) yaitu menghilangkan anomali-anomali hasil dari ketergantungan fungsional e. Bentuk Normal Boyce-Codd (BCNF) yaitu enghilangkan

ketergantungan Multivalue f. Bentuk Normal Keempat (4NF) yaitu menghilangkan anomalianomali yang tersisa g. Bentuk Normal Kelima

2.5

Java Java merupakan bahasa pemrograman yang menanjak popularitasnya

dewasa ini. Selain gratis, Java mudah didapatkan dan juga tangguh. Java sendiri lahir pada tahun 1991 yang diprakarsai oleh tim Sun melalui proyek bernama Green yang dipimpin James Gosling. Java menerapkan fitur-fitur dari bahasa pemrograman yang lain, dimana fitur itu dianggap merupakan suatu kelebihan oleh tim Sun. Misalnya JVM/JRE yang merupakan mesin may bahsa Pascal, Sintaks dan Exception Handling diambil dari C/C++ dan lain sebagainya. Java Virual Machine (JVM) atau Java Runtime Environment (JRE) merupakan fitur Java yang membuatnya dapat berjalan pada semua platform sistem operasi seperti Linux, Mc OS, Windows dan lainnya.

17

2.5.1

Struktur Program Java Java mempunyai strukur untuk menuliskan sentaks-sintaksnya dimulai

dari package, import, class dan sebagainya. Secara garis besar, struktur penulisan sintaks Java adalah sebagai berikut:
package namaPackage; import namaPackage; /** komentar dalam java*/ modifier class namaKelas extends KelasSuper implements Interface { //deklarasi variabel global modifier methodConstructor(){ //statement } public static void main (){ //deklarasi variabel lokal /* *statement1 *statement2 */ }}

2.5.1.1 Package Package (paket) adalah suatu cara pengkelompokan dan pengorganisasian kelas-kelas ke dalam suatu library. Package bekerja dengan membuat direktori dan folder baru yang sesuai dengan penamaan package, kemudian menyimpan file class pada folder tersebut. Deklarasi package dituliskan pada baris paling atas sebelum perintah import, seperti struktur program Java. Bentuk umumnya adalah :
package namaPackage;

2.5.1.2 Import Pada sebuah file .java, dibutuhkan referensi file-file mana saja yang menjadi referensi dari class-class, method-method, ataupun segala sesuatu yang digunakan, dalam sebuah program java yang ditulis dalam sebuah file.java tersebut. Untuk mengimpor semua kelas yang telah dibuat, gunakan tanda asterik (*) pada akhir nama package. Sedangkan untuk mengimpor kelas tertentu, tuliskan nama kelas setelah nama package. Deklarasinya adalah sebagai berikut :

18

import namaPackage.*; import namaPakage.NamaKelas;

2.5.1.3 Kelas Kelas merupakan hirarki tertinggi dari bahasa Java, dimana di dalam badan kelas ini didefinisikan variabe, method, dan kelas inner. Deklarasi otomatis terbentuk saat membuat file Java baru. Bentuk umum kelas adalah :
[Modifier] Class namaKelas [Extends KelasSuper] [Implements Interface1, Interface2,...]{ <deklarasi variable/property> <deklarasi konstruktor> <deklarasi method> }

2.5.2 Method Method adalah bagian program yang menjelaskan tingkah laku objek yang akan di-instance. Method tidak dapat berdiri sendiri seperti kelas, dimana letak penulisan berada di dalam badan kelas. Method berdasarkan jenisnya dapat dibagi menjadi beberapa kategori yaitu konstrktor, prosedur, dan main

2.5.2.1 Konstruktor Konstruktor adalah method yang dieksekusi pertama kali setelah method main. Biasanya method konstruktor digunakan untuk memberikan nilai insialisasi program. Nama method harus sama dengan nama kelas. Bentuk umum method :
[Modifier] NamaKelas (parameter input){ Statement }

2.5.2.2 Fungsi/Prosedur Fungsi adalah method yang mengembalikan sebuah nilai, sedangkan prosedur adalah method yang tidak mengembalikan sebuah nilai. Untuk membuatnya, deklarasikan method secara langsung dengan mengetiknya. Bentuk umum:

19

[Modifier] tipeKembalian namaMethod ([parameter input]) [throws exception]{ Statement [return variabel] }

2.5.2.3 Main Method main adalah method utama yang pertama kali dipanggil untuk menjalankan program. Sebuah program yang tidak mempunyai method main tidak akan bisa dieksekusi. Bentuk umum :
public static void main (String[]args){ //statement }

2.5.3 Tipe Data Java Tipe data adalah sebuah cara mengelompokkan data sesuai jenis karakter sehingga memudahkan dalam pengelolaan variabel. Tipe data secara umum dikelompokkan menjadi 2 yaitu numerik dan string.

2.5.3.1 Numerik Tipe data numerik adalah tipe data yang menangani penampungan datadata berupa bilangan bulat maupun bilangan real. Sebuah tipe data mempunyai range nilai yang berbeda-beda.

Tabel 2.1 Range nilai tipe data

20

2.5.3.2 String Tipe data string adalah tipe data yang digunakan untuk menampung data berupa karakter dan huruf. Berdasarkan banyaknya karakter, tipe string dibagi menjadi 2, yaitu tipe char dan tipe string. Tipe char hanya menampung satu karakter, sedangkan string mampu menampung banyak karakter. Bentuk umumnya adalah ;
char namaVariabel; String namaVariabel;

2.5.4 Object Oriented Programming (OOP) Pada Java Object Oriented Programming (OOP) yaitu proses pembuatan program atau aplikasi dengan cara menyusunnya dari beberapa object (komponen yang lebih kecil). Object atau komponen itu sendiri juga bisa tersusun dari object yang lain. Pemrograman OOP memiliki berbagai kelebihan dibandingkan dengan konsep pemrograman lain. Kelebihan OOP antara lain kemampuan untuk mewariskan elemen program ke program lain (inheritance), dapat

menyembunyikan kerumitan program dengan encapsulation, pembuatan beberapa fungsi dengan nama sama tapi memiliki parameter dan atribut yang berbeda dengan overloading, pembutan fungsi baru 2.5.4.1 Inheritansi Inheritansi adalah proses pewarisan data/variable dan method dari suatu kelas (kelas super) kepada kelas yang lain (sub kelas). Jika kelas super mendapatkan warisan dari kelas lain, maka sub kelas juga akan menerima warisan dari kelas tersebut. Bentuk umum inheritance :
Class namaKelas extends kelasSuper{ }

2.5.4.2 Enkapsulasi Enkapsulasi merupakan cara membungkus data dengan method yang membangun suatu kelas. Maksudnya adalah data dan method tersebut disembunyikan detail implementasinya sehingga user hanya mengetahui variabelvariabel input dan output serta interaksi variabel tersebut dengan method, kelas,

21

interface

atau

antar

package.

Dalam

Java,

enkapsulasi

biasanya

diimplementasikan dalam sebuah field untuk mendapatkan sebuah data. Field ini mempunyai dua method, yaitu diawali dengan set dan get. Bentuk umum :
Public void setNamaField(parameter){ } Public modifier getNamaField()} }

2.5.4.3 Polymorfisme Polymorfisme adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan bagaimana suatu objek dapat menerima banyak bentuk. Dalam pemrograman Java, polimorfisme adalah sebuah method yang mempunyai nama yang sama, namun mempunyai parameter yang berbeda.

2.5.5 Graphical User Interface (GUI) Class dapat digambarkan sebagai cetakan untuk membuat object dengan karakteristik sesuai yang dimiliki oleh class tersebut. Class menyediakan kemampuan bagi object-object yang dibangun dari class tersebut. Class dapat dipandang sebagai gambaran umum dari sebuah object, sedangkan bentuk aktual object dalam java disebut instance. Analoginya, andaikan class sebagai gambar rancangan sebuah gedung, maka instance adalah gedung yang telah dibangun berdasarkan rancangan tersebut. Jadi sebenarnya tidak ada perbedaan antara Object dan Instance, hanya saja object merupakan definisi umum sedangkan instance merupakan sebutan bagi object yang nyata terlihat. Keduanya mengacu pada benda yang sama. Dalam java, class dikelompokkan berdasarkan fungsi umumnya, misalkan untuk membuat program berbasis GUI (Graphical User Interface), atau fungsi lainnya. Kelompok class ini disebut class library. Pemrograman tidak perlu repot membuat class library, karena development kit yang ada telah membuat library sedemikian rupa, sehingga mudah digunakan. Misalnya library java.awt untuk memprograman GUI.

22

Dengan adanya program berbasis grafis ini, mengolah database akan menjadi lebih mudah, disamping tampilannya lebih menarik. Beberapa bagian dasar GUI adalah:
1. JLabel

JLabel namaLabel = new JLabel(label); Sama seperti namanya, class ini akan membuat suatu label pada sebuah window.
2. JTextField

JTextField namaText = new JTextField(jumlah_karakter_max); JTextField adalah suatu class yang akan memudahkan kita dalam membentuk isian text pada suatu frame.
3. JButton

JButton namaButton = new JButton(label_pada_button); JButton adalah suatu class yang akan membantu kita membentuk objek tombol.
4. JFrame

JFrame sebenarnya adalah suatu class yang disediakan untuk memudahkan kita dalam membuat suatu window.
5. JInternalFrame

Sama halnya dengan JFrame, JInternalFrame akan membantu kita dalam membuat window. Bedanya JInternalFrame akan berada didalam suatu window lainnya, jadi tidak dapat berdiri sendiri seperti JFrame.
6. JMenu

JMenu akan membuat objek menu bar pada sebuah frame.


7. ActionListener

ActionListener bukan merupakan suatu objek, melainkan sebuah class yang akan menampung aksi-aksi dari sebuah objek (yang banyak dipakai disini adalah tombol). Aksi-aksi itu akan ditampung dalam sebuah metode bernama ActionPerformed. Jadi bila kita menggunakan ActionListener, maka kita harus menyertakan metode ActionPerformed pada class tersebut.

23

2.6

MySQL MySQL adalah suatu database server yang sangat terkenal didunia dan

merupakan Open Source SQL database. Pada bab ini menerangkan tentang sejarah dibuatnya MySQL, pengertian MySQL dan alasan - alasan mengapa banyak orang menggunakan MySQL,serta pengertian dari software MySQL Front.

2.6.1 Structure Query Language ( SQL ) SQL digunakan untuk berkomunikasi dengan suatu database. Berdasarkan ANSI (American National Standards Institute), SQL merupakan bahasa standar untuk relational database management systems. Pernyataan-pernyataan SQL digunakan untuk melakukan fungsi-fungsi seperti update data pada database, atau pengambilan data dari database. SQL terdiri dari 2 Jenis SQL, yaitu : 1. Interactive ; langsung dapat dioperasikan. 2. Embedded : disisipkan ke dalam sebuah program ( Cobol, C, Fortran )

Pernyataan-pernyataan SQL dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu pernyataan-pernyataan Data Definition Language (DDL) dan Data Manipulation Language (DML). Pernyataan-pernyataan DML berkaitan dengan data, baik pengambilan maupun pemodifikasian data supaya tetap up-to-date. Sedangkan pernyataan-pernyataan DDL berkaitan dengan pembuatan atau pengubahan tabel dan objek-objek database lainnya seperti view dan index. Data Definition Language (DDL) 1. Create Digunakan untuk membuat database, tabel, view, dan index. Untuk membuat tabel perlu mendefinisikan tipe data untuk setiap kolom. TIpe-tipe data tersebut bervariasi, setiap DBMS memiliki tipe data yang berbeda dengan DBMS lainnya.

24

2.

Drop Digunakan untuk menghapus database, tabel, view, dan index. Dapat juga digunakan untuk menghapus semua baris/record serta definisi tabel dari database.

3.

Alter Digunakan untuk merubah struktur tabel dan menambah atau menghapus sebuah kolom dari suatu tabel.

Data Manipulation Language (DML) 1. 2. Insert Digunakan untuk mengisi tabel yang baru dibuat atau menambahkan baris/record baru pada tabel yang sudah dibuat. 3. Update Digunakan untuk mengubah nilai dari suatu kolom atau sekumpulan kolom pada suatu tabel. 4. Select Digunakan untuk query dan menampilkan data dari sebuah database. Pernyataan SELECT menspesifikasikan kolom mana yang termasuk dalam result set (hasil query). Pernyataan ini merupakan pernyataan yang paling sering digunakan dalam aplikasi-aplikasi database. 5. Delete Digunakan untuk menghapus sebuah baris tertentu atau sekumpulan baris dari sebuah tabel.

Data Control Language 1. GRANT Sintaks : - GRANT hak_akses ON nama_db TO nama_pemakai [WITH GRANT OPTION] [AS GRANTOR]; - GRANT hak_akses ON nama_tabel

25

TO nama_pemakai [WITH GRANT OPTION] [AS GRANTOR]

2. REVOKE Sintaks : - REVOKE hak_akses ON nama_db FROM nama_pemakai; - REVOKE hak_akses ON nama_tabel FROM nama_pemakai;

Statement Auxiliary 1. UNLOAD Sintaks : UNLOAD TO nama_path [DELIMITER char_pemisah] SELECT statement 2. LOAD Sintaks : LOAD FROM nama_path DELIMITER char_pemisah INSERT INTO nama_tabel [nama_kolom]; 3. RENAME Sintaks : RENAME COLUMN nama_kolom_lama TO Nama_kolom_baru;