Anda di halaman 1dari 18

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 latar belakang Pengertian Manajemen Produksi Berbicara masalah manajemen produksi maka yang dimakksud adalah suatu badan usaha yang di memiliki difenisi legal merupakan proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan perecanaan pengorganisasian pengarahan dan pengendalian yang di lakukan untuk mencapai tujuan organisasi.sejalan dengan itu maka manajemen produksi dan operasi merupakan proses pengambilan keputusan di dalam usaha utuk menghasilkan barang dan jasa sehinga dapat sesaran yang berupa tepat waktu, tepat mutu tepat jumlah dengan biayah yang efisien, oleh karena itu manajemen produksi dan operasi mengkaji pengambilan keputusan dalam fungsi produksi dan operasi Manajemen produksi pada dasarnaya merupakan proses pengambilan Keputusan yang berkaitan dengan perencanaan pengorganisasian Pengarahan dan pengedalian yang dilakukan untuk mecapai tujuan Organisasi. Sejalan dengan itu maka manajemen produksi merupakan preses

pengambilan keputusan di dalam usaha untuk menghasilkan barang atau jasa sehingga dapat sasran yang berupa tempat waktu, tempat mutu, tempat jumlah dengan biaya yang efisien, oleh karena itu manajemen produksi mengkaji pengambilan keputusan dalam fungsi produksi dan operasi.pelaksanaan kegiatan maajemen merupakan tanggung jawab manajer diartikan sebagai orang yang bertanggung jawab lebih besar dari pada apa yang dia dapat di lakukan sendiri. Sehingga membutukan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi, sedangkan manajer produksi dan operasi yag akan membutukan keberhasilan organisasi perusahan sebagai produsen yang baik, selanjutnya keberhasilan usaha suatu perusahan dalam mencapai tujuan dan sasaran ditentukan oleh kemampuan manajer produksi dan operasi, serta kemmampuan manajer pamasaran dan manajer keuangan disamping kemampuan

manajemen puncak atau direksi untuk menciptakan hasil energy dari seluruh kegiatan bersama perusahaan. Manajamen produksi merupakan ilmu dan seni yang mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan non manusia dalam rangka mecapai tujaun tertentu. Ilmu teknik manajemen di dasari oleh konsep bahan tugas manajer (orang) melaksan akan manajemen ) yaitu : untuk merancan dan mendukung pelaksaan pekerjaan individu pada saat kelompok, dalam rangka mencapai tujuan yang telah di tetapkan sebelumnya. Manajemen semakin di butuhkan setelah adanya pemisahaan antara rumah tangga konsumen ( RTK ) dan rumah tangga produsen ( RTP ), dalam hal ini adalah dua pihak yang paling membutukan, di mana konsumen dapat memenuhi kebutuhannya dengan bebrbagai jenis barang yang di sediakan produsen, da produsen dapat menjual barang barangya yang betul betul di butukan konsumen sesuai dengan selera, mode dan daya belinya . Produksi yaitu: suatu kegiatan yang menciptakan atau meningkatkan kegunaan suatu barang. Peningkatan atau penambahan kegunaan suatu barang bias melalui kegunaan tempat, kegunaan waktu, kkegunaan bentuk atau gabungan dari beberapa kegunaan tersebut. Untuk perusahan-perusahan saat ini cenderung dapat menggabungkan beberapa kegunaan sekaligus suatu barang, baik kegunaan waktu, tempat, maupun kegunaan bentuk. Hal ini diciptakan untuk dapat mengantisipasi kebutuhan konsumen yang bersifat heterogen (berbeda-beda).

1.2 Fungsi Manajemen Produksi Fungsi manajemen produksi yang paling mendasar yaitu adanya perancanaan, pengorganisasian, penempatan Sumber Daya Manusia, (staffing), pemberian motivasi dan fungsi yang terakhir adalah kekiatan pengawasan yang mutlak harus dilakukan oleh setiap organisasi atau perusahan. Manajemen produksi merupakan proses manajemen yang di terapkan dalam bidang produksi. Proses manajemen produksi adalah penggabungan seluruh aspek yang terdiri dari produk, pabrik,proses,program dan manusia. Istilah-istilah yang bias di gunakan dalam manajemen produksi yaitu, produk, produsen, produktivitas, proses produksi, system produksi, perencanaan produksi, danluas perusahaan.

BAB II TEORI TENTANG MANAJEMEN PRODUKSI (5P) 2.1 Fungsi manajemen Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan.Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20,Ketika itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu Perencanaan (planning), Pengorganisasian (Organizinng), Pengarahan (directing), pengendalian, dan. PengawasanNamun saat ini, fungsi tersebut telah diringkas menjadi lima yaitu: 1. Perencanaan (planning) adalah: memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan

sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan. perencanaan merupakan penetapan terkaitan dan pengorganisasian dari kegiatan produksi dan operasi yang akan dilakukan dalam suatu dasar waktu atau periode tertentu.degan demikian amaka perencanaan sesungguhnya merupakan suatu proses pengambilan keputusan, oleh karena pengambilan keputusan mengandung suatu pemikiran, maka hal ini merupakan suatu kegiatan yang sulit penngambilan keputusan mempunyai pengaru yang besar terhadap maju mundurnya suatu organisasi atau perusahan semua level management dalam suatu organisasi mempunyai kewajiban untuk membuat perencanaan. Dalam manajemen modern perencanaan adalah: suatu keharusan, karena masa yang akan datang mengandung perubahan dan ketidakpastian, maka seseorang pemimpin organisasi (baca perusahan ) harus berusaha member keseimbangan kepada usaha-

usahanya untuk memberikan pertimbangan yang tepat kepada banyak variable untuk waktu yang akan datang. Untuk mencapai target tujuan yang telah di tetapkan terlebih dahulu, maka perlu dibuat perencanaan (planning) kegiatan.perencanaan berasal dari kata ( plan), yaitu suatu proyeksi tentang apa yang akan di lakukan untuk mencapai tujuan yang memiliki nilai tambah tertentu.Untuk bias membuat rencana yang baik, manajamen haruslah mampu merancang sebuah skenario masa depang dalam hal ini biasa

dilaksanakan melalui proses peramalan (forecasting). 2. Pengorganisasian adalah: suatu proses pengelompokan orang, alat, tugas, tanggun jawab ataupun wewenang, dengan cara-cara tertentu sehingga tercipta suatu organisasi

yang dapat digerakkan sebagai suatu satu kesatuan dalam rangka mencapai tujuan yang telah di tentukan. Dengan pengorganisasian, maka selain di lakukan pembentukan departemen-departemen, penetapan wewnang, tanggun jawab, hirarki organisasi; yang tidak kalah pentingnya adalah penetapan orang-orang yang layak dantempat untuk menduduki jabatan-jabatan tersebut.langkah terakhir ini lazim di kenal sebagai proses pengawakan (staffin). 3. Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha. Dalam aspek pengarahan (leading) akan timbul hubungan manusiawi dalam kepemimpinan yang mengikat bawahan untuk bersedia mengerti dan menunbangkan tenaganya secara lebih berdaya guna untuk mencepai tujuan. Arti dari pengarahan (leading) adalah: suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota organisasi melakukan kegiatan yang sudah di tentukan kea rah tercepainya tujuan. Oleh karenanya dalam suatu organiasi atau perusahan seorang manager atau pimpinan di tuntut untuk dapat berkomunikasi, memberi nasehat /petunjuk, bepikir kreatif, beriniasitif, meningkatkan kulitas serta member stimulasi kepada para karyawan. Sehingga dengan demikian kegiatan leading ini banyak menyangkut masalah pemberian motivasi kepada para anggota organisasi, kepemimpinan serta pengembangan komunikasi.

4. Pengendalian merupakan: aktiviitas untuk menemukan mengoresko adanya penyimpangan-penyimpangan dari hasil yang telah dicapai di bandingkan dengan rencana kerja yang telah ditetapkan. Proses pengendalian mencatatat perkembangan kearah tujuan pokok dan sasaran serta metode pencapaiannya dalam organisasi yang memunkinkan manager melihat lebih awal adanya penyimpangan.Oleh karenanya, pengendalian berkaitan erat dengan perencanaan. Dalam hal ini, perencanaan mengidentifikasi komitmen-komitmen terhadap tindakan yang di tunjukan untuk hasil hasil di masa yang akan datang. Pengendalian kualitas adalah suatu system verifikasi dan penjagaan /perawatan dari suatu tingkatkan/derajat kualitas produk atau proses yang di kehendaki dengan cara. 5. pengawasan merupakan: fungsi untuk menjamin terlaksananya kegiatan sesuai dengan yang direncanakan, sehingga maksud dan tujuan untuk penggunaan dan pengolahan masukan (inputs) pada kenyataannya dapat dilaksanakan. perencanaan yang seksama, pemakaian peralatan yang sesuai, inspeksi yang terus menerus, serta tindakan koraktif bilamana di perlukan Pengertian pengendalian kualitas tidaklah berarti sama dengan kegiatan inspeksi . Dengan inspeksi kegiatan ini sediri sebenarnya justru merupakan bagian dari kegiatan untuk mengendalikan kualitas produk atau proses.

2.2 Fungsi Dan System Manajemen Produksi Manajemen Dalam produksi dan operasi tidak hanya manajemen pabrik manufaktur.

pembahasan manajemen produksi dan operasi menyangkut pembahasan

organisasi pabrik manufaktur, juga menyangkut pembahasan organisasi jasa, seperti perbankan, rumah sakit dan jasa transportasi. Perusahan atau organisasi jasa, pertumbuhannnya sangat pesat, dan dari hasil-hasil penemuan dapatlah di ketahui bahwa teknik-teknik manajemen produksi dan operasi dapat di pergunakan secara

efektifuntukmengurangi biaya dan memperbaiki hasil jasa yang di tawarkan atau di jual. Dalam kegiatan produksi dan operasi tercangkup seluruh proses yang mangubah masukan (input) dan menggunakan sumber-sumber daya untuk menghasilkan keluaran (output) yang berupa barang atau jasa. Dalam sutu kegiatan produksi dan operasi, manajer produksi dan operasi harus mampu membina dan mengendalikan arus masuk (inputs) dan keluaran (Outputs), serta mengelola pengunaan sumber sumber daya yang dimiliki. Agar kegiatan dan fungsi produksi dan operasi dapat lebih efectif, maka para manajer harus mampu mendetiksi masalah-masalah penting serta mampu mengendalikan dan mengawai sumner-sumber daya yang sangat terbatas. Manajer produksi dan opersi harus dapat merencanakan

secara efectif pengunaan sumber-sumber daya yang sangat terbatas, memperkirakan dampak pada sasaran dan mengorganisasikan pengimplementasian dari rencana. Berdasarkan rencana yang disusun maka keputusan-keputusan yang lebih terinci harus dibuat, seperti besarnya pantai (Batch) dari produk untuk macam-macam yang berbeda, waktu-waktu lembur dan variabel-variabel tenaga kerja yang lain, prosedur pengendalian mutu, pemisaman bahan dan banyak prosedur-prosedur lain yang harus diterapkan atau di implementasikan. Rencana tidak harus selalu di ikuti ketidak tepatan peralaman atau perkiraan penjualan serta banyak alas an-alasan lain. Manajer produksi dan operasi membuat keputusan-keputusan mengenai fungsi produksi dan operasi, serta system transformasi yang dipergunakan. Dari uraian ini terdapat tiga pengertian yang penting mendukung peleksanaan kegiatan manajemen produksi dan operasi, yaitu fungsi system dan keputusan.

Pertama, mengenai fungsi: dapatlah dinyatakan bahwa manajer produksi dan operasi bertanggung jawab untuk mengelola bagian atau fungsi dalam organisasi yang menghasilkan barang atau jasa. Jawab untuk mengelolah bagian atau fungsi dalam organisasi yang menghasilkan

barang atau jasa. Jadi istilah produksi dan operasi dipergunakan untuk menunjukan fungsi yang menghasilkan barang atau jasa. Sehinga produksi atau operasi sama halnya dengan pemasaran atau pembelanjaan sebagai sala satu fungsi organisasi perusahaan dan merupakan sala satu fungsi bisnis. Kedua, mengenai system, dalam hal ini terkait dengan perumusan system transformasi yang menghasilkan barang atau jasa. Pengertian system ini tidak hanya pada pemahaman produki dan operasinya, tetapi yang lebih penting lagi adalah sebagai dasar untuk perancangan dan penganalisisan operasi produksi, yang terdapat dalam proses pengkomversian di dalam perusahaan. Dalam hal ini kita berbicara tentang system keseluruhaan dalam perusahaan, dimana terkait dengan bidang-bidang fungsi lain di luar produksi dan operasi. Ketiga, tentang keputusan, dimana unsur yang terpencil di dalam manajemen produksi dan operasi adalah: pengambilan keputusan. Oleh karena seluruh manajer bertugas dan tidak terlepas dengan hal pengambilan keputusan, maka penekanan utama dalam pembahasan manajemen produksi dan operasi adalah proses pengambilan keputusa. Pengambilan keputusan dalam manajemen produksi dan operasi, terdapat didalam proses, kapasitas, persediaan, tenaga kerja dan mutu.

2.3 Fungsi Produksi dan operasi Secara uait umum fungsi: produksi terkait dengan pertangun jawaban dalam pengolahan dan pertranformasian masukan (imputs) menjadi keluaran (outputs) berupa barang atau jasa yang akn dapat memberikan hasil pendapatan bagi perusahan. Untuk melaksanakan fungsi: tersebut diperlukan serangkaian kegiatan yang merupakan keterkaitan dan menyatuh serta menyeluruh sebagai suatu system. Berbagai kegiatan yang berkaitan dengan fungsi produksi dan operasi ini maupun perusahan-perusahan kecil. analisa tindakan koreksi dalam kaitanya dengan cacat-cacat yang di jumpai pada produksi yang dihasilkan. Fungsi: dari Perencanaan, Pengorganisasian, Pengarahan, Pengendalian Manajamen produksi. Dalam manajemen terdapat fungsi-fungsi manajemen yang terkait erat di

dalamnya. Pada umumnya ada empat (4) fungsi manajemen yang banyak dikenal masyarakat yaitu: fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi pengarahan (directing) dan fungsi pengendalian (controlling). Untuk fungsi pengorganisasian terdapat pula fungsi staffing (pembentukan staf). Para manajer dalam organisasi perusahaan bisnis diharapkan mampu menguasai semua fungsi manajemen yang ada untuk mendapatkan hasil manajemen yang maksimal.Di bawah ini akan dijelaskan arti definisi atau pengertian masing-masing fungsi manajemen - POLC : 1. Fungsi Perencanaan / Planning Fungsi perencanaan adalah :suatu kegiatan membuat tujuan perusahaan dan diikuti

dengan membuat berbagai rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan tersebut. 2.Fungsi Pengorganisasian / Organizing Fungsi perngorganisasian adalah suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya manusia dan sumberdaya fisik lain yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan serta menggapai tujuan perusahaan.

3. Fungsi Pengarahan / Directing / Leading Fungsi pengarahan adalah : suatu fungsi kepemimpinan manajer untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja secara maksimal serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat, dinamis, dan lain sebagainya. 4. Fungsi Pengendalian / Controling. Fungsi pengendalian adalah : suatu aktivitas menilai kinerja berdasarkan standar yang telah dibuat untuk kemudian dibuat perubahan atau perbaikan jika diperlukan.

2.4 Tujuan dari Manajemen Produkksi Tujuan Manajemen Produksi adalah memproduksi atau mengatur produksi barang-barang dan jasa-jasa dalam jumlah, kualitas, harga, waktu serta tempat tertentu sesuai dengan kebutuhanManajemen produksi merupakan proses kegiatan untuk mengadakan kegiatankegiatan: perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (directing), pengendalian (controling) dari proses produksi. Selain itu manajemen produksi didefinisikan juga sebagai usaha pengelolaan dengan cara optimal terhadap faktor-faktor produksi atau sumber seperti manusia, tenaga kerja, mesin dan bahan baku yang ada. Kegiatan perencanaan produksi sebagai: salah satu bagian dari manajemen produksi sangat menentukan bagaimana suatu produksi berjalan.. Tujuan dari perencanaan produksi harus tegas,jelas dan mudah dimengerti. Seringkali perencanaan harus mengalami perubahan, oleh karena itu perencanaan harus besifat luwes dan terbuka untuk dapat dirubah bila diperlukan. Sifat luwes ini mengakibatkan pelaksanaan kegiatannya harus dimonitor dan dikendalikan terus menerus yang disesuaikan dengan kondisi yang ada namun perencanaan harus tetap pada tujuan yang ditetapkan. Perencanaan juga merupakan fungsi pemilihan langkah-langkah apa yang harus dilakukan, siapa yang melakukan dan kapan aktivitasnya dilaksanakan. Karena

banyaknya faktor-faktor yang mempengaruhinya maka perencanaan harus dibuat ketat namun tidak kaku, artinya dapat dirubah sewaktu-waktu . Tapi perlu diperhatikan baikbaik agar tidak menimbulkan kesulitan. Perencanaan berawal dari suatu hasil pemikiran yang rasional dimana di dalamnya terdapat dugaan/perkiraan, perhitungan untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai pada masa yang akan datang. Selain suatu perencanaan harus memiliki tujuan yang jelas dan mudah dimengerti, maka perencanaan harus terukur dan mempunyai standard tertentu. Perencanaan bisa juga dianggap sebagai tahap persiapan / tindakan pendahuluan sehingga dapat mulai dipikirkan penyimpangan yang mungkin terjadi Perencanaan produksi (Production Planning) adalah salah satu dari berbagai macam bentuk perencanaan yaitu suatu kegiatan pendahuluan atas proses produksi yang akan dilaksanakan dalam usaha mencapai tujuan yang diinginkan perusahaan. Perencanaan produksi sangat erat kaitannya dengan pengendalian persediaan sehingga sebagian besar perusahaan manufacture menempatkan fungsi perencanaan dan pengendalian persediaan dalamsatu kesatuan. Ditinjau dari bentuk industri, perencanaan produksi suatu perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lainnya terdapat perbedaan. Banyak hal yang menyebabkan perbedaan tersebut, bahkan pada perusahaan yang sejenis. Tujuan produksi bagi perusahaan adalah barang dengan spesifikasi tertentu memenuhi permintaan pelanggan. Tujuan tersebut dituangkan dalam Order Confirmation yang dibuat oleh bagian penjualan. Dengan demikian dapat disimpulkan tujuan produksi sepenuhnya dirumuskan oleh sales department, berdasarkan order yang telah diterima. Karena tujuan produksi dirumuskan berdasarkan order yang telah diterima maka dalam fungsi perencanan produksi pengaruh forecasting pada sistem perencanaan produksi dapat dikatakan tidak signifikan. Untuk mencapai tujuan, khususnya dalam perencanaan produksi dan pengendalian persediaan perusahaan perlu menyediakan fasilitas komunikasi dan sistem informasi yang mendukung sistem pengolahan data terdistribusi. Program aplikasi data base management system yang terintegrasi dengan sistem lainnya di lingkungan perusahaan sehinngga bagian perencanaan produksi dan pengendalian persediaan memiliki sarana yang cukup handal yang dapat memberikan informasi yang dibutuhkan dalam waktu yang relatif singkat. Bagian perencanaan dengan mudah dapat

mengumpulkan informasi yang diperlukan dalam menyusun perencanaan produksi. Agar masing-masing fungsi yang terdapat dalam Sistem perencanaan dan bagian terkait dengan sistem perencanaan produksi dapat menjalankan kerja dan tanggungjawabnya sesuai dengan sistem, maka setiap personal disyaratkan mengenal sistem akuntansi komputer dan procedure yang diterapkan. Dengan demikian efektifitas kerja dapat ditingkatkan. Dalam usaha mencapai tujuan perencanaan produksi terdapat berbagai macam permasalahan sesuai dengan proses yang akan dilaksanakan, kemudian dirumuskan bagaimana pekerjaan tersebut dilaksanakan secara efektif dan efisien serta bagaimana cara pengendaliannya. Keberhasilan dalam membuat perencanaan produksi dan pencapaiannya tidak hanya tergantung pada organisasi bagian perencanaan itu sendiri, melainkan sangat tergantung pada struktur organisasi secara keseluruhan dan sistem yang diterapkan. Kegagalan dapat terjadi akibat kesalahan dalam penggunaan sistem informasi tidak efektif, bahkan sering terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan akibat tidak memahami informasi yang ditampilkan oleh sistem informasi yang tersedia. Manajer bagian prencanaan mutlak harus memahami sistem informasi yang digunakan, karena sistem informasi yang digunakan adalah berbasis komputer maka manajer bagian perencanaan produksi dan pengendalian persediaan serta bagian yang terkait langsung dengan bagian tersebut harus memahami dan mengerti sistem komputer yang digunakan. Jika tidak maka terbuka peluang untuk mengambil keputusan-keputusan yang keliru. Kelancaran proses produksi ditentukan oleh tingkat kematangan penjadwalan produksi. Dalam menyusun perencanaan harus memperhatikan berbagai element dari berbagai bagian sehingga sangat memerlukan sistem yang terintegrasi dan harus didukung dengan fasilitasnya. Perencanaan produksi dituntut harus lebih besifat (sales oriented) namun di sisi lain tanpa mengabaikan efisiensi dan kelancaran proses produksi.Kemampuan sumber daya manusia sangat tergantung pada sistem yang diterapkan. Tidak jarang orang yang mampu tidak dapat berbuat karena terikat oleh sistem dan fasilitas yang tersedia. Pembagian tugas dan tanggung jawab harus jelas dan dilakukan pengukuran efektifitas kerja (Standard operational process) dan (Standard Instruction Process) harus dipahami

oleh bagian operasional dan juga bagian perencanaan. Perencanaan produksi sangat tergantung pada kapasitas, jenis perusahaan, sumberdaya dan jenis produksi yang dikerjakan. Berdasarkan hal tersebut perusahaan yang mengerjakan order yang terputus-pustus berdasarkan permintaan pelanggan yang pemenuhannya pada waktu yang akan datang, tingkat kesulitan dalam menyusun perencanaan jauh lebih sulit dibanding perusahaan yang mengerjakan produksi continue. Pengukuran keberhasilan perencanaan tidak tepat untuk dibandingkan dengan perusahaan lain karena perbedaan kelengkapan, kapasitas dan sumberdaya apalagi dibanding dengan perusahaan lain yang tidak sejenis. Faktor penting dalam melakukan pengukuran adalah: standar produksi meliputi waktu, mutu, jumlah yang dapat dihasilkan berdasarkan penelitian yang dilakukan pada jangka waktu tertentu di perusahaan ini. Pengukuran perlu dilakukan secara terus-menerus sehingga keputusan yang diambil untuk pengembangan jangka panjang mempunyai dasar Fungsi perencanaan produksi yang bertanggung jawab atas tersedianya material produksi dan material pembantu agar proses produksi dapat berjalan sesuai rencana yang ditetapkan. Keperluan meminimumkan persediaan berhubungan dengan besarnya biaya Pada dasarnya perencanaan produksi agregat merupakan suatu proses penetapan tingkat output/kapasitas produksi secara keseluruhan guna memenuhi tingkat permintaan yang diperoleh dari peramalan dan pesanan dengan tujuan meminimalkan total biaya produksi Salah satu metoda perencanaan produksi yang banyak digunakan misalnya perencanaan Agregat.

BAB III

PENUTUP A.kesimpulan Berdasarkan landasan teori yang ada maka penulis dapat menyimpulkan bahwa manajemen produksi pada dasarnya merupakan proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan perencanaa pengorganisasian pengarahan dan pengendalian yang di lakukan untuk mencapai tujuan organisasi.sejalan dengan itu maka manajemen produksi dan operasi merupakann proses pengambilan keputusan di dalam usaha untuk menghasilkan barang atau jasa ingga dapat sasaran yang berupa tepat waktu,tepat mutu, tepat jumlah dengan biaya yang efisien, oleh karena itu manajemen produksi dan operasi mengkaji pengambilan keputusan dalam fungsi produksi dan operasi. B, Saran Karena manajemen produksi bergerak dalam bidang ekonomi untuk kesejahteraan anggota, maka penulis dapat memberikan saran kepada pengantar manajemen produksi sebagai berikut: 1 .perencanaan (pllaning) 2. pengorganisasian (organizing) 3. pengendalian (controlling) 5. pengawasan (controlling)

TUGAS KEWIRAUSAHAAN

OLEH Nama Nim Semester Fakultas Jurusan : Zelina I. Do Carmo : 09.05.02.023 : V (Lima) : Teknik : Indusri

UNIVERSIDADE DA PAZ (2009-2010)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...............................................................................................I DAFTAR ISI......................................................................................................... ....II BAB I PENDAHULUAN ...............................................................................................1 1.1. LATAR BELAKANG....................................................................................... 1

1.2. FUNGSI MANAJEME..3 1.3. PRODUKSI3 BAB II TEORI TENTANG DARI MANAJEMEN PRODUKS(5P) 2.1. FUNGSI DAN SISTEM MANAJEMEN PRODUKSI ..........................................4 2.2. FUNGSI PRONUKSI DAN OPERASI .................................................................5 2.3.FUNGSI PRODUKSI DAN OPERASI 6

2.4.TUJUAN DAN MANAJEMEN PRODUKSI 7 BAB IV PENUTUP ............................................................................................15 a KESIMPULAN ......................................................................................... b SARAN .....................................................................................................

KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada tuhan yang Maha Esa, atas rahmatnya dapat membantu penulis untuk menyelesaikan tugas ini dengan baik dantepat pada waktunya. Penulis pun dapat menerima tugas ini dengan banyak terima kasih kepada selaku Dosen Pengasuh Mata Kuliah yang memberikan tugas kewirausahaan mengenai makalah yang pembahas dalam buku kewirausahaan ini dengan benar. Maka penulis dapat menyelesaikan tugas ini sebagai nilai penganti (TTS) yang baik. Dalam makalah ini bias mendorong mahasiswa / mahasiswi berusaha mencari berbagai referensi untuk membuat makalah ini dengan baik. Akhir penulis mengharapkan agar makalah ini bias dapat dimanfaatkan isinya.