Anda di halaman 1dari 3

Klasifikasi keracunan Menurut waktu terjadinya keracunan Keracunan akut Biasanya terjadi mendadak setelah makan atau terpapar

r sesuatu. Gejala keracunan akut adalah muntah, diare, kejang, koma. Contoh : Pada keracunan akut merkuri yang terjadi dengan gejala berupa nyeri dada dan napas pendek, rasa logam pada lidah, mual dan muntah. Kerusakan ginjal akut dapat terjadi kemudian, gingivitis berat dan gastroenteritis terjadi pada hari keempat. Keracunan kronik Diagnosis keracunan kronik sulit ditegakkan, karena gejalanya timbul perlahan dan lama sesudah pajanan. Ciri khas dari keracunan kronik adalah zat penyebab diekskresikan lebih lama dari 24 jam, waktu paruh panjang, sehingga terjadi akumulasi. Contoh : Pada keracunan kronik merkuri terdapat tanda-tanda seperti gingivitis, perubahan warna gusi, sebagian gigi tanggal, pembesaran kelenjar ludah. Menurut cara terjadinya keracunan Self Poisoning adalah pasien makan obat dengan dosis berlebihan tapi menurut pengetahuan dia dosis tersebut tidak membahayakan. Attempted Suicide adalah keadaan pasien yang memang bermaksud bunuh diri, tetapi dapat berakhir kematian atau pasien sembuh kembali bila dosis yang dimakan tidak berlebihan (salah tafsir). Accidental Poisoning merupakan kecelakaan murni, tanpa adanya faktor kesengajaan. Homicidal Poisoning adalah keracunan akibat tindakan kriminal, yaitu seseorang dengan sengaja meracuni orang lain. Klasifikasi menurut organ yang terkena Racun pada Sistem Saraf Pusat (neurotoksik) Beberapa substansi dapat mengganggu respirasi sel, dapat menyebabkan gangguan ventilasi paru-paru atau sirkulasi otak yang dapat menjadikan kerusakan irreversible dari saraf pusat. Substansi itu antara lain : Etanol, antihistamin, bromide, kodein, Racun Jantung (kardiotoksik) Beberapa obat dapat menyebabkan kelainan ritme jantung sehingga dapat terjadi payah jantung atau henti jantung. Racun Hati Hepatotoksik menyebabkan manifestasi nekrosis lokal ataupun sistemik. Dengan hilangnya sebagian sel hati, menyebabkan tubuh lebih rentan terhadap aksi biologi senyawa lain. Kelainan hati lain yang sering ditemui adalah hepatitis kholestatik. Kondisi ini disebabkan oleh berbagai

obat, gangguan aliran empedu dan perkembangan jaundice. Asam borat (boraks),Asetaminofen adalah beberapa obat yang menyebabkan gangguan pada hati. Racun ginjal Ginjal memiliki sifat yang sangat rentan terhadap aksi racun, perubahan fungsi ginjal dapat dimanefestasikan sebagai perubahan dalam komposisi kimia urin dan laju pembentukannya. Merkuri klorida menyebabkan kerusakan ginjal akut. Substansi itu antara lain: Asam borat (boraks), Asetaminofen, Jengkol. Darah dan sistem hematopoietic Obat-obatan, larutan dari industri dan venom dapat menghasilkan anemia hemolitik. Hemolisis dikaitkan dengan demam dan nyeri pada ekstremitas, eritrosit berkurang, sel-sel darah immature ikut dalam sirkulasi. Terjadinya perkembangan methemoglobin karena zat teroksidasi memasuki eritrosit dan merubah zat besi dalam hemoglobin menjadi bentuk ferric yang menyebabkan kelelahan, gangguan sensori, dan sianosis. Pemaparan beberapa unsur dapat mengganggu kemampuan dari sumsum tulang untuk memproduksi jumlah sel darah merah yang memadai. Hasilnya dapat menyebabkan oksigenasi yang tidak memadai, perdarahan yang tidak memadai, atau gangguan fungsi imun.

Klasifikasi berdasarkan jenis bahan kimia Alkohol Etanol yang merupakan golongan alkohol adalah penyebab depresi SSP. Keracunan etanol menyebabkan pasien cenderung pada trauma dan kondisi kekacauan metabolik yang sering terlihat pada pasien alkoholik. Tanda dan gejalanya adalah muntah, depresi SSP. Fenol Menyebabkan denaturasi protein dan berpenetrasi dengan baik ke jaringan. Fenol bersifat korosif terhadap mata, kulit dan saluran napas. Tanda dan gejalanya adalah korosif pada sel lendir mulut dan usus, sakit hebat, muntah, koma, syok, dan kerusakan ginjal. Logam berat a. Timah Hitam Terdapat dalam beberapa cat, beterai, dan lain-lain. Bahaya timah hitam terhadap fungsi ginjal, sistem reproduksi, hematopoietic dan neurologi dapat terjadi melalui pemaparan dalam kadar rendah secara kronik. Timah hitam diabsorbsi melalui inhalasi dan absorbsi saluran pencernaan, distribusi menyebar luas ke sumsum tulang, otal, ginjal, testis, melintasi plasenta yang dapat menjadi bahaya potensial terhadap janin. Kemudian timah hitam diikat oleh eritrosit. Waktu paruh timah hitam dalam jaringan adalah 30 hari. Ekskresi timah hitam melalui tinja, urin, ginjal, keringat dan ASI (dalam jumlah kecil). Timah hitam akan mengganggu aktivitas enzim dan mempengaruhi beberapa sistem organ. b. Arsen Bentuk kimia arsen yang sering menyebabkan keracunan adalah elemen arsen, arsen anorganik, arsen organik, gas arsin (AsH3). c. Merkuri

Pada tahun 1953, suatu epidemi misterius ditemukan di perkampungan nelayan Minamata di Jepang. Perkampungan ini berlokasi dekat sungai tempat aliran limbah pabrik besar yang memproduksi plastik vinil. Zat penyebab keracunan tersebut adalah metilmerkuri. Elemen merkuri mudah menguap dan dapat diabsorbsi dari paru-paru, setelah diabsorbsi merkuri didistribusikan ke jaringan dalam beberapa jam, dengan konsentrasi tertinggi ditemukan dalam tubulus proksimal ginjal. Merkuri diekskresikan melalui urin, dan melalui saluran cerna dan kelenjar keringat dalam jumlah kecil. Merkuri klorida sangat toksik dan menyebabkan kerusakan ginjal akut.

Daftar pustaka : Anonim, 2007. FARMAKOLOGI DAN TERAPI. Edisi 5. Jakarta : Departemen Farmakologi dan Teraputik Fakultas Kedokteran-Universitas Indonesia.

Katsung ? ? ?
Yagiela, J.A., et al. 1998. Pharmacology and Therapeutic for Dentistry. 4th ed, Missouri : Mosbi Inc.