Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN

KULIAH KERJA NYATA PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNIVERSITAS GADJAH MADA


TAHUN : 2011

SUB UNIT UNIT KECAMATAN KABUPATEN PROPINSI

: : : : :

1 (Huntara Glagahmalang) 113 ( Glagahharjo) Cangkringan Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)

Disusun oleh: Nama Mahasiswa Nomor Mahasiswa : : DEFRY PURWADIN PUTRA 08/265806/PA/11915

BIDANG PENGELOLAAN KKN DAN PEMBERDAYAAN UKM LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA

PEMBAHASAN
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN - PPM) adalah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh akademik Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai wujud Tri Dharma dari Universitas Gadjah Mada yang meliputi Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada masyarakat. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan mahasiswa dalam kehidupan bermasyarakat serta mengaplikasikan disiplin ilmu yang dipelajari untuk diterapkan dalam bermasyarakat. Untuk tercapainya tujuan tersebut maka diperlukan aspek aspek penunjang berupa

pengembangan persepsi, kognisi dan kepedulian mahasiswa dalam bermasyarakat. Pelaksanaan KKN dilakukan mulai dari tanggal 4 Juli 2011 25 Agustus 2011 di Huntara Glagahmalang, Kelurahan Glagahharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, dengan tema KKN adalah Psikological Frist Aid dan Pendidikan Lingkungan Berbasis kearifan Lokal pada Masyarakat Glagahharjo. Selain program yang telah ditetapkan sesuai dengan tema, masing-masing mahasiswa juga melaksanakan program yang sesuai dengan bidang masing-masing, seperti bidang agro, sosial humaniora, dan sainstek. Keberhasilan dari suatu KKN tidak lepas dari peran masyarakat dari berbagai lapisan umur, gender, pendidikan, dan jabatan. Oleh karena itu, diperlukan hubungan dan kerjasama yang baik antara mahasiswa, masyarakat, perangkat desa, dan pemerintah daerah untuk membantu dan menunjang kelancaran kegiatan KKN yang dilaksanakan. Dalam pelaksanaan program maupun interaksi tersebut sering diikuti dengan kendala dan hambatan. Oleh karena itu, sikap menghargai dan toleransi sangat diperlukan, agar kegiatan KKN ini dapat berjalan dengan lancar. Untuk tiap-tiap program di awali dengan observasi potensi dari dusun yang memungkinkan untuk di lakukannya kegiatan-kegiatan KKN dan sebagai langkah awal untuk menentukan masalah yang akan di angkat. Program-program yang di lakukan meliputi program pokok tema dan program pokok non tema, dimana masing-masing menjadi acuan tiap mahasiswa dalam membuat Laporan rencana kegiatan individu. Laporan pelaksanaan kegiatan ini merupakan kelanjutan dari laporan rencana kegiatan yang telah dibuat sebelumnya. Dalam laporan pelaksanaan kegiatan ini berisi mengenai program-program baik pokok tema maupun pokok non tema yang terlaksana sesuai dengan rencana awal. Dari rencana awal program yang berjumlah 7 program pokok, berhasil dilaksanakan semua. Dimana dari 6 program pokok tersebut, terbagi atas 6 program pokok tema, dan 1 2

program pokok non tema. Adapun program yang telah direncanakan dan terlaksana adalah sebagai berikut: Program Pokok Tema : 1. Pengadaan Tempat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 2. Pembuatan Materi Pendampingan Belajar 3. Pembuatan Tempat Pembuangan Umum (TPU) Sampah 4. Pengajaran TPA untuk Ibu-ibu 5. Pengajaran TPA untuk Anak-anak 6. Pembuatan Film Pendidikan Hemamayu Hayuning Bawana Program Pokok Non Tema : 7. Pembuatan Papan Pengumuman dan/atau papan Informasi

I.

LAPORAN PLAKSANAAN KEGIATAN 1. Pengadaan Tempat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) No. Sektor No. Kode Sifat : 15.1.2.05 : ST-03 : Interdisipliner

Pengadaan Tempat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dilatarbelakangi oleh ketidak tersediaan sarana dan prasarana pendidikan untuk anak usia dini di dususn Glagahmalang pasca erupsi merapi 2010, tujuan dari program ini untuk merekonstruksi PAUD yang dahulu telah ada di dusun glagahmalang yang nantinya dapat menjadi sarana untuk mengurangi trauma terhadap bencana yang telah terjadi khususnya pada anak usia dini Mayoritas warga Gelagahmalang tinggal dihuntara glagahmalang, sehingga lokasi yang dipilih yaitu di wilayah huntara. Tempat yang digunakan adalah slah satu selter warga yang tidak dipakai yaitu selter Bpk. Widodo (ketua RT. 03), karena selter sudah lama tidak digunakan maka perlu dilakaukan pembersihan secara menyeluruh dan penataan ulang sehingga layak untuk digunakan sebagai tempat PAUD. Untuk melengkapi kegiatan belajar mengajar maka diadakan prasarana seperti buku tulis, buku gambar, buku mewarnai, alat tulis, alat gambar dan berbagai mainan, prasarana tersebut merupakan hasil kerja sama dengan posko relawan psikosoial fakultas sikologi UGM. Untuk perwatan sarana dan prasarana PAUD maka dilakukan pembersihan rutin setiap seminggu dua kali. Secara keseluruhan program ini telah terlaksana dengan baik walupun ada sedikit kekurangan dalam pelaksanaannya, sarana yang kurang memadai sebagai PAUD karena

didirikan di selter yang berdindingkan bambu dan beralaskan tanah, hal ini dirasa kurang memberikan efek psikologi yang posif pada anak.

2. Pembuatan Materi Pendampingan Belajar No. Sektor No. Kode Sifat : 11.1.1.01 : SH-17 : Monodisipliner

Pendampingan belajar dilakukan untuk menambah jam belajar anak yang masih dirasa kurang khususnya anak klas 6 SD, slain itu pendampingan blajar ini dilakukan untuk membantu anak yang mengalami kesulitan pemahaman pelajaran di kelas. Pembutan atau penyusunan materi pendampingan belajar dilakukan guna mensistematiskan metode pendampingan belajar yang dilakukan rutin di sekolah sehingga harapannya pelajaran akan lebih mudah diserap. Pembutan/penyusunan materi ini disesuaikan dengan pelajaran yang diberikan dikelas sehingga perlu mengetahui materi yang diajarkan guru klasnya untuk mensingkronkan, untuk itu diawal penyusunan diadakan konsolidasi dengan guru pengajar. Selain materi yang diberikan dikelas juga biasa diberikan materi yang lebih umum dan menarik untuk menyegarkan dan tidak monoton seperti puisi, peta buta, fenomena Gunung Merapi, dan latihan soal. Adapun materi yang telah disusun antara lin mata pelajaran matematika, bahasa Indonesia, IPA, dan IPS, yang secara rinci dapat dilihat di K1. Penyusunan materi ini rutin dilakukan sehari sebelum pengajaran. Program ini terlaksana dengan baik dilihat dari tidak adanya hambatan yang berarti.

3. Pembuatan Tempat Pembuangan Umum (TPU) Sampah No. Sektor No. Kode Sifat : 15.1.2.07 : ST-04 : Monodisipliner

Sebagian besar warga glagahmalang menetap di huntara, diman di huntara ini masalah sanitasi belum terkelola dengan baik khususnya sampah, sebagian besar warga membuang sampah ke jurang yang berfungsi sebagai aliran air, hal ini bila dibiarkan dikhawatirkan akan menyebabkan penimbunan dan penyumbatan suatu saat nanti, sebagian warga yang lain membakar langsung sampahnya disekitar selter padahal hal ini sangat tidak dianjurkan bagi kesehatan, maka dari itu diperlukan suatu Tempat pembuangan umum sehingga

sampah dapat terlokalisasi. Tujuan dari program ini adalah menciptakan lingkungan huntara yang sehat dan nyaman. Dalam plaksanaanya program ini dikerjakan dalam empat tahap, yaitu perizinan, penentuan lokasi, penggalian lubang, dan penembokan. Perizinan pada pejabat setempat (kepala dukuh) guna menentukan lokasi dengan kriteria yang telah di susun, dari sini diperoleh beberapa opsi tempat dan selanjutnya dilakukan survei untuk menetapkan lokasi TPU. Dari hasil survei maka dipilih tempat yang berada diantara huntara bagian atas dan huntara bagian bawah, tujuannya supaya terjangkau oleh semua warga penghuni huntara. Setelah lokasi fix selanjutnya digali lubang 2x2 m dengan kedalaman 1,5 m yang diperkirakan dapat menampung sampah sehuntara Glagahmalang selama 1 bulan. Supaya TPU awet maka dilakukan penembokan di setiap sisi lubang yang dibuat, penembokan ini menggunakan semen hibah dari PT. Adi Karya, batako dari dana mahasiswa dan pasir dikumpulkan sendiri oleh warga. Secara keseluruhan program terlaksana dengan baik, hanya terkendala saat penembokan, karena saat penembokan sebagian besar warga sedang sibuk di begoan, sedangkan anggota sub unit 1 masih kurang pengalamannya dalam hal penembokan sehingga dalam pelaksanaannya cukup memakan waktu sangatbanyak.

4. Pengajaran TPA untuk Ibu-ibu No. Sektor No. Kode Sifat : 15.1.1.02 : SH-18 : Monodisipliner

Hal yang melatar belakangi program ini adalah keprihatinan terhadap warga Gelagahmalang yang masih banyak diantaranya blum bisa membaca Al-Quran khususnya ibu-ibu, sebelumnya memang telah ada TPA khusus ibu-ibu di huntara Glagahmalang, namun hal itu masih dirasa masih kurang efektif karena kurangnya tenaga pengajar, yaitu 1 orang pengajar sedangkan muridnya lebih dari 20 orang setiap pertemuannya. Oleh karena itu dengan adanya program ini diharapkan akan meningkatkan efektifitas pengajaran sehingga dapat dapat dirasakan adanya perubahan kualitas kehidupan religi di masyarakat. Pengajaran TPA untuk ibu-ibu rutin dilaksanakan setiap hari sabtu pukul 15.30-16.00 di rumah Ibu Rosiati, namun saat bulan ramadan jam ajar menjadi pukul 14.00-16.00. tidak hanya baca Iqra dan Al-Quran namun juga di akhir pengajaran selalu diisi tausiah dari Ibu andar. 5

Program ini terlaksana dengan baik, namun tentunya masih ada kekurangan dalam plaksanaanya, yaitu intensitas pengajaran yang dirasa masih kurang, TPA yang hanya dilaksanakan seminggu sekali dirasa masih kurang, namun saat akan menambah hari untuk pengajaran mengalami kesulitan penesuaian jadwal antara ibu-ibu, ibu andar, dan Mahasiswa, sehingga sementara program ini hanya dilaksanakan seminggu sekali.

5. Pengajaran TPA untuk Anak-anak No. Sektor No. Kode Sifat : 15.1.1.2 : SH-19 : Monodisipliner

Pendidikan pada anak menjadi hal yang sangat penting, salah satunya sebagai media penghilang trauma pasca erupsi, salah satu jenis pendidikan adalah pendidikan keagamaan dalam bentuk TPA. TPA merupakan salah satu bentuk pendidikan keagamaan yang mengkhususkan bagaimana tatacara pembacaan Al-Quran, karena pentingna hal ini maka diangkat sebagai salah satu program KKN. Tujuan dari pengajaran TPA ini adalah merekonstruksi TPA yang dulunya ada di dusun Glagahmalang sebelum erupsi merapi, TPA dijadikan media penghilang trauma dan sebagai media peningkatan pemahaman religius pada anak disamping itu program ini diharap menjadi media pengalih untuk mengurangi kegiatan yang kurang positif di sore hari. Program pengajaran TPA ini bukan program dari KKN UGM saja tetapi juga program KKN UNY, TPA diadakan setiap hari Senin-Sabtu, dan KKN UGM mengajar setiap hari selasa kamis dan sabtu, pengajaran dilaksanakan di mushola darurat Huntara Glagahmalang. Di TPA yang kami laksanakan ini tidak hanya diisi dengan baca Iqra dan Al-Quran saja, namun diakhir pengajaran di berikan cerita islami, hapalan doa dan surat, dan berbagai hal pendidikan keagamaan. Antusisasme anak pada TPA ini cukup baik melihat dari jumlah pesertanya, terlebih setelah memasuki bulan ramadhan, sehingga pengajaran pun dilakukan setiap hari yang diakhiri dengan takjilan. Tinggi antusisme ini juga dipengaruhi oleh dukungan orang tua yang lebih senang anknya belajar di TPA dari pada bermain di sore hari. Pelaksanaan program ini dinilai baik dilihat dari pelaksanaannya yang tanpa hambatan.

6. Pembuatan Papan Pengumuman dan/atau papan Informasi No. Sektor No. Kode : 15.1.2.06 : ST-05 6

Sifat

: Interdisipliner

Ketidak mrataan informasi yang diterima oleh warga dusun Gelgahmalang menjadi latar blakang program ini. Ketidak merataan ini disebabkan terbaginya wargadusun berdasarkan tempat tinggalnya sehingga mempersulit kelancaran arus informasi. Sebagian warga masih menetap di dusun aslinya dan sebagaian lagi telah menetap di Huntara, dan di huntara itu sendiri warga terbagi lagi antara RT 1,2 yang berada di huntara bagian atas dan RT 3,4 yang berada di huntara bagian bawah. Tujuan dari program ini adalah untuk melancarkan arus informasi terutama informasi yang bersumber dari pejabat setempat yang selama ini dirasa masih kurang cepat dan merata. Papan informasi menjadi suatu solusi yang mempermudah penyebaran informasi di dusun glagah malang, mekanisme kerja dari media ini adalah: kepala dukuh atau pihak yang berkepentingan untuk menyebarkan informasi menuliskan/menempelkan

pengumuman di papan-papan yang telah disediakan, dan dengan demikian warga akan dengan mudah mendapatkan informasi tersebut. Papan informasi yang telah dibuat adalah sebanyak 3 buah, yang ditempatkan di Dusun glagahmalang depan pos ronda, huntara glagah malang bagian atas depan rumah Pak Dukuh, dan huntara glagah malang bagian bawah depan warung pak Warto, lokasi tersebut dipilih karena mudah terlihat dan ramai. papan informasi ini terbuat dari kayu dengan ukuran papan 1x0,5 m dengan kaki menggunakan ember kaleng yang diisi pasir/tanah. Secara keseluruhan pengerjaan program ini cukup baik dan lancar 7. Pembuatan Film Pendidikan Hemamayu Hayuning Bawana No. Sektor No. Kode Sifat : 19.2.1.02 : SH-01 : Monodisipliner

Disetiap peristiwa pasti ada sesuatu yang dapat diceritakan, dan dalam setiap cerita tersebut pasti ada suatu hikmah atau pelajaran yang bisa diambil. Begitu halnya dengan peristiwa erupsi Merapi 2010, pasti ada suatu hikmah dari peristiwa tersebut, program ini bertujuan untuk merekam secara apik hikmah/pelajaran tersebut khusunya tentang lingkungan, semua cerita yang berisi pelajaran ini di kemas sebagai sebuah film yang berjudul Hemamayu Hayuning Bawana yang selanjutnya dapat digunakan sebagai media pendidikan lingkungan khusunya untuk warga Glagahharjo. Inti cerita dari film Hemamayu Hayuning Bawana ini adalah hubungan antara manusia, tuhan dan lingkungan yang dikaitkan dengan fenomena Merapi. 7

Dalam pengerjaannya dimulai dengan mengkonsep isi film, mau film bagaimana dan seperti apa film yang akan dibuat, setelah itu dilanjutkan dengan pembagian tugas, karena program adalah program unit sehingga pengerjaan dapat di sharekan pada anggota unit untuk meringankan pengerjaannya, selanjutnya dilakukan assesment object agar mendapatkan data yang akurat. Karena saya anggota sub unit 1 (Glagahmalang) sehingga saya ditugasi untuk mengambil gambar di lingkungan glagah malang. Gambar yang diambil meliputi kegiatan masyarakat, begoan, dan wawancara Bpk. Surawan, Bpk. Warto dan Bpk. Ngatimin. Film yang telah dibuat selanjutnya diputar di perpisahan KKN sebagai program penutup dan sarana pendidikan lingkungan warga glagahharjo, penayangan sendiri dilakukan tanggal 20 agustus jam 20.30 WIB yang dihadiri oleh pejabat desa, 3 kepala dukuh (banjarsari, Ngancar dan Glagahmalang) dan dosen

pembimbing lapangan. Pemutaran film ini mendapat antusia cukup tinggi dari masyarakat dilihat dari banyaknya warga yang hadir pada acara tersebut. Pengerjaan filem ini cukup baik, namun masih ada kendala teknis dalam pelaksanaannya yaitu kamera yang hanya satu buah sehingga harus digunakan secara bergantian, hal ini sedikit menghambat kinerja pengambilan gambar, namun film masih terselsaikan tepat waktu.

II.

KESIMPULAN Psicological Frist Aid (PFA) merupakan suatu hal yang penting guna mengembalikan aspek psikis masyarakat yang telah mengalami peristiwa erupsi merapi 2010, PFA ini dapat diimplementasikan dalam berbagai macam bentuk kegiatan seperti Pendampingan belajar, TPA, bahkan pembangunan fisik seperti pendirian kembali PAUD atupun pengadaan TPA sampah juga dapat memberikan pertolongan psikologis karena mengembalikan kebiasaan warga. Dari ketujuh program yang telah dilakukan 6 program merupakan program yang berhubungan dengan PFA (program tema) diantaranya pembuatan film Hemamayu Hayuning Bawana, pembuatan sarana PAUD, pembuatan materi pendampingan belajar, pembuatan TPA sampah, pengajaran TPA Anak, dan pengajaran TPA ibu-ibu. Sedangkan program yang tidak berhubungan dengan PFA (non tema) adalah pembuatan papan informasi. Dalam paksanaanya semua program terlaksana dengan baik tidak aada kendala yang berarti, ketercapaian program dilihat dari luaran yang dicapai, semua program telah mencapai tagetannya.

III.

SARAN harapannya PFA dapat menghilangkan trauma didalam diri warga, namun setelah trauma itu hilang perlu adanya suatu hal yang menjamin bahwa ketraumaan tersebut tidak kembali, sehingga sebaiknya dirancang suatu program yang memiliki sustainibilty untuk menjamin pencegahan kembalinya trauma, memotivasi warga untuk produktif kembali, dan mengembalikan psikis dan pola pikir warga seperti sebelum erupsi. Salah satu contoh adalah pengkaderan pengurus PAUD, hal ini dapat menjamin keberlangsungan PAUD.

Beri Nilai