P. 1
Makalah Wahyu

Makalah Wahyu

|Views: 166|Likes:
Dipublikasikan oleh Yusuf Fachroji

More info:

Published by: Yusuf Fachroji on Apr 09, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/09/2012

pdf

text

original

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR …………………………………………......................………….. iv DAFTAR ISI ……………………………………………………………… ...................... v A. Pendahuluan ……………………………………………………………........................ 1 B. Paradigma-baru TNI ……………………………………………………....................... 2 C. Pedoman Dasar Analisis Politik ……………………………………….......................... 3 3.1 Makna Analisis ………………………………….………………….............................. 3 3.2 Makna Politik ………………………………………………………............................. 4 3.3 Makna Analisis Politik ………………….………………………..............................… 5 D. Pendekatan Analisis Politik ……………………………………………......................... 5 4.1 Pendekatan Sistem ………………………………………………….............................. 5 4.2 Pendekatan Perubahan ……………………………………………................................ 6 E. Komponen dan Alat Analisis Politik …………………………………............................ 6 5.1 Alat Analisis SWOT ………………………………………………............................... 6 5.2 Analisis Orientasi …………………………………………………................................ 7 5.3 Analisis Fungsionalisme-Struktural ………………………………................................ 8 F. Tolok Ukur Analisis Politik …………………………………………….......................... 9 G. Analisis Persoalan Aktual Politik Nasional Dewasa Ini …….........................………… 10 H. Daftar Pustaka …………….........................…………………………………………… 10

ANALISIS POLITIK A. (5) melalui pengaturan konstitusional. dan (3.a) pendekatan sistem.b) pendekatan perubahan. (3) tolok ukur analisis politik. (5) ABRI berperan dalam sistem politik nasional. yang meliputi (3.a) good governance.c) makna analisis politik. (2) pendekatan. dan (6) bermitra tetap dalam politik—dukung mayoritas tunggal (Golkar).e) civil society. Bahasan paradigma-baru (TNI) perlu dibedakan dengan paradigma-lama (ABRI). dan bagaimana sikap TNI terhadap wacana supremasi sipil di era reformasi. Dalam rangka meninggalkan paradigma-lama (ABRI) dan untuk mengimplementasikan paradigma-baru (TNI). (3) ABRI sebagai penjuru bagi penyelesaian segenap masalah kebangsaan.d) masyarakat kebangsaan (nasionalisme). serta (4) tolok ukur. dan (2. dan (1.a) makna analisis. yang berkaitan dengan (4. (3.c) rule of law.b) komponen/alat fungsionalisme-struktural. Bahasan ini dipandang perlu agar kajian analisis politik dapat sesuai dengan konteks yang relevan dan isu yang aktual. Paradigma-baru (TNI) itu sebagai perubahan dari paradigma-lama (ABRI) yang terbiasa pada: (1) pendekatan keamanan pada masalah kebangsaan. B. perlu dipelajari terlebih dahulu tentang Paradigma-baru TNI. esensi reformasi internal TNI 2 dilakukan dengan cara: (1) menanggalkan kegiatan sosial politik. (4. yang berkaitan dengan (2. Pendahuluan Untuk memahami pokok bahasan ‘analisis politik’ dalam konteks ‘pembinaan peran TNI’. (2) atas kesepakatan bangsa. dan (6) yang pada hakikatnya merupakan pemberdayaan bangsa. (2) posisi ABRI dekat dengan pusat kekuasaan. (4) ABRI dapat ambil inisiatif bagi penyelesaian masalah kebangsaan. (4. (4. dan (4.b) makna politik. (2) komponen dan alat analisis politik. Setelah itu baru materi tentang : (1) pedoman dasar dan pendekatan analisis politik. Paradigma-baru TNI Paradigma-baru TNI menekankan bahwa TNI senantiasa: (1) melaksanakan tugas negara dalam rangka pemberdayaan kelembagaan fungsional. Bahasan analisis politik diarahkan pada: (1) pedoman dasar. (4) sebagai bagian dari sistem nasional.c) komponen/alat orientasi.b) negara demokratis.a) komponen/alat SWOT. yang berkaitan dengan (1. dan (4) analisis persoalan aktual politik nasional dewasa ini. (3) bersama komponen strategis lainnya. (1. bagaimana esensi implementasi pada reformasi internal TNI. (3) komponen dan alat analisis. (2) bertugas .

Penguasa—pemerintah.a) masyarakat/publik.pokok pada pertahanan negara terhadap ancaman dari luar negeri. dan (c) hubungan-kaitan antara bagian dan keseluruhannya. dan (2. Ini kemudian dikenal dengan istilah infra-struktur-politik .c) partai politik.a) legislatif (DPR. Analisis diartikan juga sebagai penafsiran fakta. (b) hubungankaitan antarbagian itu. Majelis. dan (3) hubungan kekuasaan.2 Makna Politik Hakikat politik adalah kekuasaan. Perdana Menteri.d) birokrasi. (3) keamanan dalam negeri merupakan tugas POLRI. (4) melakukan perkuatan dan penajaman konsistensi doktrin gabungan (keseimbangan. Ini kemudian dikenal dengan istilah supra-struktur-politik dalam konteks sistem politik (negara). Kekuasaan dianalisis menjadi: (1) penguasa. 3 3. dan/atau peramalan (prediksi). Kuasaan—rakyat.).1 Makna Analisis Analisis bermakna suatu kegiatan memisahkan secara abstrak/kongkrit suatu objek studi/penelitian kedalam bagian-bagian unsur pokoknya (menjadi berupa indikator-indikator) agar dapat dikaji: (a) sifat-sifatnya. (1.c) yudikatif (MA). Kongres.b) eksekutif (Presiden. yang memerintah—umumnya terdiri atas: (1. teroris).). Kekuasaan bermakna sebagai kemampuan mempengaruhi pihak lain agar berpihak kepada pihak yang mempengaruhinya atau kepada pihak yang menyuruh/meminta untuk mempengaruhi. Pemahaman itulah yang kemudian akan menjadi pedoman dasar (internal) bagi TNI (baca: Siswa Seskoau) dalam melakukan pemahaman pedoman dasar (eksternal) berikut pada pokok bahasan materi analisis politik C. Pedoman Dasar Analisis Politik 3. yang diperintah—dikelompokkan kedalam (2. (2. dan/atau informasi secara sistematis. data. Parlemen. Ormas) atau kelompok penekan (seperti demonstran. dan (1. kebersamaan). dst.b) kelompok kepentingan (seperti LSM. dst. Penafsiran ini lebih dipusatkan pada hubungan sebab-sebab dan akibatakibat dari tindakan-tindakan politik (lebih bersifat direncanakan) atau peristiwaperistiwa politik (lebih bersifat alamiah). (2. yang dikuasai. Analisis dapat berupa pengukuran. yang berkuasa. (2) kuasaan. penjelasan.

1 Pendekatan Sistem Pendekatan ini menerapkan Teori Analisis Sistem Umum yang mengajarkan bahwa setiap sistem politik (negara) dapat dipahami prosesnya melalui mekanisme: INPUT: PROSES/KONVERSI OUTPUT: * tuntutan * penghargaan * dukungan * hukuman * apati * kebijakan UMPAN-BALIK/ MASUKAN-KEMBALI 5 4. komponen/alat. dsb.—dilakukan secara horizontal.2 Pendekatan Perubahan Pendekatan ini menerapkan Teori Perubahan Politik yang mengajarkan bahwa setiap tindakan politik atau peristiwa politik dapat dipahami perubahannya melalui analisis pada: DETERMINAN: · Faktor Internal PROSES-MEKANISME ARAH-KONSEKUENSI · Faktor Eksternal Kedua pendekatan itu dapat digunakan untuk menafsirkan fakta/data/informasi tindakan politik dan peristiwa politik pada bagian-bagian penyebab. proses. vertikal. Pendekatan Analisis Politik 4. 4 3. E. saling serang.dalam konteks sistem politik (negara). Komponen dan Alat Analisis Politik . Hubungan-kekuasaan—seperti saling lobi/tawar-menawar.3 Makna Analisis Politik Dengan demikian. analisis politik bermakna menguraikan tindakan politik atau peristiwa politik (dalam kehidupan bermasyarakat. atau berhubungan-luar-negeri) kedalam bagian-bagiannya (dapat berupa penyebab beserta akibatnya. beserta akibatnya sebagai kesatuan hubungan sebab-akibat. Ini sebenarnya yang diistilahkan sebagai hakikat-kekuasaan. atau tolok-ukur yang digunakannya. dan diagonal. berbangsa. indikator beserta kaitan-kaitannya.) untuk ditafsirkan dan kemudian ditemukan solusinya dalam kerangka yang sesuai dengan pendekatan. D. bernegara. dst.

dan situasi/kondisi ketika kebijakan itu dikeluarkan. dan (4) Threat. Orientasi ini lebih bersifat legal-formal. kelebihan. Threat berkaitan dengan tantangan. keunggulan. dan peraturan perundang-undangan yang sedang berlaku. Orientasi empirik ini hanya dapat dirubah oleh observasi baru atau penafsiran baru. ancaman. tindakan. (2) Weakness. (3) orientasi empirik. Orinetasi ini menekankan pada alternatifalternatif kebijakan beserta segala dampaknya. (2) orientasi normatif. 7 Orientasi empirik berkaitan dengan upaya menafsirkan tindakan politik atau peristiwa politik dengan menekankan pada hubungan-hubungan kausalitas. Orientasi politik berkaitan dengan upaya menafsirkan tindakan politik atau peristiwa politik melalui suatu pencarian kebijakan yang tepat dalam mengatasi persoalan politik yang dihadapi. atau (4) orientasi semantik. Opportunity 6 berkaitan dengan peluang atau hal-hal positif yang datangnya dari luar (faktor eksternal) yang dapat membantu/mendukung pada objek yang dianalisis. kendala. hal-hal positif yang dipunyai oleh suatu objek analisis (faktor internal). Strengthness berkaitan dengan kekuatan. alam. (3) Opportunity. atau fungsional antara manusia. agama. kegagalan. tujuan/sasaran kebijakannya. . Alat ini berkomponen: (1) Strengthness. Kecenderungan atau arah-kuat ini ditafsirkan untuk menciptakan suatu keadaan yang lebih baik daripada sebelumnya. kekurangan. Orientasi normatif berkaitan dengan upaya menafsirka tindakan politik atau peristiwa politik yang mengacu pada norma-norma filsafat/etika/moral. Alat ini berkomponen: (1) orientasi politik. hal-hal negatif yang dipunyai oleh suatu objek analisis (faktor internal). keberhasilan.1 Alat Analisis SWOT Alat analisis ini dapat digunakan untuk menemukan bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan politik.5. 5.2 Analisis Orientasi Alat analisis ini dapat digunakan untuk menemukan kecenderungan dan arah-kuat dari suatu tindakan politik atau peristiwa politik. atau hal-hal negatif yang datangnya dari luar (faktor eksternal) yang dapat menghambat/mengancam pada objek yang dianalisis. dan yang lainnya. probabilitas. Weakness berkaitan dengan kelemahan.

jelas/tidaknya. (3) kebijakan. (2) analisis negara demokratis. 5. fungsi. Tolok Ukur Analisis Politik Tolok ukur bagi analisis politik banyak ragamnya. apakah cukup tentang tentang adanya suatu perbuatan. (2) fungsi. dan (5) analisis civil society. apakah ada. Tolok ukur bagi analisis good governance meliputi transparansi politik (manajemen politik terbuka). Analisis struktur berkaitan dengan apakah perlu. pers yang bebas. 8 Analisis kebijakan berkaitan dengan apakah perlu. dst. menolak. apakah cukup tentang adanya suatu norma. multiparpol.Orientasi semantik berkaitan dengan upaya menafsirkan tindakan politik atau peristiwa politik dengan cara memahami sejumlah konsep penting yang berlibat atau berkait. kontrol sosial/publik. Analisis respon berkaitan dengan apakah tanggapan dari masyarakat terhadap kebijakan yang dibuat oleh struktur tersebut bersifat mendukung. negara sebagai pelayan kesejahteraan rakyat. Alat ini berkomponen: (1) struktur. berhasil/tidaknya. tugas. perlindungan HAM. kewajiban. berjalan/ tidaknya. institusi. apakah cukup tentang adanya kebijakan yang dibuat oleh struktur tersebut. dapat berakibat pada pro-kontra politik. (4) analisis masyarakat kebangsaan (nasionalisme). apakah ada. akuntabilitas publik. Analisis fungsi berkaitan dengan apakah perlu. atau didukung/tidaknya suatu perbuatan suatu lembaga politik atau lembaga pemerintahan negara. kewenangan yang terdapat pada struktur tersebut. pranata.3 Analisis Fungsionalisme-Struktural Alat analisis ini dapat digunakan untuk menafsirkan tindakan politik atau peristiwa politik yang menekankan pada ada/tidaknya. (4) respon. Perbedaan-tafsir pada sebuah kata/istilah/konsep misalnya. Tolok ukur bagi analisis negara demokratis meliputi pengawasan dan keseimbangan kekuasaan. profesionalitas. apakah ada. (3) analisis rule of law. desentralisasi. dst. pemilu yang bebas. atau apati. persamaan . lembaga. peran. struktur dalam pemerintahan atau negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Tolok ukur bagi analisis rule of law meliputi supremasi hukum. F. Di antaranya adalah: (1) analisis good governance.

London: Yale University Press. New Delhi: Mohan Primlani. 1998.. Smelser. Geovanni.al. Patterns of Democracy: Government Forms and Performance in Thirty-Six Countries. kesejahteraan rakyat. J. berhaluan negara. BP-7 Propinsi DT I Jawa Barat. Dahl. et. Tolok ukur bagi analisis civil society meliputi partisipasi masyarakat. 1997. Rod. bermoral bangsa. Gandhi. Comparative Government and Politics (fourth edition: fully revised and updated). Analisis Persoalan Aktual Politik Nasional Dewasa Ini (Submateri ini akan lebih efektif bila bersama-sama dilakukan di ruang Kelas dengan menentukan beberapa kasus tentang tindakan politik atau peristiwa politik yang dianalisis dengan menerapkan hal-hal di atas). Jakarta: PT Rajawali. David E.hukum (bersignifikan dengan social equality). H. Nomor 18 Tahun XIII-1998 11 . Modern Political Theory.. Lijphart. Kamus Analisa Politik. dst. Arend. Hague. penegakan HAM. kontrol sosial/publik.: New York University Press.C. 9 Tolok ukur bagi analisis masyarakat kebangsaan (nasionalisme) meliputi ideologis. dst. Jack C. 1999. G. Hans and Neil J. Los Angeles: University of California Press. N. New Delhi: Sterling Published Ltd. McGarry. Pengantar Analisa Politik. 1991. Social Change and Modernity. Jakarta: LP3ES. 1993. The Politics of Ethnic Conflict Regulation. London: Macmillan Press Ltd.al.Y. konstitusional. Madan G. pemberdayaan masyarakat. Daftar Pustaka Apter. et. 1987.. 10 Plano. John and Brendan O’leary. 26 Januari 2001 --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Dimuat dalam GENTRA PANCASILA.. 1992.. Incentives. Modern Political Analysis (fifth edition). Contemporary Political Theory (revised and enlarged edition). 1984. Haferkamp. 1985.. 1987. Bumi Pasundan. Johari. Sartori. and Outcomes (Second edition). dan perlindungan HAM (bersignifikan dengan suatu negara hukum). Prentice-Hall of India. London: Routledge. Comparative Constitutional Engineering: An Enquiry into Structures. Robert A.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->