Anda di halaman 1dari 5

1.

Pengertian Adrenalin Adrenalin (bahasa Inggris: adrenaline, epinephrine) adalah sebuah hormon yang memicu reaksi terhadap tekanan dan kecepatan gerak tubuh. Tidak hanya gerak, hormon ini pun memicu reaksi terhadap efek lingkungan seperti suara derau tinggi atau cahaya yang terang. Reaksi yang kita sering rasakan adalah frekuensi detak jantung meningkat, keringat dingin dan keterkejutan. Reaksi ini dalam batas tertentu menjadi sebuah pengalaman yang menyenangkan, mungkin juga menjadi sebuah hobi hingga disebut adrenaline junkie. Pada mamalia, kelenjar adrenal (atau kelenjar suprarenalis) adalah kelenjar endokrin berbentuk segitiga yang terletak di atas ginjal (ad, dekat atau di + renes, ginjal). Kelenjar ini bertanggung jawab pada pengaturan respon stress pada sintesis kortikosteroid dan katekolamin, termasuk kortisol dan hormon adrenalin.

2. Fakta Tentang Hormon Adrenalin

Penelitian membuktikan bahwa peningkatan hormon adrenalin dalam tubuh yang terjadi secara alamiah, menghasilkan peningkatan kekuatan stamina yang jauh lebih besar dari sekedar peningkatan yang diciptakan melalui dooping zat-zat kimia. Kekuatan tubuh dan stamina seseorang dapat dipengaruhi oleh banyak hal, di antaranya adalah asupan kalori dan gizi, asupan oksigen dalam darah, dan peningkatan hormon dari kelenjar adrenalin. Sebuah penelitian yang khusus meneliti hubungan antara kekuatan tubuh,stamina dan adrenalin telah dilakukan oleh sebuah lembaga riset yang dimodali oleh Tiger Gate Entertainment. Hasil dari riset ini menunjukkan keberhasilan yang luar biasa. Beberapa kesimpulan telah diperoleh dari riset ini yakni bahwa memang ada korelasi yang sangat positif antara hormon adrenalin dengan kekuatan tubuh seseorang. Riset ini melibatkan seorang olah

ragawan mixed martial Art bernama Hutson dari Hudson Valley MA, Amerika. Hutson yang mempunyai kekuatan pukulan rata-rata (dalam kondisi normal) mencapai 600 lbs, ketika mendapat suntikan epinephrine 0,6 mg detak jantungnya meningkat menjadi 156/90, dan kekuatan pukulannya meningkat menjadi 955 lbs. Hasil ini memberi pengertian yang lebih detail bahwa ketika terjadi kenaikan produksi hormon oleh kelenjar adrenalin akibat rangsangan zat perangsang memang membuat kekuatan stamina seseorang meningkat hingga 255 lbs, pada kasus Hudson. Percobaan pada hari yang berbeda, oleh pelatihnya, Hutson dirangsang dengan kata-kata tertentu hingga ia menjadi naik pitam dengan gejolak emosi yang sangat memuncak. Pada saat yang sama Hutson diminta untuk memukul sebuah boneka buatan khusus yang dilengkapi dengan alat pengukur kekuatan pukulan. Hasilnya diluar dugaan, kekuatan pukulannya mencapai 1000 lbs. Riset ini tentu saja memberi pengetahuan kepada khalayak bahwa peningkatan hormon adrenalin dalam tubuh yang terjadi secara alamiah, menghasilkan peningkatan kekuatan stamina yang jauh lebih besar dari sekedar peningkatan yang diciptakan melalui dooping zat-zat kimia. Penelitian ini teah dipublikasi secara resmi oleh KiX Television dan ditonton jutaan pemirsa di seluruh dunia. Kix merupakan saluran yang menampilkan acara mixed martial arts events, stunning Asian action movies, action drama series, cutting edge reality, action game shows, anime, extreme sports dan classic martial arts masterpieces. Dengan konten action mengagumkan dari seluruh Asia, yang dibuat khusus untuk pemirsa Asia. Reaksi hormonal Seperti yang dikutip dalam situs Wikipedia, Adrenalin (bahasa Inggris: adrenaline, epinephrine) adalah sebuah hormon yang memicu reaksi terhadap tekanan dan kecepatan gerak tubuh. Hormon adrenalin memicu reaksi terhadap efek lingkungan seperti suara derau tinggi atau cahaya yang terang. Reaksi yang kita sering rasakan adalah frekuensi detak jantung meningkat, keringat dingin dan keterkejutan. Reaksi ini dalam batas tertentu menjadi sebuah pengalaman yang menyenangkan. Hobi terhadap aktivitas yang merangsang adrenalin menjadi mewabah di berbagai negara di dunia, mereka lebih sering disebut adrenaline junkie. Permainan adrenaline jungkie dapat melibatkan lokasi-lokasi yang berbahaya, seperti misalnya air terjun, ngarai, jembatan dengan ketinggian khusus, dan lain sebagainya. Secara teori hormon adrenalin yang merangsang peningkatan detak jantung ini, akan meningkatkan distribusi oksigen oleh darah keseluruh pembuluh darah di dalam tubuh, dan terutama otak. Efek nyata yang bisa dijadikan masukan bagi kita ialah bahwa kekuatan bangunan psychological drive akan membawa efek peningkatan stamina dengan hasil yang lebih baik dibadingkan dengan efek doping.

3. 5 Rangsangan yang Memicu Pelepasan Adrenlin

Saat seorang individu menghadapi potensi bahaya, tubuh memiliki setidaknya dua pilihan respon: melawan atau menghindar. Dalam situasi tersebut, hormon adrenalin dilepaskan ke dalam aliran darah untuk mempersiapkan reaksi tubuh. Tidak hanya situasi berbahaya, beberapa situasi lain juga bisa merangsang pelepasan adrenalin. Berikut adalah beberapaa diantaranya: 1. Situasi Berbahaya Penyebab paling alami dari pelepasan adrenalin adalah ketika seseorang menemukan dirinya berada dalam situasi genting atau mengancam jiwa. Adrenalin akan mempersiapkan tubuh dengan mempercepat detak jantung, menambah kekuatan otot, dan meningkatkan kecepatan diatas kemampuan yang biasa dipunyai dalam keadaan normal. Hal ini memungkinkan tubuh untuk memberikan respon terbaik untuk kelangsungan hidupnya. 2. Olahraga Olahraga ringan tidak merangsang pelepasan adrenalin, sedangkan olahraga yang intens dan dilakukan dalam waktu lama dapat bisa memicu pelepasan hormon tersebut. Contoh olahraga pemicu adrenalin diantaranya adalah angkat berat, lari, dan latihan intensitas tinggi lain dimana tubuh didorong melampaui batas kemampuan normalnya.

Adrenalin bisa membantu seseorang mencapai tingkat latihan lebih tinggi dan meningkatkan level kebugaran. 3. Obat-obatan Obat-obatan tertentu, terutama yang bersifat stimulan, dapat memicu pelepasan adrenalin. Obat-obatan seperti kokain, PCP, dan bahkan kafein merupakan beberapa contoh diantaranya. Biasanya, semakin sering individu mengambil obat-obatan tersebut, efeknya menjadi kurang terasa sehingga mengharuskan penggunaan dosis yang lebih besar dari waktu ke waktu.

4. Kelelahan Kondisi yang terlalu lelah dapat merangsang pelepasan adrenalin. Adrenalin yang dilepaskan akan membuat seseorang mampu bekerja lebih lama dari biasanya. 5. Gula Sebagian orang sangat sensitif terhadap gula (terutama anak-anak). Kelebihan gula dapat menyebabkan peningkatan produksi adrenalin. Hal ini umumnya akan berakibat buruk. Produksi adrenalin yang terlalu sering tidak hanya akan melemahkan kelenjar adrenal, tapi juga berakibat negatif pada tubuh karena menyebabkan perasaan lesu dan kelemahan.