Anda di halaman 1dari 9

KATA PENGANTAR Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah

Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah Pencemaran Air di Sungai Karang Mumus Samarinda. Walaupun dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangannya. Penyusunan makalah ini untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia. Penyusunan makalah ini tidak lepas dari bantuan dari berbagai pihak. Oleh sebab pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ahmad Indarto sebagai dosen pembimbing , orang tua tercinta yang telah memberikan dukungan, dan teman-teman dan semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini. Saya mengharap kritik yang bersifat membangun dari berbagai pihak demi penyempurnaan penyusunan makalah. Semoga karya tulis ini dapat memberikan manfaat bagi penyusun pada khusuusnya dan pembaca pada umunya yang berhubungan dengan pencemaran air sungai.

DAFTAR ISI Kata Pengantar .............................................................................................................. i Daftar Isi....................................................................................................................... ii Bab 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang .............................................................................................. 1 1.2 Rumusan Masalah......................................................................................... 1 1.3 Tujuan Penelitian .......................................................................................... 1 Bab 2 HASIL DAN PEMBAHASAN 2.1 Hasil Penelitian ............................................................................................. 3 2.2 Pembahasan .................................................................................................. 3 Bab 3 PENUTUP 3.1 Kesimpulan ................................................................................................... 6 3.2 Saran ............................................................................................................. 6 Daftar Pustaka ............................................................................................................... 7

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam kehidupan sehari hari kita membutuhkan air yang bersih untuk minum, memasak, mandi, mencuci dan kepentingan lainnya. Air yang kita gunakan harus berstandart 3B yaitu tidak berwarna, tidak berbau dan tidak beracun. Tetapi banyak kita lihat air yang berwarna keruh dan berbau sering kali bercampur dengan benda benda sampah seperti plastik, sampah organic, kaleng dan sebagainnya. Pemandangan seperti ini sering kita jumpai pada aliran sungai, selokan maupun kolam- kolam. Air yang demikian disebut air kotor atau air yang terpolusi. Air yang terpolusi mengandung zat- zat yang berbahaya yang dapat menyebabkan dampak buruk dan merugikan kita bila di konsumsi. Pencemaran lingkungan merupakan masalah kita bersama, yang semakin penting untuk diselesaikan, karena menyangkut keselamatan, kesehatan, dan kehidupan kita. Siapapun bisa berperan serta dalam menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, termasuk kita. Dimulai dari lingkungan yang terkecil, diri kita sendiri, sampai ke lingkungan yang lebih luas. Permasalah pencemaran lingkungan yang harus segera kita atasi bersama diantaranya pencemaran air tanah dan sungai, pencemaran udara perkotaan, kontaminasi tanah oleh sampah, hujan asam, perubahan iklim global, penipisan lapisan ozon, kontaminasi zat raioaktif, dan sebagaijnya. Untuk menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, tentunya harus mengetahui sumber pencemar, bagaimana proses pencemaran itu terjadi, dan bagaimana langakah penyelesaian pencemaran lingkungan itu sendiri. B. Rumusan Masalah Bagaimanakah kesehatan masyarakat yang menggunakan air sungai di sekitar sungai karang mumus jalan ruhui rahayu samarinda C. Tujuan
-

Agar manusia lebih dapat memahami bahaya polusi air Agar dapat membedakan air yang bersih dan air yang sudah tercemar

Dapat lebih berhati- hati dalam menggunakan air yang bersih dan yang terpolusi

Dapat mengetahui kandungan air yang terpolusi

BAB 2 HASIL DAN PEMBAHASAN 2.1 Hasil Penelitian Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, didapat hasil sebagai berikut : Nama Ibu Hasnati Ibu Tati Menggunakan Air Sungai? Kadang-kadang Kadang-Kadang Keadaan Kesehatan Sedang Sedang Penyakit Yang Sering Diderita Diare (Jarang) Diare (Jarang)

Tabel 1 : Data wawancara terhadap warga jalan ruhui rahayu samarinda 2.2 Pembahasan Berdasarkan data diatas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan air sungai karang mumus dengan kesehatan masyarakat setempat. Para warga yang menggunakan air sungai lebih rentan terkena penyakit. Penyakit yang sering diderita para warga yaitu diare. Pada narasumber pertama yaitu Ibu Hasnati sering menggunakan air sungai buat mandi dan mencuci pakaian dan piring. Kadang-kadang juga memakai air hujan. Tetapi jika buat minum Ibu Hasnati membeli air isi ulang (galon). Keadaan kesehatannya sedang. Jarang terkena penyakit. Penyakit yang sering diderita yaitu diare. Pada narasumber kedua yaitu Ibu Tati juga sering menggunakan air sungai buat kegiatan sehari-hari seperti mandi dan mencuci. Jika terjadi kemarau panjang Ibu Tati menggunakan air ledeng. Sama seperti Ibu Hasnati, Ibu Tati juga mengunakan air isi ulang (galon) untuk minum. Keadaan kesehatannya sedang. Jarang terkena wabah penyakit. Ada beberapa cara untuk mengendalikan pencemaran air. Pengenceran dan penguraian polutan air tanah sulit sekali karena airnya tidak mengalir dan tidak mengandung bakteri penguraiyang aerob, jadi air tanah yang tercemar akan tetap tercemar dalam waktu yang sangat lama, walau tidak ada bahan pencemar yang masuk. Karena ini banyak usaha untuk menjaga agar tanah tetap bersih misalnya :

1.

Menempatkan daerah industri atau pabrik jauh dari daerah perumahan atau pemukiman

2.

Pembuangan limbah industri diatur sehingga tidak mencemari lingkungan atau ekosistem

3.

Pengawasan terhadap penggunaan jenis-jenis pestisida dan zatzat kimia lain yang dapat menimbulkan pencemaran

4. 5.

Memperluas gerakan penghijauan Tindakan tegas terhadap perilaku pencemaran

lingkunganmemberikan kesadaran terhadap masyarakat tentang arti lingkungan hidup sehingga manusia lebih mencintai lingkungan hidupnya Secara administratif, DAS Karang Mumus melintasi kecamatan Samarinda Ulu, Samarinda Utara dan Samarinda Ilir, Kota Samarinda. Terdapat beberapa sub DAS, yaitu Sub DAS Siring, Jayamulyo (Tanah Merah), Pampang, Karang Mumus Ulu (Lubang Putang), Karang Mumus Ilir, dan Karang Mumus Tengah. Luas DAS Karang Mumus 36.527,73 ha. Pada kawasan hulu DAS Karang Mumus, sebagian besar didominasi oleh penduduk dengan mata pencaharian petani dan pedagang. Sedangkan profesi penduduk lainnya pada DAS Karang Mumus adalah karyawan, pegawai negeri sipil, pertukangan dan profesi lainnya. Pada tahun 2000, tingkat pendapatan rata-rata penduduk berkisar antara Rp 482.858 - Rp 909.867 dengan tingkat pengeluaran rata-rataantara Rp 324.889 - Rp 739.800. DAS Karang Mumus merupakan prioritas urutan pertama DAS kritis di Kaltim. BPDAS Mahakam Berau (2004) menyatakan, luas lahan kritis di Kota Samarinda mencapai 32.705 ha, sedangkan yang potensial kritis mencapai luasan 9.141 ha. Luas lahan kritis tersebut yang terluas berada pada kawasan Samarinda Utara (9.106 ha) yang merupakan kawasan DAS Karang Mumus. DAS Karang Mumus merupakan salah satu ruang kehidupan bagi masyarakat kota Samarinda. Kawasan ini akan memberikan manfaat yang besar bagi perkembangan kota, namun juga masih menyisakan bencana ekologi bila tidak dilakukan pengelolaan dengan baik.

Sebuah perencanaan pengelolaan akan dapat dikatakan berhasil apabila telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaannya. Kota Samarinda sudah selayaknya memulai untuk berdisiplin untuk mengelola kota, agar tak terjadi permasalahan banjir lagi di Kota Samarinda (Fadli, 2007).

BAB 3 PENUTUP 3.1 Kesimpulan Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari uraian makalah ini adalah sebagai berikut :

Polusi adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur atau komponenkomponen lain ke dalam lingkungan akibat aktivitas manusia ataupun prose alami

Polusi air adalah pristiwa masuknya zat, energi, unsur atau komponenkomponen lain ke dalam air sehingga kualitas air terggangu

Sumber polusi air antara lain limbah rumah tangga, sampah masyarakat, limbah pertanian, limbah industri dan sebagianya

Akibat yang ditimbulkan dari polusi air adalah banjir, merusak system organ manusia,menimbulkan berbagai bibit penyakit, kanker, kelahiran bayi cacat dan lain- lain

3.2 Saran Sebaiknya para masyarakat di bantaran sungai karang mumus jalan Ruhui Rahayu tidak mengkonsumsi air sungai dan segera mengunakan air ledeng/PDAM agar mengurangi dampak terjangkitnya penyakit bagi para masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Fadli, Ade.2007. http://timpakul.web.id/karangmumus-2.html diperoleh pada tanggal 7 Januari 2012