Anda di halaman 1dari 6

Kredit Sindikasi dan Rekstrukturisasi

Kredit Sindikasi
Pengertian Kredit Sindikasi Credere artinya kepercayaan Berdasarkan UU RI no. 7 taqhun 1992 tentang Perbankan : Pengertian Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak meminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga, imbalan, atau pembagian hasil keuntungan. Kredit menurut Stanley Hurn : Kredit yang diberikan oleh dua atau lebih lembaga keuangan dengan syarat/ketentuan yang sama bagi para peserta sindikasi, menggunakan dokumentasi yang sama dan diadministrasikan oleh agen yang sama pula. Beda Kredit Konsorsium dan Kredit Sindikasi Kredit Konsorsium 1. Analisa Kredit oleh Bank Induk 2. Suku bunga atas bank induk 3. PK Induk oleh debitor dan Bank Induk, PK dengan Konsorsium dibawah tangan antara Bank Induk dan Bank Anggota Konsorsium 4. Bank Peserta tidak dapat langsung berhubungan dengan Debitor Perkembangan Kredit Sindikasi 1. US$ 100 juta, yang di arrange untuk pemerintah Austria pada tahun 1968 2. US$ 800 juta yang di arrange untuk Kerajaan Swedia pada 1981 3. Dll Di Indonesia SE BI No. 6/33/UPK tgl. 03/10/1973 Pembiayaan bersama oleh Bank bank pemerintah (konsorsium) SE BI No. 11/26/UPK tgl. 12/01/1979 Bank pemerintah yang membiayai KI > 500 juta dan KMK > 750 juta diharuskan ditawarkan secara konsorsium Era Deregulasi SE BI No.16/1/UKU tgl. 01/06/1983 Pelaksanaan diserahkan kepada Bank Sindikasi Kredit Sindikasi Seluruh Bank Peserta melakukan analisa Kredit Suku Bunga atas dasar negosiasi Bank Sindikasi PK Induk ditandatangani oleh segenap bank peserta Sindikasi dengan debitor Bank Peserta dapat berhubungan dengan Debitor melalui agen

Robin

Kredit Sindikasi dan Rekstrukturisasi

Sindikasi mulai tumbuh dengan baik

Pakto 88 (BMPK) sindikasi berkembang pesat, karena sangat efektif untuk mengatasi masalah BMPK Mengapa Diperlukan Sindikasi ? Bagi Debitor : 1. Solusi untuk memperoleh fasilitas kredit dalam jumlah besar 2. Memupuk kerjasama dengan bank bank lain 3. Menambah kredibilitas kreditor, terutama bila peserta sindikasi terdiri dari bank bank besar dan ternama 4. Untuk kepentingan publikasi Bagi Bank : 1. 2. 3. 4. 5. Mengatasi masalah BMPK atau 3 L risk sharing dengan Bank lain Memupuk hubungan kerja sama dengan suatu Group Usaha Meningkatkan Fee Based Income Learning process bagi participating bank Untuk lebih dikenal di pasar Sindikasi

Karakteristik Kredit Sindikasi


a. Unsur Unsur kredit sindikasi Definisi menurut Hurn, mencakup semua unsur penting di dalam kredit sindikasi, yaitu : 1. Dua atau lebih bank atau lembaga keuangan 2. Didasarkan pada terms dan condition yang sama bagi semua anggota sindikasi (similar terms and conditions) 3. Menggunakan satu dokumentasi kredit yang sama (using common documentation) 4. Diadministrasikan oleh Agen yang sama (administered by a common agent)

b. Ciri Ciri Kredit Sindikasi 1. Lebih dari satu pemberi kredit 2. Fasilitas Kredit umumnya relatif besar 3. Jangka waktu umumnya medium term atau long term 4. Bunga pada umumnya mengambang 5. Berlaku satu tingkat bunga bagi debitor 6. Peserta Sindikasi hanya bertanggung jawab sesuai porsinya masing masing 7. Dokumentasi kredit yang sama bagi semua peserta sindikasi 8. Publisitas

Robin

Kredit Sindikasi dan Rekstrukturisasi

Proses Sindikasi Sepuluh langkah dalam proses sindikasi ( 8 langkah pertama dikoordinir oleh arranger dan 2 langkah selanjutnya oleh Agent) : a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. Analisa fasilitas Penawaran Mandate Invitation Allocation/Alokasi penyertaan final Dokumentasi sindikasi Signing Publisitas Pelaksanaan Pemberian Kredit Administrasi Kredit Sindikasi

Pihak yang Terlibat Dalam Sindikasi a. Debitor b. Arranger c. Kreditor: Lead Manager Manager Participant d. Agen : Agen fasilitas (facility agent) Agen Sekuritas (security agent) Agen Escrow (escrow agent) Agen 1. Agen Fasilitas (facility agent) Tugas agen fasilitas adalah mengelola pelaksanaan pemberian kredit sindikasi dan administrasinya, setelah loan agreement ditandatangani dan menjadi operasional. A. Pelaksanaan pemberian Kredit Sindikasi Pemenuhan ketentuan/persyaratan penarikan Mengkoordinasikan penarikan kredit B. Administrasi Kredit Sindikasi Pemenuhan persyaratan perjanjian kredit, misal : pembayaran bunga, grace period, angsuran, dan lain lain. Menentukan/ review suku bunga yang berlaku Menghitung, memungut, mendistribusikan fee, bunga, angsuran, denda, dll

Robin

Kredit Sindikasi dan Rekstrukturisasi

Monitoring kredit dan jaminan Meminta dan mendistribusikan laporan dari borrower Mengkoordinasikan site visit

2. Agen Sekuritas (security agent) Bertanggung jawab atas penyelesaian pengikatan jaminan dan dokumentasi 3. Agen Escrow (Escrow agent) Bertanggung jawab atas pengelolaan escrow account

Tinjauan Khusus Proses Sindikasi a. Legal Documentation Representation and Warranties Conditions Precedent Covenants Yield Protection Default b. Pihak yang terkait dalam Dokumentasi 1. Legal/Law Firm (legal advisor) Umumnya untuk sindikasi yang besar dan rumit, maka arranger akan menunjuk legal advisor yang bertindak untuk mewakili bank sindikasi untuk melakukan negosiasi dengan legal advisor dari borrower tentang draft perjanjian Kredit Sindikasi 2. Notaris Umumnya untuk sindikasi yang benar, penandatanganan perjanjian kredit dilakukan dihadapan notaris

Jenis Jenis Pasar Sindikasi 1. Sindikasi Primer Merupakan sindikasi kredit yang dibentuk oleh bank bank yang sejak semula terpilih sebagai anggota sindikasi. Proses sindikasi primer ini terjadi pada periode sampai dengan penandatangan perjanjian kredit sindikasi dimana semua anggota sindikasi tercatat dalam Bank (arranger) yang melaksanakan kegiatan running the books 2. Sindikasi Sekunder Merupakan sindikasi kredit yang terjadi setelah Perjanjian Kredit Sindikasi ditandatangani. Ada 3 metode untuk menciptakan Sindikasi Sekunder : a. Risk Participation b. Assignment c. Novation

Robin

Kredit Sindikasi dan Rekstrukturisasi

Salah satu sumber pendanaan konvensional perusahaan yang mungkin paling banyak dilakukan, adalah pinjaman bank. Perusahaan biasanya membutuhkan pendanaan bank pada saat awal berdirinya perusahaan atau memulai suatu proyek baru yang digunakan untuk modal investasi dan untuk modal kerja pada saat perusahaan beroperasi. Dalam bahaa keuangan, pengusaha tersebut akan melakukan investasi pada aset aset berupa mesin & peralatan, tanah & gedung, persediaan, dan pekerja. Jumlah uang yang ia investasikan pada aset aset tersebut (dalam arti ekonomi keuangan) harus setara dengan jumlah uang yang didapatnya dari tindakan pembiayaan (financing). Ketika perusahaan menjual bola tenis, maka perusahaan tersebut akan menghasilkan pemasukan, yang merupakan dasar dari penciptaan nilai (value creation). Suatu perusahaan yang pada dasarnya diperuntukkan kepada pemegang saham perusahaan tersebut. PROSES SINDIKASI

NASABAH

Permohonan Kredit Surat Penawaran/Offer Letter Surat Mandat

BANK / ARRANGER

Analisa Kredit Terms and Alokasi Penyertaan Final

Invitation BANK BANK PESERTA Persetujuan Ikut Serta

Dokumentasi Kredit Tanda Tangan Perjanjian Kredit Pelaksanaan Publisitas Pemberian Kredit (BANK/AGENT)

Pangsa Pinjaman Sindikasi di Indonesia Per Desember 2003, total pinjaman luar negeri Indonesia sebesar US$135,4 miliar. Porsi pinjaman luar negeri pemerintah sebesar US$81,7 miliar dan swasta sebesar US$63,7. Dari porsi pinjaman luar negeri pemerintah sebesar US$81,7 miliar, sebesar US$80,5 miliar berupa perjanjian pinjaman dan US$1,2 miliar berupa surat berharga. Dari total perjanjian pinjaman sebesar US$45,3 miliar berupa perjanjian pinjaman, US$7,3 miliar berupa surat

Robin

Kredit Sindikasi dan Rekstrukturisasi

berharga dan sebesar US$1,1 berupa utang dagang. Dari total perjanjian pinjaman sebesar US$45,3 miliar, porsi pinjaman sindikasi hanya sebesar US$4,8 miliar. Pinjaman yang dominan adalah porsi pinjaman bilateral sebesar US$22,2 miliar. Dalam hal ini, kompleksitas dalam perjanjian pinjaman sindikasi disinyalir menjadi salah satu alasan borrower lebih memilih untuk melakukan pinjaman bilateral dibandingkan dengan pinjaman sindikasi. Bentuk Bentuk Perjanjian Kredit Sindikasi, tugas dan wewenang pihak pihak dalam sindikasi serta kewenangan mengajukan gugatan dalam kredit sindikasi Berdasarkan dari konsep bank yang memiliki 2 sudut pandang yaitu dilihat dari : 1. Sumber dana 2. Penyediaan dana Bank sebagai sumber dana menyelenggarakan : a. Simpanan, seperti giro, deposito berjangka, tabungan b. Pinjaman antar bank atau yang lazim disebut dengan call money c. Obligasi, sebetulnya substansinya mirip dengan kredit sindikasi hanya caranya berbeda Di dalam penyediaan dana, uang yang diterima oleh bank harus dikelola agar mendapatkan keuntungan, maka dana yang tersedia di bank disalurkan ke dalam bermacam macam bentuk penyediaan dana, antara lain : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Kredit Surat Berharga Penempatan dana antar bank SBI (sertifikat Bank Indonesia) SBPU (Surat Berharga Pasar Uang) Penyertaan Transaksi rekening administratif, dapat berupa komitmen atau kontijensi, contohnya Letter of Credit, bank garansi, SBLC (Stand By L/C), transaksi derivatif.

Robin