Anda di halaman 1dari 4

1. Kondisi sosial budaya Indonesia saat ini adalah sebagai berikut : 1.

Bahasa Sampai saat Indonesia masih konsisten dalam bahasa yaitu bahasa Indonesia. Sejak tanggal 26-30 Oktober 1998 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia VII di Hotel Indonesia, Jakarta. Kongres itu mengusulkan dibentuknya Badan Pertimbangan Bahasa sampai saat ini tidak diadakan lagi dan belum ada perubahan yang signifikan. Sedangkan bahasa-bahasa daerah merupakan kekayaan plural yang dimiliki bangsa Indonesia sejak jaman nenek moyang kita masih diperthankan di setiap daerahnya. Bahasa asing (Inggris) belum terlihat popular dalam penggunaan sehari-hari, paling tidak pada saat seminar, atau kegiatan ceramah formal diselingi denga bahasa Inggris sekedar untuk menyampaikan kepada audien kalau penceramah mengerti akan bahasa Inggris. Juga pada Ujian Nasional, terdapat mata ujian bahasa asing yaitu bahasa Inggris, ha ini juaga membentuk perkembangan bahasa asing di Indonesia. Selain itu baru-baru ini juga muncul bahasa-bahasa yang terbentuk karena kebudayaan saat ini, yang sering di gunakan pemuda pemudi dalam pergaulannya, atau yang sering disebut dengan bahasa gaul. Penggunaan bahasa ini biasanya diterapkan pada suatu komunitas tertentu yang terbentuk oleh budaya-budaya yang ada dari dulu ataupun yang muncul baru-baru ini. 2. Sistem teknologi, perkembangan yang sangat menyolok adalah teknologi informatika. Dengan perkembangan teknologi ini tidak ada lagi batas waktu dan negara pada saat ini, apapun kejadiannya di satu negara dapat langsung dilihat di negara lain melalui televisi, internet atau sarana lain dalam bidang informatika. Pada tahun 2004 sampai saat ini perkembangan system teknologi sangat berkembang pesat. Dengan berkembangnya dunia system teknologi informasi ini masyarakat dihadap kan pada sesuatu yang amat besar. Arus informasi dapat langsung di akses oleh masyarakat luas dari tempat manapun 24 jam non stop. Di tambah perkembangan piranti yang mendukung pengaksesan informasi tersebut, diawali dengan perkembangan computer, munculnya berbagai macam smart phone yang mendukung sampai munculnya computer tablet. Hal ini mempengaruhi gaya hidup dan beberapa aspek budaya di Indonesia. Seperti maraknya penggunaan social media di internet seperti friendster, facebook, tweeter, facemask, dan lain sebagainya, masayarakat Indonesia dimudahkan berkomunikasi dengan kerabat dan teman-teman. Jika budaya ini tidak disikapi dengan bijak, maka budaya silaturahmi dan saling bertemu orang Indonesia akan sedikit tergeser, dikarenakan layanan social media sudah semakin memadai kebutuhan berkomunikasi dengan sesama. Jadi perkembangan teknologi selama tahun2004 sampai saat ini membawa dampak yang positif dan juga negative jika tidak di tanggapi secara bijak. Jika pengguna teknologi di Indonesia tidak mempunyai kesadaran yang cukup kuat, maka bias saja hal ini akan merubah dan bahkan menggatikan budaya-budaya yang saat ini sudah ada di Indonesia. 3. Sistem mata pencarian hidup/ekonomi. Kondisi pereko-nomian Indonesia saat ini masih dalam situasi krisis, yang diakibatkan oleh tidak kuatnya fundamental ekonomi pada era orde baru. Kemajuan perekonomian pada

waktu itu hanya merupakan fatamorgana, karena adanya utang jangka pendek dari investor asing yang menopang perekonomian Indonesia. Saat ini Indonesia memiliki utang Negara sejumah Rp. 56,82 triliyun per tanggal 22 maret 2012. Tentunya hal ini sangat mempengaruhi perekonomian, dan permasalahan perekonomian ini berimbas pada kehidupan masyarakat. Semua aspek mata pencaharian mengalami dampak negative yang membuat sisi kehidupan social masyarakat bergejolak. 4. Organisasi Sosial. Bermunculannya organisasi sosial yang berkedok pada agama (FPI, JI, MMI, Organisasi Aliran Islam/Mahdi), Etnis (FBR, Laskar Melayu) dan Ras. Sebenarnya organisasi social masyarakat sudah ada sejak lama akan tetapi dikarenakan adanya pemberitaan media yang marak menyorot ormas, membuat keberadaannya semakin terekspos. Ormas-ormas ini adalah hal kecil dari pergeseran budaya masyarakat yang seharusnya dapat bersatu padu tapi malah dikotak-kotakan oleh organisasi-organisasi yang membawa tujuan tertentu untuk golongannya. Memang ada sisi posotif dari ormas ini, yaitu membuat masyarakat Indonesia lebih sadar akan perlunya berkumpul dan berserikat yang pada tujuan akhirnya menyampaikan pendapatnya. Akan tetapi akhir-akhir ini ormas-ormas cenderung dapat ditunggangi oleh pihak tertentu, sehingga tujuan baik di awalnya menjadi tidak karuan. Efek yang paling merugikan dari ormas ini adalah adanya perpecahan dan mungkin sampai peperangan antar masyarakat kita sendiri. 5. Religi. Munculnya aliran-aliran lain dari satu agama yang menurut pandangan umum bertentangan dengan agama aslinya. Misalnya : aliran Ahmadiyah, aliran yang berkembang di Sulawesi Tengah (Mahdi), NTB dan lain-lain. Munculnya teroris yang mengatasnamakan salah satu agama, sehingga muncul tindakan terror yang berupa bom bunuh diri, kemudian penyerangan ke suatu kelompok agama tertentu. Sebenarnya manusia memiliki kebebasan yang sangat luas dalam memeluk agama dan menganut kepercayaan. Akan tetapi di Indonesia sendiri sudah diatur agama dan kepercayaan apa saja yang dapat dianut oleh warga Negara Indonesia. Tidak dipungkiri masih banyak sekali aliran-aliran yang tidak terangkat sampai permukaan sehingga tidak diketahui oleh masyarakat luas. Hal ini sebenarnya tidak akan menjadi masalah jika saja masyarakat Indonesia memiliki kesadaran kebebasan memeluk agama dan menganut kepercayaan. Akan tetapi arogansi sempit yang sering muncul di pemikiran masyarakat kita membuat terjadinya perpecahan yang beratas namakan agama dan kepercayaan. Hal ini juga disebabkan oleh tingkat pendidikan di Indonesia yang masih sangat memprihatinkan. 6. Kesenian. Dominasi kesenian saat ini adalah seni suara dan seni akting (film, sinetron). Seni tari yang dulu hampir setiap hari dapat kita saksikan sekarang sudah mulai pudar, apalagi seni yang berbau kedaerahan. Kejayaan kembali wayang kulit pada tahun 1995 1996 yang dapat kita nikmati setiap malam minggu, sekarang sudah tidak ada lagi. Seni lawak model Srimulat

sudah tergeser dengan model Extravagansa. Untuk kesenian nampaknya paling dinamis perkembangannya. 7. Sedang menghadapi suatu pergeseran-pergeseran atau \Shirf\ budaya. Hal ini mungkin dapat difahami mengingat derasnya arus globalisasi yang membawa berbagai budaya baru serta ketidak mampuan kita dalam membendung serangan itu dan mempertahankan budaya dasar kita.

2.DAMPAK BAGI MASYARAKAT Kebudayaan Indonesia adalah serangkaian gagasan dan pengetahuan yang telah diterima oleh masyarakat-masyarakat Indonesia (yang multietnis) itu sebagai pedoman bertingkahlaku dan menghasilkan produks-produk kebudayaan itu sendiri. Hanya persoalannya, ide-ide dan pengetahuan masyarakat-masyarakat Indonesia juga mengalami perubahan-perubahan, baik karena factor internal maupun eksternal. Berikut dampak kebudayaan Indonesia bagi masyarakat, antara lain: 1.Pengaruh Positif dapat berupa : 1.Peningkatan dalam bidang sistem teknologi, Ilmu Pengetahuan, dan ekonomi. 2.Terjadinya pergeseran struktur kekuasaan dari otokrasi menjadi oligarki. 3.Mempercepat terwujudnya pemerintahan yang demokratis dan masyarakat madani dalam skala global. 4.Tidak mengurangi ruang gerak pemerintah dalam kebijakan ekonomi guna mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang. 5.Tidak berseberangan dengan desentralisasi. 6.Bukan penyebab krisis ekonomi.

2.Pengaruh Negatif berupa : 1.Menimbulkan perubahan dalam gaya hidup, yang mengarah kepada masyarakat yang konsumtif komersial. Masyarakat akan minder apabila tidak menggunakan pakaian yang bermerk (merk terkenal).

2.Terjadinya kesenjangan budaya. Dengan munculnya dua kecenderungan yang kontradiktif. Kelompok yang mempertahankan tradisi dan sejarah sebagai sesuatu yang sakral dan penting (romantisme tradisi). Dan kelompok ke dua, yang melihat tradisi sebagai produk masa lalu yang hanya layak disimpan dalam etalase sejarah untuk dikenang (dekonstruksi tradisi/disconecting of culture). 3.Sebagai sarana kompetisi yang menghancurkan. Proses globalisasi tidak hanya memperlemah posisi negara melainka juga akan mengakibatkan kompetisi yang saling menghancurkan. 4.Sebagai pembunuh pekerjaan. Sebagai akibat kemajuan teknologi dan pengurangan biaya per unit produksi, maka output mengalami peningkatan drastis sedangkan jumlah pekerjaan berkurang secara tajam. 5.Sebagai imperialisme budaya. Proses globalisasi membawa serta budaya barat, serta kecenderungan melecehkan nilai-nilai budaya tradisional. 6.Globalisasi merupakan kompor bagi munculnya gerakan-gerakan neo-nasionalis dan fundamentalis.. Proses globalisasi yang ganas telah melahirkan sedikit pemenang dan banyak pecundang, baik pada level individu, perusahaan maupun negara. Negara-negara yang harga dirinya diinjak-injak oleh negara-negara adi kuasa maka proses globalisasi yang merugikan ini merupakan atmosfer yang subur bagi tumbuhnya gerakan-gerakan populisme, nasionalisme dan fundamentalisme. 7.Malu menggunakan budaya asli Indonesia karena telah maraknya budaya asing yang berada di wilayah Indonesia.