Anda di halaman 1dari 21

-Anti Fertilitas-

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Pemerintah merencanakan program KB (Keluarga Berencana) untuk mengendalikan peningkatan angka kelahiran yang berlebih. Sehingga dibutuhkanlah pengendalian kesuburan. Pengendalian

kesuburan adalah pada dasarnya mencegah kehamilan. Pada manusia ada beberapa cara pengendalian kesuburan seperti menunda

perkawinan, sistem berkala, memakai IUD, mengalami sterilisasi wanita atau pria, menggunakan kondom, menjalani abortus, menggunakan obat spermisida/pil vagina, maupun obat kontrasepsi oral sampai

memanfaatkan obat tradisional seperti jamu atau tumbuh-tumbuhan tertentu yang dikatakan dapat mencegah kehamilan. Pada saat ini, selain tersedia sediaan hormon alami, terdapat banyak hormon sintetik Sediaan dengan hormon sifat farmakokinetik sintetik sangat yang lebih

menguntungkan.

penting dalam

penanggulangan masalah kependudukan, yakni sebagai kontrasepsi, terutama di negara yang berpenduduk padat misalnya Indonesia. Sebaliknya, penemuan beberapa senyawa yang berefek antiestrogen sangat berguna dalam penanggulangan infertilitas.

Lisa Try Desiyanti Efendi (150 209 117) _ W-2 1|

-Anti Fertilitas-

Pada percobaan ini, dilakukan uji antifertilitas terhadap hewan coba mencit (Mus musculus) dengan membandingkan antara obat antifertilisasi oral yaitu Marvelon dan Planotab dengan kontrol Na CMC. I.2 Maksud dan Tujuan Percobaan I.2.1 Maksud percobaan

Maksud percobaan ini adalah untuk mengetahui dan memahami efek obat-obat antifertilitas pada hewan coba mencit (Mus musculus). I.2.2 Tujuan Percobaan Adapun tujuan percobaan yaitu untuk mengamati efek obatobat antifertilitas Marvelon, dan Planotab serta kontrol Na. CMC pada hewan coba mencit (Mus musculus). I.3 Prinsip Percobaan Prinsip dari praktikum ini adalah penentuan efek obat-obat antifertilitas terhadap hewan coba mencit (Mus musculus) berdasarkan ada tidaknya pertumbuhan janin pada uterus mencit betina setelah pemberian obat selama 6 hari.

Lisa Try Desiyanti Efendi (150 209 117) _ W-2 2|

-Anti Fertilitas-

BAB II METODE KERJA II. I. Alat dan Bahan II.1.1 Alat yang digunakan 1. Gelas kimia 10 ml 2. Gelas ukur 10 ml 3. Gunting 4. Jarum pentul 5. Kamera Hp 6. Kanula 7. Labu ukur 10 ml 8. Mata pisau 9. Papan bedah 10. Pinset 11. Pisau bedah 12. Spoit 1 ml 13. Vial II.1.2. Bahan yang digunakan 1. Air suling 2. Kloroform

Lisa Try Desiyanti Efendi (150 209 117) _ W-2 3|

-Anti Fertilitas-

3. Marvelon Tablet 4. Na-CMC 5. Planotab Tablet 6. Tissue II.1.3. Hewan coba Adapun hewan coba yang digunakan adalah Mencit (Mus musculus) II.2. Cara Kerja II.2.1 Penyiapan Hewan Coba Dipilih hewan coba yang sehat Ditimbang mencit dan dikelompokkan menjadi 3 kelompok, tiap kelompok terdiri dari 1 mencit jantan dan 3 mencit betina. Kelompok I = Pemberian Marvelon tablet Kelompok II = Pemberian Planotab tablet Kelompok III = Pemberian Na-CMC

Mencit diberi kode dengan menggunakan spidol II.2.2. Penyiapan Bahan a. Suspensi sediaan Marvelon Tablet 1. Ditimbang Marvelon Tablet 3,09 mg (untuk mencit 30 gr) 2. Disuspensikan kedalam larutan Na-CMC 10 ml

Lisa Try Desiyanti Efendi (150 209 117) _ W-2 4|

-Anti Fertilitas-

3. Disimpan dalam gelas kimia b. Suspensi sediaan Planotab Tablet 1. Ditimbang Planotab Tablet 2,3049 mg (untk mencit 30 gr) 2. Disuspensikan kedalam larutan Na-CMC 10 ml 3. Disimpan dalam gelas kimia c. Pembuatan Na-CMC 1 % 1. Alat dan bahan disiapkan 2. Na-CMC ditimbang sebanyak 1 g 3. Na-CMC dilarutkan dengan 50 ml air hangat sambil diaduk hingga jernih 4. Na-CMC tersebut ditambahkan lagi dengan 50 ml air dingin lalu diaduk lagi hingga homogen 5. Na-CMC tersebut disimpan pada wadah dan siap untuk digunakan setelah didiamkan selama 1 x 24 jam dalam kulkas. II.2.3 Pemberian obat pada hewan coba mencit (Mus musculus) : 1. Disiapkan alat dan bahan 2. Diberikan secara oral suspensi Marvelon Tablet (Kelompok 1), suspensi Planotab Tablet (kelompok 2) dan Na-CMC (kelompok 3 / control) pada mencit betina sesuai dengan volume pemberian masing-masing mencit betina.

Lisa Try Desiyanti Efendi (150 209 117) _ W-2 5|

-Anti Fertilitas-

3. Diberikan perlakuan setiap hari selama 7 hari sambil dibiarkan terus bercampur dengan mencit jantan. 4. Pada hari ke-8 atau hari praktikum, dianastesi mencit betina dengan kloroform 5. Dibedah mencit dengan menggunakan pisau bedah. 6. Diamati apakah ada pertumbuhan janin pada mencit betina atau tidak dan difoto.

Lisa Try Desiyanti Efendi (150 209 117) _ W-2 6|

-Anti Fertilitas-

BAB III HASIL PENGAMATAN

III.1 Data Pengamatan


Nama obat Mencit 1 Marvelon 2 3 1 Planotab 2 3 1 Na-CMC 2 3 Hasil -

Keterangan : : Tidak ada pertumbuhan janin

Lisa Try Desiyanti Efendi (150 209 117) _ W-2 7|

-Anti Fertilitas-

III.2 Pembahasan Fertilisasi atau pembuahan adalah proses bertemunya kedua sel gamet (jantan dan betina) atau lebih tepatnya peleburan dua sel gamet dapat berupa nucleus atau sel bernukeleus untuk kemudian membentuk zigot. Pada dasarnya melibatkan plasmogami( pengabungan sitoplasma) dan kariogami ( penyatuan bahan nucleus). Setelah terjadi pembuahan zigot tumbuh berkembang menjadi embrio. Peristiwa fertilisasi terjadi di saat spermatozoa membuahi ovum di tuba fallopii, terjadilah zigot, zigot membelah secara mitosis menjadi dua, empat, delapan, enam belas dan seterusnya. Pada saat 32 sel disebut morula, di dalam morula terdapat rongga yang disebut blastosoel yang berisi cairan yang dikeluokan oleh tuba fallopii, bentuk ini kemudian disebut blastosit. Lapisan terluar blastosit disebut trofoblas merupakan dinding blastosit yang berfungsi untuk menyerap makanan dan merupakan calon tembuni atau ari-ari (plasenta), sedangkan masa di dalamnya disebut simpul embrio (embrionik knot) merupakan calon janin. Blastosit ini bergerak menuju uterus untuk mengadakan implantasi (perlekatan dengan dinding uterus). Pada hari ke-4 atau ke-5 sesudah ovulasi, blastosit sampai di rongga uterus, hormon progesteron merangsang pertumbuhan uterus,

Lisa Try Desiyanti Efendi (150 209 117) _ W-2 8|

-Anti Fertilitas-

dindingnya tebal, lunak, banyak mengandung pembuluh darah, serta mengeluarkan sekret seperti air susu (uterin milk) sebagai makanan embrio. Enam hari setelah fertilisasi, trofoblas menempel pada dinding uterus (melakukan implantasi) dan ini melepaskan hormon korionik cara

gonadotropin.

Hormon

melindungi

kehamilan

dengan

menstrimulasi produksi hormon estrogen dan progesteron sehingga mencegah terjadinya menstruasi. Trofoblas kemudian menebal beberapa lapis, permukaannya berjonjot dengan tujuan memperluas daerah penyerapan makanan. Embrio telah kuat menempel setelah hari ke-12 dari fertilisasi. Menstruasi adalah perdarahan periodik pada uterus yang dimulai sekitar 14 hari setelah ovulasi. Menstruasi adalah perdarahan vagina secara berkala akibat terlepasnya lapisan endometrium uterus. Fungsi menstruasi normal merupakan hasil interaksi antara hipotalamus, hipofisis, dan ovarium dengan perubahan-perubahan terkait pada jaringan sasaran pada saluran reproduksi normal, ovarium memainkan peranan penting dalam proses ini, karena tampaknya bertanggung jawab dalam pengaturan perubahan-perubahan siklik maupun lama siklus menstruasi.

Lisa Try Desiyanti Efendi (150 209 117) _ W-2 9|

-Anti Fertilitas-

Siklus menstruasi dibagi atas empat fase : 1. Fase menstruasi Yaitu, luruh dan dikeluarkannya dinding rahim dari tubuh. Hal ini disebabkan berkurangnya kadar hormon seks. Hali ini secara bertahap terjadi pada hari ke-1 sampai 7. 2. Fase praovulasi Yaitu, masa pembentukan dan pematangan ovum dalam ovarium yang dipicu oleh peningkatan kadar estrogen dalam tubuh. Hal ini terjadi secara bertahap pada hari ke-7 sampai 13.

Lisa Try Desiyanti Efendi (150 209 117) _ W-2 10 |

-Anti Fertilitas-

3. Fase ovulasi Yaitu, keluarnya ovum matang dari ovarium atau yang biasa disebut masa subur. Bila siklusnya tepat waktu, maka akan terjadi pada hari ke-14 dari peristiwa menstruasi tersebut. 4. Fase pascaovulasi Yaitu, masa kemunduran ovum bila tidak terjadi fertilisasi. Pada tahap ini, terjadi kenaikan produksi progesteron sehingga endometrium menjadi lebih tebal dan siap menerima embrio untuk berkembang. Jika tidak terjadi fertilisasi, maka hormon seks dalam tubuh akan berulang dan terjadi fase menstruasi kembali. Kontrasepsi ialah pencegahan konsepsi atau pencegahan

kehamilan. Untuk mencapai tujuan tersebut, berbagai cara dapat dilakukan, antara lain penggunaan obat per oral, suntikan, atau intravaginal; penggunaan alat dalam saluran reproduksi (kondom, alat kontrasepsi dalam rahim/AKDR); operasi (tubektomi, vasektomi); atau dengan obat topikal intravaginal yang bersifat spermisid. Dari sekian banyak cara tersebut, penggunaan obat hormonal oral atau suntikan dan AKDR, merupakan cara yang paling banyak digunakan karena sudah lama dikenal dan efektifitasnya sebagai kontrasepsi cukup tinggi.

Lisa Try Desiyanti Efendi (150 209 117) _ W-2 11 |

-Anti Fertilitas-

Dikenal 4 tipe kontrasepsi oral yaitu : 1. Tipe kombinasi yang terdiri dari 21 22 pil dan setiap pilnya berisi derivat estrogen dan progestin dosis kecil untuk penggunaan satu siklus. Pil pertama mulai diminum pada hari kesatu perdarahan haid, selanjutnya setiap hari 1 pil selama 21 22 hari. Umumnya sampai 3 hari sesudah pil terakhir diminum, akan timbul perdarahan haid, yang sebenarnya merupakan perdarahan putus obat (withdrawel bleeding). Penggunaan pada siklus selanjutnya, yaitu pil pertama ditelan pada hari kesatu perdarahan haid. 2. Tipe sekuensial terdiri dari 14 15 pil yang hanya berisi derivat estrogen dan 7 pil berikutnya berisi kombinasi estrogen dan progesteron. Cara penggunaannya sama dengan tipe kombinasi. Efektivitasnya sedikit lebih rendah dan lebih sering menybabkan hal-hal yang tidak diinginkan bila dibandingkan dengan tipe kombinasi, oleh karena itu di beerapa negara tipe ini ditarik dari peredaran. Di Indonesia pil jenis ini belum pernah beredar 3. Tipe pil mini yang hanya berisi derivat progestin, noretinron, norgestrel, dosis kecil terdiri dari 21 22 tablet. Cara pemberian sama dengan tipe kombinasi

Lisa Try Desiyanti Efendi (150 209 117) _ W-2 12 |

-Anti Fertilitas-

4. Pil pasca senggama berisi dietilstilbestrol 25 mg, diminum 2 kali sehari dalam waktu kurang dari 72 jam pascasenggama selama 5 hari berturut-turut. Cara-cara baru yang kini lazim digunakan di seluruh dunia adalah alat-alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) atau I.U.D. (intrauterine contraceptive device) dan pil kontrasepsi oral, umumnya disebut pil anti-hamil. Dapat disinggung pula cara sterilisasi pria yang lambat laun makin banyak digunakan. Obat yang digunakan adalah Planotab dan Marvelon merupakan obat kontrasepsi hormonal yang merupakan kombinasi dari 2 zat aktif yaitu etinilestradiol dan desogestrel. Etinilestradiol merupahan hormon sintetik dari estrogen wanita dan desogestrel merupakan generasi ketiga hormon sintetik dari progesteron. Sediaan dalam bentuk tablet. Komposisi Marvelon: 21 tablet besar warna putih mengandung 0,15 mg desogestrel dan 0,03 mg etinilestradiol. 7 tablet putih yang tidak mengandung zat aktif. Yang mengandung silicon dioksida, laktosaa, magnesium stearat, tepung kentang,

povidone, asam stearat, alfa tokoferol.

Lisa Try Desiyanti Efendi (150 209 117) _ W-2 13 |

-Anti Fertilitas-

Komposisi Planotab: 21 tablet kecil yang mengandung 0,15 mg Levonorgestrel dan 0,03 mg Ethinylestradiol dan 7 tablet inert yang lebih besar. Tujuan dilakukannya percobaan anti fertilitas adalah

mengamati efek obat pil KB Planotab dan Marvelon secara langsung terhadap hewan coba mencit, dengan melihat efek obat: Mencegah terjadinya ovulasi, atau proses pelepasan sel telur matang dari indung telur, sehingga tidak terjadi proses

pembuahan jika ada sperma yang sampai ke rahim. Mencegah pembuahan dengan cara mengubah sifat cairan vagina, sehingga bisa menghambat sperma mencapai rahim. Hal ini berarti tidak akan mencapai sel telur. Mencegah embrio hasil pembuahan menempel pada dinding rahim, sehingga embrio tidak bisa berkembang. Mencit adalah salah satu hewan coba dalam dunai sains. Mencit digunakan sebagai hewan coba karena sruktur anatomi mencit hampir sama dengan sruktur tubuh manusia. Dan alasan yang kedua mencit digunakan dalam percobaan sains karena mencit dalam perkembang biakannya sangat cepat. Sehingga mudah didapatkan. Percobaan kali ini mencit dibagi dalam 3 kelompok, dimana masing-masing kelompok terdapat satu mencit jantan dan 3 betina. Satu

Lisa Try Desiyanti Efendi (150 209 117) _ W-2 14 |

-Anti Fertilitas-

kelompok diberi suspensi Marvelon Tablet, kelompok yang lain diberi suspensi Planotab Tablet. Sedangkan sisa kelompok yang satu lagi dijadikan sebagai kelompok pengontrol. Perlakuan dilakukan selama 7 hari berturut-turut, sambil terus dibiarkan bersama-sama dalam satu kandang. Pada hari ke-8 (pada saat praktikum) mencit dianastesi kemudian dibedah, untuk

mengetahui adanya janin atau tidak pada abdomen mencit. Diberi perlakuan selama 7 hari berturut-turut karena untuk mengetahui apakah efek obat Planotab dan Marvelon dapat bekerja dengan baik untuk mencegah pematangan dan pelepasan sel telur pada fase subur yaitu selama 1 sampai 7 hari. Sehingga, pada hari Ke-8 diperoleh hasil pengamatan, yaitu pada kelompok Marvelon satu mencit tidak terdapat pertumbuhan janin, Pada kelompok Planotab satu mencit tidak terdapat juga pertumbuhan janin dan Pada kelompok kontrol Na-CMC dua mencit juga tidak ditemukan adanya pertumbuhan janin. Mekanisme kerja dari kedua obat antifertilitas ini adalah sel-sel telur dicegah pematangannya sehingga tidak sampai pada keadaan dimana mereka dapat dibuahi, mengubah jumlah dan konsistensi mukus kelenjar leher rahim sedemikian rupa sehingga menghambat masuknya sperma dan dengan demikian mengurangi terjadinya konsepsi.

Lisa Try Desiyanti Efendi (150 209 117) _ W-2 15 |

-Anti Fertilitas-

BAB IV PENUTUP VI.1. Kesimpulan Dari hasil praktikum dapat disimpulkan kedua obat antifertilitas Planotab dan Marvelon memberikan efek antifertil, dapat dilihat dari tidak adanya pertumbuhan janin pada mencit betina (Mus musculus) yang sebelumnya telah diberikan obat antifertilitas secara rutin selama 7 hari.

V.2. Saran Diharapkan agar para asisten senantiasa mendampingi praktikan selama percobaan berlangsung

Lisa Try Desiyanti Efendi (150 209 117) _ W-2 16 |

-Anti Fertilitas-

DAFTAR PUSTAKA Anonim, 2011. Penutun Praktikum Farmakologi dan Toksikologi II. UMI. Makassar.

Dirjen POM, 1979. Farmakope Indonesia Edisi III. Depkes RI. Jakarta.

Olson. J., 2004. Belajar Mudah Farmakologi. Kedokteran.EGC. Jakarta. (hal 642)

Penerbit

Buku

Prawirohardjo, 1999. Ilmu Kandungan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta.

Tan. H.T., dan Rahardjo K., 1998. Obat-obat Penting. Depkes RI. Jakarta.

Lisa Try Desiyanti Efendi (150 209 117) _ W-2 17 |

-Anti Fertilitas-

LAMPIRAN

Perhitungan Dosis Marvelon 1. Desogestrel 0,150 mg Untuk mencit 20 gram = 0,150 mg x 0,0026 = 0,00039 mg Untuk mencit 30 gram = = 0,000585 mg 2. Etinil estradiol 0,030 mg Untuk mencit 20 gram = 0,030 mg x 0,0026 = 0,000078 mg Untuk mencit 30 gram = = 0,000117 mg Jadi, dosis untuk mencit 20 gram = 0,00039 mg + 0,000078 mg = 0,000468 mg Dosis untuk mencit 30 gram = 0,000585 mg + 0,000117 mg = 0,000702 mg

Lisa Try Desiyanti Efendi (150 209 117) _ W-2 18 |

-Anti Fertilitas-

Larutan stok 10 ml =

Berat Yang Ditimbang (BYD) =

Planotab 1. Levonorgestrel 0,15 mg Untuk mencit 20 gram = 0,15 mg x 0,0026 = 0,00039 mg Untuk mencit 30 gram =

= 0,000585 mg 2. Etinil estradiol 0,03 mg Untuk mencit 20 gram = 0,030 mg x 0,0026 = 0,000078 mg Untuk mencit 30 gram =

= 0,000117 mg

Lisa Try Desiyanti Efendi (150 209 117) _ W-2 19 |

-Anti Fertilitas-

Jadi, dosis untuk mencit 20 gram = 0,00039 mg + 0,000078 mg = 0,0000468 mg Dosis untuk mencit 30 gram = 0,000585 + 0,000117 = 0,000702 mg Larutan stok 10 ml

Berat Yang ditimbang

Lisa Try Desiyanti Efendi (150 209 117) _ W-2 20 |

-Anti Fertilitas-

SKEMA KERJA

ANTI FERTILITAS Hewan Coba Mencit betina

MarvelonTablet

PlanotabTablet

Na- CMC

Selama 7 hari , sambil dicampur dengan mencit jantan

Dibedah dan Dilihat adanya pertumbuhan janin atau tidak

Lisa Try Desiyanti Efendi (150 209 117) _ W-2 21 |