Anda di halaman 1dari 16

Laporan Praktikum Peralatan Industri Pertanian

Hari, tanggal: Kamis, 22 Maret 2012 Dosen: Golongan: Asisten: Dr. Ir. Meika Syahbana Rusli Ir. Ade Iskandar P1 Zakki Mubarok / F34090025 Belladini Lovely/ F34090047 Aldyanza Yusuf / F34090143

MATERIAL HANDLING Oleh: Khoirunnisa Prawita S. Sutresno ( F34100016) (F34100022)

DEPARTEMEN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2012 I.PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Mesin adalah sebuah teknologi yang diciptakan untuk mempermudah kehidupan manusia. Dalam pertanian penemuan mesin-mesin sangatlah membantu para petani untuk mengolah dan memproses komoditas pertanian yang mereka tanam dan produksi. Berporos pada agroindustri yaitu mengolah produk pertanian menjadi sesuatu yang mempunyai nilai tambah lebih tinggi maka bantuan dari teknologi mesin pertanian sangat dibutuhkan. Alat dan mesin pertanian memiliki berbagai peranan dalam usaha pertanian, antara lain menyediakan tenaga untuk daerah yang kekurangan tenaga kerja, antisipasi terhadap minat kerja di bidang pertanian yang terus menurun, meningkatkan kapasitas kerja sehingga luas tanam dan intensitas tanam dapat meningkat, meningkatkan kualitas sehingga ketepatan dan keseragaman proses dan hasil dapat diandalkan serta mutu terjamin, meningkatkan kenyamanan dan keamanan sehingga menambah produktivitas kerja, mengerjakan tugas khusus atau sulit dikerjakan oleh manusia dan memberikan peran dalam pertumbuhan di sektor non pertanian. Tidak jauh berbeda dalam suatu industri juga dibutuhkan alat-alat untuk membantu proses produksi, baik yang sifatnya memengaruhi karakteristik produk (melangsungkan proes) maupun alat yang hanya membantu tanpa mengubah karakteristik produk tersebut. Alat-alat yang tidak memengaruhi karakteristik produk namun berperan dalam membantu proses produksi disebut alat penunjang. Alat penunjang adalah peralatan yang digunakan untuk membantu dan melayani mesin pengolah dalam suatu produksi dengan tujuan untuk memperlancar jalannya proses, tetapi peralatan itu sendiri tidak termasuk atau menjadi bagian dari unit mesinpengolah yang digunakan dalam proses produksi tersebut. Dengan kata lain, proses akan tetap berjalan tanpa adanya alat penunjang, hanya saja tanpa alat penunjang akan dibutuhkan lebih banyak tenaga dan biaya. Penggunaan alat penunjang memiliki beberapa keuntungan lain, diantaranya menurunkan biaya operasi, mempercepat waktu operasi, menghemat ruangan kerja, menurunkan biaya overhead, meningkatkan keselamatan kerja, meningkatkan produkstivitas, dan mempertahankan mutu produk.

Peralatan yang dapat dikelompokkan ke dalam mesin penunjang bukan hanya peralatan yang digunakan untuk keperluan pemindahan barang, tetapi semua peralatan yang digunakan untuk keperluan memperlancar jalannya produksi selain mesin dan alat yang digunakan untuk pengolahan tersebut. Mesin penunjang dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu, peralatan penanganan bahan padat, peralatan penanganan fluida, dan mesin pendingin.

B. Tujuan Tujuan dari praktikum ini adalah mengetahui beberapa alat penunjang atau penangan bahan dan vacuum frying yang biasa ada di industri beserta prinsip kerja alat, jenisjenis, dan fungsi bagian-bagian pada alat mesin tersebut.

II. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pengamatan


1. Belt Konveyor

Belt

Gear motor

Head pulley

2. Chain Konveyor

Rantai/ chain
3. Forklift & Vacuum frying

Forklift

Vacuum friying

B.

Pembahasan Di dalam suatu industri terdapat beberapa bahan yang mempunyai intensitas

berat tertentu, ada bahan yang mempunyai bobot ringan, sedang, dan berat. Untuk berbagai keperluan dalam kegiatan industri tersebut sangat dibutuhkan tenaga pengangkut barang, namun untuk membantu kelancaran karena kemampuan atau daya angkut manusia yang terbatas. Mesin atau alat yang digunakan sebagai penunjang atau alat bantu ini mempunyai daya angkut yang jauh lebih besar dibanding dengan daya angkut manusia. Mesin penunjang atau Material Handling berfungsi untuk membantu dan melayani mesin pengolah dalam suatu proses produksi sehingga proses lebih lancar dan efisien. Dalam suatu industri ada beberapa jenis mesin penunjang (material handling) yang sering digunakan dalam industri, yaitu konveyor (ban berjalan), trucks (alat angkut/kereta), cranes (derek) dan hoist (kerekan). Konveyor digunakan untuk memindahkan material secara kontinyu dengan jalur yang tetap (Suhardi, 2008). Tujuan dan fungsi dari peralatan penanganan bahan adalah menjaga atau mengembangkan kualitas produk, mengurangi kerusakan dan memberikan perlindungan terhadap material, meningkatkan keamanan dan mengembangkan kondisi kerja, meningkatkan produktivitas, meningkatkan tingkat penggunaan fasilitas, mengurangi bobot mati dan sebagai pengawasan persediaan. Ada beberapa pertimbangan dalam memilih jenis peralatan penanganan bahan dalam industri, yaitu karakteristik material, tingkat aliran, dan tipe tata letak pabrik (Rudenko 1964). Pada Praktikum ini praktikan dikenalkan dengan berbagai alat penunjang dalam suatu industri seperti Conveyor dan Forklift, selain itu praktikan juga dikenalkan dengan satu alat proses yaitu vacuum frying. Jenis alat penunjang yang pertama yaitu Conveyor. Conveyor berasal dari kata convoy yang artinya berjalan bersama dalam suatu grup besar. Conveyor berfungsi mengangkut suatu barang dalam jumlah besar dan dapat mengatasi jarak yang

diberikan. Conveyor merupakan salah satu dari mechanical handling equipment. Penggunaan conveyor menjadikan pemindahan barang menjadi cepat dan efisien, dan dapat digunakan untuk berbagai macam material.Conveyor telah banyak dipakai industri di seluruh dunia untuk menghemat waktu dalam mencapai jarak pengangkutan serta menghemat tenaga manusia. Sistem conveyor digunakan apabila kita ingin memindahkan suatu material dalam jumlah yang banyak dari suatu tempat ke tempat lain yang melewati suatu jalur tertentu yang tetap (fixed path), dimana perpindahan material yang terjadi yaitu secara kontinu. Sebagian besar conveyor menggunakan daya untuk memindahkan beban sepanjang lintasannya, namun ada juga yang menggunakan gaya gravitasi yaitu bila kita ingin memindahkan beban dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah. Adapun karakteristik dari conveyor secara umum yaitu: dapat digerakkan secara mekanik maupun secara otomatis, mempunyai posisi yang tepat sesuai dengan lintasan yang akan dilaluinya, dan bisa terletak di dasar maupun di atas (mempunyai jarak dari tanah). Conveyor memiliki beberapa kelebihan, diantaranya Conveyor dapat memindahkan barang dengan aman dari satu tempat ketempat lain, yang dimana jika menggunakan tenaga manusia akan sangat melelahkan, lama dan mahal, conveyor dapat dipasang hampir dimana saja, dan lebih aman daripada jika menggunakan forklift dan peralatan angkut lainnya, dan conveyor dapat mengangkut segala macam jenis, bentuk, berat dan ukuran material. Secara umum suatu konveyor dapat mengangkut suatau bahan dengan kapasitas 5005000 m3/jam dengan panjang konveyor rata-rata 500-1000 m. Terdapat beberapa jenis konveyor yang biasa digunakan di lingkungan industri yaitu belt conveyor (konveyor sabuk), roller conveyor (konveyor roll), screw conveyor (konveyor ulir), chain conveyor (konveyor rantai) dan pneumatic conveyor (konveyor angin). Belt conveyor atau konveyor sabuk (ban berjalan) adalah alat pengirim (transportasi) yang paling efisien dalam pengoperasiannya jika dibandingkan dengan alat berat / truck untuk jarak jauh, karena dapat mengirim material lebih dari 2 kilometer, tergantung disain belt itu sendiri. Mesin ini digunakan untuk memindahkan bahan /barang dengan arah horizontal atau membentuk sudut dakian dari suatu sistem operasi yang satu ke sistem operasi yang lain dalam suatu susunan proses produksi.

Konveyor jenis ini menggunakan sabuk sebagai tempat untuk menaruh beban seperti gambar 1 dibawah ini.

Gambar 1. Belt konveyor Pada konveyor sabuk terdapat beberapa bagian antara lain belt, pulley, dan gear motor. Sabuk yang digunakan pada konveyor ini dapat terbuat dari karet, plastik, kulit atau logam tergantung dari jenis dan sifat bahan yang diangkut, misalnya untuk mengangkut bahan-bahan yang panas maka digunakan jenis sabuk dari logam, sedangkan jika digunakan untuk mengangkut bahan-bahan yang dingin dapat menggunakan sabuk dari karet atau plastik. Gear motor berfungsi untuk pemacu gerakan putar untuk menjalankan sabuk. Sementara itu pulley memiliki beberapa bentuk antara lain rubber belt yang merupakan komponen utama untuk membawa material dimana kekuatannya tergantung kepada kapasitas material yang dikirimnya. Rubber belt terbuat dari karet yang diperkuat oleh carcas, yaitu rajutan dari benang nilon atau lainnya yang sangat kuat, sedang untuk belt dengan lintasan yang cukup jauh dibutuhkan belt dengan kekuatan tarik yang cukup besar, sehingga belt ini diperkuat dengan anyaman kawat baja. Rubber belt dibuat dengan panjang tertentu, sehingga diperlukan sambungan, baik dengan sistem mechanical atau vulcanized (dingin atau pemanasan) (Anonim, 2012). Prinsip kerja belt conveyor adalah mengirim material yang ada di atas belt, dimana umpan atau inlet pada sisi tail dengan menggunakan chute dan setelah sampai di head, material ditumpahkan akibat belt berbalik arah. Belt digerakkan oleh drive / head pulley dengan menggunakan motor penggerak. Head pulley menarik belt dengan prinsip adanya gesekan antara permukaan drum dengan belt, sehingga kapasitasnya tergantung gaya gesek tersebut. Semakin kecil gaya gesekan yang ditimbulkan antar plat roller dengan sabuk maka semakin besar beban yang dapat di angkut.

Konveyer sabuk memiliki beberapa keunggulan dan kekurangan. Keunggulan konveyor sabuk antara lain dapat beroperasi secara mendatar atau miring dengan sudut maksimum 18, kapasitas tinggi, serba guna, dapat beroperasi secara continue, kapasitas dapat diatur,kecepatan sampai 600ft/m dan perawatan alatnya mudah. Sedangkan kekurangan yang dimiliki antara lain jaraknya terbatas, biaya relatif mahal dan sudut inklinasi terbatas. Konveyer ini dapat diaplikasikan pada industri pengemasan mie instant dan lain-lain. Jenis konveyor lainnya adalah roller conveyor dan pneumatic conveyor. Roller conveyor atau konveyor roll adalah konveyor yang paling umum digunakan. Lintasan geraknya tersusun dari beberapa tabung (roll) yang tegak lurus terhadap arah lintasannya dimana plat datar yang ditempatkan untuk menahan beban akan bergerak sesuai dengan arah putaran roll seperti gambar 2. Konveyor ini biasa digerakkan dengan rantai atau belt, ataupun dengan menggunakan gaya gravitasi tetapi harus juga diperhitungkan kemiringan maksimumnya (Anonim, 2011). Prinsip kerjanya yaitu di atas suatu lintasan (yang berputar bebas atau yang diputar dengan penggerak) dipasang rol-rol dalam jarak yang dekat. Gaya yang digunakan untuk mengangkut adalah gaya berat benda yang diangkut atau gaya yang timbul karena rol diputar. Penggunaannya hanya untuk benda potongan. Roller konveyor dapat dipakai sebagai alat pengangkut jarak jauh. Arah pengangkutan horizontal atau sedikit miring (Anonim, 2011).

Gambar 2. Roller konveyor

Pneumatic conveyor merupakan salah satu mesin pemindah bahan, khususnya untuk pengangkutan beban

curah/bubuk. Prinsip kerja dari pneumatic conveyor adalah mengalirkan material di dalam pipa dengan bantuan aliran udara bertekanan. Perawatan yang relatif murah, konsumsi daya yang kecil, dan fleksibilitas pengangkutan merupakan faktor yang menjadikan pneumatic konveyor ini banyak digunakan di dunia industri. Adapun parameter yang menjadi fokus perancangan adalah proses pengisian material pada feeder, kebutuhan debit dan tekanan udara pengangkutan, proses pembentukan plug, serta kerja compressor. Screw konveyor merupakan mesin penunjang yang terdiri dari baja yang memiliki spiral atau helical fin yang tertancap pada shaft dan berputar dalam suatu saluran berebentuk U (through) tanpa menyentuhnya sehingga helical fin mendorong material ke trough. Shaft digerakkan oleh motor gear. Konveyor dibuat dengan ukuran panjang 8-12 ft yang dapat bersatu untuk memperoleh panjang tertentu. Diameternya bervariasi dari 3 sampai 24 in seperti gambar 3. Saluran (through) berbentuk setengah lingkaran dan disangga oleh kayu atau baja. Pada akhir ulir biasanya dibuat lubang untuk penempatan as dan drive end yang kemudian dihubungkan dengan alat penggerak. Elemen screw konveyor disebut flight . bentuknya helical atau dengan modifikasi tertentu. Untuk helicoids flight bentuknya berupa pita memanjang dan dengan alat penyangga pada masing-masing belitan dan berakhir pada as sentral.

Gambar 3. Screw konveyor Screw konveyor memerlukan sedikit ruangan dan tidak membutuhkan mekanik serta membutuhkan biaya yang sedikit. Material bercampur saat melewati konveyor. Pada umumnya screw konveyor dipakai untuk mengangkut bahan secara horizontal. Namun bila diinginkan dengan elevasi tertentu bisa juga dipakai dengan mengalami

penurunan kapasitas 25-45% dari kapasitas horizontalnya. Elevasi 100 terjadi penurunan kapasitas 15%, Elevasi 150 terjadi penurunan kapasitas 20% dan Elevasi 200 terjadi penurunan kapasitas 40%. Konveyer chain (rantai) adalah jenis konveyor yang menggunakan rantai sebagai alat bantu untuk menggerakkan material. Konveyor rantai dibagi atas beberapa jenis konveyor antara lain, konveyor bucket, dan elevator bucket. Jenis yang akan dijelaskan adalah konveyor scraper dan konveyor apron. Penampang konveyor rantai seperti gambar 4 dibawah ini.

Gambar 4. Chain conveyor Scraper konveyor merupakan konveyor yang sederhana dan paling murah diantara jenis-jeis konveyer lainnya. Konveyor ini biasa digunakan untuk mengangkat material yang tidak mudah rusak, seperti abu, kayu, dan kepingan. Scraper konveyor memiliki beberapa keunggulan diantaranya dapat beroperasi dengan kemiringan sampai 450, harganya murah, mempunyai kecepatan maksimum 150 ft/m dan kapasitas pengankutan mencapai 360 ton/jam. Sedangkan kekurangan dari pada alat ini adalah mempunyai jarak pengangkutan yang pendek, tenaganya tidak konstan, dan biaya perawatan besar. Apron konveyor memiliki variasi yang lebih luas dan untuk beban yang lebih berat dengan jarak yang pendek. Apron konveyor terdiri dari dua rantai yang dibuat dari mata rantai yang dapat ditempa dan ditanggalkan dengan alat tambahan A. Palang kayu dipasang pada alat tambahan A diantara rantaidengan seluruh tumpuan dari tarikan konveyor.untuk pengangkutan bahan yang berat dan lama dapat ditambahkan roda roller pada alat tambahan A. Selain itu palang kayu dapat juga digantikan dengan plat baja untuk mengangkut bahan yang berat. Keunggulan apron konveyor adalah dapat digunakan untuk mengangkut bahan yang kasar, berminyak, berukuran besar,

perawatan mudah, dapat beroperasi pada kemiringan 250 dan kecepatan maksimum 100ft/m. Sedangkan kekurangan dari apron konveyor di antaranya kecepatan yang relatif rendah, kapasitas pengangkutan yang kecil, dan hanya dapat melakukan satu gerakan.

(a)

(b)

(c)

(d)

Gambar 5. Scraper(a),Apron(b), bucket konveyor(c), Bucket eleyator(d) Alat Penunjang lain yang biasa digunakan pada industri adalah forklift. Forklift adalah salah satu jenis pesawat pengangkat yang digunakan untuk memindahkan suatu barang dengan jarak yang pendek sehingga alat ini akan memudahkan kerja manusia dalam suatu pekerjaan yang sangat besar. Prinsip kerja forklift merupakan proses pengangkatan dan penurunan beban, untuk itu diperlukan stabilitas forklift dalam menerima beban. Menurut sumber energi yang digunakan, ada 2 macam jenis forklift yang saat ini populer digunakan, yaitu forklift diesel dan forklift elektrik. Pada forklift diesel digunakan mesin diesel sebagai penggeraknya. Secara otomatis, forklift ini berbahan bakar solar dan biasanya memiliki jenis ban yang terbuat dari karet seperti ban kendaraan pada umumnya. Sedangkan pada forklif elektrik digunakan tenaga baterai sebagai sumber energinya. Batery ini mempunyai lifetime sehingga diperlukan sebuah alat untuk mer-recharge sehingga batery dapat berfungsi kembali. Fungsi perawatan ini sangat penting untuk kelangsungan hidup dari sebuah batery. Beberapa hal yang dijadikan pertimbangan dalam pemilihan forklift antara lain, jenis medan yang ditempuh oleh forklift, jenis barang, berat barang, dan layout gudang. Bagian-bagian utama dari sebuah forklift yaitu: Fork, bagian utama dari sebuah forklift yang berfungsi sebagai penopang untuk membawa dan mengangkat barang. Fork berbentuk dua buah besi lurus dengan panjang rata-rata 2.5 m. Posisi peletakan barang di atas pallet masuk ke dalam fork juga menentukan beban maksimal yang dapat

diangkat

oleh

sebuah

forklift;

Carriage

Carriage merupakan bagian dari forklift yang berfungsi sebagai penghubung antara mast dan fork. Ditempat inilah fork melekat. Carriage juga berfungsi sebagai sandaran dan pengaman bagi barang-barang dalam pallet untuk giirimasi atau pengangkatan; Mast, bagian utama terkait dengan fungsi kerja sebuah fork dalam forklift. Mast adalah satu bagian yang berupa dua buah besi tebal yang terkait dengan hydrolic sistem dari sebuah forklift. Mast ini berfungsi untuk lifting (mengangkat) dan tilting; Over head guard, merupakan pelindung bagi seorang forklift driver. Fungsi pelindungan ini terkait dengan safety user dari kemungkinan terjadinya barang yang jatuh saat diangkat atau diturunkan, juga sebagai pelindung dari panas dan hujan; Counterweight, merupakan bagian penyeimbang beban dari sebuah forklift. Letaknya berlawanan dengan posisi fork. Berikut merupakan bagian-bagian pada forklift (Anonim, 2008).

Gambar 6 : Forklift Selain mesin-mesin tersebut, praktikan juga dijelaskan tentang mesin vacuum frying. Mesin ini berfungsi untuk mengolah buah-buahan dan sayuran yang memiliki kadar air tinggi menjadi keripik buah/sayur yang kering dengan tetap mempertahankan warna, aroma, dan cita rasa alami buah/sayur. Adapun buah yang biasa diolah contohnya nangka, apel, pepaya, nanas, salak, waluh, pisang, rambutan, mangga, labu kuning atau melon dan beberapa jenis sayuran misalnya jamur tiram, brokoli, buncis, kacang tanah, jagung, wortel, kacang panjang atau terong.

Prinsip kerja vacuum frying adalah menghisap kadar air dalam sayuran dan buah dengan kecepatan tinggi agar pori-pori daging buah-sayur tidak cepat menutup, sehingga kadar air dalam buah dapat diserap dengan sempurna. Prinsip kerja dengan mengatur keseimbangan suhu dan tekanan vakum. Pada alat ini suhu dan tekanan alat sangat diperhatikan karena sangat menentukan hasil dari proses yang dikerjakan alat terhadap bahan. Suhu dan tekanan yang tidak tepat akan merusak bahan. Misalnya jika suhu terlalu tinggi maka bahan akan menjadi rusak, sedangkan jika suhu rendah maka akan diperlukan waktu yang lebih lama untuk prosesnya (Hidayat 2008). Untuk menghasilkan produk dengan kualitas yang baik dari segi warna, aroma, dan ras buahsayur tidak berubah dan pengaturan suhu tidak boleh melebihi 85 C dan tekanan vakum antara 65 76 cmHg. Sebaiknya air dalam bak penampung pada vacuum frying tidak mengandung partikel besi karena dapat menyebabkan air keruh dan dapat merusak pompa vakum yang akhirnya mempengaruhi kerenyahan keripik (Hidayat, 2008). Faktor faktor yang mempengaruhi mutu akhir produk yang digoreng adalah kualitas bahan yang digoreng, kualitas minyak goreng, jenis alat penggorengan dan sistem kemasan produk akhir. Selama penyimpanan, produk yang digoreng dapat pula mengalami kerusakan yaitu terjadinya ketengikan dan perubahan tekstur pada produk. Ketengikan dapat terjadi karena minyak/ lemak mengalami oksidasi. Hal ini dipengaruhi oleh mutu minyak, kondisi proses penggorengan dan sistem pengemasan yang digunakan. Pada alat penggoreng vakum ini uap air yang dihasilkan sewaktu proses penggorengan disedot oleh pompa vakum. Setelah melalui kondensor uap air mengembun dan kondensat yang terjadi dpat dikeluarkan. Sirkulasi air pendingin pada kondensor dihidupkan sewaktu proses penggorengan. Vakum frying digunakan untuk bahan dengan kadar air tinggi dan kadar glukosa yang tinggi, hal ini dikarenakan pada bahan bahan yang digoreng menggunakan penggoreng biasa dengan kadar gula yang tinggi menyebabkan reaksi mailard yang terjadi antara gula dan panas tinggi pada suu penggorengan (Anonim, 2010). Aplikasi lain yakni digunakan untuk menggoreng bahan dengan kandungan volatil tinggi seperti aroma dan pigmen yang sensitif panas. Karena titik didih minyak yang rendah serta bertekanan membuat aroma tidak menguap dari bahan dan hanya air saja yang menguap secara berangsur angsur.

Vacuum frying memiliki beberapa bagian antara lain petunjuk tekanan (untuk mengetahui tekanan dalam vacuum frying), rotary drum (tempat menggoreng bahan), tabung penggoreng, dan gagang pemutar (untuk pegangan dalam memutar rotary drum).

Gambar 7 : Vacuum Frying

III. PENUTUP A. Kesimpulan Dunia industri pertanian memanfaatkan beberapa alat penunjang seperti conveyor dan forklift. Fungsi utama conveyor adalah untuk memindahkan bahan atau produk dengan jarak yang relatif dekat dan memiliki spesifikasi tertentu untuk jenis

bahan dan penggunaan yang berbeda. Beberapa jenis conveyor di antaranya belt conveyor, roll conveyor, pneumatic conveyor, chain conveyor, dan screw conveyor. Forklift digunakan untuk mengangkut barang dengan jarak yang dekat, namun dengan menggunakan forklift pekerja dapat dengan mudah memindahkan barang walaupun tumpukan barang yang tinggi. Penggunaan alat-alat tersebut umumnya dapat menurunkan biaya operasi, mempercepat waktu operasi, menghemat ruangan kerja, menurunkan biaya overhead, meningkatkan keselamatan kerja, meningkatkan produkstivitas, dan mempertahankan mutu produk sehingga sangat tepat penggunaannya pada suatu industri. Mesin vacuum frying biasa digunakan pada industri yang memproduksi semacam keripik berbahan dasar buah.Penggunaan alat alat ini ditujuka untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar, waktu serta bahan yang dipakai dalam proses produksi. Penggunaan alat ini emungkinkan mutu dari keripik buah dapat tetap terjaga karena prinsip kerja mesin sesuai dengan karakteristik bahan sehingga tidak terjadi reaksi-reaksi yang menurunkan mutu produk.

B. Saran Penggunaan alat penunjang perlu pada suatu industri karena beberapa manfaat yang dapat diterima industri. Pada praktikum selanjutnya, tempat dan suasana dalam ruangan praktikum harus kondusif dan bersih agar praktikum berjalan lancar dan kenyamanan praktikan dan asisten lebih baik lagi. Papan tulis (white board) juga dirasakan perlu disiapkan agar asisten dapat menggambarkan bagian-bagian alat atau mesin yang tidak terlihat dari luar.

DAFTAR PUSTAKA (Anonim). 2008. Forklift [terhubung berkala] http://logisticology.com/forklift/ (24 Maret 2012).

(Anonim). 2010.Mesin Vakum Frying [terhubung berkala] http://indocitagro.co.id/ index.php?option=com_content&task=view&id=2&Itemid=39 2012). (Anonim). 2011. Belt Conveyor [terhubung berkala] http://isorringin.blogspot.com/ 2011/02/belt-conveyor.html (25 Maret 2012) (Anonim). 2011. Alat Industri Kimia. [terhubung berkala] http://www.slideshare.net/ DefriPanjaitan/1-alat-industri-kimia-ver-24-sep-2011) (24 Maret 2012) (Anonim).2012. Roller Conveyor [terhubung berkala] http://www.cseconveyors.com/ rollers.html (21 Maret 2012)Aisyati, A. 2009. Material Handling [terhubung berkala] http://kangbison.files.wordpress.com. (24 Maret 2012). Hidayat, Nur .2008. Vacuum Fried Snack [terhubung berkala] (24 Maret

http://www.wordpress.com /2008/07/11/vacuum-fried-snack/ (25 Maret 2012). Rudenko. 1964. Material Handling Equipmernt. Moscow : Peace Publishing. Suhardi, B. 2008. Perancangan Sistem Kerja Dan Ergonomi Industri, Jilid 2. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.