P. 1
Penanganan Banjir Kota DKI Jakarta

Penanganan Banjir Kota DKI Jakarta

|Views: 1,132|Likes:
Dipublikasikan oleh Riris Arismia

More info:

Published by: Riris Arismia on Apr 10, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/09/2013

pdf

text

original

Tugas Makalah Drainase dan Pengendalian Banjir

Penanganan Banjir Kota DKI. Jakarta

Disusun oleh : 1. Arvie Narayana 2. Ayunda Dewi Ratih 3. Bachtiar Khoironi 4. Krisna Harimurty 5. Langlang Adi Pratama 6. Lisatia Dian Pithaloka 7. Mashuri Amin Dimyati 8. Moh. Yudhi W Dosen : Ir. Abdul Kadir, Dipl, HE.MT L2A008172 L2A008174 L2A008175 L2A008205 L2A008206 L2A008207 L2A008211 L2A008217

JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2012

.......................................................................... 5 2.............. 11 2......................MT DAFTAR ISI Halaman Judul ................ 1 1............................ 15 Daftar Pustaka 2 ...................................................................................................2 Perubahan Fungsi Lahan . ii BAB I........2...... 2 1..........2 Banjir Lokal ............................................................................................. Penanganan Banjir di Kota DKI Jakarta ......4......................................................... Potensi dan Penyebab Banjir di Kota DKI Jakarta .............................................. i Daftar Isi . 13 BAB III............................................ Jenis – Jenis Banjir di Indonesia ...............4...................................... Kondisi DKI Jakarta.......................................................................1 Banjir Kiriman ........... ISI .......................... Pengertian....... 5 2......................... 9 2.................2...................................................2... Penanggulangan Banjir ............................................ PENDAHULUAN ......................................4...................................... Dipl............................................................................ 9 2.............1............................3................ 6 2............................... Abdul Kadir........... Faktor – Faktor Penyebab Banjir ........................................................................................................Pengendalian Banjir Kota DKI Jakarta Ir................ HE. 10 2......... 1 1..............1..................2............................. 4 BAB II.............................................................................................................................................................3............................ Penutup .... 1 1.... 6 2................................................................... 7 2.................................................1 Sistem Drainase Kota yang Buruk .................1 Sistem Pengendalian Banjir di DKI Jakarta .....3................................................................................... Penyebab Banjir di Kota DKI Jakarta ..3.........

3. Banjir akibat Meluapnya Suatu Sungai Banjir jenis ini biasanya terjadi akibat dari suatu sungai yang sudah tidak mampu lagi untuk menampung aliran air yang ada di sungai itu. 2009). 2. Banjir Lokal Pada saat curah hujan tinggi dilokasi setempat dimana kondisi tanah dilokasi itu sulit dalam melakukan penyerapan air (bisa karena padat. Banjir adalah aliran yang relatif tinggi. Abdul Kadir. Dipl. Dan air itu ngeluyur keluar dari sungai atau saluran karena sungai atau salurannya sudah melebihi kapasitasnya. dimana aliran air tidak tertampung oleh palung sungai. Banjir adalah suatu keadaan sungai. Banjir Akibat Pasang Surut Air Laut Saat air laut pasang. bisa juga karena kondisinya lembab. dan bisa juga karena daerah resapan airnya tinggal sedikit) maka kemungkinan terjadinya banjir lokal akan sangat tinggi sekali. HE. Kondisi inilah yang disebut banjir. antara lain: 1. otomatis aliran air di bagian muara sungai akan lebih lambat dibandingkan bila saat laut surut. Selain melambat. bila aliran air sungai sudah melebihi kapasitasnya (ditempat yang datar 3 . 2001).MT BAB I PENDAHULUAN 1. dan tidak tertampung oleh alur sungai atau saluran.2. dan atau genangan pada lahan yang semestinya kering (Departemen Kimpraswil.Pengendalian Banjir Kota DKI Jakarta Ir. 3. (SK SNI M-18-1989-F (1989) dalam (Suparta (2004) Aliran yang dimaksud disini adalah aliran air yang sumbernya bisa dari mana aja. 2. Pengertian Beberapa pengertian banjir adalah: 1. sehingga terjadi limpasan. dimana debit air yang mengalir melalui sungai tersebut sudah melebihi kapasitas dari sungai tersebut. 1. Banjir adalah peristiwa terbenamnya daratan (yang biasanya kering) karena volume air yang meningkat (Wikipedia. Jenis – Jenis Banjir di Indonesia Menurut ahli hidrologi banjir-bajir di indonesia itu dibagi menjadi tiga jenis. ketinggian muka air laut akan meningkat.1.

1. maka air itu akan mengalir ketempat yang lebih rendah melalui saluran – saluran atau sungai . Kotaraja. Dataran banjir merupakan daerah yang terbentuk akibat dari sedimentasi (pengendapan) banjir. 2. Dataran banjir terbentuk akibat dari peristiwa banjir. Faktor – Faktor Penyebab Banjir Pada dasarnya banjir itu disebabkan oleh luapan aliran air yang terjadi pada saluran atau sungai. Dipl. perubahan geomorfologi. Juni 2004 dan Februari 2007 bertepatan dengan fenomena La Nina dan MJO (Madden- 4 . Perubahan iklim menyebabkan pola hujan berubah dimana saat ini hujan yang terjadi mempunyai waktu yang pendek tetapi intensitasnya tinggi. ditempat yang tinggi maupun tempat yg rendah.sungai dalam bentuk aliran permukaan (run off) sebagian akan masuk/meresap kedalam tanah (infiltrasi) dan sebagiannya lagi akan menguap keudara (evapotranspirasi). Akibat dari peristiwa sedimentasi ini. Palembang. Berdasarkan kajian LAPAN (2006) banjir yang terjadi di Jakarta Januari tahun 2002.3. dataran banjir merupakan daerah yg subur bagi pertanian. Banjir merupakan peristiwa yang alami pada daerah dataran banjir. Kupang. Pada saat air jatuh kepermukaan bumi dalam bentuk hujan (presipitasi). Maros. Global warming / pemanasan global menyebabkan terjadinya perubahan pada pola iklim yg akhirnya merubah pola curah hujan. Branti. Perubahan lingkungan dimana didalamnya ada perubahan iklim. mempunyai air tanah yang dangkal sehingga cocok sekali bagi pemukiman dan perkotaan.Pengendalian Banjir Kota DKI Jakarta Ir.MT atau cekungan) maka air itupun akan menyebar kesegala arah dan terjadilah banjir. Dataran banjir biasanya terbentuk di daerah pertemuan2 sungai.saluran yang ada tidak mampu lagi menampung besarnya aliran permukaan dan tanah . Abdul Kadir. 2006). Padang. Saat banjir terjadi. Berdasarkan analisis statistik data curah hujan dari tahun 1900 sampai tahun 1989 terhadap variansi hujan dengan menggunakan uji F dihasilkan bahwa telah terjadi perubahan intensitas hujan untuk lokasi Ambon. Perubahan dari masyarakat itu sendiri Hujan merupakan faktor utama penyebab banjir.tanah yang berasal dari hilir aliran sungai. dan Pontianak (Slamet dan Berliana. tidak hanya air yang di bawa tapi juga tanah . HE.tanah cepat mengalami penjenuhan. perubahan geologi dan perubahan tata ruang. Ada dua faktor perubahan kenapa banjir terjadi : 1. Akibat keadaan ini saluran . Bisa terjadi dimana saja.

rumput 18% sedangkan tanah kosong sekitar 60%.Pengendalian Banjir Kota DKI Jakarta Ir.5%.7% dan 90. 58. Agustus dan September lebih tinggi dari curah hujan yang terjadi pada saat bulan . Perubahan penggunaan lahan dan otomatis juga terjadi perubahan tutupan lahan ~penggunaan lahan itu ada pemukiman. Aliran permukaan terjadi apabila curah hujan telah melampaui laju infiltrasi tanah. HE. tanah yang hilang dan terangkut inilah 5 . dan juga meningkatkan persentase hujan menjadi direct run-off dari 53 % menjadi 63 %. kedua fenomena ini menyebabkan terjadinya peningkatan curah hujan diatas normal.bulan tersebut. 15% dan 0% akan menaikkan puncak banjir berturut-turut 12.MT Julian oscillation). ini membuktikan bahwa vegetasi sebagai pengatur tata air dimana pada saat hujan tanaman membatu proses infiltrasi sehinggaa air disimpan sebagai air bawah tanah dan dikeluarkan saat musim kemarau. Juli.7%. Menurut Suroso dan Santoso (2006) dalam WWF-Indonesia (2007) perubahan penggunaan lahan sangat berpengaruh terhadap peningkatan debit sungai. tp juga di sebabkan oleh perubahan penggunaan lahan dan penyempitan saluran drainase (sungai). Itu baru perhitungan yg di lakukan pada daerah hutan yg ditebang dimana masih ada tanah yang bisa meresapkan air Hasil penelitian Bruijnzeel (1982) dalam Onrizal (2005) yang di lakukan pada areal DAS Kali Mondoh pada tanaman hutan memperlihatkan bahwa debit sungai pada bulan Mei. proses infiltrasi terganggu. Sedangkan berdasarkan penelitian Onrizal (2005) di DAS Ciwulan. berdasarkan kesimpulan penelitian tersebut bukan hanya faktor iklim yang menyebabkan terjadinya banjir. ladang dll sedangkan tutupan lahan itu vegetasi yang tumbuh di atas permukaan bumi menyebabkan semakin tingginya aliran permukaan. tegalan. Dipl. Abdul Kadir. sawah. Memang. Hasil penelitian Fakhrudin (2003) dalam Yuwono (2005) menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan di DAS Ciliwung tahun 1990-1996 akan meningkatkan debit puncak dari 280 m3/det menjadi 383 m3/det. tanaman kopi 3%. Akibat dari erosi ini tanah menjadi padat.4%. Menurut Castro (1959) tingkat aliran permukaan pada hutan adalah 2. 60% dan 90%. Menurut Yuwono (2005) pengurangan luas hutan dari 36% menjadi 25%. 15% dan 0% akan meningkatkan laju erosi sebesar 10%. banyak lapisan atas tanah yang hilang dan terangkut ke tempat-tempat yang lebih rendah. Dalam makalah yang sama Yuwono (2005) juga mengungkapkan pengurangan luas hutan dari 36% menjadi 25%. penebangan hutan menyebabkan terjadinya kenaikan aliran permukaan sebesar 624 mm/th.

akan tetapi malah sebaliknya. 1. Penanggulangan Banjir 1. Larangan membuat rumah di dekat sungai. Bila sudah tidak ada lagi phon. Karena sungai dan selokan merupakan tempat aliran air. Memfungsikan sungai dan selokan sebagaimana mestinya. Biasanya. 2.4. bila sebuah kota tidak memiliki pohon sama sekali. 3. Abdul Kadir. Dipl. bendungan dan sungai. Apa yang akan terjadi? Pohon selain sebagai penetralisasi pencemaran udara di siang hari. jangan sampai fungsinya berubah menjadi tempat sampah. pendangkalan sungai atau waduk serta makin meluasnya lahan-lahan kritis.MT yang menjadi sedimentasi yang dapat mendangkalkan waduk. Akibatnya. Itu sebabnya pemerintah harus tegas.Pengendalian Banjir Kota DKI Jakarta Ir. Karena pohon adalah salah satu penopang kehidupan di suatu ktoa. Banyangkan. HE. Menanam pohon dan pohon-pohon yang tersisa tidak ditebangi lagi. merusak lingkungan. yang mendirikan rumah di dekat sungai adalah para pendatang yang yang datang ke kota besar hanya dengan modal nekat. Menurut Priatna (2001) kerusakan tanah akibat terjadinya erosi dapat menyebabkan bahaya banjir pada musim hujan. bisa dibayangkan apa yang akan terjadi bila hujan tiba. melarang membuat rumah di dekat sungai dan melarang orang-orang tanpa tujuan tidak jelas datang ke kota dalam jangka waktu lama atau untuk menetap. keberadaan mereka bukannya membantu peningkatan perekonomian. Kapasitas daya tampung dari saluran irigasi tersebut menjadi lebih kecil yang akhirnya dapat menyebabkan banjir walaupun dalam kondisi curah hujan normal. sebagai pengikat air di saat hujan melalui akar-akarnya. 6 .

2/km² tentu Jakarta sudah terlalu jenuh serta daya dukung lingkungannya menurun. Kondisi Banjir pada Jalanan Kota DKI.978. Salah satu masalah yang populer di Jakarta ialah banjir. apalagi kesenjangan sosial yang tinggi antara si kaya dan si miskin serta keberagaman etnis dari seluruh Indonesia berkumpul di sana. mempunyai luas wilayah 740. banjir. Berbagai permasalahan yang timbul antara lain kemacetan.Pengendalian Banjir Kota DKI Jakarta Ir.3 km².1. dengan kepadatan mencapai 12. Selain banjir besar lima tahunan. apalagi Jakarta masih menjadi ‘magnet’ bagi orang dari daerah untuk berurbanisasi mencari penghidupan yang layak di kota besar.MT BAB II ISI 2. Kondisi topografi Jakarta yang relatif datar serta saluran drainase yang 7 . Jakarta Jakarta sebagai kota megapolitan menyimpan berbagai macam permasalahan akibat terus meningkatnya jumlah penduduk.787 jiwa. HE. penduduk Jakarta berjumlah 9. rawan menimbulkan konflik sosial seperti tawuran serta berbagai macam tindak kejahatan.1.607. Abdul Kadir. Data statistik tahun 2010 menyebutkan. beberapa wilayah di Jakarta rentan terjadi genangan setiap kali hujan lokal atau banjir kiriman karena meluapnya sungai akibat tidak mampu lagi menampung debit air yang mengalir. polusi udara. dan sebagainya. Dipl. Kondisi DKI Jakarta Gambar 2.

Hal ini diperparah dengan perubahan fungsi lahan serta pesatnya pembangunan yang mengurangi daerah tangkapan air akibat berkurangnya ruang terbuka hijau. Menurut pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti. Akibatnya. Thamrin. mall. Hadi Purwanto.H. 2. Dipl. seperti yang ada di Jalan Sudirman. Yayat Supriatna. "Sudah tak layak lagi. gorong-gorong di Thamrin itulah yang kini sedang dibenahi. lihat saja gorong-gorong seukuran 1. tepatnya di depan Sarinah. kita sudah tahu bahwa drainase di Jakarta tidak berfungsi optimal sebagai salah satu "penakluk" banjir. ada goronggorong yang meledak karena mampet. mobil R-1 yang ditumpangi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak bisa lewat akibat terjebak banjir.MT buruk menjadi penyebab terjadinya banjir. Sunda. yaitu: 2. Ukurannya lebih besar. akan tampak kesibukan orang-orang membersihkan dan menata "perut" Jakarta. banyak drainase atau gorong-gorong yang berubah dari yang terbuka menjadi tertutup akibat pelebaran jalan. Abdul Kadir. Padahal karakter gorong-gorong terbuka tidak bisa dipaksakan menjadi tertutup. "Itu merupakan crossing untuk mengalirkan air dari Jalan Wahid Hasyim.2. dapat dilihat potensi .Pengendalian Banjir Kota DKI Jakarta Ir. Kawasan Thamrin jelas bukan satu-satunya yang drainasenya buruk. Sabang. Sky Building. Sistem Drainase Kota yang Buruk Tanpa harus melakukan survei mendetail pun. Saat ini tengah dibuat gorong-gorong baru di beberapa tempat untuk mengatasi banjir." kata Tarjuki. Nah." kata konsultan drainase Jakarta.1. yaitu 4 x 3 meter. pada Februari 2008. Eksploitasi air tanah yang berlebih pada gedung bertingkat diduga menyebabkan penurunan permukaan tanah di Jakarta. dan apartemen secara tidak langsung juga memicu terjadinya banjir. Jakarta. Haji Agus Salim. Contohnya. DKI Jakarta ini mengalami banjir.potensi yang dapat menyebabkan Ibu Kota Negara Indonesia. dan seputar Sarinah ke Kali Cideng.5 meter persegi di bawah Jalan M. Bila Anda melintasi jalan yang diapit gedung-gedung jangkung itu di malam hari. pusat Kota Jakarta. Di area itulah. HE. Potensi dan Penyebab Banjir di Kota DKI Jakarta Jika dilihat kondisi Kota DKI Jakarta saat ini. dan Cikini. di antaranya di bawah Jalan Thamrin. Gedung-gedung bertingkat seperti perkantoran. Kondisinya memprihatinkan: dipenuhi sampah dan kabel-kabel. Desain dan kapasitas drainase sudah tak sesuai 8 .2. sehingga diharapkan bisa mengatasi genangan di kawasan Sarinah.25 x 2.

ondisinya memang tidak layak lagi. Di Jalan Sunda. gorong-gorongnya memang lebih besar. seperti:  Pembangunan mal-mal dibangun di daerah wajib resapan air. Jakarta Pusat. Daerah Penghijaun di Daerah Kemayoran 9 .dapat kita lihat betapa Mini-nya luasan RTH yang disyaratkan bagi pertumbuhan suatu kota sehingga dengan semakin kecilnya daerah resapan air makin semakin luaslah daerah luapan banjir. dengan tinggi sekitar 2 meter dan lebar 1. Dipl. padahal hari itu tidak ada hujan. HE. di belakang gedung Sarinah. Abdul Kadir. Gambar 2. Contohnya. gorong-gorong lama yang ada di Jalan Haji Agus Salim. Air kotor terlihat dari lubang besi yang menjadi pembuangan air dari jalan.2.Pengendalian Banjir Kota DKI Jakarta Ir.5 meter. semakin kecilnya daerah hijau maka semakin luaslah daerah panas dijakarta. Namun kondisinya penuh sampah 2. Bahkan lubanglubang besinya sudah menyempit akibat lapisan beton dan aspal sewaktu perbaikan jalan. mengakibatkan sering terjadinya banjir. Selain kecil-berukuran sekitar 30 sentimeter persegi-terjadi pendangkalan. Perubahan Fungsi Lahan Berubahnya fungsi lahan.MT dengan kebutuhan Kota Jakarta.  Pemeliharaan infrastruktur yang buruk  Dengan memperhatikan peta DKI Jakarta dibawah ini dan dengan logika sederhana melihat dan membandingkan antara luasan area hijau dan area fisik bangunan.2.2.

Sementara itu proporsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk yang diperuntukkan bagi publik pada wilayah kota paling sedikit 20% dari wilayah kota. Abdul Kadir.Jalur Hijau Barito.sampai Kecamatan serta dasar penentuanproporsi RTH itu berdasarkan keterkaitan ekologis antar wilayah.MT  Tindakan sembrono dalam pemanfaataan ruang dalam kota  Proporsi ruang terbuka hijau pada wilayah kota paling sedikit 30% dari luas wilayah kota.  Dari Peta udara yang diambil dari google earth kita bisa melihat luasan hijau dari RTH Monas. HE.Jalur hijau Tebet. Kelurahan. RTH cibubur terlihat demikian MINI dibandingkan dengan luasan Permukiman dan fungsi-fungsi lainnya.3. Sebaran ruang terbuka hijau publik ini diharapkan merata dari mulai tingkat RT. Dipl.Ruang Kawasan Hijau Kemayoran dan luasan kawasan Hijau pemakaman Karet dan pemakaman Tanah Kusir yang berfungsi sebagai daerah resapan air terasa terhimpit oleh pembangunan fisik perumahan Gambar 2. RW.Pengendalian Banjir Kota DKI Jakarta Ir. Daerah Penghijaun di Daerah Tebet 10 . RTH Gelora Bung Karno.

Daerah Penghijaun di Daerah Tanah Kusir Gambar 2. Banjir Kiriman Banjir kiriman merupakan aliran banjir yang datangnya dari daerah hulu di luar kawasan yang tergenang. dapat dibedakan menjadi 3 macam. Penyebab Banjir di Kota DKI Jakarta Sumber genangan (banjir) di Kota DKI.3. sehingga 11 . Banjir Kiriman 2.3. HE.Pengendalian Banjir Kota DKI Jakarta Ir. Abdul Kadir. Banjir Lokal 2. yaitu: 1. Dipl.4. Hal ini terjadi jika hujan yang terjadi di daerah hulu menimbulkan aliran banjir yang melebihi kapasitas sungainya atau banjir kanal yang ada.5. Jakarta. Daerah Penghijaun di Daerah Karet 2.MT Gambar 2.1.

Kelak.Pengendalian Banjir Kota DKI Jakarta Ir. Abdul Kadir. HE. Gambar 2. Ini adalah salah satu upaya pengendalian banjir Jakarta di samping pembuatan waduk dan penempatan pompa pada daerah-daerah yang lebih rendah dari permukaan air laut. pengendalian banjir di Jakarta akan bertumpu pada dua terusan yang melingkari sebagian besar wilayah kota. karena Bogor terletak di daerah hulu.MT terjadi limpasan. terusan itu akan dikenal dengan nama Banjir Kanal Barat dan Banjir Kanal Timur. hal ini dapat terjadi kalau hujan yang terjadi melebihi kapasitas sistem drainase yang ada.6. Dipl. Terusan itu akan menampung semua arus air dari selatan dan dibuang ke laut melalui bagian-bagian hilir kota. 2. Peta Banjir Kanal Timur (BKT) 12 . Banjir kiriman berasal dari Kota Bogor. seperti yang ditulis Soehoed dalam Membenahi Tata Air Jabotabek. Penanganan Banjir di Kota DKI. Sejarah BKT dimulai ketika NEDECO (Netherland Engineering Concultans) menyusun "Master Plan for Drainage and Flood Control of Jakarta" pada Desember 1973. 2.2. Berdasarkan rencana induk ini.4.3. termasuk di dalamnya juga ada rencana pembangunan Banjir Kanal Barat yang selesai dibangun lebih dulu. Jakarta Salah satu solusi untuk mengatasi banjir di Jakarta ialah dengan membangun Banjir Kanal Timur (BKT). Banjir Lokal Banjir lokal adalah genangan air yang timbul akibat hujan yang jatuh di daerah itu sendiri.

melindungi permukiman.4 triliun (diambil dari APBD DKI Jakarta) dan biaya konstruksi Rp 2. dan Kali Cakung. Selain berfungsi mengurangi ancaman banjir di 13 kawasan. Dipl.9 triliun. Kali Buaran. rencana induk BKT kemudian dilengkapi dengan "The Study on Urban Drainage and Wastewater Disposal Project in the City of Jakarta" oleh Nikken Ass dengan dana bantuan dari OECF menghasikan detail design BKT. dan pergudangan di Jakarta bagian timur. Total biaya pembangunannya Rp 4.MT Pada tahun 1991. BKT juga dimaksudkan sebagai prasarana konservasi air untuk pengisian kembali air tanah dan sumber air baku serta prasarana transportasi air. Kali Sunter. HE. BKT direncanakan untuk menampung aliran Kali Cipinang.700 hektare. Rencana pembangunan BKT tercantum dalam Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 1999 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah 2010 Provinsi DKI Jakarta. Gambar 2. Abdul Kadir.Pengendalian Banjir Kota DKI Jakarta Ir. Trase Banjir Kanal Timur (BKT) 13 . terdiri dari biaya pembebasan tanah Rp 2. serta "The Study on Comprehensive River Water Management Plan in Jabotabek" pada Maret 1997 oleh JICA (Japan International Cooperation Agency).7. kawasan industri. Daerah tangkapan air (catchment area) mencakup luas lebih kurang 207 kilometer persegi atau sekitar 20. Kali Jati Kramat.5 triliun dari dana APBN Kementerian Pekerjaan Umum.5 kilometer. BKT akan melintasi 13 kelurahan (2 kelurahan di Jakarta Utara dan 11 kelurahan di Jakarta Timur) dengan panjang 23.

9 hektare di Jakarta Utara dan 257.MT Untuk pembuatan BKT.Pengendalian Banjir Kota DKI Jakarta Ir. Foto Pelaksanaan Fisik Banjir Kanal Timur (BKT) 14 . Pembangunannya menjadi lambat.3 hektare di Jakarta Timur. HE. pembuatan kanal yang sudah direncanakan lebih dari 30 tahun lalu itu menghadapi pembebasan tanah yang berjalan alot.2 triliun.19 hektare dengan biaya sekitar Rp 700 miliar. Rencana tersebut tidak kunjung selesai direalisasikan.9. Sampai dengan September 2006. Gambar 2. lahan yang telah dibebaskan 111. Untuk tahun 2007. Abdul Kadir. perlu pembebasan lahan seluas 405. dan banjir seperti yang kini dirasakan warga Jakarta menjadi kenyataan setiap tahun.8.28 hektare yang terdiri dari 147. Gambar 2. Penampang Melintang Banjir Kanal Timur (BKT) Dalam kenyataannya.36 hektare dengan biaya Rp 1. Dipl. direncanakan pembebasan 267.

Pengamatan detikcom. Berikut adalah Sistem Kawasan Pengendali Banjir dan Drainase Jakarta sampai 2010: Jakarta Utara          Sunter Selatan Pademangan Jembatan V Teluk Gong Angka Bawah Sunter Timur I Sunter Timur II Kelapa Gading Sunter Barat 15 . Hal ini terlihat dari kegiatan masyarakat di sekitar daerah Bantaran BKT.Pengendalian Banjir Kota DKI Jakarta Ir. Dipl. Abdul Kadir. memancing. masyarakat Jakarta sudah tampak menikmati keberadaan BKT. Sistem Pengendali Banjir di DKI Jakarta Untuk menangani banjir. Kondisi Banjir Kanal Timur (BKT) Saat Ini 2. Jakarta Timur.10. Gambar 2. seakan menemukan ruang publik yang selama ini dicari. khususnya Jakarta Timur. Provinsi DKI Jakarta telah membangun serangkaian Sistem Pengendali Banjir Jakarta. Masyarakat Jakarta. HE. Meskipun belum teruji manfaatnya dalam mengatasi banjir.1. ada yang bermain bersama anak.4. Senin (12/12/2011) di daerah Bantaran BKT Jl Basuki Rachmat. terdapat banyak warga Jakarta yang melakukan kegiatan di daerah tersebut.MT Akhirnya pada tahun 2011 pembangunan BKT selesai dan mulai dioperasikan. Kegiatan masyarakat di sekitar BKT cukup beragam. Namun. Pusat keramaian terdapat di beberapa titik jembatan penyeberangan yang menghubungkan Jl. Cipinang Muara. Basuki Rachmat dengan daerah perumahan penduduk Kelurahan Cipinang Muara. hingga muda-mudi yang berdua-duaan alias pacaran.

MT Jakarta Barat        Cipinang Jelambar Grogol Pinangsia Jati Pulo Kali Sekretaris S.Pengendalian Banjir Kota DKI Jakarta Ir. HE.P. Abdul Kadir.Barat Sistem Saluran Makro (13 sungai)                Kali Mookevart Kali Angke Kali Pesanggrahan Kali Grogol Kali Krukut Kali Baru (Pasar Minggu) Kali Ciliwung Kali Baru Timur Kali Cipinang Kali Sunter Kali Buara Kali Jati Kramat Kali Cakung Jakarta Pusat    Sawah Besar Sumur Batu Cideng Bawah Jakarta Selatan     Kali Grogol Atas Duren Tiga Pondok Karya Sangrila Banjir Kanal Banjir Kanal Barat Banjir Kanal Timur Jakarta Timur  Duren Sawit 2 . Dipl.

dan pembangunan bendungan. Jika hanya satu langkah yang dilaksanakan. Sehingga jakarta tidak mengalami kekeringan saat musim kemarau.uraian yang ada diatas maka solusi yang ingin saya berikan adalah : 1. reboisasi intensif. Air tampungan itu dapat diolah dan digunakan sebagai cadangan air baku bagi Jakarta. HE. memperbaiki bangunan-bangunan air yang sudah ada  Reboisasi intensif  Normalisasi aliran sungai (Solusi di hulu harus berkesinambungan.  Pembangunan bendungan. 2 .) 2. Penampungan air bawah tanah. langkah lain akan menjadi kurang efektif. antara pembatasan penggunaan lahan. seperti yang diterapkan Chicago (Amerika Serikat) dan Singapura mampu menampung sekitar 200 juta meter kubik air dan dapat bertahan 125 tahun. Ide penampungan air bawah tanah adalah menampung semua limpahan air banjir dan limbah cair dari sanitasi lingkungan ke dalam bendungan bawah tanah.MT BAB III PENUTUP Dari uraian. Dipl.Pengendalian Banjir Kota DKI Jakarta Ir. Pada bagian hilir :  Pembuatan Banjir Kanal Timur  Pembuatan penampungan air bawah tanah dalam skala besar atau deep tunnel reservoir. Abdul Kadir. Pada bagian hulu :  Pembatasan penggunaan lahan untuk pembangunan.

com/metromain/news/2012/04/03/87217/Jakarta-Dikepung-Banjir .com/read/2011/12/13/073833/1789558/10/?992204topnews http://rujak.org/tag/banjir-kanal-timur-bkt/ http://www.metrotvnews. Dipl. Ir. Pitoyo Subandrio.HE Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum http://id.org/wiki/Banjir_Kanal_Jakarta#Banjir_Kanal_Timur http://news.Daftar Pustaka Presentasi Pembangunan Banjir Kanal Timur.wikipedia.detik.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->