PEMETAAN SA TUAN GEOMORFOLOGI DAERAH KOT AAGUNG PROPINSI LAMPUNG BERDASARKAN INTERPRETASI CITRA SYNTHETIC APERTURE RADAR (SAR

) Soetoto*
ABSTRACT Kotaagung area Lampung Province was selected as investigation area to study the use of SAR image in geomorphologic mapping. Based on the results of the visual SAR image interpretation it was found that in the investigation area there were 3 geomorphologic units and 28 geomorphologic sub units in which the forming of the landforms were influenced by tectonic. volcanic. and fluvial processes. SAR image analysis was useful in identifying and delineating geomorphologic units and sub units in the investigation area. SAR image particularly helpful for regional geomorphologic mapping in area of high relief. dense vegetation. cloudy and which are difficult to be visited directly.

PENDAHULUAN
Latar Belakang Penelitian

Citra SAR (Synthetic Aperture Radar) adalah salah satu jenis citra penginderaan jauh yang pencitraannya dilakukan dengan menggunakan gelombang radar yang dipancarkan melalui antena sistem SAR yang dipasang pada pesawat terbang, shuttle, atau satelit. Gelombang radar yang dipancarkan ke permukaan bumi mampu menembus awan, kabut, hujan, vegetasi, aluvium kering dan es gletser (Posehn, 1991). . Daerah penelitian sebagian besar merupakan daerah bermedan berat karen a di samping berelief tinggi juga berhutan lebat sehingga sulit didatangi secara langsung. Selain itu atmosfer di daerah penelitian sering berawan dan kadang-kadang berasap akibat kebakaran hutan. Dengan demikian maka citra SAR memberikan citra permukaan bumi daerah penelitian yang berkualitas paling baik dibandingkan dengan citra foto udara, citra Landsat dan citra SPOT yang pencitraannya menggunakan gelombang tampak mata, bagian-bagiannya atau perluasannya yang tidak mampu menembus awan, kabut, hujan apalagi vegetasi. Semua hal tersebut di atas telah menimbulkan minat penulis untuk melakukan penelitian dengan menggunakan citra SAR. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian adalah mengetahui keadaan geomorfologi daerah penelitian terutama macam dan

persebaran satuan geomorfologi dan proses yang telah menyebabkan masing-masing satuan geomorfologi itu terbentuk. Di samping itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat citra SAR sebagai sarana pengumpul data dan pemberi informasi geomorfologi daerah penelitian.
Lokasi Daerah Penelitian

Lokasi daerah penelitian berada di daerah Kotaaagung Kabupaten Lampung Selatan, Propinsi Lampung (Gamb, 1).

PROPINSI SUMATRA SELATAN

("_''\.
/'''''''

......
.....

u
~
./
/

.I
l

./

'\,

,
,/

PROPINSI LAMPUNG
.~ ',-,-..,..'./'

.\

Gambar 1 : Peta penunjuk lokasi daerah penelitian

* Ir. Soetoto,

S.U .• Dosen Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM

MEDIA TEKNIK No.3 Tahun XX Edisi Agustus 1998 No.ISSN 0216-3012

27

.,

kabut... sesar jurus-geser 28 MEDIA TEKNIK No. kabut. mungkin berhubungan dengan fase perlipatanlntraMiosen.3 Tahun XX Edisi Agustus 1998 No. Pergerakan horisontal yang bermula pada Pleistosen Bawah mempengaruhi sistem lipatan Mesozoik dan Miosen serta struktur graben yang sudah ada. geologi di daerah perbukitan dan penelitian mereka menggelombang. Kotaagung melakukan Neogen dan Daerah bergaris : Subsidence dikontrol oleh graben-graben Sunda bagian barat yang rnengakomodasi pergeseran menganan Sistem Sesar Sumatra..TINJAUAN PUSTAKA (dextral strike-slip fault movement) normal. 2 : Sketsa struktural daerah Selat Sunda sedimen dan 1 satuan batuan beku terobosan). kabut. Evolusi geologi sesar-sesar dekat wilayah Selat Sunda menunjukkan bahwa pergeseran dekstral pada Sistem Sesar Sumatra mulai selama masa Miosen Tengah dan pergeseran normal telah terjadi di Selat Sunda sejak 5 juta tahun yang lalu. (1988) melakukan penelitian geologi di daerah Kotaagung Lampung berdasarkan interpretasi citra Landsat. 1980) menyebutkan bahwa unsur dasar interpretasi citra seperti tekstur. I 5 U MAT II A 1 J A VA '--"-_--Gambar 50 k. MacDonald (dalam Siegal dan Gillespie. lipatan. Sumatera berskala 1: 250. Tektonik ekstensional ini muncul untuk mengontrol batimetri Selat Sunda yang istimewa itu. 5 formasi batuan gunungapi dan 2 satuan batuan endapan permukaan berupa aluvium dan batugamping koral). dan Kuarter (2 formasi batuan sedimen. dataran Struktur tinggi. bentuk lahan dapat diklasifikasikan menjadi bentuklahan denudasional. kering dan es gletser (Gamb.tenggara. dan band-L ( A = 23 ern) mampu aluvium menembus awan. Satuan morfologi yang terdapat adalah dataran rendah. band-C ( A = 6 ern) mampu menembus awan. karst. kerucut gunungapi. 2).3). Penelitian mereka menghasilkan Peta Geologi Lembar Kotaagung. (6 formasi batuan sedimen. Erupsi gunungapi paroksismal pada zone sesar telah membuat kenampakan fisiografik Sesar Sumatra menjadi lebih kompleks.. Mereka sesar-sesar di sekitar ada dua kinematika sesar menganan hujan. Daerah berbintik : Subsidence dikontrol oleh sistem sesar normal Selat Sunda bagian timur. pola dan bentuk bayangan radar dapat digunakan untuk delineasi satuan bentuklahan. Struktur graben sepanjang Pulau Sumatera mungkin telah terbentuk selama orogenesis Kapur Tengah sebagai hasil gaya tensional pada puncak geantiklin dan berlanjut pada zaman Tersier. volkanik denudasional. 1 formasi Deformasi jurus geser terdapat pada batuan atau yang lebih tua. Zuidam (1983) menyebutkan bahwa berdasarkan atas morfogenesisnya. hujan. vegetasi. mulai dari Aceh sampai ke Teluk Semangko dengan arah baratlaut . glasial dan periglasial serta aeolian. akibat pengaruh pembukaan Selat Sunda bagian barat. marin. Hal ini disebabkan oleh sifat gelombang radar yang digunakan untuk pencitraan seperti band-X (A = 3 ern) mampu menembus awan. dan Kuarter di sekitar daerah berkesimpulan bahwa pada daerah utama Selat Sunda terlihat yaitu : pergerakan Selat Sunda. Sebrier kinematika Posehn (1991) menyebutkan bahwa citra radar sangat baik digunakan untuk penelitian geologi (termasuk geomorfologi) karen a citra radar memperlihatkan kenampakan permukaan bumi yang amat baik. Pramumijoyo penelitian mengenai kekar dan kelurusan. dan vegetasi. foto udara dan pengkajian lapangan. Tanda panah besar : arah pergeseran blok (Pramumijoyo dan Sebrier. 1990). fluvial. Miosen dan pergerakan Katili (1980) menyebutkan bahwa di Sumatera terdapat zone sesar yang panjangnya 1650 km. struktural denudasional. Amin dkk. 4 formasi gunungapi dan 4 satuan batuan beku terobosan). hujan.000 beserta buku laporan geologinya. sedangkan formag]. pegunungan yang terdapat dan di Lembar (1990) sesar adalah sesar. Di daerah penelitian (1 formasi mereka terdapat batuan batuan berumur Pra-Tersier batuan Tersier batuan metamorf. formasi Pliosen dan yang lebih muda hanya dipengaruhi oleh penyesaran normal (Gamb.ISSN 0216-3012 .

kemiringan lereng lebih curam daripada kemiringan lereng kakilereng gunungapi. dengan tebing terjal dan bentuk dasar kawah rata. Citra SAR yang digunakan adalah citra SAR berskala 1 : 200. Klasifikasi ini baik digunakan untuk membuat peta geomorfologi semi rinci yaitu yang berskala 1 : 100. Satuan ini masih dapat dibagi lagi menjadi 3 sub-satuan yaitu : a) sub-satuan tubuh sungai. ukuran.000. letaknya di sebelah kiri dan kanan sungai.BAND 'em X·BAND 3cm Gambar 3 : Kemampuan berbagai gelombang radar (band-X. batas persebarannya melingkar. Sub-satuan ini tampak berupa blok berona gelap. Satuan Bentuklahan Volkanik (V) METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan dengan metode interpretasi citra SAR secara manual dan visual. Klasifikasi yang digunakan untuk membuat peta satuan geomorfologi tentatif adalah klasifikasi Zuidam (1983) yang mendasarkan pada morfogenesis. bentuk. band-C dan band-L) dalam menembus vegetasi. bertekstur halus. berdasarkan atas kenampakan karakteristik citra yaitu rona. relief dan pola penyaluran. 2) Satuan Bentuklahan Volkanik Satuan Bentuklahan Struktural (Gamb. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Berdasarkan interpretasi citra SAR dan klasifikasi Zuidam (1983) dengan sedikit penyederhanaan dan perubahan pada angka indeks kode subsatuan geomorfologi. dibatasi oleh garis relatif meIingkar. MEDIA TEKNIK No. letak.Fluvial. b. b) subsatuan danau dan c) sub-satuan dataran banjir. bayangan. di daerah penelitian terdapat 3 satuan geomorfologi yaitu : 1) Satuan Bentuklahan Satuan ini sangat mudah dibedakan dari satuan lain atas dasar kenampakan khas: a) sub-satuan kawah. 1991). a. a. Sub-satuan tubuh sungai (FI) Sub-satuan ini dapat didelineasi atas dasar ronanya yang cerah (sungai kering) dan yang gelap (sungai berair) dengan bentuk berkelok-kelok dan berpola dendritik b. tekstur. berona abuabu cerah. c. pola. 5). teksturnya halus dengan rona cerah hingga abuabu cerah dan dilewati oleh sungai berpola dendritik. hitam putih (Gamb.ISSN 0216-3012 29 . dan 3) VEGETATION s"'" ~ Satuan Bentuklahan Fluvial (F) DRY Satuan ini amat jelas dan amat mudah dibedakan dari satuan lain atas dasar kenampakan morfografinya datar. Sub-satuan kerucut gunungapi (V2) Sub-satuan ini sangat mudah dikenali dan delineasi dari bentuknya yang mengerucut. tekstur halus hingga sedang.000 dan meliputi daerah yang cukup luas.000 hingga 1 : 250. 4). Sub-satuan danau (F2) C. c) subsatuan kakilereng gunungapi. aluvium kering dan es gletser (Posehn. asosiasi. b) sub-satuan kerucut gunungapi. bertekstur halus. Sub-satuan dataran banjir (F3) Sub-satuan ini morfografinya datar. Sub-satuan kawah (V I) Sub-satuan ini amat mudah dikenali dan didelineasi dari kenampakan depresi membundar di bagian puncak.3 Tahun XX Edisi Agustus 1998 No. rona abu-abu hingga abu-abu cerah. terdapat pola penyaluran radial.

c)sub-satuan gawir terkontrol sesar dan 4) sub-satuan depresi graben. Berdasarkan atas sumber erupsinya. sesar dan tubuh batuan beku intrusif.3 Tahun XX Edisi Agustus 1998 No.Gambar 4 : Citra SAR daerah penelitian skala I : 200. 3) Gunung A (VA). Satuan Bentuklahan Struktural satuan tampak jelas Satuan ini dikontrol oleh struktur geologi kekar.lSSN 0216-3012 . Batas persebaran masing-masing hingga amat jelas. 2) Gunung Sekicau (VS). 30 MEDIA TEKNIK No. Sub-satuan kakilereng gunungapi (V3) Sub-satuan ini mudah dikenali dan didelineasi karena letaknya pada kakilereng gunungapi. b) subsatuan tubuh batuan beku intrusif.000 (hasil fotokopi diperkecil dari skala asli I : 100. 4) Gunung B (VB). Satuan ini dapat dibagi lagi menjadi empat sub-satuan yaitu : a) subsatuan bentuklahan terkontrol kekar dan sesar. Satuan Bentuklahan Volkanik dapat diklasifikasikan lagi menjadi satuan bentuklahan hasil erupsi : 1) Gunung Paninggawan (VP).000) c. 5) Gunung Rindingan (VR) dan 6) Gunung Tanggamus (VT). berasosiasi dengan kerucut gunungapi dan berpola penyaluran radial.

.lSSN 0216-3012 31 .unung B Hasil trupsi Hosi' .s'otuan b. aluan dotaral" bonjir s : Iubuh qununqt::lpi (2JSATUAN ~ ~ ~ ~ ~ BENTUKLAHAN GununQ VOLKANIK Hosil...I'. :Gawir hrkontrol stsor N: BDqian .uPS! Gunung Rindingon Gunung Ton990mus [SJ Hasil ~ ~ ~ Sub .saloon ~.. otuon Kowah s Sub .'rups'l Hos'it Hasit Paninc.sctuco batuon beku inlrusi' se scr (J0wir t.rupsi . MEDIA TEKNIK No.ntuklahan ~ ~ Sub-sotuan donou Sub .o KETERANGAN GAM8AR: BENTUKLAHAN tubuh sunqoi 10 Km [£) SATUAN ~.unung A (.yang naik T: Bogion yanQ 'urun normal trupsi Gunun9 erupsi (. kerueut gunungllpi gununqopi SUb-satuon kakilrrfng @J ~ SATUAN BENTUKLAHAN btntuklahan tubuh STRUKTURAL ttrkontrol kfkor don sescr Sub-actuoo [5J Sub-satuon ~ ~ Sub-saluan Sub.Bntos sa\uan btn\uk\ohon : Botos sub.. FLUVIAL Sub-saluan LJ '.rkontrot d~pctsi 9robt" L::J Gambar 5 : Peta satuan geomotfologi tentatif hasil interpretasi dari Gambar 4.....JGwan S_ekicau .3 Tahun XX Edisi Agustus 1998 No.

setempat-setempat scrabbled. Gillespie. 1988) diketahui sub satuan ini terdiri dari batuan beku gran it.... 1980. Di bagian baratlaut daerah penelitian. Siegal and A. Sub-satuan gawir terkontrol sesar (S3) Sub-satuan ini sangat jelas tampak pada citra SAR berupa gawir relatif lurus berona cerah pada bagian high-light (layover) dan berona gelap pada bagian bayangan (shadow). Alberta. 2. Sub-satuan bentuklahan terkontrol kekar dan sesar (S1) Pada sub-satuan ini tampak jelas kelurusankelurusan berona gelap. Sumatra.1. Katili. c. Canada. Vo1. Berdasarkan peta geologi Lembar Kotaagung (Amin dkk. KESIMPULAN Berdasarkan uraian tersebut di atas dapat disimpulkan: 1..dan kegiatan tektonik kedua terjadi pada zaman Kuarter setelah pembentukan gunungapi Kuarter. Pramumijoyo. Santosa. rectangular. dan Gunawan. S. 1991 : Synthetic Aperture Radar Technology for Petroleum Exploration.3 Tahun XX Edisi Agustus 1998 No. 4. Pada citra SAR. Menurut Amin dkk. Sub-satuan tubuh batuan beku intrusif (S2) Sub-satuan ini berona mottled. Citra SAR amat membantu dalam pemetaan geomorfologi dan struktur geologi semi rinci daerah-daerah berelief tinggi dan berhutan lebat. Dengan demikian dapat ditafsirkan bahwa paling sedikit telah terjadi dua kali 32 kegiatan tektonik di daerah penelitian. 1980 . berpola penyaluran paralel. Indonesia. J. M.H. satuan ini tampak berona abu-abu cerah. Rona mottled ini mungkin disebabkan oleh topografi berbutir akibat dari pengaruh struktur kekar berpola sistematik yang saling berpotongan. No. Di bagian tengah tampak pol a penyaluran sub-dendritik. mudah hingga amat mudah dikenali dan didelineasi pada citra SAR. sedangkan kekar dan sesar berumur lebih muda daripada Graben Semangko dan Satuan Bentuklahan Volkanik. yaitu sebelum Kuarter dan pada zaman Kuarter. T. pp. Zuidam. I MEDIA TEKNIK No. dengan demikian maka penelitian geologi dengan interpretasi citra SAR perlu dilakukan dan dikembangkan. dengan batas persebaran relatif melingkar. dan subdendritic-parallel.S..a. Indonesia.C. edited by B.A.A. Sebagian bentuklahan volkanik terubah menjadi bentuklahan struktural akibat kekar dan sesar tersebut. Pola penyaluran yang tampak pada sub-satuan ini adalah subdendritik. berdimensi hampir sarna dan berpola sistematik saling berpotongan yang ditafsirkan sebagai kekar..6. Jakarta. Information Technologies (Canada) Calgary.. Posehn. MaecDonald. dengan tekstur sedangkasar. bertekstur sedang. dibatasi oleh dua gawir terkontrol sesar. the Directorate General of Mines. G. and Sebrier. 1990 : Neogene and Quaternary Fault Kinematics Around the Sunda Strait Area. Di bagian tengah daerah penelitian. Di daerah penelitian terdapat 3 satuan geomorfologi dan 28 sub-satuan geomorfologi yang pembentukannya dipengaruhi oleh proses tektonik.\45. Graben Semangko tertutup oleh tubuh Gunungapi Paninggawan. 1980 Techniques and Applications of Imaging Radars.W. bertekstur sedang. berona abu-abu cerah. Pada semua bentuk lahan volkanik dan dasar Graben Semangko terdapat kelurusan-kelurusan kekar dan sesar dengan pola yang mirip.. . R.S. in Remote Sensing in Geology. Enschede the Netherlands. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi. selain kekar terdapat pula sesar-sesar normal yang umumnya membentuk sesar tangga berarah baratlauttenggara dan timurlaut-baratdaya. Bandung. d. menghasilkan struktur kekar dan sesar normal (yang bukan pembatas Graben Semangko). lTC. b. Sub-satuan depresi graben (S4) Sub-satuan ini sangat jelas tampak berupa daerah depresi dengan morfografi dasar relatif datar. 3.Geotectonics of Indonesia a Modern View. lntera Ltd. Berdasarkan Hukum Cross-cutting Relationship dapat ditentukan bahwa Graben Semangko lebih tua daripada Gunungapi Paninggawan. Kegiatan tektonik pertama yang menghasilkan Graben Semangko terjadi sebelum zaman Kuarter. serta sesar jurusgeser menganan pada sesar-sesar besar pembatas Graben Semangko. John Wiley and Sons Inc. van.R. Macam dan persebaran satuan dan sub-satuan geomorfologi. batuan penyusun bentuklahan volkanik berumur Kuarter. macam dan persebaran struktur geologi.ISSN 0216-3012 . Di sebelah utara jalurjalur sesar yang membatasi Graben Semangko terdapat segmen-segmen sungai atau lembah yang meliuk ke arah tenggara yang memberi kesan telah terjadi pergeseran sesar jurus-geser menganan pada sesar-sesar pembatas Graben Semangko. volkanik dan fluvial. Journal of Southeast Asian Earth Sciences..2. 1983 : Guide to Geomorphologic Aerial Photographic Interpretation and Mapping. 137. \988 : Laporan Geologi Lembar Kotaagung.C.. berstruktur sedang-kasar. Di daerah penelitian paling sedikit telah terjadi dua kali kegiatan tektonik. (1988). New York. DAFTAR PUSTAKA Amin.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful