Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH PRAKTIKUM FISIKA UMUM II TENTANG HUKUM OHM

D I S U S U N

OLEH:
KELOMPOK VI (ENAM) NAMA : 1. ALFREDA ARIELLA TARIGAN 2. JUDIKA C. SINAGA 3. JUDIKA SIREGAR 4. LAVENIA ULANDARI 5. MOHD. ZULFACHRI FADLI RITONGA 6. SUSI SUSANTI SOLIN

JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2011-2012

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas berkat rahmat,

nikmat dan hidayah-Nya kami mampu menyelesaikan makalah ini. Makalah yang judul HUKUM OHM dibuat dengan tujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Praktikum Fisika Umum 2 pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Medan Jurusan Matematika . Dalam penulisannya, kami mengalami beberapa kendala. Namun, beruntung ada pihak yang bersedia membantu kelancaran penulisan makalah ini. Oleh karena itu, kami ucapkan

terima kasih kepada segenap pihak yang telah membantu kami. kami sadar bahwa makalah ini masih memiliki kelemahan dan kekurangan. Oleh karena itu, kami memohon maaf atas kekurangan tersebut. kami juga senantiasa membuka tangan untuk menerima kritik dan saran yang membangun agar kelak kami bisa berkarya lebih baik lagi .Harapan kami, semoga karya kecil ini bisa bermanfaat bagi kita semua.Semoga pula makalah ini dapat berfungsi sebagaimana mestinya

Medan, Maret 2012

Penyusun Kelompok VI i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR . DAFTAR ISI . .. BAB I PENDAHULUAN ... BAB II PEMBAHASAN . BAB III PENUTUP .. DAFTAR PUSTAKA ......

i ii 1 2 8 9

ii

BAB I PENDAHULUAN
Dalam teknik listrik banyak sekali yang harus di perhatikan salah satunya adalah hukumhukum tentang listrik di antaranya adalah hukum ohm , untuk itu dalam makalah ini akan di jelaskan ,agar dalam pengukuran arus listrik tidak terjadi kesalahan . HUKUM OHM () adalah suatu pernyataan bahwa besar arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar selalu berbanding lurus dengan beda potensial yang diterapkan kepadanya. Sebuah benda penghantar dikatakan mematuhi hukum Ohm apabila

nilairesistansinya tidak bergantung terhadap besar dan polaritas beda potensial yang dikenakan kepadanya. Walaupun pernyataan ini tidak selalu berlaku untuk semua jenis penghantar, namun istilah "hukum" tetap digunakan dengan alasan sejarah. Secara matematis hukum Ohm diekspresikan dengan persamaan

Dimana I adalah arus

listrik yang

mengalir

pada

suatu

penghantar

dalam

satuanAmpere, V adalah tegangan listrik yang terdapat pada kedua ujung penghantar dalam satuanvolt, dan R adalah nilai hambatan listrik (resistansi) yang terdapat pada suatu penghantar dalam satuan ohm.Hukum ini dicetuskan oleh Georg Simon Ohm, seorang fisikawan dari Jerman pada tahun 1825 dan dipublikasikan pada sebuah paper yang berjudul The Galvanic Circuit Investigated Mathematically pada tahun 1827. Dalam mengukut arus, hambatan , dan sebagainya sudah ada alat untuk mengukur, tapi dalam pengunaan lat harus ada dasar teori dan praktek untuk mendapatkan hasil atau mengetahui besarnya arus dalam konstruksi listrik. Maka dari itu mahasiswa di berikan mata kuliah teknik dasar listrik agar mahasiswa tidak asal memasukan data pengukuran karena dalam alat pengukuran yang sudah ada yaitu multimeter nilai yang sudah tertera pada saat mengukur bukanlah nilai sebenarnya karena hasil pengukuran alat tersebut belum diketahui arus sebenarnya. Untuk itu dalam pengukuran arus,tegangan ,dan hambatan harus menggunakan sistematis dengan menggunakan hokum Ohm.

BAB II PEMBAHASAN
Dalam bab ini akan di jelaskan pengertian Ohm ,dasar penggunaan hokum Ohm, dan beberapa percobaan yang sudah di lakukan oleh penemu hokum Ohm.

Pengertian Hukum Ohm


Bila ada dua titik mempunyai potensial bereda berarti kedua titik tersebut mempunyai beda potensial.

Kemudian bila kedua titik tersebut di hubungkan dengan suatu penghantar , maka pada penghantar ersebut akan mengalir arus listril . besarnya arus listrik tersebut tergantung dari besarnya beda potensial kedua titik tersebut dan nilai tahanan penghantarnya .Besarnya arus listrik tersebut ternyata berbanding terbalik dengan tahanan penghantarnya.

Keterangan : I = arus listrik dalam ampere V = beda potensial R = tahanan penghantar

Trik Menggunakan Rumus Hukum Ohm

Untuk mengetahui tegangan (V), pada segitiga persamaan Ohm di atas, V diberi warna biru yang berarti nilai yang dicari. Sedangkan arus (I) dan resistansi (R) diberi warna hijau yang berarti solusi untuk mencari nilai V, karena posisi I dan R sejajar secara horizontal dalam segitiga tersebut yang memiliki arti I x R, jadi V = I x R.

Pada segitiga kedua digunakan untuk mencari nilai arus (I) ditandai dengan I diberi warna biru. Sedangkan tegangan V dan resistansi R diberi warna hijau yang berarti solusi untuk mencari nilai I. Posisi V dan R berada pada posisi vertikal sehingga memiliki arti V / R, jadi I = V / R.

Pada segitiga ketiga digunakan untuk mencari nilai resistansi (R) yang ditandai dengan R diberi warna biru. Sedangkan tegangan V dan arus I diberi warna hijau yang berarti solusi untuk mencari nilai R dan posisi V dan I berada pada posisi vertikal sehingga memiliki arti V / I, jadi R = V / I.

Pada perumusannya juga dapat di gambarkan dengan grafik

Contoh peristiwa dalam arus listrik Gejala kelistrikan ditimbulkan oleh aliran muatan listrik antara dua titik. Semua alat listrik yang setiap hari kita gunakan merupakan susunan komponen-komponen listrik yang membentuk jalur tertutup yang disebut rangkaian.

Dalam pengukuran kelistrikan dapat d hitung secara sistematis V=RI R merupakan faktor pembanding yang besarnya tetap untuk suatu penghantar (pada suhu tertentu). Faktor pembanding ini dinamakan hambatan suatu penghantar.

Dalam suatu hambatan juga di pengaruhi factor-faktor u Panjang kawat penghantar ( l ) Semakin panjang kawat semakin besar besar pula nilai hambatannya. u Luas penampang kawat penghantar (A) Semakin besar penampang penghantar, semakin kecil nilai hambatannya. u Hambat jenis kawat penghantar ( ) Semakin besar hambat jenis penghantar, semakin besar nilai hambatannya.

Perhitungan secara sistematis

Penggunaan Hukum Ohm


Kita telah mengenal tiga besaran dalam listrik dinamik, yakni kuat arus listrik, tegangan, dan hambatan, atau I, V, dan R. dan seorang penemu telah merumuskan yaitu George Simon Ohm (1789-1854) merumuskan hubungan antara kuat arus listrik (I), hambatan (R) dan beda potensial (V) yang kemudian dikenal dengan hukum Ohm yang penurunannya sebagai berikut :

pandanglah sebuah kawat konduktor dengan panjang l dan luas penampang A

Karena berbentuk silinder volume dari dV adalah :

karena dl adalah jarak yang ditempuh elektron dengan kecepatan Vd dengan waktu 1 detik maka :

BAB I PENUTUP
1. KESIMPULAN
a. Fungsi utama hukum ohm adalah di gunakan untuk mengetahui hubungan tegangan dan kuat arus serta dapat digunkan untuk menentukan suatu hambatan beban listrik tanpa menggunkan ohmmeter.

b. Besar kecilnya hambatan listrik tidak dipengaruhi oleh Besar tegangan dan arus listrik tetapi dipengaruhi oleh panjang penampang, luas penampang dan jenis bahan.

c. Hukum ohm adalah semakin besar sumber tegangan maka semakin besar arus yang di hasilkan .

d. Hambatan dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu, panjang, luas dan jenis bahan.

e. Hambatan berbanding lurus dengan panjang benda, semakin panjang maka semakin besar hambtan suatu benda,

f. Hambatan juga berbanding terbalik dengan luas penampang benda, semakin luas penampangnya maka semakin kecil hambatanya.

DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_Ohm#cite_note-Halliday-0 http://ilmu-elektronika.co.cc/index.php/arus-searah-dc/hukum-ohm.html
DOE Fundamentals Handbook, Electrical Sciene, Volume 1 of 4, U.S. Department of Energy, Washington, D.C. 20585. Electrical and Electronic Principles and Technology, Third Edition, John Bird, Elsevier Ltd, 2007. Lesson In Electric Circuits, Volume I - DC, Tony R. Kuphaldt, Fifth Edition.