Anda di halaman 1dari 3

Sejarah Jembatan2.1. Pendahuluan Jembatan mempunyai arti penting bagi setiap orang.

Akan tetapi tingkatkepentingan tidak sama bagi tiap orang, sehingga akan menjadi suatu studi yang menarik.Suatu jembatan tunggal diatas sungai kecil akan dipandang berbeda oleh tiap orang, sebab penglihatan /pandangan masingmasing orang yang melihat berbeda pula. Seseorang yangmelintasi jembatan setiap hari pada saat pergi bekerja, hanya dapat melintasi sungai bilaada jembatan, dan ia menyatakan bahwa jembatan adalah sebuah jalan yang diberisandaran pada tepinya. Tentunya bagi seorang pemimpin pemerintahan dan dunia bisnisakan memandang hal yang berbeda pula. 2.2. Perkembangan Tipe Jembatan Jembatan, sebagaimana bidang keteknikan lainnya khususnya teknik struktur ( structure engineering ), diawali dengan proses cut and try, atau banyak orangmengatakan proses try and mfail .Hingga kini manusia telah mengkategorikan jembatan ke dalam lima tipe jembatan: balok (beam), kantilever (cantilever), pelengkung (arch), kabel gantung (suspension), dan rangka (truss). Empat tipe pertama jembatan diilhami dari kehidupan sebelum masehi

2.3. Bagian-bagian JembatanBalok lantai jembatan Lantai jembatan berfungsi sebagai lantai untuk lalu lintas, merupakan balok yangdisusun sedemikian sehingga mampu mendukung beban. Biasanya dipasang dalam arahmelintang jembatan, di atas gelagar. D alam perhitungan mekanika dibuat penyederhanaan modal, dimana balok lantaididukung oleh tumpuan sederhana. Agar balok lantai jembatan lebih baik, dapat diberilapisan aus permukaan berupa aspal atau beton. Gelagar (rasuk ) Gelagar jembatan akan mendukung semua beban yang bekerja pada jembatan.Bahan gelagar berupa bahan kayu dan atau profil baja berupa profil kanal, profil H atau I.Untuk mengurangi atau memperkecil lendutan dapat menambahkan balok melintangsebagai perkuatan sekaligus untuk meratakan beban Tiang sandaran dan trotoar Tiang sandaran merupakan kelengkapan jembatan yang berfungsi untuk keselamatan sekaligus untuk membuat struktur lebih kaku. Sedangkan trotoar bisa dibuatdan bisa juga tidak, tergantung perencanaan. Secara umum lebar trotoar minimum adalahuntuk simpangan 2 orang (100 150 cm) Konstruksi penghubung balok lantai rasuk Bila rasuk menggunakan profil baja seperti tipe I atau kanal (C), untuk menghubungkan rasuk dan balok lantai diusahakan agar tidak melubangi sayap darirasuk, karena akan mengurangi kekuatan struktur jembatan. Berbeda halnya bila rasuk menggunakan bahan kayu (balok kayu), alat sambung yang digunakan bisa berupa kokot baut, baut, atau kokot paku. 3. Jembatan Beton Bertulang3.1. Jembatan

Slab Beton Bertulang Suatu jembatan slab pada tumpuan sederhana tersusun dari pelat monolit, dengan bentang dari tumpuan ke tumpuan tanpa didukung oleh gelagar atau balok melintang ( stringer ). Jembatan beton bertulang dengan tipe struktur atas berupa slab akan lebihefisien bila digunakan untuk bentang pendek. Hal ini disebabkan berat slab yang tidak ekonomis lagi untuk bentang yang lebih panjang lagi. Struktur slab lebih sesuai untuk bentang sampai dengan 35 ft ( + 10 m ), akan tetapi banyak perencana menyatakan bahwa penggunaannya lebih ekonomis bila tidak lebih dari 20 25 ft ( + 6 8 m ). 3.2. Jembatan Gelagar Kotak (box girder ) Jembatan gelagar kotak (box girder ) tersusun dari gelagar longditudinal dengan slabdi atas dan di bawah yang berbentuk rongga (hollow) atau gelagar kotak. Tipe gelagar inidigunakan untuk jembatan bentang bentang panjang. Bentang sederhana sepanjang 40 ft( + 12 m ) menggunakan tipe ini, tetapi biasanya bentang gelagar kotak beton bertulanglebih ekonomis antara 60 100 ft ( +18 30 m ) dan biasanya didesain sebagai struktur menerus di atas pilar. 3.3. Jembatan Gelagar Deck (deck girder ) Jembatan gelagar deck lebih sederhana dalam desain dan relatif mudah untuk dibangun serta akan ekonomis bila dibangun pada bentang yang sesuai. Jembatan tipe inidigunakan secara luas dalam konstruksi jalan raya. Panjang penggunaannya akan lebih ekonomis pada bentang 40 80 ft ( + 15 25 m ) pada kondisi normal (tanpa kesalahan pekerjaan). Beberapa variasi gelagar deck dalam desain dan fabrikasi antara lain :

Balok T beton bertulang

Balok dan lantai dicetak di tempat secara monolit

Balok pracetak dan lantai dicetak di tempat

Balok pracetak dan lantai pracetak

Beton prategang

Gelagar prategang dan lantai dicetak di tempat

Gelagar prategang pracetak dengan slab lantai beton bertulang cetak di tempat

Gelagar prategang pracetak dengan berbagai kemungkinan metode fabrikasi dan pencetakan lantai 4. Jembatan Prategang4.1. Definisi

Beton prateang adalah jenis beton dimana tulanan bajanya ditarik/ ditegangkanterhadap betonnya. Penarikan ini menghasilkan sistem kesetimbangan pada tegangandalam yang akan meningkatkan kemampuan beton menahan beban luar. 4.2. Konsep Prategang Sistem prategang untuk mengubah beton menjadi bahan yang elastis Konsep ini memperlakukan beton sebagai bahan yang elastis dan merupakan pendapat yang umum dari para insinyur Sistem prategang untuk kombinasi baja mutu tinggi dengan beton Konsep ini mempertimbangkan beton prategang sebagai kombinasi dari baja dan beton seperti pada beton bertulang, dimana baja menahan tarikan dan beton menahandesakan. Sistem prategang untuk mencapai perimbangan beban Konsep ini terutama menggunakan prategang sebagai usaha untuk membuatseimbang gaya-gaya pada sebuah batang. Penerapan dari konsep ini mengangap betondiambil sebagai benda bebas dan menggantikan tendon dengan gaya-gaya pada betonsepanjang bentang