Anda di halaman 1dari 16

SEMINAR MANAJEMEN KEUANGAN

YOGA PRADANA C2A009058

Judul Jurnal

Analisis Rasio Keuangan untuk Memprediksi Kondisi Financial Distress Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta

Luciana Spica Almilia & Kristijadi STIE PERBANAS Surabaya

Tujan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan model logit untuk memprediksikan financial distress perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta

Latar Belakang Penelitian


Pemanfaatan laporan keuangan dan rasio-rasio keuangan Pentingnya deteksi dini mengenai financial distress melalui rasio-rasio keuangan tersebut untuk menghindari kerugian dalam berinvestasi

Hipotesis

H1: Rasio keuangan dapat digunakan untuk memprediksi financial distress perusahaan perusahaan yang ada di Indonesia

Variabel Penelitian
Variabel Dependen: Finacial distress perusahaan Variabel Independen: 1. Profit Margin 2. Likuiditas 3. Efisiensi Operasi 4. Profitabilitas 5. Finacial Leverage 6. Posisi Kas 7. Pertumbuhan

Model Penelitian
Profit Margin Likuiditas Efisiensi Operasi Profitabilitas Financial Leverage Posisi Kas Pertumbuhan Financial Distress

Hasil
Dari keduabelas persamaan regresi yang dibentuk menunjukkan bahwa rasio-rasio keuangan dapat digunakan untuk memprediksikan financial distress suatu perusahaan. Sehingga hipotesis dalam penelitian ini dapat diterima, bahwa rasio-rasio keuangan dapat digunakan untuk memprediksikan financial distress suatu perusahaan

Hasil (lanjutan)
Sedangkan variabel rasio keuangan yang paling dominan dalam menentukan financial distress suatu perusahaan adalah: Rasio profit margin yaitu laba bersih dibagi dengan penjualan (NI/S). Rasio financial leverage yaitu hutang lancar dibagi dengan total aktiva (CL/TA). Rasio likuiditas yaitu aktiva lancar dibagi dengan hutang lancer (CA/CL). Rasio pertumbuhan yaitu rasio pertumbuhan laba bersih dibagi dengan total aktiva (GROWTH NI/TA).

Judul Jurnal

An Empirical Study on the Corporate Financial Distress Prediction Based on Logistic Model: Evidence from Chinas Manufacturing Industry

Tujuan Penelitian

Sebagian besar penelitian ini terutama difokuskan pada analisis perbedaan dalam indikator keuangan antara perusahaan yang terlibat dalam kesulitan keuangan dan non-kesulitan keuangan dengan tujuan memberikan kontribusi model prediksi kesulitan keuangan dalam industri manufaktur di China.

Latar Belakang
Penyebanb krisis keuangan perusahaan: kesalahan pengambilan keputusan manajemen, pengelolaan manajemen perubahan yang tidak terkendali lingkungan eksternal, dan sebagainya. Perlunya perancangan sebuah system untuk memprediksi financial distress dalam operasi normal dari suatu system keuangan dapat melacak dan memantau situasi keuangan perusahaan.

Hipotesis
H1: Adding non-financial indicators to the financial distress prediction model can improve the precision of the prediction; H2: The mixed model can predict the distress early than the financial indicator model

Variabel Penelitian

Dependen : kemungkinan financial distress


Independen: Financial indicators: Cash to Current Liability Ratio, Debt-Equity Ratio, Debt-asset Ratio, Inventory Turnover, Total Assets Turnover Non financial indicators: board size, the ratio of independent director, The ratio of the ownership of director, CR_5 indicator, Z indicator

Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa model dengan indikator non-finansial dapat meningkatkan kemampuan prediksi kesulitan keuangan perusahaan. Ketepatan waktu dan tingkat kebenaran jangka panjang dari model campuran adalah jauh lebih baik daripada model dengan hanya indikator keuangan, dan semakin dekat kepada terjadinya krisis keuangan perusahaan, semakin baik tingkat kebenarannya.

TERIMA KASIH