Anda di halaman 1dari 6

1.

Metode Ilmiah Metode ilmiah merupakan suatu cara untuk memperoleh kebenaran ilmu pengetahuan atau pemecahan suatu masalah, pada dasarnya menggunakan metode ilmiah. Metode ilmiah yang pertama kali dikenalkan oleh John Dewey adalah perpaduan proses berfikir deduktif-induktif guna pemecahan suatu masalah. Langkah-langkah pemecahan suatu masalah menurut John Dewey (How We Think :1910) : a. b. c. d. e. Merasakan adanya suatu masalah atau kesulitan. Merumuskan dan atau membatasi masalah/kesulitan tersebut. Mencoba mengajukan pemecahan masalah/kesulitan tersebut dalam bentuk hipotesisMerumuskan alasan-alasan dan akibat dari hipotesis yang dirumuskan secara Menguji hipotesis-hipotesis yang diajukan, dengan berdasarkan fakta-fakta yang

hipotesis. deduktif. dikumpulkan melalui penyelidikan stsu penelitian. Almack (1939) membuat batasan bahwa metode ilmiah adalah suatu cara menerapkan prinsipprinsip logis terhadap penemuan, pengesahan, dan penjelasan kebenaran. Dengan demikian maka penelitian pada dasarnya adalah proses penerapan metode ilmiah tersebut yang hasilnya adalah ilmu (kebenaran). Bahasan metode ilmiah sekurang-kurangnya mencakup dua hal yakni menyangkut masalah kriteria dan langkah-langkah. Kriteria metode ilmiah terdiri dari : a. b. c. d. e. a. b. c. d. e. f. g. h. i. Berdasarkan fakta Bebas dari prasangka Menggunakan prinsip analisis Menggunakan hipotesis Menggunakan ukuran objektif Memilih dan atau mengidentifikasi masalah Menetapkan tujuan penelitian Studi literatur Merumuskan kerangka konsep penelitian Merumuskan hipotesis Merumuskan metode penelitian Pengumpulan data Mengolah dan menganalisis data Membuat laporan.( Dr. Soekidjo Notoatmodjo )

Sedangkan langkah-langkah umum yang ddigunakan dalam metode ilmiah mencakup :

Metode ilmiah boleh dikatakan suatu pengejaran terhadap kebenaran yang diatur oleh pertimbangan-peertimbangan logis. Karena idel dari ilmu adalah untuk memperoleh interelasi yang sistematis dari fakta-fakta, maka metode ilmiah berkehendak untuk mencari jawaban faktafakta dengan menggunakan pendekatan kesangsian sistematis. Karena itu, penelitian dan metode ilmiah mempunyai hubungan dekat sekal, jika tidak dikatakan sama. Kriteria metode ilmiah: a. Berdasarkan fakta b. Bebas dari prasangka (bias) c. Menggunakan prinsip-prinsip analisis d. Menggunakan hipotesis e. Menggunakan ukuran objektif f. Menggunakan teknik kuantifikasi. (Moh. Nazir, Ph.D)

2. Masalah Penelitian dan Tujuan Penelitian a) Masalah Penelitian Merupakan kesenjangan antara harapan tetapi kenyataannya atau yang dalam bentuk pertanyaan (research question). ( Dr. Soekidjo Notoatmodjo ) Masalah penelitian merupakan masalah yang timbul karena adanya tantangan, kesangsian ataupun kebingungan terhadap suatu hal atau fenomena, adanya kemenduaan arti (ambiguity) adanya halangan dan rintangan, adanya celah (gap) bauk antar kegiatan atau anterfenomena, baik yang telah ada maupun yang akan ada. Penelitian diharapkan dapat memecahkan masalah-masalah itu, atau sedikit-dikitnya menutup celah yang terjadi. Tujuan dari pemilihan serta perumusan masalah adalah untuk : a. Mencari sesuatu dalam rangka pemuasan akademis seseiorang. b. Memuaskan perhatian serta keingintahuan seseorang akan hal-hal yang baru. c. Meletakkan dasar untuk memcahkan beberapa penemuan penelitian sebelumnya atau pun dasar untuk penelitian selanjutnya . d. Memnuhi keinginan sosial. e. Menyediakan sesuatu yang bermanfaat. (Moh. Nazir, Ph.D). b) Tujuan Penelitian Tujuan penelitian adalah suatu kearah mana, atau data (informasi) apa yang akan dicari melalui penelitian itu. Tujuan penelitian dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang konkret yang dapat diamati (observable) dan dapat diukur (measurable). terjadi tidak demikian, dapat dilakukan dalam bentuk pernyataan (problem statement), dan juga dapat

Biasanya tujuan penelitian dibedakan menjadi dua yaitu ; tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan khusus hakekatnya merupakan penjabaran dari tujuan umum. ( Dr. Soekidjo Notoatmodjo) Tujuan penelitian penting untuk mengidentifikasi, menjelaskan, mempelajari, membuktikan, mengkaji, memprediksi alternatif pemecahan penelitian, dan menentukan arah dari rencana penelitian yang akan dilakukan. Tujuan penelitian ini meliputi tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan penelitian harus relevan dengan masalah yang dirumuskan. Adanya tujuan yang jelas akan mempermudah peneliti untuk mendapatkan hasil yang diharapkan. Tujuan penelitian harus jelas, ringkas, dan ditulis dengan manggunakan kata kerja operasional seperti, mengidentifikasi, mempelajari, mencari, menganalisis, membuktikan, mengembangkan, dll. Penulisan tujuan umum yang digunakan adalah untuk menggambarkan judul yang hendak dicapai secara umum. (Aziz Alimul Hidayat). 3. Kerangka Konsep dan Hipotesis a. Kerangka Konsep Konsep adalah suatu abstraksi yang dibentuk dengan meng-generalisasikan suatu pengertian. Oleh sebab itu, konsep tidak dapat di ukur dab di amati secara langsung. Agar dapat di amati dan dapat di ukur, maka konsep tersebut harus dijabarkan kedalam variabel-varibel. Kerangka konsep penelitian adalah kaitan antara konsep satu terhadap konsep yang lainnya dari masalah yang ingin diteliti atau kerangka hubungan antara konsep-konsep yang ingin diamati atau diukur melalui penelitian-penelitian yang akan dilakukan. ( Dr. Soekidjo Notoatmodjo ) Kerangka konsep merupakan justifikasi ilmiah terhadap penelitian yang dilakukan dan memberi landasan kuat terhadap topik yang dipilih sesuai dengan identifikasi masalahnya. Kerangka konsep harus didukung landasan teori yang kuat serta ditunjang oleh informasi yang bersumber pada berbagai laporan ilmiah, hasil penelitian, jurnal penelitian, dll. (Aziz Alimul Hidayat) b. Hipotesis Hipotesis Adalah suatu jawaban sementara dari pertanyaan penelitian. Biasanya hipotesis dirumuskan dalam bentuk hubungan antara dua variabel, variabel bebas dan variabel terikat. Hipotesis berfungsi untuk menentukan ke arah pembuktian, artinya hipotesis ini merupakan pernyataan yang harus dibuktikan. Kl hipotesis tersebut terbukti maka menjadi thesis. Lebih dari itu rumusan hipotesis itu sudah akan tercermin variabel-variabel yang akan diamati atau

diuku, dan bentuk hubungan antara variabel-variabel yang akan dihipotesis kan. Oleh karena itu hipotesis seyogyanya : spesifik, konkret dan observable ( dapat diamati/di ukur). Hipotesis kadang dijabarkan lagi menjadi lebih spesifik (subhipoteis) atau sering disebut orang hipotesis mayor dan hipotesis minor. Hipotesis mayor masih lebih bersifat umum sedangkan hipoteis minor merupakan penjabaran hipotesis mayor dan lebih bersifat khusus (spesifik). ( Dr. Soekidjo Notoatmodjo ) Hipotesis adalah pernyataan yang diterima secara sementara sebagai suatu kebenaran sebagaimana adanya, pada saat fenomena dikenal dan merupakan dasar kerja serta panduan dalan verifikasi. Hipotesis adalah keterangan sementara dari hubungan fenomena-fenomena yang kompleks. Secara garis besar kegunaan hipotesis adalah sebagai berikut : a. Memberikan batasan serta memperkecil jangkauan penelitian dan kerja penelitian. b. Menyiagakan peneliti kepada kondisi fakta dan hubungan antar fakta, yang kadang kala hilang begitu saja dari perhatian peneliti. c. Sebagai alat yang sederhana dalam memfokuskan fakta yang bercerai berai tanpa koordinasi ke dalam suatu kesatuan penting dan menyeluruh. d. Sebagai panduan dalam pemgujian serta p enyesuaian dengan fakta dan antar fakta. Tinggi rendahnya kegunaan hipotesis sangat bergantung dari hal berikut : a. Pengamatan yang tajam dari si peneliti b. Imajinasi serta pemikiran kreatif dari si peneliti. c. Kerangka analisis yang digunakan oleh si peneliti. d. Metode serta desain yang dipilih oleh si peneliti. Ciri-ciri hipotesis adalah sebagai berikut : a. Hipotesis haris menyatakan hubungan b. Hipotesis harus sesuai dengan fakta c. Hipotesis harus berhubungan dengan ilmu, serta sesuai dengan tumbuhnya ilmu pengetahuan d. Hipotesis harus dapat di uji. e. Hipotesis harus sederhana. f. Hipotesis harus bisa menerangkan fakta. Jenis-jenis hipotesis sebagai berikut : a. Hipotesis tentang perbedaan vs hubungan b. Hipotesis kerja vs hipotesis nul. c. Hipotesis common sense dan ideal. ( Moh. Nazir, Ph. D) 4. Desain Penelitian

Merupakan uraian tentang metode atau cara yang akan digunakan dalam penelitian. Oleh sebab itu, dalam uraian itu telah tercermin langkah-langkah teknis dan operasional penelitian yang akan dilaksanakan. Dalam uraian metode penelitian atau bahan dan cara ini mencakup berikut ini : a. b. c. d. e. Jenis penelitian Populasi dan sampel Cara pengumpulan data Instrumen penelitian Rencana pengelolaan dab analisis data. ( Dr. Soekidjo Notoatmodjo )

Desain penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian. Dalam pengertian yang sempit, desain penelitian hanya mengenai pengumpulan dan analisis data saja. Dalam pengertian yang lebih luas, desain penelitian mencakuop prosesproses berikut : a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. Identifikasi dan pemilihan masalah penelitian. Pemilihan kerangka konsepsual untuk masalah penelitian serta hubungan-hubungan Memformulasikan masalah penelitian termasuk membuat spesifikasi dari tujuan, luas Membangun penyelidikan atau percobaan. Memilih serta memberi definisi terhadap pengukuran variabel-variabel. Memilih prosedur dan tekhnik sampling yang digunakan. Menyusun alat serta teknik untuk mengumpulakan data. Membuat coding, serta mengadakan editing dan prosesing data. Menganalisis data serta pemilihan prosedur statistik untuk mengadakan generalisasi Pelaporan hasil penelitian, termasuk proses penelitian, diskusi serta interpretasi data,

dengan penelitian sebelumnya. jamgkau (scope), dan hipotesis yang di uji.

serta inferensi statistik. generalisasi, kekurangan-kekurangan dalam penemuan, serta menganjurkan beberapa saransaran dan kerja penelitian yang akan datang. ( Moh. Nazir, Ph. D) Desain penelitian merupakan cara yang akan dilakukan dalamm proses penelitian. Desain penelitian harus diuraikan secara rinci seperti variabel penelitian, rancangan penelitian, teknik pengumpulan data, anaisis data, cara penafsiran, dan penyimpulan hasil penelitian. Untuk penelitian yang menggunakan metode kualitatif dapat dijelaskan metode pendekatan yang digunakan secara lebih mendetail. (Aziz Alimul Hidayat)

5. Populasi dan Sampel Dalam bagian ini diuraikan populasi penelitian dan sampel. Dalam populasi dijelaskan secara spesifik tentang siapa atau golongan mana yang menjadi sasaran penelitian tersebut. Sedangkan sampel, harus disebutkan teknis pengambilan sampel, apakah random, dan random yang mana. Disamping teknis pengambilan sampel, maka perlu dijelaskan juga besarnya sampel, beserta rumusannya. ( Dr. Soekidjo Notoatmodjo )

6.

Instrument Penelitian Yang dimaksud dengan instrumenl penelitian adalah alat-alat yang akan digunakan untuk pengumpulan data. Instrumen penelitian ini dapat berupa : kuesioner (daftar pertanyaan), formulir observasi, formulir-formulir lain yang berkaitan dengan pencatatan data dan sebagainya. Apabila data yang akan dikumpulkan itu adalah data yang menyangkut pemeriksaan fisik maka instrumen penelitian ini dapat berupa : stetoskop, tensimeter, timbangan, meteran atau alat antropometrik lainnya untuk mengukur status gizi, dan sebagainya. Agar instrumen valid dan reliable maka sebelum digunakan perlu uji coba (pretest) terlebih dahulu. ( Dr. Soekidjo Notoatmodjo )