Anda di halaman 1dari 9

TUGAS PENDAHULUAN BIOLOGI LAUT

CUMI-CUMI DAN SOTONG


OLEH :
NAMA NIM : : ADAM ARIFIN H4110 9002 III (TIGA) SENIN / 9 APRIL 2012

KELOMPOK: HARI/TGL. : ASISTEN

: HILDAYANI

LABORATORIUM ILMU LINGKUNGAN DAN KELAUTAN JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 201

SOAL TUGAS PENDAHULUAN CUMI-CUMI DAN SOTONG

1. Gambarkan morfologi cumi-cumi dan sotong plus keterangan ! 2. Jelaskan perbedaan cumi-cumi dan sotong ! 3. Jelaskan mekanisme pertahanan diri cumi-cumi terhadap predatornya ! 4. Jelaskan perbedaan antara cumi-cumi, sotong, nautilus dan gurita ! 5. Jelaskan tentang peristiwa fluorosence (kilapan cahaya) dari cumi-cumi dan sotong !

JAWABAN 1. Morfologi cumi cuimi Loligo sp.

Morfologi sotong Sephia sp.

2. Perbedaan cumi-cumi Loligo sp. dengan sotong Sepia sp yaitu :

bentuk tubuh Loligo sp langsing dan panjang, sirip lateralnya 1/3 dari tubuhnya, warna kromatofornya merah dan bentuk cangkangnya seperti tangkai serta cangkangnya terbuat dari zat kitin dan transparan. Sedangkan sotong Sepia sp memiliki bentuk tubuh pendek dan gemuk, sirip lateralnya seluruh tubuhnya, cangkangnya berbentuk pipih atau perisai dan terbuat dari zat kapur dan berwarna putih, dan warna kromatofornya biru kehitaman. 3. Mekanisme pertahanan diri Cumi-cumi Loligo sp dari predator yaitu dengan mengeluarkan/ menyemprotkan cairan tinta hitam sehingga air akan menjadi keruh dan predator akan tidak bisa memangsanya. Cara lain cumi-cumi yaitu denga mengubah warna tubuhnya dari coklat menjadi ungu, merah, atau kuning sebagai kamuflase terhindar dari ancaman pemangsanya.

4. Perbedaan antara cumi-cumi, sotong, nautilus dan gurita: Cumi-cumi memiliki tubuh yang langsing dan agak memanjang dengan warna kromatofor pada tubuhnya berwarna merah keunguan dengan sirip lateralnya hanya 1/3 yang menutupi mantelnya, cangkang terbuat dari zat kitin. Sotong memiliki bentuk tubuh yang pendek dan gemuk dengan sirip lateralnya memenuhi seluruh mantelnya. Kromatofornya berwarna biru keabuabuan dengan cangkang yang terbuat dari bahan zat kapur. Nautilus memiliki Tubuh mirip dengan gastropoda karena memiliki cangkang. Cangkang nautilus berbentuk spiral. Nautilus memiliki tentakel-tentakel yang terbagi menjadi dua lingkaran namun tidak terdapat tentakel yang berfungsi sebagai alat hisap. Nautilus memiliki dua pasang insang. Nautilius bersifat predator dan memakan udang dan ikan-ikan kecil yang tertangkap oleh tentakelnya. Gurita memiliki 8 lengan (bukan tentakel) dengan alat penghisap berupa bulatan-bulatan cekung pada lengan yang digunakan untuk bergerak di dasar laut dan menangkap mangsa. Lengan gurita merupakan struktur hidrostat muskuler yang hampir seluruhnya terdiri dari lapisan otot tanpa tulang atau tulang rangka luar. Gurita tidak memiliki cangkang sebagai pelindung di bagian luar seperti halnya Nautilus dan tidak memiliki cangkang dalam atau tulang seperti sotong dan cumi-cumi.
5. Fluorosence (kilapan cahaya) adalah emisi cahaya yang dihasilkan oleh makhluk hidup karena

adanya reaksi kimia senyawa-senyawa tertentu. Sotong dan cumi-cumi mengeluarkan cahaya pada tubuhnya karena adanya reaksi-reaksi senyawa-senyawa kimia pada tubuhnya. Peristiwa ini terjadi selama alami pada tubuhnya jika lingkungan sekitarnya sedang kegelapan.

TUGAS PENDAHULUAN BIOLOGI LAUT

IKAN BERTULANG RAWAN DAN SEJATI


OLEH :
NAMA NIM : : ADAM ARIFIN H4110 9002 III (TIGA) SENIN / 9 APRIL 2012 HILDAYANI

KELOMPOK: HARI/TGL. : ASISTEN :

LABORATORIUM ILMU LINGKUNGAN DAN KELAUTAN JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2012

TP IKAN BERTULANG SEJATI 1. Sebutkan 5 contoh ikan bertulang sejati ! 2. Berikan gambar morfologi ikan bertulang sejati (Keterangan Lengkap dengan 6 Pinnae/sirip ! 3. Sebutkan dan jelaskan tipe mulut ikan (gambar) beserta contoh spesies (contoh tidak perlu menggunakan gambar) ! 4. Sebutkan dan jelaskan tipe sisik ikan (gambar) beserta contoh spesies (contoh tidak perlu menggunakan gambar) ! 5. Sebutkan dan jelaskan tipe ekor ikan (gambar) beserta contoh spesies (contoh tidak perlu menggunakan gambar) ! TP IKAN BERTULANG RAWAN 1. Sebutkan masing-masing 2 contoh spesies ikan Hiu dan ikan Pari (Nama Indonesia + Nama ilmiah) ! 2. Berikan Gambar Morfologi Ikan Hiu (Keterangan Lengkap 5 Pinnae/sirip) dan morfologi Ikan Pari! 3. Sebutkan dan jelaskan masing-masing 3 adaptasi hiu berikut ini : a. Adaptasi morfologi b. Adaptasi fisiologi c. Adaptasi Tingkah laku JAWABAN IKAN BERTULANG SEJATI 1. Ikan Buntal Tetradon palembangensis Ikan Kod Gadus morhua Ikan Mas Cyprinus carpio Ikan bandeng Chanos chanos Ikan Merah Lutjanus malabaricus

2. Morfologi ikan bertulang sejati :

3. Tipe mulut ikan:

Tipe mulut Terminal : posisi celah mulut terletak tepat di ujung moncong (rostrum), kedua ujung mulut menutup secara simetris. Contoh: Ikan Baronang Siganus canalikulatus

Tipe mulut Subterminal : posisi celah mulut agak ke bawah dari ujung moncong (rostrum). Mulut bawah lebih pendek dari bagian atas. Contoh : Ikan kuro Eleutheronema tetractylum

Tipe mulut Superior : Mulut bagian atas lebih kecil / pendek dari mulut bagian bawah. Celah mulut terletak di atas dari ujung moncong (rostrum). Contoh : Ikan Layur Trichiurus savala

Tipe Mulut Inferior : Mulut bagian atas lebih besar/panjang dari mulut bagian bawah. Celah mulut terletak jauh di bawah dari ujung rostrum. Contoh : Ikan Hiu Charcharinus sp.

4. Tipe sisik pada ikan : Placoid : Bentuk sisik tersebut dasar memiliki hiu dan pari.

menyerupai bunga mawar dengan yang bulat atau bujur sangkar. Sisik-sisik ini struktur serupa gigi. Contohnya pada ikan

Cosmoid : sisik yang memiliki bagian terluar disebut vitrodentilie, lapisan bawahnya disebut cosinine dan bagian terdalam terdapat pefilbuluh darah, syaraf dan substansi tulang

isopedine. Contohnya pada Latimeria chalumnae.

Ganoid : sisik yang memiliki lapisan berupa pemunpukan garani-garam

terluar

anorganik yang disebut ganoine. Bagian

dalamaya terdapat substansi tulang isopedine. Bentuknya seperti belah ketupat, misalnya ikan Polypterus Cycloid : Disebut juga sisik lingkar, karena mempunyai bentuk bulat, tipis, transparan, lingkaran pada bagian belakang bergigi. ikan bandeng Chanos chanos. dan Contohnya

Ctenoid : merupakan sisik yang memiliki stenii pada bagian posteriornya dan bentukan sisir pada bagian anteriornya. Contohnya ikan kakap Lates calcarifer

5. Tipe ekor pada ikan : Protocercal yang : Merupakan dan bentuk pinna dimana caudalis

tumpul

simetris

columnavertebralis terakhir mencapai ujung ekor. Contohnya ikan gelodok Boleophtalmus boddarti.

Diphycercal : Merupakan bentuk pinna caudalis yang membulat atau meruncing, simetris dengan ruas vertebrae terakhir tidak mencapai ujung sirip. Contohnya ikan Lidah Cynoglossus lingua. Heterocercal : Merupakan bentuk pinna caudalis yang simetris dengan sebagian ujung ventral lebih pendek. Contohnya Torani Cypcelurus poecilopterus. Homocercal : Merupakan bentuk pinna caudalis yang berlekuk atau tidak dan ditunjang oleh jari-jari sirip ekor. Contohnya ikan bandeng Chanos chanos.

JAWABAN TP IKAN BERTULANG RAWAN 1. Spesies ikan hiu: Ikan Hiu Biru (Blue shark), Prionace glauca Hiu paus Rhincodon typus

Spesies ikan pari: Pari Mondol Himantura gerardi Pari Minyak Dasyati kuhlii

2. Morfologi ikan Hiu

Morfologi ikan Pari

3. Adaptasi morfologi ikan hiu: Ikan hiu mempunyai bentuk tubuh seperti torpedo (tream line) sehingga mampu bernang secara aktif dan mampu menembus arus yang kencang dan berenang secara cepat. Memiliki gigi yang tajam, untuk merobek-robek mangsanya. Tubuh bagian atas berwarna gelap/sesuai dengan warna air laut dan tubuh bagian bawah berwarna cerah/putih, untuk berkamuflase.

Adaptasi fisiologi ikan hiu: Ikan hiu mengeluaran urine yg sdkt dan urin yang diekskresikan pekat, ikan hiu meminum yg air banyak, tekanan osmosis pada sel tubuh hiu lebih rendah dari pada air laut, dinding sel tubuh pada hiu lebih tebal. Telinga hiu dilengkapi oleh sel yang peka terhadap tekanan disepanjang tiap sisi tubuhnya, untuk mendeteksi gerakan meronta dari ikan lain Darah mereka yang hangat, mempercepat pencernaan dan menambah kekuatan serta ketahan mereka Adaptasi Tingkah Laku ikan hiu: Ikan hiu berhibernasi di tempatnya selama musim dingin untuk menghindari cuaca dingin, kekurangan makanan, dan menghemat energi dan akan kembali beraktifitas setelah masa itu berlalu. Mereka sangat sensitiv terhadap bunyi berfrekuensi rendah dari mangsa yang sekarat. Getaran suara ini seperti seekor ikan yang terluka dan membuat hiu-hiu ini ribut hiruk pikuk. Ketika para hiu semakin dekat dengan mangsa, insting penciumannya mengambil alih. Insting hiu dapat mendeteksi setetes darah di dalam 25 gallon air.