Anda di halaman 1dari 1

Pengolahan Sampah Organik

Cara-cara Pengomposan Sampah Organik dengan menggunakan Komposter Cara pengolahan sampah organik skala rumah tangga dengan menggunakan komposter adalah :
1. Tentukan lokasi pengomposan ditempat terbuka sehingga aerasi berjalan dengan baik. Lokasi pengomposan harus terlindung dari air hujan dan sinar matahari langsung serta mempunyai drainase yang baik.

2.

Siapkan alat dan bahan pengomposan antara lain : Komposter, Sy-Dec mikroba pengurai, Organic Agent, ember, alat pengaduk

3.

Pemilihan sampah organik, sebaiknya dihindari Kotoran kucing dan anjing (kemungkinan membawa penyakit), sisa ikan, kulit udang, tulang, susu, keju, lemak (dapat menimbulkan bau busuk dan mengundang serangga). Bahan organik yang sudah terseleksi sebaiknya dihancurkan/dipotong-potong dalam bentuk kecil-kecil agar proses dekomposisinya menjadi lebih cepat dan lebih sempurna Larutkan Sy-Dec mikroba pengurai sebanyak 1 dari bahan sampah organic (sebaiknya digunakan air sumur). Diamkan selama 1 jam, selama didiamkan lakukan pengadukan 3 -5 kali. Sy-Dec Mikroba pengurai berfungsi untuk mempercepat proses pembusukan sampah organik. Siram/cipratkan larutan Sy-Dec mikroba pengurai pada bahan sampah organik sampai membasahi semua bahan.

4.

5.

6.

Campur bahan sampah organik yang telah disiram Sy-Dec dengan organic Agent (Unsur Carbon) sebanyak 5-10% dari sampah organik aduk sampai merata Pencampuran Organic Agent untuk mendapatkan rasio C/N yang terbaik sehingga proses pengomposan akan berjalan cepat Bahan sampah organik yang telah diproses dimasukan kedalam media simpan komposter. Tutup selama 1 hari, proses komposting yang baik, temperatur 45-650 C dapat dicapai 2-3 hari.

7.

8.

Proses Pembusukan sampah organik secara aerob dalam komposter selama 10 hari. Bolak-balik/tusuk-tusuk sampah organik setiap hari agar proses aerasi berjalan sempurna. Bahan kompos harus selalu dijaga kelembabannya, suhu dan aerasi. Perubahan warna menjadi hitam dan coklat kehitaman menandakan bahwa sampah organik sudah menjadi kompos. Pengambilan sampah organik yang telah menjadi kompos dapat dikeluarkan melalui pintu yang ada dibagian bawah komposter. Setelah dikeluarkan dari komposter, kompos tersebut masih basah, lengket dan lembab sehingga perlu disimpan di tempat teduh agar kena angin. kompos akan menjadi kering dan gembur. Setelah kompos tidak lengket lakukan pengayakan agar menghasilkan kompos yang baik yaitu ukuran kompos yang seragam. Apabila akan dikemas, pilih bahan kemasan yang kedap udara untuk menghindarkan kehilangan kandungan air dan tidak mudah rusak serta tahan lama.

9.

10.

11.

CV. Syafiq - Bandung