Anda di halaman 1dari 34

KELOMPOK 8: LUKAS F P (091101038) DEWINTHA F TARIGAN (091101039) DESI H SINURAT (091101040) TRISNA S SINAMBELA (091101041) GERHARD HAREFA (091101042)

Istirahat adalah suatu keadaan dimana kegiatan jasmaniah menurun yang berakibat badan menjadi lebih segar.

Menurut Narrow (1967), secara garis besar terdapat enam karakteristik yang dialami seseorang berkaitan dengan istirahat diantaranya adalah :
1. 2. 3. 4. 5. Merasakan bahwa segala sesuatu dapat diatasi Merasa diterima Mengetahui apa yang sedang terjadi Bebas dari gangguan ketidaknyamanan Mempunyai sejumlah kepuasan terhadap aktivitas yang mempunyai tujuan 6. Mengetahui adanya bantuan sewaktu memerlukan

Kebutuhan istirahat dapat dirasakan apabila semua karakteristik tersebut di atas dapat terpenuhi

Tidur merupakan kondisi tidak sadar dimana individu dapat dibangunkan oleh stimulus atau sensoris yang sesuai atau dapat dikatakan suatu keadaan relative tanpa sadar, yang penuh ketenangan tanpa kegiatan, yang merupakan urutan siklus yang berulang ulang dan masing masing menyatakan fase kegiatan otak dan badaniah yang berbeda.

Fisiologi tidur merupakan pengaturan kegiatan tidur oleh adanya hubungan mekanisme serebral yang secara bergantian untuk mengaktifkan dan menekan pusat otak agar dapat tidur dan bangun. Pusat pengaturan aktifitas kewaspadaan dan tidur terletak dalam mesensefalon dan bagian atas pons.

Sistem pada batang otak yang mengatur siklus atau perubahan dalam tidur adalah RAS (Reticular Activating System)dan BSR (Bulbar Synchronizing System).

RAS berlokasi pada batang otak teratas, terdiri dari sel khusus yang mempertahankan kewaspadaan dan terjaga. RAS menerima stimulus sensori visual, auditori, nyeri dan taktil. Aktivitas korteks serebral (mis. Proses emosi dan pikiran) juga menstimulasi RAS).
Tidur dapat dihasilkan dari pengeluaran serotonin dari sel tertentu dalam sistem tidur pada pons dan otak depan bagian tengah yang disebut BSR.

Tidur nomal terdiri atas 2 tahap yang pasti : REM (Rapid Eye Movement) dan NREM (NonRapid Eye Movement) baik REM maupun NREM terjadi secara siklik selama tidur dengan interval sekitar 90 menit. Tidur NREM terdiri dari 4 tahap yang secara berurutan makin lama makin dalam, diakhiri dengan tidur REM dan siklus dimulai kembali. Jika tidur terputus, siklus dimulai lagi dengan tahap I dari tidur NREM.

NREM tahap I Tingkat transisi Merespons cahaya Berlangsung beberapa menit Mudah terbangun dengan rangsangan Aktivitas fisik, tanda vital, dan metabolism menurun Bila terbangun terasa bermimpi

NREM tahap II Periode suara tidur Mulai relaksasi otot Berlangsung 10 20 menit Fungsi tubuh berlangsung lambat Dapat dibangunkan dengan mudah

NREM tahap III Awal tahap dari keadaan tidur nyenyak Sulit dibangunkan Relaksasi otot menyeluruh Tekanan darah menurun Berlangsung 15 30 menit

NREM tahap IV Tidur nyenyak Sulit untuk dibangunkan, butuh stimulus intensif Untuk restorasi dan istirahat, tonus otot menurun Sekresi lambung menurun Gerak bola mata cepat

Lebih sulit dibangunkan dibandingkan dengan tidur NREM Pada orang dewasa normal REM yaitu 20 25 % dari tidur malamnya Jika individu terbangun pada tidur REM, maka biasanya terjadi mimpi Tidur REM penting untuk keseimbangan mental, emosi juga berperan dalam belajar, memori, dan adaptasi

Mata : cepat tertutup dan terbuka Otot otot : kejang otot kecil, otot besara imobilisasi, Pernafasan : tidak teratur , kadang dengan apnea Nadi : cepat dan irregular Tekanan darah : meningkat atau fluktuasi Sekresi gaster : meningkat Metabolisme : meningkat , temperature tubuh naik. Gelombang otak : EEG aktif Siklus tidur : sulit dibangunkan

Setiap orang mengalami irama siklus sebagai bagian dari kehidupan mereka yang setiap hari. Irama paling dikenal adalah siklus 24 jam, siang malam yang dikenal dengan irama diurnal atau sirkadian (berasal dari bahasa Latin : circa ,tentang dan dies, hari)

Irama sirkadian mempengaruhi pola fungsi biologis utama dan fungsi perilaku. Fluktuasi dan perkiraan suhu tubuh, denyut jantung, tekanan darah, sekresi hormone, kemampuan sensorik dan suasana hati tergantung pada pemeliharaan siklus sirkadian 24 jam. Irama sirkadian, termasuk siklus tidur bangun harian, dipengaruhi oleh cahaya dan suhu serta juga factor factor eksternal seperti aktivitas social dan rutinitas pekerjaan.

1.

Neonatus sampai dengan 3 bulan

a. kira kira membutuhkan 16 jam/ hari b. mudah berespons terhadap stimulus c. pada minggu pertama kelahiran 50% adalah tahap REM

2. Bayi
a. pada malam hari kira kira tidur 8 10 jam b. usia 1 bulan sampai dengan 1 tahun kira kira tidur 14 jam / hari c. tahap REM 20 30 %

3. Toddler
a. tidur 10 12 jam / hari b. tahap REM 25%

4. Prasekolah a. tidur 11 jam pada malam hari b. tahap REM 20 %

5. usia sekolah a. tidur 10 jam pada malam hari b. tahap REM 18,5% 6. Remaja a. tidur 8,5 jam pada malam hari b. tahap REM 20 %

7. dewasa muda a. tidur 7 9 jam / hari b. tahap REM 20 25 %

8. usia dewasa pertengahan a. tidur kurang lebih 7 jam / hari b. tahap REM 20%

9. usia tua
a. Tidur kurang lebih 6 jam / hari b. tahap REM 20 25% c. tahap NREM IV menurun dan kadang kadang absen d. sering terbangun pada malam hari

1. Penyakit
Seseorang yang mengalami sakit memerlukan waktu tidur lebih banyak dari normal. Namun demikian, keadaan sakit menjadikan pasien kurang tidur atau tidak dapat tidur. Misalnya pada pasien dengan gangguan pernafasan seperti asma , bronchitis , penyakit kardiovaskuler, dan penyakit persarafan.

Beberapa kondisi lingkungan yang dapat menyebabkan gangguan tidur : Gangguan siklus akibat waktu kerja yang tidak tepat (malam dan pagi) Lingkungan yang bising, dingin, ataupun terlalu panas

Terpenuhinya kebutuhan nutrisi yang cukup dapat mempercepat proses tidur. Konsumsi protein yang tinggi maka seseorang tersebut akan mempercepat proses terjadinya tidur, karena dihasilkan triptofan yang merupakan asam amino hasil pencernaan protein yang dicerna dapat membantu mudah tidur.

4. Motivasi Motivasi dapat mempengaruhi tidur dan dapat menimbulkan keinginan untuk tetap bangun dan waspada menahan kantuk. 5. Latihan Fisik dan Kelelahan Seseorang yang kelelahan menengah (moderate) biasanya memperoleh tidur yang mengistirahatkan, khususnya jika kelelahan adalah hasil dari kerja atau latihan yang menyenangkan. Akan tetapi, kelelahan yang berlebihan yang dihasilkan dari kerja yang meletihkan dan penuh stres (kelelahan psikologis) membuat sulit tidur.

Kecemasan meningkatkan kadar norepinefrin di dalam darah melalui stimulasi sistem saraf simpatis sehingga dapat mengganggu tidur. Zat kimia ini mengakibatkan perubahan pada berkurangnya tidur tahap IV NREM dan tidur REM serta terbangun.

7. Alcohol Alcohol menekan REM secara normal, seseorang yang tahan minum alcohol dapat mengakibatkan insomnia dan lekas marah. 8. Obat obatan Beberapa jenis obat yang dapat menimbulkan gangguan tidur antara lain :
Diuretic : menyebabkan insomnia Antidepresan : menyupresi REM Kafein : meningkatkan saraf simpatis Betablocker : menimbulkan insomnia Narkotika : menyupresi REM

Insomnia

Insomnia adalah ketidakmampuan memperoleh secara cukup kualitas dan kuantitas tidur, terbagi menjadi:
1. Insomnia insial (initial insomnia ) adalah tidak adanya ketidakmampuan untuk tidur. 2. Insomnia intermiten ( intermittent intermiten ) adalah ketidakmampuan untuk tetap mempertahankan tidur karena sering terbangun 3. Insomnia terminal (terminal insomnia) bangun lebih awal tetapi tidak pernah tidur kembali.

Penyebab insomnia ialah ketidakmampuan fisik, kecemasan dan kebiasaan minum alcohol dalam jumlah yang banyak.

Hipersomnia
Hipersomnia ialah berlebihan tidur pada malam hari, lebih dari 9 jam, biasanya disebabkan oleh depresi kerusakan saraf tepi, beberapa penyakit ginjal, liver dan metabolism

Parasomnia
Merupakan sekumpulan penyakit yang mengganggu tidur anak seperti samnohebalisme (tidur sambil berjalan )

Suatu keadaan atau kondisi yang ditandai oleh keinginan yang tidak terkendali untuk tidur. Gelombang otak penderita pada saat tidur sama dengan orang yang sedang tidur normal.

Mendengkur bukan dianggap sebagai gangguan tidur, namun bila disertai apnea maka bisa menjadi masalah. Mendengkur disebabkan oleh adanya rintangan pengeluaran udara dihidung dan mulut, misalnya amandel, adenoid, otot-otot dibelakang mulut mengendor dan bergetar. Periode apnea berlangsung selama 10 detik sampai 3 menit.

Enuresa merupakan buang air kecil yang tidak disengaja pada waktu tidur, atau biasa juga disebut dengan istilah mengompol. Enuresa dibagi menjadi 2 jenis , yaitu : enuresa nocturnal, merupakan mengompol diwaktu tidur; dan enuresa diurnal, mengompol pada saat bangun tidur. Enuresa nocturnal umumnya merupakan gangguan pada tidur NREM.