Anda di halaman 1dari 7

BAB I PENDAHULUAN 1.1.

Latar Belakang Pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara sengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi kondisi khusus atau menghasilkan respons terhadap situasi tertentu. Pertama, dalam proses pembelajaran melibatkan proses berfikir. Kedua, dalam proses pembelajaran membangun suasana dialogis dan proses tanya jawab terus menerus yang diarahkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan berfikir siswa, yang pada gilirannya kemampuan berfikir itu dapat membantu siswa untuk memperoleh pengetahuan yang mereka konstruksi sendiri. Kita sebagai calon guru ingin mengetahui apa hasil usaha kita bagi murid. Apakah murid itu bisa berubah kearah yang di inginkan dan di cita - citakan, apakah pengajaran yang kita berikan menemui sasaran atau tidak, apakah bahan yang kita ajarkan telah di kuasai sampai taraf yang ideal atau belum, apakah sikapnya lebih positif terhadap nilai nilai yang berlaku dalam masyarakat atau tidak, untuk itu kita perlu mengadakan evaluasi atau penilaian dengan mengumpulkan keterangan - keterangan secara sistematis tentang pengaruh usaha kita untuk di analisa agar dapat di ketahui apakah dan sampai manakah tujuan pelajaran telah tercapai. Dengan demikian kita mengetahui kebaikan dan kekurangan usaha kita yang memperkaya pengalaman kita sebagai calon pengajar yang dapat kita gunakan untuk masa - masa mendatang dengan anggapan bahwa keberhasilan sekarang juga akan memberi hasil murid - murid yang baik di kemudian hari.

1.2. Rumusan Masalah Adapun permasalah dalam rumusan masalah ini meliputi: 1.2.1 Apa pengertian evaluasi dan dasar evaluasi ? 1.2.2 Apa objek evaluasi ? 1.2.3 Apa subjek evaluasi ?

1.3. Tujuan Adapun tujuan yang ingin dicapai yaitu : 1.3.1 Mengetahui pengertian dan dasar evaluasi 1.3.2 Mengetahui objek evaluasi 1.3.3 Mengetahui subjek evaluasi

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian dan Dasar Evaluasi (M.Chabib Thoha, 1996: 5-6) evaluasi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan suatu objek dengan menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan suatu tolak ukur untuk memperoleh suatu kesimpulan. Padanan kata evaluasi adalah assessment yang menurut Tardif (1989) berarti proses penilaian untuk menggambarkan prestasi yang dicapai seorang siswa sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Fungsi utama evaluasi adalah menelaah suatu objek atau keadaan untuk mendapatkan informasi yang tepat sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Evaluasi pembelajaran adalah suatu proses mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasikan informasi secara sistematik untuk menetapkan sejauh mana ketercapaian tujuan pembelajaran. Menurut Dr. Suharsimi Arikunto, (1988 : 1) evaluasi merupakan kegiatan mengukur dan menilai. Dalam hal ini ada tiga istilah yang hampir sama dalam pemakaian sehari - hari, agar tidak terjadi kesalahan letak dan pemakaian, maka dapat ditegaskan bahwa : a. Mengukur adalah membandingkan sesuatau dengan satu ukuran dan kuantitatif. b. Menilai adalah mengambil suatu keputusan terhadap sesuatau dengan ukuran baik buruk dan bersifat kualitatif. c. Evaluasi, dalam evaluasi ini meliputi kedua langkah di atas, dalam artian evaluasi itu mengukur dan juga menilai. Sebenarnya ada beberapa alasan yang mendasari adanya evaluai dalam pendidikan, akan tetapi Sumadi Suryabrata membagi tiga kelompok alasan yang mendasar yaitu dasar psikologis, didaktis, dan administratif. Dasar psikologis, dapat ditinjau dari dua hal yaitu : a. Ditinjau dari anak didik Anak manusia yang belum dewasa pada umumnya belum mampu memilih ide dan melaksanakannya secara lepas dari pendukung ide tersebut. Mereka
3

bersifat

belum mandiri dalam menentukan sikap dan tingkah lakunya, dan belum bisa berpegang pada pedoman yang berasal dari dalam dirinya, melainkan berpegang pada norma - norma yang berasal dari luar dirinya, yaitu orang dewasa dan termasuk pula seorang guru. b. Ditinjau dari pendidik Orang tua adalah orang yang pertama yang mempunyai kepentingan mengenai pendidikan anak - anakya. Oleh karena itu mereka secara psikologis ingin mengetahui hasil belajar anak - anak mereka. Dasar didaktis, dapat ditinjau dari dua hal yaitu : a. Ditinjau dari segi anak didik Keberhasilan anak didik dalam mencapai status yang terhormat akan menimbulkan kepuasan tersendiri, kepuasan yang senantiasa akan di perolehnya dalam waktu - waktu lain. Akibatnya siswa akan termotivasi dengan cukup besar untuk belajar yang lebih giat lagi, begitu juga sebaliknya, bila siswa mengetahui status dalam kelompoknya, mereka akan berusaha agar hasil yang kurang menyenangkan tidak terulang lagi. b. Ditinjau dari segi pendidik Hasil yang di capai oleh siswa akan memberi petunjuk kepada guru, dalam hal - hal yang dia berhasil dan gagal, karena semua itu akan menjadi dasar pada saat - saat berikutnya. Dasar administratif Jika semua kebutuhan ingin terpenuhi maka penilaian harus di lakukan karena tanpa data dan informasi yang di peroleh dari evaluasi, maka petugas dalam lembaga pendidikan tidak mungkin dapat mengisi raport, STTB, menentukan naik kelas atau tidak dan sejenisnya.

2.2 Objek Evaluasi Objek atau sasaran penelitian adalah segela sesuatu yang menjadi titik pusat pengamatan karena penilai menginginkan informasi tentang sesuatu tersebut. Objek atau sasaran evaluasi di sini mencakup beberapa sasaran penilaian, meliputi :

Input Calon siswa sebagai pribadi yang utuh, dapat ditinjau dari beberapa segi yang menghasilkan bermacam - macam bentuk tes yang digunakan sebagai alat mengukur. Berkenaan dengan hal ini ada beberapa aspek yang harus di perhatikan untuk mencapai hasil yang di inginkan, yaitu : a. Kemampuan Untuk dapat mengikuti program dalam suatu lembaga atau sekolah, maka calon siswa harus memiliki kemampuan yang sepadan. Jika sebuah sekolah menginginkan output yang berguna bagi nusa dan bangsa maka haruslah memperhatikan atau memilah - milah kemampuan dari beberapa calon murid. Adapun tes yang di gunakan adalah tes kemampuan. b. Kepribadian Kepribadian adalah sesuatau yang terdapat pada diri manusia serta tampak bentuknya dalam tingkah laku, sehingga seorang pendidik akan mengetahui satu - persatu calon peserta didiknya. Adapun alat yang di pakai untuk mengetahui kepribadian seseorang adalah tes kepribadian. c. Sikap Sikap adalah bagian dari tingkah laku manusia yang menggambarkan kepribadian seseorang, akan tetapi karena sikap ini sangat menonjol dalam pergaulan maka banyak orang yang ingin tahu lebih dalam informasi khusus terkait dengannya. Adapun alat yang di pakai untuk mengetahui keadaan sikap seseorang adalah tes sikap. d. Inteligensi Dalam hal ini para ahli seperti Binet dan Simon menciptakan tes buatan yang di kenal dengan tes Binet - Simon yang dapat mengetahui IQ seseorang. IQ hanyalah angka yang memberikan petunjuk tinggi rendahnya inteligensi seseorang. Transformasi Ada beberapa unsur yang dapat menjadi sasaran atau objek pendidikan demi di perolehnya hasil pendidikan yang di harapkan, yaitu : a. Kurikulum/materi b. Metode dan cara penilaian c. Media atau sarana pendidikan d. Sistem administrasi e. Pendidik (guru) dan personal lainnya
5

Output Penilaian atas lulusan suatu sekolah di lakukan untuk mengetahui seberapa jauh tingkat pencapaian atau prestasi belajar mereka selama mengikuti program tersebut dengan menggunakan tes pencapaian. 2.3 Subjek Evaluasi Subjek evaluasi adalah orang yang melakukan pekerjaan evaluasi. Siapa yang dapat di sebut sebagai subjek evaluasi untuk setiap tes, di tentukan oleh suatu aturan pembagian tugas atau ketentuan yang berlaku. Ada pandangan lain yang mengatakan subjek evaluasi adalah siswa, yakni orang yang di evaluasi, dalam hal ini yang di pandang sebagai objek evaluasi adalah mata pelajarannya. Pandangan lain mengatakan siswa sebagai objek evaluasi dan guru sebagai subjek evaluasi.

BAB III PENUTUP 3.1 Simpulan Evaluasi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan suatu objek dengan menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan suatu tolak ukur untuk memperoleh suatu kesimpulan. Fungsi utama evaluasi adalah menelaah suatu objek atau keadaan untuk mendapatkan informasi yang tepat sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Evaluasi pembelajaran adalah suatu proses mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasikan informasi secara sistematik untuk menetapkan sejauh mana ketercapaian tujuan pembelajaran. Dasar evaluasi ada tiga yaitu dasar psikologis dapat ditinjau dari segi anak didik dan segi pendidik, dasar didaktis dapat ditinjau dari segi anak didik dan segi pendidik, dan administratif. Objek evaluasi meliputi tiga objek penelitian yaitu : a. Input b. Transformasi c. Output Subjek evaluasi adalah orang yang melakukan pekerjaan evaluasi. Siapa yang dapat di sebut sebagai subjek evaluasi untuk setiap tes, di tentukan oleh suatu aturan pembagian tugas atau ketentuan yang berlaku.