Anda di halaman 1dari 1

Mikotoksin Mikotoksin adalah toksin yang dihasilkan oleh fungi atau kapang pada kondisi kelembaban dan temperatur

tertentu. Mikotoksin dihasilkan oleh kapang aerob, dan terdapat pada makanan manusia maupun pakan hewan akibat infeksi kapang pada tumbuhan sumber makanan tersebut. Tidak semua kapang dapat menghasilkan mikotoksin, beberapa kapang juga hanya dapat menghasilkan mikotoksin pada kondisi kelembaban, stres, dan temperatur yang sesuai. Tidak ditemukannya mikotoksin pada suatu bahan, tidak menjamin tidak ada spora pada bahan tersebut. Mikotoksin sangat tahan terhadap perubahan temperatur dan pemrosesan makanan secara konvensional, seperti pemasakan dan pembekuan .Efek negatif mikotoksin terhadap kesehatan bergantung pada konsentrasi, durasi paparan, dan sensitivitas individual. Paparan mikotoksin terjadi melalui makanan yang terkontaminasi, termasuk konsumsi daging hewan yang pakannya terkontaminasi mikotoksin. Efek mikotoksin terhadap kesehatan manusia dan hewan dapat bersifat akut maupun kronis. Selain itu, mikotoksin dapat bersifat karsinogenik, mutagenik, embriotoksik, estrogenik, dan imunosupresif . Contoh Mikotosin: Aflatoksin Aflatoksin berasal dari singkatan Aspergillus flavus toxin. Toksin ini pertama kali diketahui berasal dari kapang Aspergillus flavus yang berhasil diisolasi pada tahun 1960. sedikitnya ada 13 tipe aflatoksin yang diproduksi di alam. Aflatoksin B1 diduga sebagai yang paling toksik, dan diproduksi oleh Aspergillus flavus dan A. parasiticus. Aflatoksin G1 dan G2 diproduksi oleh A. parasiticus. Aspergillus flavus dan A. parasiticus ini tumbuh pada kisaran suhu yang jauh, yaitu berkisar dari 10-120C sampai 42-430C dengan suhu optimum 320-330C dan pH optimum 6. Manusia yang memakan makanan yang terjangkit aflatoksin berpeluang mengalami kerusakan hati. Aflatoksin biasanya didapati dalam tanaman berlegum. Stuktur Aflatoksin