Anda di halaman 1dari 3

Life Skill For A Better Life Seperti yang telah dikenal dunia, Indonesia merupakan negara yang kaya

akan sumber daya alamnya yang potensial dan memiliki jumlah penduduk yang terhitung sangat banyak. Tidak hanya itu, Indonesia dikenal pula sebagai homebase para juara muda di bidang-bidang akademik, seperti Fisika, Matematika, Astronomi maupun di bidang non akademik, seperti seni, budaya, pariwisata, serta prestasi lainnya. Sayangnya, dengan segala potensi yang telah lama dimiliki serta berbagai prestasi yang telah diraih, Indonesia masih dipandang sebagai negara kelas tiga oleh masyarakat dunia. Tentu saja pandangan ini perlu dirubah dan salah satu upaya untuk mensukseskan hal tersebut adalah dengan menyadarkan serta mengedukasi masyarakat Indonesia, terutama kaum muda agar lebih aware akan potensi yang mereka miliki. Untuk itu, kesadaran akan pentingnya menguasai life skill perlu dibangun serta diterapkan. Secara sederhana, life skill (keterampilan hidup) merupakan kemampuan manusia dalam memberdayakan pengetahuan dan keterampilan dasar yang dimiliki serta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengertian tersebut masih berkaitan dengan definisi skill life menurut WHO (World Health Organization), yaitu kemampuan untuk berperilaku yang adaptif dan positif yang membuat seseorang dapat menyelesaikan kebutuhan dan tantangan seharihari dengan efektif. Ini penting untuk dipahami oleh masyarakat Indonesia, khusunya kaum muda agar mampu mengaktualisasikan diri mereka secara tepat sehingga turut mempengaruhi lingkungan sekitarnya ke arah yang lebih positif. Jika kondisi tersebut telah tercapai, maka bukan tidak mungkin kualitas hidup masyarakat Indonesia akan turut meningkat. Life skill sendiri digolongkan menjadi tiga kelompok keterampilan menurut UNESCO dan UNICEF, antara lain: 1. LEARNING TO KNOW: Cognitive abilities a. Ketrampilan memecahkan masalah dan membuat keputusan

Ketrampilan mengumpulkan informasi Ketrampilan mengevaluasi dampak pada masa depan dari keputusan yang dilakukan pada saat ini pada diri sendiri dan orang lain Ketrampilan menentukan solusi alternatif untuk sebuah masalah

Ketrampilan melakukan analisis terhadap pengaruh nilai dan sikap diri & orang lain mengenai motivasi

b. Ketrampilan berfikir kritis (critical thinking)


Ketrampilan menganalisis pengaruh sebaya dan media Ketrampilan menganalisis sikap, nilai, norma-norma sosial, dan keyakinan; dan faktor-faktor yang mempengaruhinya Ketrampilan mengidentifikasi informasi yang relevan dan sumber-sumber informasi

2. LEARNING TO BE: Personal abilities a. Ketrampilan meningkatkan pusat kontrol internal


Harga diri (self-esteem) dan ketrampilan membangun kepercayaan diri (confidence) Ketrampilan sadar-diri (self awareness skills), termasuk kesadaran akan hak, pengaruh, nilai-nilai, sikap, kekuatan, dan kelemahan Ketrampilan menentukan tujuan (goal setting skills) Ketrampilan evaluasi diri, penilaian diri, dan monitoring diri

b. Ketrampilan mengelola perasaan


Ketrampilan mengelola amarah (anger management) Ketrampilan mengelola keluhan dan keresahan Ketrampilan mengelola kehilangan, penghinaan (abuse), dan trauma

c. Ketrampilan mengelola stress


Ketrampilan manajemen waktu Ketrampilan berfikir positif Menguasai teknik-teknik relaksasi

3. LEARNING TO LIVE TOGETHER: Interpersonal abilities a. Ketrampilan komunikasi interpersonal


Komunikasi verbal dan nonverbal Ketrampilan mendengarkan aktif Ketrampilan mengekspresikan perasaaan; memberikan umpan balik (tanpa menyalahkan) dan menerima umpan balik Ketrampilan negosiasi dan menolak

b.

Negosiasi dan manajemen konflik Ketrampilan bersikap asertif Ketrampilan menolak Ketrampilan berempati

c.

Kemampuan mendengarkan dan memahami kebutuhan dan kondisi orang lain dan mengekspresikan pengertiannya. Kerjasama dan kerja kelompok

d.

Ketrampilan mengekspresikan penghargaan atas kontribusi orang lain dan gaya yang berbeda-beda. Ketrampilan menilai kemampuan diri dan berkontribusi pada kelompok Ketrampilan advokasi

e.

Ketrampilan mempengaruhi orang lain (influence) dan melakukan persuasi Ketrampilan membangun jaringan dan memotivasi orang lain

Agar life skill dapat dipahami dan diterapkan, khususnya di kalangan kaum muda, perlu adanya suatu rancangan pembelajaran khusus dan mediator yang tepat. Oleh karena itu, melalui program Duta Mahasiswa Generasi Berencana yang diselenggarakan oleh BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional), kaum muda Indonesia diharapkan dapat menyadari pentingnya life skill dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam hal merencakan kehidupan berkeluarga di masa depan.

Farihah Nur Zakiyyah Ilmu Komunikasi 2010 Divisi OP