Anda di halaman 1dari 11

PENGARUH PERAN ORANG TUA DAN GURU TERHADAP PENINGKATAN AKHLAQ SISWA KELAS IV DI SDN WARUNG DOWO

Proposal Penelitian

KO

LA

IN G G I I L M U T A H T R

SE

S T I T

Disusun Oleh : ULUL AZMI (200811001073)

STIT PGRI PASURUAN 2012


Jl. Ki Hajar Dewantara No. 27 29 Tembok Rejo Telp. (0343 ) 421948 Pasuruan 67118

BI

YA
H

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Berdasarkan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasiona N0. 20 Tahun 2003 BAB II pasal 3 dan 4 dapat disimpulkan bahwa Tujuan Pendidikan Nasional tidak hanya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa tetapi juga untuk mengembangkan manusia seutuhnya yakni manusia yang bukan hanya memiliki pengetahuan , keterampilan dan kesehatan jasmani rohani saja tetapi juga memiliki keimanan dan ketaqwaan serta berakhlakul karimah. Berbicara tentang akhlakul karimah maka hal ini sesuai dengan misi diutusnya Nabi Muhammad SAW.kepada seluruh umat yakni untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.Sebagaimana dalam sabdanya : Sesungguhnya aku diutus tidak lain untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Dari hadist tersebut jelaslah bisa di ketahui betapa pentingnya seseorang memiliki akhlakul karimah.Karena akhlak merupakan alat kontrol psikis dan sosial bagi individu maupun masyarakat.Tanpa akhlak manusia akan tidak berbeda dengan kumpulan binatang. Orang yang memiliki akhlak dan budi pekerti luhur tentunya akan membuat orang di sekitarnya merasa aman dan nyaman, sehingga banyak orang yang menyukainya. Namun sebaliknya setiap orang akan menghindari bertemu dengannya dan merasa tidak aman dan nyaman ketika bersama dengan orang memiliki akhlak dan budi pekerti yang buruk. Menurut Prof.Dr.H.Abuddin Nata, MA, dalam bukunya Pendidikan Dalam Prespektif Hadist menyatakan : Pendidikan Akhlak dalam islam tersimpul dalam prinsip berpegang pada kebaikan dan kebajikan serta menjauhi keburukan dan kemungkaranberhubungan erat dengan upaya mewujudkan tujuan besar pendidikan islam, yaitu ketaqwaan, ketundukan dan beribadah kepada Allah. Pendidikan akhlak menekankan pada sikap, tabiat dan perilaku yang menggambarkan nilai-nilai kebaikan yang harus dimiliki dan dijadikan kebiasaan

oleh anak dalam kehidupan sehari-hari.Rasulullah SAW.selalu menganjurkan kepada umatnya agar memperhatikan budi pekerti anak dengan baik, karena akhlak ini merupakan implikasi dari tauhid kepada Allah dan dari sinilah penilaian apakah seseorang itu benar bertauhid kepada Allah atau sebaliknya. Maka disinilah peran orang tua sangat penting dalam membentuk kepribadian atau menanamkan nilai-nilai akhlak kepada anak sejak dini bahkan ketika anak masih di dalam kandungan.Sebagai orang tua hendaknya mampu memberikan keteladanan yang baik bagi anak-anaknya. Karena anak-anak mempunyai kecenderungan untuk meniru apa yang dilakukan atau di katakana oleh orang tuanya. Untuk itu diharapkan orang tua dapat memberikan kasih sayang, perhatian dan keteladanan yang baik bagi anaknya.Karena hal tersebut akan berpengaruh terhadap perilaku atau akhlak anak Sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Ghozali:Melatih anak-anak adalah suatu hal yang sangat penting sekali, karena anak sebagai amanat bagi orangtuanya. Hati anak suci bagaikan mutiara cemerlang, bersih dari segala pikiran serta gambaran, ia dapat menerima segala yang diukirkan atasnya. Maka apabila ia dibiasakan kearah kebenaran dan diajarkan kebenaran, jadilah ia baik dan berbahagia di dunia akhirat. Sedangkan ayah ibu serta pendidik turut mendapatkan bagian pahala, tetapi apabila ia dibiasakan jauh atau dibiarkan dengan kejelekan, maka celaka dan rusaklah ia dan para pendidik mendapat dosa. Untuk itu wajiblah orang tua mengajarkan anak dari perbuatan dosa dengan mendidik dan mengajak berakhlak baik dan menjaganya dari teman-teman yang jahat dan tidak boleh membiasakan anak dalam bersenang-senang.

B. Rumusan Masalah Bertolak dari latar belakang masalah penelitian di atas, maka dapat dirumuskan masalah dalam penelitian yaitu : 1. Bagaimana peran orang tua terhadap peningkatan akhlaq siswa kelas IV di SDN Warung Dowo ? 2. Bagaimana peran guru terhadap peningkatan akhlaq siswa kelas IV di SDN Warung Dowo ?

3. Adakah pengaruh peran orang tua dan guru dalam peningkatan Akhlaq siswa kelas IV di SDN Warung Dowo ? C. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah penelitian sebagaimana diuraikan di atas, maka tujuan penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui peran orang tua terhadap peningkatan akhlaq siswa kelas IV di SDN Warung Dowo. 2. Untuk mengetahui peran guru terhadap peningkatan akhlaq siswa kelas IV di SDN Warung Dowo. 3. Untuk mengetahui adakah pengaruh peran orang tua dan guru terhadap peningkatan akhlaq siswa kelas IV di SDN Warung Dowo. D. Hipotesis Penelitian Hipotesis sebagai pengubahan rumusan problematika masalah menjadi kemungkinan jawaban atau pemecahan maslah, yang kemudian harus diuji kebenarannya secara empiris ( Joni, 1998:6 ). Hipotesis adalah merupakan dugaan sementara yang masih belum diketahui kebenarannya sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut. Dari pengertian hipotesisi di atas, maka penulis menetapkan hipotesis penelitian ini adalah : Hipotesis Alternatif (Ha) : Ada pengaruh signifikan peran orang tua dan guru terhadap peningkatan akhlaq siswa kelas IV di SDN Warung Dowo. E. Kegunaan Penelitian Sesuai dengan judul di atas, maka diharapkan penelitian ini dapat memberikan manfaat dan masukan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pihak-pihak yang ikut terlibat dalam penelitian ini. Pihak-pihak yang dimaksudkan adalah : 1. Lembaga STIT PGRI Pasuruan, penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumbangsuh bagi lembaga STIT PGRI Pasuruan dan dapat dimanfaatkan sepenuhnya sebagai bahan rujukan bagi mahasiswa calon penukis yang akan dating.

2. Bagi Kepala Sekolah SDN Warung Dowo, penelitian ini diharapkan dapat menjadi input yang bermanfaat bagi kepala sekolah, terutama yang berkaitan dengan peran orang tua dan guru dan hubungannya dengan peningkatan akhlaq siswa. Sehingga dapat terwujud mutu lulusan yang bukan hanya memiliki kecerdasan tetapi jiga berakhlaqul karimah. 3. Bagi Guru dan Orang Tua, diharapkan penelitian ini dapat menjadi umpan balik bagi guru dan orang tua agar senantiasa dapat memberikan keteladanan yang baik bagi anak atau peserta didik. 4. Bagi Pengembangan Ilmu dan Pengetahuan, penelitian ini diharapkan dapat menambah khazanah keilmuan dan pengetahuan konkrit tentang tentang peran orang tua dan guru dalam hubungannya terhadap peningkatan akhlaq. F. Definisi Operasional Untuk menghindari kesalahfahaman mengenai istilah judul yang peniliti gunakan, maka sengaja akan diberikan batasan penjelesan tentang pengertian tersebut diantaranya sebagai berikut : 1. Peran Peran adalah cara, perbuatan memahami perilaku yang diharapkan dan dikaitkan ( Purwadarminto, 1976:667) Didalam kamus Bahasa Indonesia kata peran berasal dari kata benda yang berarti pemain, perangkat tingkah yang diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan dalam masyarakat. 2. Orang Tua Orang tua adalah ayah dan ibu kandung, atau orang yang dianggap orang tua atau dituakan (cerdik, pandai, ahli dan sebaginya), atau orangorang yang dihormati dan disegani. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa yang disebut orang trua adalah ayah dan ibu atau angota masyarakat secara keseluruan (Prof. Dr. H. Abiddin Nata, MA , Fauzan, MA, 2005:233)

3. Guru

Guru atau pendidik adalah orang yang bekerja dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang ikut bertangung jawab dalam membantu anak-anak mencapai kedewasaan masing-masing(Hadari Nawawi).

4. Akhlaq Akhlaq secara bahasa berarti perbuatan atau perilaku. Menurut Prof. Dr. H. Abuddin Nata, MA(2005:273) Al-Akhlaq atau khilq adalah mufrad dari khuluq yang mempunyai sama-sama arti yaitu perangai, kelakuan, watak dasar, kebiasaan, peradaban yang baik. G. Sistematika Pembahasan Untuk mempermudah dalam memahami masalah yang terdapat dalam proposal ini, maka perlu diketahui dari urut-urutannya sehinga para pembaca secara sepintas akan dapat menggambarkan isi dari proposal ini yitu sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Masalah B. Rumusan Masalah C. Tujuan Penelitian D. Hipotesis Penelitian E. Kegunaan Penelitian F. Definisi Istilah / Operasional G. Sistematika Pembahasan BAB II KAJIAN PUSTAKA Dalam kajian pustaka ini, peneliti membagi teori menjadi 3 bab pembahasan meliputi : A. Peran Orang Tua 1. Pengertian Orang Tua 2. Peran Orang Tua Dalam Pendidikan akhlaq

3. Tanggung Jawab Orang Tua Dalam Mendidik Anak 4. Orang Tua dan Anak Dalam Keluarga 5. Pola asuh Orang Tua Dalam Keluarga. ` B. Peran Guru 1. Pengertian Guru 2. Persyaratan dan Sifat-Sifat Guru 3. Jenis-jenis Guru 4. Tanggung jawab dan Kepribadian Guru 5. Peranan Guru 6. Kode Etik Guru C. Akhlak 1. Pengertian Akhlak 2. Dasar Akhlak 3. Sumber-sumber ajaran akhlak 4. Tujuan Pembinaan Akhlak 5. Pembagian Akhlak 6. Aspek yang Mempengaruhi Akhlak 7. Konsep Akhlaqul Karimah Dalam Islam. BAB III METODE PENELITIAN A. Metode B. Tempat Penelitian C. Populasi dan Sampel D. Instrumen Penelitian E. Teknik Pengumpulan Data F. Teknik Analisis Data BAB IV HASIL PENELITIAN BAB V PEMBAHASAN A. Kesimpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN BAB VI PENUTUP

RIWAYAT HIDUP

BAB II KAJIAN PUSTAKA Dalam kajian pustaka ini, peneliti membagi teori menjadi 3 bab pembahasan meliputi : B. Peran Orang Tua 1. Pengertian Orang Tua 2. Peran Orang Tua Dalam Pendidikan akhlaq 3. Tanggung Jawab Orang Tua Dalam Mendidik Anak 4. Orang Tua dan Anak Dalam Keluarga 5. Pola asuh Orang Tua Dalam Keluarga. ` B. Peran Guru 1. Pengertian Guru 2. Persyaratan dan Sifat-sifat Guru 3. Jenis-jenis Guru 4. Tanggung jawab dan Kepribadian Guru 5. Peranan Guru 6. Kode Etik Guru C. Akhlak !. Pengertian Akhlak 2. Dasar Akhlak 3. Sumber-sumber Ajaran Akhlak 4. Tujuan Pembinaan Akhlak 5. Pembagian Akhlak

6. Aspek Yang Mempengaruhi Akhlak 7. Konsep Akhlaqul Karimah dalam Islam

BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan pendekatan kuantitatif bersifat deskriptif kausalitas, dimana penelitian ini hanya mendiskripsikan dan menganalisis pengaruh antara 3 variabel, yaitu 2 variabel bebas (X = Peran orang tua, X = Guru ) dan variabel terikat ( Y = Peningkatan akhlak ). B. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SDN Warung Dowo Kecamata Pohjentrek Kabupaten Pasuruan. C. Populasi dan Sampel Dalam penelitian kuantitatif populasi diartikan sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Sedangkan sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.( Sugiono, 2010:16). Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswasiswi kelas V di SDN Warung Dowo Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan yang berjumlah ..?.Sedangkan yang menjadi sample dalam penelitian ini adalah siswa kelas VB yang berjumlah ..? beserta seluruh guru dan orang tuanya. D. Teknik Pengumpulan Data

Adapun teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Obsevasi 2. Angket 3. Wawancara 4. Dokumentasi E. Teknik Analisis Data Karena dalam penelitian ini terdiri dari 3 variabel, maka teknik analisi data yang digunakan adalah : 1. Korelasi Product Moment 2. Korelasi Ganda

DAFTAR PUSTAKA Fauzan, MA dan Prof. Dr. H. Abuddin Nata, MA.2005. Pendidikan Dalam Perspektif Hadist. Abdulloh Yatim, MA.2007. Studi Akhlak dalam Perspektif Al-Quran. Jakarta : Amzah Prof. Dr. Suparno, dkk. 2010. Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah. Malang: Universitas Negeri Malang. Hamdani, Drs. H. & Fuad Hasan, Drs. H. A. 2007. Filsafat Pendidikan Islam. Bandung: Pustaka Setia. Syaiful Bahri Djamarah, Drs. 2004. Pola Komunikasi Orang Tua & Anak Dalam Keluarga. Jakarta:Rineka Cipta.

Syaiful Bahri Djamarah, Drs. 2005. Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta Sugiyono, Prof. Dr. 2010. Statistik untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.