Anda di halaman 1dari 3

Citizenship Education, Oct 2011 Vina A Pramadya Puspa _ 562009008 _

Reciprocal Obligation pada UU No.12 tahun 2006


Persoalan Kewarganegaraan erat kaitannya dengan adanya legalitas status seseorang dalam suatu Negara (bentuk identitas sosial politik). Kewarganegaraan itu sendiri adalah siapa yang menjadi anggota dari masyarakat dan siapa yang tidak menjadi bagian masyarakat 1. Identitas kewarganegaraan dilindungi dalam bentuk hak-hak yang dijamin oleh negara dan kewajiban yang dilaksanakan oleh para warga negara secara individu (Reciprocal Obligation). Sehingga dengan identitas ini, warga negara memiliki hak-hak yang harus diakui, dilindungi, difasilitasi, dan dipenuhi oleh Negara. Pengukuhan identitas sesorang sebagai warga Negara terdapat dan diatur pada UU Nomor 12 tahun 2006. Pasal 4 UU Nomor 12 tahun 2006 secara rinci mengatur siapa saja yang berhak yang diakui oleh Negara Indonesia untuk menjadi warga Negara; Warga Negara Indonesia adalah: a. setiap orang yang berdasarkan peraturan perundangundangan dan/atau berdasarkan perjanjian Pemerintah Republik Indonesia dengan negara lain sebelum Undang-Undang iniberlaku sudah menjadi Warga Negara Indonesia; b. anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah dan ibu Warga Negara Indonesia; c. anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah Warga Negara Indonesia dan ibu warga negara asing; d. anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah warga negara asing dan ibu Warga Negara Indonesia; e. anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu Warga Negara Indonesia, tetapi ayahnya tidak mempunyai kewarganegaraan atau hukum negara asal ayahnya tidak memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut; f. anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 (tiga ratus) hari setelah ayahnya meninggal dunia dari perkawinan yang sah dan ayahnya Warga Negara Indonesia; g. anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu Warga Negara Indonesia;
1

DEMOKRASI DAN HAK ASASI MANUSIA, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H

Citizenship Education, Oct 2011 Vina A Pramadya Puspa _ 562009008 _


h. anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu warga negara asing yang diakui oleh seorang ayah Warga Negara Indonesia sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak tersebut berusia 18 (delapan belas) tahun atau belum kawin; i. anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia yang pada waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya; j. anak yang baru lahir yang ditemukan di wilayah Negara Republik Indonesia selama ayah dan ibunya tidak diketahui; k. anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia apabila ayah dan ibunya tidak mempunyai kewarganegaraan atau tidak diketahui keberadaannya; l. anak yang dilahirkan di luar wilayah negara Republik Indonesia dari seorang ayah dan ibu Warga Negara Indonesia yang karena ketentuan dari negara tempat anak tersebut dilahirkan memberikan kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan; m. anak dari seorang ayah atau ayah ibu atau yang telah dikabulkan permohonan sebelum kewarganegaraannya, kemudian ibunya meninggal dunia

mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia. Pasal 4 tersebut juga membahas secara khusus hak-hak sipil yang diberikan negara Indonesia kepada setiap anak yang lahir atas kewarganegaraan untuk mendapatkan identitas diri dan status kewarganegaraan. Dengan adanya hak atas kewarganegaraan anak maka negara mempunyai kewajiban untuk melindungi anak sebagai Warga Negaranya dan juga berkewajiban untuk menjamin pendidikan dan perlindungan hakhak anak lainnya, seperti; kebebasan berpikir, mempertahankan identitas, kebebasan berekspresi, dan berhati nurani, kebebasan berorganisasi, beragama

perlindungan atas kehidupan pribadi, memperoleh informasi yang memadai dan perlindungan dari penyiksaan atau penghukuman yang tidak manusiawi. Negara Indonesia menyadari bahwa hak anak merupakan Hak Asasi Manusia yang harus dijamin dan dilindungi. Undang-undang di atas menunjukkan bahwa kewarganegaraan di Indonesia

menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, yang selain merupakan hak utama bagi warga Negara, tetapi juga sebagai hak asasi dari Tuhan Yang Maha Esa, sejak manusia dilahirkan.

Citizenship Education, Oct 2011 Vina A Pramadya Puspa _ 562009008 _


Secara yuridis, Undang-undang tersebut menjamin perlindungan terhadap Hak Asasi Manusia dan hak warga negara. Sedangakan secara sosilogis, pasal tersebut menunjukkan adanya persamaan perlakuan dan kedudukan warga negara di Indonesia. Implementasi UU Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan memiliki latar belakang spesifik, di mana warganegara merupakan unsur hakiki suatu negara yang artinya status kewarganegaraan seseorang menimbulkan hak dan kewajiban, termasuk hak kodrati yang diberikan oleh Tuhan sejak ia dilahirkan dan hak untuk diakui keberadaan dirinya dalam masyarakat.

Referensi: http://herlambangperdana.files.wordpress.com/2008/08/herlambang-2008kewarganegaraan-dan-ham1 STATUS DAN KEDUDUKAN ANAK HASIL PERKAWINAN CAMPURAN DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2006 TENTANG KEWARGANEGARAAN RI, Melani Wuwungan, PROGRAM STUDI MAGISTER KENOTARIATAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG